korea
Aku ingat betul ada kolega kantor hampir setiap tahun ke Korea. Salah satu tur yang direkomendasikan yaitu DMZ. Alias merasakan aura militer perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.


Begitu dapat beasiswa, Alhamdulillah disediakan tur ke DMZ meskipun masih agak lama. Rezeki nggak kemana, ada yang nawarin DMZ tur gratis. Ya maulah??? :)) terima kasih kak Yasmin atas ajakannya. Meskipun justru dirimu nggak bisa ikut.

Ceritanya kenapa bisa gratis, karena ada rombongan turis dari Bangladesh mau ke DMZ. Persyaratannya adalah minimal 30 orang. Nah untuk menggenapinya, kami pun diminta ikut. 

Demilitarized Zone (DMZ) Tour merupakan tur milik Korea Selatan yang bertempat di perbatasan negara. Secara teknis, kedua negara ini masih dalam keadaan perang. Karena akhir dari Perang Korea bukanlah kesepakatan damai. Melainkan hanya gencatan senjata.

Makanya di Korsel semua laki-laki dewasa diwajibkan mengabdi ke negara melalui jalur militer. Familiar lah ya bagi para Kpopers yang tersedu ketika ditinggal idolnya. Waktunya antara 1-2 tahun. Nggak ada tawar menawar bagi siapapun, yang mangkir akan dibawa ke jalur hukum.

Highlight dari tur ini adalah lorong atau tunnel yang ditemukan oleh Korsel. Tunnelnya dibangun Korut dengan tujuan menyerang Korsel. Oh ya semua ini pernyataan versi point of view-nya Korsel. 

Sejauh ini ada empat tunnel yang ditemukan.
Tunnel 3 di Paju.
Tunnel 2 di Cheorwon.
Tunnel 4 di Yanggu.
Tunnel 1 di Yeoncheon.

Tunnel 3 yang di Paju inilah tujuan utama kami. Tunnel ini paling populer di kalangan turis. Jaraknya hanya 50an kilometer dari Seoul. Perjalanan kami memakan waktu 1 jam aja. Tur setengah hari udah cukup dan nggak begitu melelahkan.

Tapii..sebelum mencapai Tunnel ini, kami diajakin dulu ke Imjingak Park. 


Disini ada memorial, jembatan "Bridge of Freedom" dan lokomotif yang katanya berasal dari masa perang dulu. Ada pula cable car kalau waktunya cukup untuk eksplor. 




Nah khasnya tur Korsel tuh entah kenapa kultur ppalli ppalli juga terasa disini. Beberapa kali ikutan baik itu tur group, road trip, conference, semua harus cefaaat! Agak jetlag dengan santuy-nya di Indonesia. Hahaha.

Selain bacain cerita sejarahnya, disini ada toko kecil menjual pernak pernik Korea Utara. Sayangnya ga boleh difoto bagian dalam. Kami tertarik dengan uang Korut yang dijual. Agak mahal sih sebenernya tapi yaudahlah kenang-kenangan. Kami bertanya-tanya darimana mereka bisa mendapatkan barang-barang ini?


Oh ya, di Imjingak ada stasiun kereta. Kayaknya sih bisa yaa kesini tanpa tur (area ini belum masuk DMZ).

Lanjut, ke tunnelnya!

Ssst, disini masuk dan keluar harus dicek identitasnya. Bisa dengan paspor atau ID korea (kalau sudah punya). Tentaranya masuk ke bus untuk mengecek satu-persatu.

Oke, tentang Tunnel 3. Ditemukan di tahun 1978 berdasarkan informasi dari pembelot Korut. Total panjang yang bisa dikunjungi 350 meter. Turis bisa disini sesuai waktu reservasi. 



Menurutku tempat ini bagus banget sarana prasarana untuk turisnya. Kami ga boleh bawa apapun termasuk handphone, jadi disediakan loker. Kemudian helm safety. 

Aku ngga tau di Indonesia ada lorong sekecil ini atau enggak. Kalau dibandingkan dengan gua Jepang di Bukittinggi, ini tuh kecil banget. Cuma bisa 2 orang papasan. Atapnya rendah, karena tinggi orang pada masa itu sekitar 150-160 cm. Pengap. Lembap. Berair. Ih pokoknya mah kalo ga suka ketidaknyamanan gausah dicoba.

Waktu turunnya sih oke nggak terlalu berat. Nah ketika balik ini udah berasa mendaki. Kami bertiga terengah-engah, istirahat beberapa saat sebelum balik lagi ke pintu masuk. Bagi yang fobia gelap dan ruangan sempit nggak rekomen deh. Se-pengap itu~ bahkan tur guidenya bilang kalau ga kuat ga usah dilanjut. Kalian ga dapet hadiah kok pas berhasil sampai :)) LOL. Di ujung tunnel cuma ada pintu dan CCTV yang memperlihatkan bagian luar. 

Terakhir, Dora Observatory. Bangunan yang menyediakan binokular untuk melihat area Korut. Lagi-lagi nggak boleh ambil gambar yah :)) kalau penasaran bisa cek di instagram banyak yang melanggar aturan. Cuma aku ga berani sih....


Apa yang terlihat dari binokular? Paling keliatan bendera Korut. Ada cerita lucu mengenai ini. Jadi di perbatasan tuh ada bendera dari dua negara. Mereka ga mau tiangnya lebih rendah dari yang lain. Jadilah pas Korsel bangun, Korut bangun lebih tinggi. Korsel meninggikan, Korut ga mau kalah. Sampai akhirnya Korsel "mengalah" biar Korut tiangnya yang lebih tinggi ajalah. Kayak, childish thing??? :))

Kalau beruntung dan cuaca cerah, katanya bisa keliatan aktivitas warga Korut. Sayangnya pas kami kesini polusinya tebel banget. Ya sudahlah gapapa pengalaman~

Fun-fact lain tentang Korut (versi Korsel tentunya):
  • Ada 3 negara yang dibenci Korut: Korsel, Jepang dan Amerika
  • Wajib militer bagi laki-laki dewasa selama 10 tahun
  • Warga Korut dilarang memakai blue jeans, karena itu dianggap simbol Amerika
  • Dilarang ada warga yang punya nama dan tanggal lahir sama seperti pemimpinnya (Kim family)
  • Listrik hanya terpusat di Pyongyang, ibu kota Korut
  • Jika ada kesempatan berkunjung kesana dan ambil foto patung pemimpinnya, ga boleh kepotong
Mana yang mau dipercaya? Entahlah~

Setauku saat ini udah banyak konten warga Korut yang berhasil melarikan diri dan mengganti identitasnya. Bisa dicek di Youtube atau baca bukunya, salah satunya In Order to Live ditulis oleh Yeonmi Park. 

***

Well, apakah layak dicoba? Kataku sih iya. Bisa sih coba dari Korut, cuma visa kesana terbatas banget. Bolehlah kalau emang se-kepo itu dengan Korut. Gimana, tertarik ikutan turnya?
Nami Island / 남이섬 (Nami-Seom) merupakan salah satu pulau yang terkenal karena hallyu wave. Drama Winter Sonata yang dibintangi Choi Ji Woo berlatar belakang di pulau ini. Ada yang udah nonton? Aku sih belum :P

Mayoritas travel agen Indonesia yang buka trip ke Korea memasukkan Nami Island dalam itinerary-nya. Dan, waktu terbaik dan terpopuler mengunjungi Nami Island saat musim gugur/autumn/fall.


Kenapa? Karena disinilah jajaran pohon ginkgo dengan daun berwarna kuning. Pohon lainnya punya daun berwarna oranye-merah. Cocok banget untuk dijadikan latar belakang foto yang menunjukkan "lagi diluar negeri". Iya, nggak bakal ada suasana kayak gini di Indonesia.

Ditambah suhu autumn pada umumnya lebih bersahabat dibanding summer atau winter. Walau kenyataannya nggak bisa diprediksi. Seperti saat kami berkunjung, dimana suhunya hampir 0 derajat celcius.

Perjalanan dari Seoul menuju Nami Island


Ditengah suhu autumn yang drop ke 2 derajat celcius, kami berangkat dari Seoul. Perjalanan dimulai dari naik bus menuju stasiun kereta. Kali ini bukan subway, melainkan kereta jarak jauh. Berhubung Nami Island berlokasi di luar Seoul, tepatnya kota Chuncheon, Provinsi Gangwon.

Untuk ke stasiun memakan waktu 1 jam. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun Gapyeong. Bagi manusia yang tinggal di Seoul, kerasa banget perbedaannya terutama di bangunan. Kalau Seoul isinya gedung tinggi, disini relatif jarang. Pemandangan diluar mirip seperti naik kereta trans Jawa. Perkebunan, green house, warna hijau mendominasi.


Sesampainya di Gapyeong, kami lanjut naik bus di halte seberang stasiun. Cuma 1 bus menuju terminal Nami Island, yaitu nomor 10-4. Semua petunjuk navigasi ini bisa didapatkan dengan mudah berbekal Naver Maps. Nggak perlu khawatir nyasar.

Bus kebanyakan berisi turis, seperti kami inilah. Banyak hijabi yang kurasa dari Malaysia, mendengar dari logatnya. 

Tak lama, kami sampai di terminal penyeberangan. Total dari Seoul sampai sebelum menyeberang memakan waktu 2 jam.

Berpetualang di Nami Island


Disini petualangan seru kami dimulai. Untuk menyeberang ke Nami Island ada 2 pilihan. Pertama yang umum menggunakan kapal. Waktunya 8-10 menit. Kedua, menggunakan zip line (kita lebih sering nyebutnya flying fox). Waktu tempuh hanya 1-2 menit. 

Tapii...harganya beda jauh. Naik kapal 18.000 won. Sedangkan zip line 55.000 won. Kami berempat memutuskan menyeberang dengan moda berbeda. 


Aku dan kak G pilih zip line. Mba R dan A pilih kapal. Pikirku, "Kapan lagi punya kesempatan untuk cobain zip line di Korea?". Zip line pun ada 2 pilihan: Family dan Adventure. Sepertinya yang tipe kedua lebih menantang derajat kemiringannya.

Jadilah kami menuju tower keberangkatan zip line. Sebelum meluncur, kak G berbaik hati menyewa VR kamera. Ternyata tuh nggak boleh ngerekam pakai device pribadi. Ngga mau nanggung resiko kali ya kalau jatuh. 

Untuk sewa ada tambahan lagi sekitar 20.000 won. Thanks kak G udah mau nyewa. Aku numpang nongol aja. Haha. Oiya, sewa VR hanya bisa untuk tipe Family.


Jujur, pas naik ke tower tuh mulai deg-degan. Sampai dipasang sabuk pengaman dan kaki diminta menjulur ke depan. Btw, kami ngga dikasih life jacket. Padahal aku ga bisa renang :)) pas pertama meluncur rasanyaa....aduhai jantung kaya mau copot. 

5 detik setelahnya? SERU BANGET! Bisa lihat hijaunya air sungai Bukhan dipadukan biru langit dan warna warni dedaunan. Aduhaiii, rasanya cepet banget waktu zip line itu berlalu :))


Buat kenangan aku upload videonya di Youtube :))) ini adalah POV waktu udah selesai. Dalam hati, "AAKKK mau lagi pleaseee!"


Sampai di Nami Island, aktivitas kami cuma foto :P Isinya apa sih pulau ini? Museum, pertokoan, activity, sampai vila untuk menginap pun ada. Kami muterin aja cari spot foto yang bagus. 


Berhubung ini musim gugur, asli dah isinya manusia di setiap sudut. Warga lokal dan turis berbaur. Banyak banget yang datang rombongan macam tur gitu. LOL. Tips-nya kalau mau dapet foto proper tanpa ada photobomb manusia ya coba penyeberangan paling pagi. Kami yang udah merasa pagi dari Seoul ternyata kalah sama yang lain.






Bisa kubilang, Nami Island ini contoh dari tempat wisata yang SANGAT SIAP. Semua kebutuhan turis ada. Brosur dalam berbagai bahasa, termasuk Melayu ada! Umumnya cuma 2 bahasa: Korea dan Inggris. Paling Gong lagi tersedia dong resto HALAL CERTIFIED. Ngga cuma self-claim. Plus, tersedia mushola dan tempat wudhu.

Sejauh ini, mushola di Nami Island terbaik versiku. Udah kayak masjid standarnya. Kayaknya sih udah tau banyak wisatawan Muslim terutama dari Malaysia. Beneran deh, salut banget. Yang bikin aku salut selanjutnya, harga makanan yang dijual tuh nggak beda jauh dari Seoul. 

Masih di kisaran belasan ribu won. Padahal ini tempat wisata. Pulau. Kalau di Indonesia udah kebayang bakal naik harganya 2-3 kali lipat. Hebat deh. TOP banget pengelolaan wisatanya. Pemerintah kalo mau belajar buat mengembangkan wisata sih fix coba berguru ke Nami Island.


Dilihat dari brosurnya, banyak aktivitas yang bisa dicoba. Banana boat, clay art, dll. Kami aja yang nggak mau eksplor lebih jauh. So, nikmatin foto-foto ini aja ya :P



Tidak lupa berfoto dengan patung legend pasangan Winter Sonata~


Worth the hype nggak si Nami Island? 
Yes~ Apalagi kalau bawa fotografer yang mumpuni. Pake OOTD cantik. Dijamin foto instagram dapet banyak like :P

Mau ngunjungin lagi?
Boleh, penasaran waktu winter bakal kayak apa. 
Pengalaman pertama daftar beasiswa S2. Lumayan panjang perjalanannya. Biar selalu ingat betapa darderdornya menjalani proses ini.

Pengalaman Lolos Beasiswa Koica - Yonsei 2025
Cerah seperti masa depanku *AMIN*

Pertanyaan dasar: beasiswa apakah ini?

Beasiswa yang aku daftar ini didanai oleh KOICA (Korea International Cooperation Agency). Ini tuh lembaga pemerintah Korea Selatan yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan program bantuan pembangunan dan kerjasama teknis ke negara-negara berkembang ((kata Google)).

Aku tahu beasiswa ini ketika ikut bootcamp. 


Tertarik karena persyaratan awalnya bisa dibilang sederhana. Benefit yang bikin aku nyantol tuh: dapet akomodasi. Tau sendiri kan nyari rumah di luar negeri tuh nggak gampang. Beda sama di Indonesia yang masih jarang menerapkan sistem deposit. Umumnya nominal deposit itu besar untuk ukuran jelata, apalagi di-kurs-kan.

KOICA udah bekerja sama dengan beberapa universitas dan jurusan untuk menerima mahasiswa. Artinya applicant cuma bisa daftar di universitas yang disediakan. Adapun tahun ini, listnya sebagai berikut:


Beasiswa ini segmented banget, karena persyaratan utamanya adalah harus government officer (PNS). Kementerian Sekretariat Negara sebagai focal point akan blast info ini ke semua Kementerian/Lembaga. Pantengin aja awal tahun. Bisa jadi universitas dan jurusan tahun ini beda dengan tahun depan. Selengkapnya bisa main ke website KOICA (https://koica.go.kr/)

Timeline perjalanan daftar beasiswa KOICA


Berhubung aku termasuk satu dari sekian applicant yang ikut sampe tahap terakhir, aku sharing ya tahapannya.

1. Minta rekomendasi ke PPSDM K/L - akhir Desember 2024

Entah di instansi lain sebutannya apa. Intinya yang bertugas untuk mengurus pelatihan dan pendidikan lanjutan pegawai. Aku udah ajukan dari tahun 2024. Dari Setneg sudah jelas kapan batas waktu terakhir mengumpulkan. Rajin aja untuk cek dateline biar ngga kelewat.

2. Submit di website Setneg - awal Januari 2025

Setelah dapet rekomendasi, upload ke website Setneg agar Setneg bisa nerbitin endorsement yang akan dikirimkan ke KOICA (dalam hal ini lewat kedubes Korea Selatan). Dokumen yang diupload diantaranya:
a. Surat Rekomendasi dari Instansi Tempat Bekerja
b. CV Akademik (dalam bahasa Inggris)
c. Sertifikat profisiensi bahasa Inggris (bisa TOEFL/IELTS. Aku pakai IELTS)
d. Ijazah terakhir (dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)
e. Form pendaftaran dari KOICA
f. Scan paspor

Setelah upload aku dapet revisi ternyata.
"Terdapat ketidaksesuai antara jurusan dan penandatangan ijazah. Mohon upload ulang ijazah asli dan terjemahan bahasa inggris yang telah sesuai dengan ijazah asli."

Aku cuma upload versi bahasa Inggris. Baru awal udah ketar ketir aja nih. Mana waktu itu kepotong libur nataru. Grusa-grusu banget rasanya :)) Alhamdulillah respon Setneg tergolong cepet. Malahan emailku dibalas dini hari. Luar biasa~~

Endorsement-nya nggak dikirim ke pendaftar. Belakangan aku baru tau, yang daftar lebih dari 50 orang. 

3. Submit google form dan email ke KOICA - 7 Januari 2025

Dokumen yang diupload: KOICA Application Form, scan paspor, dan email konfirmasi endorsement Kementerian Sekretariat Negara. Aku tuh baru sadar ya kalau namaku di KTP dan di paspor beda. Ada karakter yang nggak dianggap di dunia internasional. Alhasil aku ngulang lagi ngisi application form dengan dagdigdug saking nggak bacanya :(

Pelajaran banget untuk selalu TELITI dan JANGAN BACA CEPAT perihal persyaratan. Cukup baca novel aja yang speed reader. Baca instruksi harus ditelaah.

4. First Interview - 31 Januari 2025

Empat minggu menunggu, akhirnya dapet kabar baik. Tersisa 7 orang yang lanjut untuk interview dengan KOICA. Btw grup interviewnya spesifik dengan jurusan yang dipilih. Jadi 7 orang ini memang yang daftar Yonsei.


Interviewnya CEPET BANGET. Ada 2 pertanyaan yang diajukan, semua jawab bergiliran. Pertanyaan pertama urut abjad awal. Kedua dijawab kebalik urutannya. 

Pertanyaan pertama: how the major you chose aligned with your work?
Pertanyaan kedua: can you please share project about the issue you write?

Menurutku kuncinya disini bukan jawab sepanjang dan detail mungkin. Justru se-efektif mungkin dan to the point. Nggak perlu ngalor ngidul panjang kali lebar. Bisa nyontek jawaban peserta lain? Enggak samsek buatku. Malah ga dengerin jawaban yang lain, fokus ke nenangin diri dan merumuskan jawaban di kepala.

Wawancara 7 orang, selesai hanya dalam 30 menit. Bayangkan secepat apa tuh.

Dapet rumor waktu wawancara untuk kampus SNU ada yang mengundurkan diri ditempat saking gugupnya :') 

5. Pengumuman Lolos ke University Round - 18 Februari 2025

Hamdalah tahap 1 lolos :') tahap ini tuh masih awal banget. Dokumen yang diperlukan juga masih nggak sebanyak di round 2. Dari Indonesia yang tersisa 4 orang. 2 dari kantorku dan 2 dari Kemenkes. Lemes banget rasanya sih pas nerima email Congratulations. Aku baca pas dikantor. Langsung chat temenku yang selama ini ngurus bareng eh ternyata beda nasib.

Saking senengnya aku udah syukuran duluan T_T kaya butuh didoain banyak orang gitu loh biar bisa lolos. Hiks.

 6. Submit dokumen di website Yonsei - 21 Februari s.d 4 Maret 2025

Nah di tahapan ini dokumennya lebih banyak lagi yang harus disubmit. Termasuk didalamnya apostille dokumen. Sebenarnya apostille ini murah, TAPI websitenya suka bikin dagdigdug. Akhirnya aku pake jasa ajalah. Harganya emang berkali lipat dari PNBP. Tapi yaudah anggep aja beban mental ini berkurang.

Pake jasa pun sebenernya bukan lebih cepet ya. Hanya aja aku bisa terima jadi. Nggak perlu mikir juga kudu ijin atasan buat ngambil dokumen aslinya di kantor AHU.

Selain itu buat jaga-jaga aku juga email ke pihak kampus kalau-kalau melebihi dateline. Alhamdulillah pihak kampus memaklumi. Bisa disusulkan kalau memang nantinya telat. 

Pelajaran: komunikasikan semua sejelas mungkin. Daripada menduga-duga mending konfirmasi ke pihak terkait aja.


Sampai di titik ini aku terus merasa amaze, 
"Ini beneran aku apply di website Yonsei?"
Ngisinya sambil buka google translate biar ga salah.

7. Medical Check Up - 9 April

Berlanjut ke pemeriksaan kesehatan. Di bagian ini lumayan berasa menguras kantong. Sebab parameter cek kesehatannya banyak dan ada yang pricey yaitu cek TB. Untuk rumah sakitnya pun nggak semua punya reagen cek TB.

"Puskesmas bisa?" - tanya temenku dengan polosnya. 
Of course NO. Hasil pemeriksaan kesehatannya wajib dalam bahasa Inggris dan sudah ada form isiannya. Pilihan RS yang diberikan ada 2, Siloam Semanggi atau SOS Kuningan. Diluar itu bisa aja asalkan memenuhi syarat yang ditentukan tadi. 

Nah di bagian sini ternyata cukup melelahkan.
Kenapa? Karena ada tes urine. Sedangkan saat itu aku sedang haid. Jadi nggak boleh. Posisinya itu mepet Idul Fitri dah mau mudik. Akhirnya aku jadwalkan ulang setelah cuti bersama. Artinya aku harus balik Jakarta lebih awal dari tiket yang udah kubeli. Sad? Iyalah. Mana itu waktu kumpul keluarga kan. Tapi ya gimana namanya perjuangan harus komitmen *jiaakh.

Tes urine pertama aku udah make sure selesai dan boleh pulang? Jelas terdengar petugasnya bilang boleh. Ya aku pulang dong dari Jakarta ke Bogor. Nggak taunya ditelpon kalau hasilnya ga memuaskan. Kek monanges waktu itu. WHY OH WHY.

Mumpung masih ada waktu, diputuskan untuk ambil ulang. Kali ini lebih hati-hati. Entah berapa banyak itu air minum yang kutelan. Kayak menggelonggong diri sendiri saking banyaknya. Hamdalah untuk yang kedua kalinya udah oke dan dinyatakan FIT di form isiannya. Kayak, haaahhh lega banget. 

Selain mempengaruhi hasil seleksi, kan aku juga takut kalau beneran ada penyakit tertentu. Ternyata Allah masih kasih aku nikmat sehat :') sungguh priceless.

8. Essay Test - 2 April 

Another day another test. Di ujian ini agak membingungkan, aturannya berubah-ubah. Awalnya disuruh kerjain dalam 24 jam. Lalu diganti jadi 2 jam. Deg-degan ga tuh :)) Ada gilanya juga bisa-bisanya aku ngerjain sambil hangout di kafe T_T 

Lihat siapa satu-satunya yang bawa laptop

Alhamdulillahnya justru dapet insight dari situ untuk menjawab soalnya. Lumayan susah sih buatku, pertanyaannya lebih menjurus ke sistem kesehatan nasional. Dimana aku nggak banyak bersinggungan tentang itu. Bidangku lebih ke sistem pengawasan Obat dan Makanan. 

Meski begitu tetep kuusahakan selesai dan se-to the point mungkin. Sekitar 15 menit sebelum waktu habis, aku proofread dan berhasil mengumpulkan jawaban sebelum batas waktu yang ditentukan. Fiiuhh!

Apa emang kek gini kehidupan dewasa tuh? Juggling satu hal dengan hal lain. Maunya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Betapa beruntungnya aku tuh punya temen suportif kaya gini. Alhamdulillah...

9. Interview University Round - 9 April 2025

Last step banget! Test terakhir yaitu interview (lagi). Ini lazim digunakan juga nggak hanya universitas di Korea ya. Beberapa kayak dari New Zealand dan Australia juga memasukkan interview didalam rentetan ujiannya.

Masih dengan kultur ppali-ppali. Kami dikasih jadwal interview dan kelihatan 15 menit perorang. Kilat nggak tuh?

Dari malem aku udah latihan sama temenku untuk role play demi meyakinkan. Pertanyaannya tuh banyak ya kalau cari di Google. Mana aku juga masuk grup GKS kan, udah ada beberapa univ yang melaksanakan interview. Dapet gambaran nantinya akan ditanya apa.

Kami dikasih kesempatan masuk ruang tunggu dulu sebelum ke ruang interview sesungguhnya. Rasanya mules dan dagdigdug banget. Rencana pakai headset gagal karena malah suaranya nggak masuk. Yaudahlah pasrah ga pake.

Resikonya apa? Ya, ngga kedengeran jelas pertanyaannya :")))


Pas masuk di ruang interview udah ada 3 profesor yang menunggu. 1 laki-laki dan 2 perempuan. Yang memimpin adalah Prof H. Ramaaah banget suaranya tuh kebapakan. Tau Prof Ryu di Resident Playbook? Nah, mirip beliau tuh.

Waktu disapa, aku memberanikan diri ngomong Anyeonghaseyo.
"You can speak Korea?"
"Ne, chukkuman issoyo (bisa dikit-dikit)"

Malah ditanyain gimana apa wawancaranya lanjut pake bahasa Korea aja? I said no dengan muka melas. LOL. Hamdalah lanjut pake bahasa Inggris. Nggak nyangka sama sekali ya dulu waktu pelatihan rasanya gagap banget eh ini bisa aja casciscus. Emang kudu latihan dan dipaksa.

Pertanyaannya apa aja?
- work experience
- penelitian sebelumnya
- udah kerjasama dengan stakeholder mana aja (karena aku mention bagian Informasi Komunikasi)
- plan to contribute
- kalau kepilih diantara banyak applicant dari Indonesia, apakah akan feeling guilty?

I think I answer the last question wisely? Unexpected banget tapi ya okelah. Aku jawabnya NO because we're in a fair competition. Dengan salah satu keterima bukan berarti lebih baik dari lainnya. Masih ada juga banyak beasiswa diluar sana untuk dicoba.

To be honest ini pun setelah banyak interaksi dengan sesama scholarship hunter. Dapet insight biar terus semangat mencoba dan positif thinking tanpa harus menimbulkan rendah diri.

10. Pengumuman University Round

Paling dagdigdug sedunia. Udah melewati semuanya, saatnya menunggu (lagi). Nungguin sendiri masih mending, ini ditambah dengan berondongan orang-orang kantor dan sekeliling yang nanyain,
"Kapan pengumuman?"
"Kapan berangkat?"
Sungguh menambah pressure. Hahaha. 

Mana di wawancara terakhir nggak dikasih tau kapan pengumumannya. Nggak kepikiran juga untuk nanya saking dibatesin durasinya.

Ada desas-desus kampus SNU bakal pengumuman di 22 Mei. Ya sudah aku jadikan aja patokan itu sambil banyakin doa.

Ternyata...

Senin 19 Mei 
Kakak tingkat yang jadi ((narsum))-ku selama ini tanya gimana hasilnya. Kujawab lah belum dapet pengumuman nih. 
"Oh, mungkin hari ini"

Kutunggu...kutunggu...
Nunggu sendirian di kantor MPP yang dingin itu.
13.20 WIB dapat whatsapp.

Kaget dan bersyukur. Gemeteran. Langsung konfirmasi ke kating lagi bener ga itu nomer staf KOICA. Alhamdulillahnya bener. Nangis T_T pengen meluk orang tapi lagi sendiri banget jaga layanan. Rasanya tuh....aneh :))

Langsung ngabarin orang-orang terdekatku. Semua mendoakan dan kasih selamat. So so happy dan kayak mimpi. Like, is it real? Duh if it is a dream I don't want to wake up :")) Alhamdulillah MasyaAllah Tabarakallah. Allah Maha Baik.

Selasa 20 Mei 
Ucapan selamat juga dikirimkan lewat email oleh pihak kampus. 


Pas banget momennya dengan Hari Kebangkitan Nasional. Semangatnya tuh sangattt membara dapet email ini. Kayak spongebob pas bilang, "Aku siap! Aku siap!"

So, what's next?

Banyak hal yang harus diurus. Terutama dokumen izin tugas belajar, exit permit, paspor dinas, dan tentunya visa. Alhamdulillah dengan semangat baru, akan tetap dijalani meski kerjaan juga nggak bisa ditinggal.

I know this journey is still a looooong way. Nevertheless, I'm beyond grateful given this opportunity. During the application process, I reflected a lot. Doubting myself. Asking myself why am I even doing this while everyone stay seated at their own comfort zone (I know I kind of judging people. Sorry). 

In this post I would also like to thank: my mom for her endless support. Mantemancu yang selalu kasih doa dan penyemangat. My supervisor & office: betapa smoothnya memproses dokumen izin tugas belajar. Agak terhura :') staf dan dosen kampus Undip yang kuminta tolong untuk bikin surat rekomendasi. I owe it to you all guys <3333

To end this already long post: Bismillah, Korea I'm coming!

**Update Juli 2025
Ternyata beda-beda guis pertanyaan di sesi KOICA. Jangan berpatokan dari postinganku aja yah. Persiapkan diri sebaik mungkin. Intinya itu sih :))
Ternyata manusia yang ambil ujian demi ujian, sekarang adalah aku. Ini adalah ujian profisiensi bahasa kedua yang pernah kuambil setelah IELTS.

Pengalaman Ujian TOPIK I di Jakarta Indonesia Korean School


Bagi yang belum familiar dengan TOPIK, kepanjangannya adalah Test of Proficiency in Korean. Ada 2 jenis yaitu TOPIK I dan TOPIK II. Tentunya beberapa perbedaan juga.

TOPIK I
- Terdiri dari 2 level yaitu level 1 dan level 2
- Kemampuan yang diujikan 2: membaca (reading/읽기) dan mendengarkan (listening/듣기)
- Biaya sebesar Rp 300.000

TOPIK II
- Terdiri dari 4 level yaitu level 3 hingga level 6
- Kemampuan yang diujikan 3: membaca (reading/읽기) mendengarkan (listening/듣기) serta menulis (writing/쓰기)
- Biaya sebesar Rp 450.000

Meski biayanya jauuh lebih murah dari IELTS, ada beberapa kekurangannya. Pertama, waktu terbatas. IELTS kan bisa banyak pilihan waktu. Bahkan di UI itu hampir tiap minggu. Nah kalau TOPIK setahun cuma 2 kali. Itu pun di kota tertentu aja. Yang aku tau Jakarta, Jogja, Bandung, kemudian baru-baru ini ada Bali dan Surabaya. 

Kedua, ada kuotanya di tiap kota sebesar 400 per tingkat. Untuk TOPIK I aku coba daftar nggak secepat itu habis. Tapi kalau untuk TOPIK II katanya lumayan kayak nge-war tiket konser. Kenapa? Salah satunya sih ((katanya)) bagi siswa/i Korea yang tinggal di Indonesia, lulus TOPIK II itu juga termasuk salah satu syarat wisuda.

Nah berhubung aku tinggal di Bogor, tentu yang terdekat ya Jakarta dong. Lokasi test-nya ada di JIKS (Jakarta Indonesia Korean School). Gimana tahapan daftarnya?

1. Daftar di website masing-masing penyedia

Apa maksudnya? Jadi di tiap kota tuh penyedia layanannya beda. Kalau di Jakarta ada JIKS, di Jogja dibawah naungan UGM, dan di Bandung itu UPI. Lainnya aku nggak tau.

Artinya kalau mau ambil ujian di Jakarta ya war-nya di website TOPIK JIKS (https://topik.jiks.com/ina/). Ujian jadwal 11 Mei, daftarnya dari 24 Februari. Lumayan jauh ya jaraknya? Bisalah untuk persiapan sekalian.


Di web akan diminta isi data diri sesuai identitas (KTP/Paspor). Upload foto (ukuran udah ditentukan, lupa pasnya berapa). Diwanti-wanti buat pake foto terbaru. Isi alasan ikut ujian. Habis itu bayar.

Di bagian bayarnya ini agak membingungkan. Pendaftar ga dapet notifikasi apa-apa. Baik whatsapp maupun email. Bayarnya pun bukan virtual account. Manual transfer ke akun gitu. Dan denger-denger verifikasinya pun manual. Makanya ga dapet bukti konfirmasi saat itu juga.

Sempet agak panik, aku memutuskan chat guru les-ku dan katanya udah berhasil. Tunggu aja.

2. Cetak kartu ujian

Aku lupa sekitar seminggu atau dua minggu sebelum ujian, kartu udah bisa dicetak. Mandiri. Nggak ada ketentuan harus ukuran berapa, aku print di A4. Di kartu ujian ada nomor registrasi, foto, peraturan, dan ruang ujiannya.

Udah tinggal nunggu hari H aja!
Perlu survei sebelum ujian? Enggak sih. Gampang banget ditemukan kok lokasi dan ruangannya.

***

Selanjutnya ini khusus untuk TOPIK di JIKS ya. Kalau tempat lain kurang tau. Dalam sehari langsung TOPIK I dan TOPIK II. Beda jam aja. 

TOPIK I
Batas masuk ruangan 09.10 WIB
Ujian dimulai 09.40 WIB
Ujian selesai 11.20 WIB

TOPIK II
Batas masuk ruangan 12.20 WIB (listening dan writing)
Ujian dimulai 12.50 WIB
Ujian selesai 14.40 WIB

Batas masuk 15.00 WIB (reading)
Ujian dimulai 15.10 WIB
Selesai 16.20 WIB

Dari awal udah diwanti-wanti sama guruku buat dateng 30 menit sebelumnya kalo bisa. Aku sampai sekitar 08.30 udah disuruh masuk satpamnya. Prosesnya cukup smooth. Di gate awal kasih tunjuk kartu ujian ke satpam. Lalu ke meja registrasi nunjukin kartu ujian dan KTP. Masuk deh sesuai ruangan. Di sepanjang jalan ada ((panitia)) yang bisa ditanya-tanya. Semua ramah!

Sebelum masuk kelas, ini kan literally sekolah yang digunakan KBM sehari-hari ya. Didepan kelas tuh ada rak sepatu. Ada peserta yang ngira harus dilepas. Langsung dikasih tau panitia, "Pake aja sepatunya". Untung aku belum ngikutin jejaknya. Lol.


Kendalaku adalah....kelasnya dingin buanget! Ampe menggigil gitu mana aku pake baju agak tipis. Huft. 

Mejanya udah ditempel sesuai identitas peserta yhaa

Sekitar jam 9an masuk tuh 2 pengawasnya. Mereka jelasin peraturan ini itu campur bahasanya: Korea, Indonesia dan Inggris.

Intinya sih:

1. Semua peralatan elektronik wajib dikumpulkan. Ada tas khusus yang mereka sediakan. Apa aja alat elektronik? Handphone, tablet, smartwatch, wireless headset. Powerbank, charger dan headset kabel nggak perlu.

Berhubung aku bawa e-reader, aku kumpulin juga. Daripada kenapa-napa kan. Habisnya dikasih tau kalo ketahuan random check di tas masih ada bakal dianggap cheating. Dan dibanned sampe 2 tahun ga boleh ambil TOPIK. Aku berulang kali cek ricek siapa tau ada elektronik lain yang masuk.


2. Taruh tas didepan.

3. Yang ada diatas meja hanya KTP dan correction tape. Nah yang kedua ini aku juga udah dikasih tau sama guruku. Akhirnya sih ga kepake ya aku kepedean aja jawab. Panitia sediakan correction tape TAPI bukan dikasih satu-persatu. Bagi yang ga bawa, ketika ngerjain dan butuh langsung angkat tangan aja.


Alat tulis nggak perlu. Mereka kasih pulpen khusus limited edition buat TOPIK :P ada 2 sisinya kayak ini. Sisi tipis buat nulis. Sisi tebal macem spidol buat lingkarin jawaban.

Boleh dibawa pulang pulpennya

4. Tulis identitas di lembar jawaban. Ini mirip kayak LJK dulu. Harus dilingkari tiap jawaban. TOPIK ini tipe jawabannya 1, 2, 3, 4 ya bukan a, b, c, d, e kayak di Indonesia. Lainnya sama aja sih. Nama, nomor registrasi, tipe soal (ganjil-genap) sesuai 3 angka terakhir nomor registrasi. Aku 143 jadi yang kulingkari "Odd Number". 

Jangan khawatir salah, pengawasnya keliling dulu buat memastikan semua isi identitas dengan benar.

Udah? Mulai deh dengan musik pembuka.

Ujian pertamanya adalah listening. Ini tuh ga pake headphone masing-masing ya kaya IELTS. ((Dikumandangkan)) lewat speaker ruangan. Cukup jelas sih buatku. Ngga ada gangguan samsek. Penuturnya masih terbilang pelan waktu ngomong. Tiap soal diulang dua kali.

Selama ujian harus urut dan barengan ya. Listening dulu baru kemudian reading. 30 soal listening dan 40 soal reading. Menurutku tipe soalnya sama aja kayak tahun sebelumnya. Cumaa...ya tergantung sama hafalan vocab dan grammar :)))) vocab ni penting banget waktu listening. Pas reading penting di grammar. Terutama 10 nomor terakhir yang puuuanjang banget bacaannya.

Mau nanges. LOL.

10 menit dan 5 menit sebelum waktu habis dikasih reminder. Jujur agak panik aku tuh. Entahlah hasilnya kek mana itu 10 soal reading terakhir.

Diambil dari website UPI, batas penilaiannya kayak gini.


Terakhir aku tryout dapet di angka 160an. Semoga aja hasilnya nggak beda jauh di ujian beneran ini :')))

Syudah kelar akhirnya lega. Rame banget pas keluar tuh kan giliran peserta yang TOPIK II. Muacet total dan chaos satpam teriak sana sini. 

Bagi yang naik transum pake KRL kayak aku, stasiun terdekatnya adalah Tanjung Barat. Ini arah Bogor ya. Misal ke arah Jakarta atau Bekasi kayaknya sih bisa di Cawang buat pilih KRL atau LRT. Udah kubandingin jaraknya lebih deket ke Tanjung Barat. Walaupun deket itu makan 20 menitan sih.

Akhirnya~

Selesai sudah ujiannya. Ditandai dengan musik penutup. Pengumuman 6 minggu setelah tanggal ujian. Semoga aja hasilnya memuaskan :")) jujur aku kurang fokus belajar dibanding IELTS kemarin sih. Mungkin karena sebenernya ini bukan kewajiban. Lebih ke kepo aja. Trus biayanya juga masih kejangkau. Malah awalnya mau batalin aja apa ya. Habisan ujiannya pas long weekend banget nihhh *cry.

Alhamdulillah tekadku masih kuat. LOL. Doakan sajalah ya semoga hasilnya level 2 paling mentok ini :")) apakah akan lanjut TOPIK II? Kita lihat saja nanti~

Update 26 Juni 2025

Akhirnya keluar jugaa hasilnya! Lucu banget dah kudu antri dulu kaya beli tiket konser. Daan berikut adalah nilaiku~~


Bangga banget plis sama diri sendiri yang udah mau berjuang :P

Yay! Bertahun sudah sejak pertemuan pertamaku dengan hangeul. Ngafalin. Dikit-dikit nambah kosakata. Akhirnya memberanikan diri untuk les bahasa Korea. Bayar. Sendiri. Harus banget disebut. 


Sebenarnya tiap tahun ada fasilitas kursus bahasa dari kantor. Cuma kuotanya terbatas. Itupun keputusan akhir di pimpinan. Sekali daftar ga dapet. Tahun berikutnya ga nyampe infonya sama sekali.

Daripada nunggu, gas-lah daftar sendiri aja.

Diawal, pengennya sih les yang udah terstruktur kayak Kim Sejong Institute yah. Cuma menurutku dikembalikan lagi ke tujuan belajarnya apa. Aku memang pengen menantang diri dengan ambil tes kefasihan bahasa Korea yang biasa disebut TOPIK. Dari 2 jenis yang tersedia, mau yang tingkat pemula dulu yaitu TOPIK I.

Nah tempat lesku ini aku dapet random dari twitter :)) dengan populernya bahasa Korea, buanyak banget yang buka les privat. Aku dapet dari menfess @/Bakorfess. 

Aku pilih kelas ini karena murah. Untuk 12 pertemuan dengan 10 peserta, tiap pertemuannya 1,5 jam dipatok Rp 300.000. Oke, standar murah mahal lagi-lagi tergantung pribadi ya. Buatku sih terjangkau. Bisa dicicil pula 2x. 

Apa aja yang dipelajari?
Dari awal, Ssaem (guru)-nya udah wanti-wanti ini bukan kelas pemula banget. Minimal udah bisa baca tulis hangeul dan paham penempatan partikel. Sekitar 2 minggu sebelum kelas, kami dikasih 1 recording zoom buat dipelajari dan ppt berisi cara baca hangeul. Hamdalah untuk baca udah bisa. Paling diperlancar aja. 

Sekarang paham deh sama Seo Eunkwang yang kaya kesulitan baca bahasa Inggris. Ya kan ga familiar? Sama dengan aku baca hangeul masih terbata-bata walaupun bisa. 

12 pertemuan itu di-breakdown seperti ini. 


Memang fokusnya ke TOPIK I yah jadi bahas soal-soal. Kurang lebih sih menurutku mirip dengan strategi IELTS. Gimana calon peserta familiar dengan bahasa yang sebelumnya asing serta jarang tersentuh.

Di pertemuan pertama kesannya Ssaem so friendly. Ga kaku samsek. Interaktif dan sering lempar, "sampe sini ada pertanyaan ngga?" dan jawab juga pertanyaan yang kadang ngga nyambung sama materi. LOL.

It's only a beginning. Semangat semangat!
Dari sekian banyak konten youtube kekoreaan yang bertebaran, ini adalah favorit gue. Bermula dari kembalinya gue ke haribaan per-oppa-an. Ketemu dengan BTOB. Lantas ((mengabdikan)) diri menjadi Melody. Apa namanya tidak digaji tapi malah mengeluarkan dana pribadi untuk kesenangan? Ya mengabdi, lah.


Bentar, sebelum lanjut. Ini adalah konten bucin. Harap skip kalau nggak mau eneg.

Seperti biasa algoritma Youtube membawa ke konten terkait. Bertemulah dengan Jeongwaja. Konsepnya suami gue Lee Chang Sub menjadi mahasiswa yang pindah jurusan. Tiap minggu sit-in. Ikut kelas di berbagai universitas. Awal mula tahun 2022 fokusnya universitas di Korea. Seiring dengan semakin terkenalnya acara ini, sempat syuting di universitas Hongkong dan Jepang juga. Tinggal nunggu di Indonesia aja nih. Asli dah sampe syuting di UI gue bakal cuti.

Jeongwaja ini produksi ootb studio. Dimana salah satu produsernya adalah jebolan Running Man. Ga kaleng-kaleng, deh. 

Seru karena nambah informasi jurusan menarik yang jarang dikulik. Universitas "kampung" diluar Seoul. Yang dulunya cuma tau SKY (Seoul, Korea, Yonsei) sekarang lebih banyak. Membantu banget untuk informasi dasar orang yang gatau apa-apa.

1 episode videonya standar konten youtube idol. Antara 20-30 menitan. Urutannya: opening-izin masuk ke dekan dan bayar-masuk kelas 1-istirahat-masuk kelas 2-penutup (pantun). Di waktu istirahat ini nyempetin ngobrol ke mahasiswa di jurusan tersebut prospek kerja dan stigma tentang jurusan.

Favorit gue? Jujur semua favorit sih selama ada Changsub *WLEEE bucin. Berikut 5 episode favorit setelah kontemplasi lama *HAHA.

Howon University - Department of Practical Music


Changsub balik ke alumninya. Iya, Howon ini universitas dimana Changsub kuliah jaman S1. Dulu dia ambil practical music bareng Hyunsik. Persaingannya ketat banget dan mereka termasuk jenius. Ahzek.

Yang namanya passion dan kerjaan ya. Ketika balik untuk kuliah lagi tuh auranya yaAllah....awur-awuran. Keliatan banget muka ceria dan sumringah pas nyanyi. Dari sini gue tau IPK Changsub dulu 2 koma juga kayak.... :p tapi gapapa toh sekarang dia udah membuktikan diri. Ga cuma performer juga, udah bisa nge-direct banyak orang termasuk mendirikan akademi musik.

Osan University - E-sports Department


Episode ini salah satu bentuk kekatrokan gue. Pas nonton, "HAH? ADA?". Bahkan gue share di grup keluarga :)) mungkin ini beda negara maju dan berkembang yah. Variasi jurusan yang bisa dipelajari banyak. Apakah udah ada jurusan e-sport di Indonesia?

Air Force Academy


Jujurly setiap episode dia di militer tuh seru. Kerasa banget betapa kesiksanya dan kezelnya dia ama tim produksi. Diantara darat, laut dan udara, yang terakhir disebut tuh paling seru. Disini Changsub masuk kedalam mesin yang memperagakan apa yang terjadi ketika berada di tekanan tertentu. Kebanyakan orang bakal pingsan sekejap tanpa terasa. 

Dia? Enggak cuy. Bahkan dia sendiri kaget. Banyak orang memuji bahwa ini bukti staminanya dia tergolong bagus. Memang suami gue all rounder sih :P

Hankuk University - Arabic Department


Allahu Akbar. Never in my wildest dream membayangkan Lee Chang Sub bakal belajar bahasa Arab??? Kocak pwol. Gue nonton konten tentang bahasa Arab, dengan host Korea dan subtitle bahasa Inggris. Udah keliatan ribet belum? :))

Makasih tim produser ootb yang memperkenalkan Lee Chang Sub ke Assalamualaikum. Memberikan nama arab jadi Karim. Ada sedikit menyinggung Islam pun. Waktu wawancara nanya apa sih stigma mahasiswa yang belajar bahasa Arab? Dijawabnya, "kami ditanya emang mau masuk Islam?" karena yah bahasa Arab masih identik dengan Islam. 

Ditambah lagi penjelasan sedikit tentang Ramadan. AaAaaAaaAAA gini doang aja seneng. Semoga semakin banyak terpapar tentang Islam ya suamik!

Kyungin Women's University - Department of Early Childhood Education


Terakhir, masih dalam konten bucin. Lee Chang Sub belajar ngajar bocil! Melody sejagat raya udah mafhum doi suka sama bocil. Tiap ketemu baik di fansign atau konser digendongin dipelukin. Memang suami-able bukan? LOL.

Disini lucunya dia ngerasain mental breakdance ngajarin bocil dengan segala kekritisannya. Very cutesy.

Bisa dibilang sejak keterlibatan dia di Jeongwaja namanya semakin tenar. Sebagai idol yang debut 2012 ini pencapaian banget. Malah lebih dikenal sebagai youtuber daripada idol. Nangis banget :")) we are proud of you Lee Chang Sub. Manusia introvert ini bisa membawakan acara sebegitu serunya.

Kadang gue suka takjub sendiri dengan kekritisan dia dikelas. Kreatifnya dia. Dan betapa cepatnya dia beradaptasi menerima hal baru. Sisi-sisi humanis ini menjadikan gue semakin jatuh cinta. Eh gimana. Bukti kecintaan gue adalah dengan mengjajan merchandisenya walaupun menuhin kamar. Jiakh.

Kemistri Changsub dan tim produksi udah klop banget. Penempatan PPL-nya lucu. Semoga acara ini lanjut terus dan ga ada blunder dengan masukin PPL brand boycott. Sungguh kekhawatiran gue sih kepada warga Korsel yang cenderung pendukung US ini. 

Anyway, sudah nonton Jeongwaja belum? Apa episode favoritmu?

Namanya tinggal di Kota Hujan, tiap siang sampe sore was-was. Perkara jemuran takut kena hujan. Maklum deh pekerja kantoran. Sedih banget gitu loh rasanya kalau udah nyuci eh kena hujan. Kering enggak, masih ditambah sama bau apek. Potek hatiku.


Kayaknya aku nggak sendirian deh. Pasti buibu (dan bisa pakbapak) diluar sana ada yang merasakan hal serupa. Iya apa iya?

Selama ini aku mengakali dengan menyemprotkan parfum. Eh tapi kok tetep aja ya parfum kecampur bau apek tuh nggak semenyenangkan yang dibayangkan? Padahal kan udah work from office (WFO). Ketemu temen kantor lain, bahkan kadang ada dari pelanggan yang harus dilayani. Malu deh kalo bau.

Cari cari apa ada solusi lain? Akhirnya aku memutuskan buat cobain Molto Korean Strawberry. Pewangi pakaian Korea yang terinspirasi dari wangi oppa Korea. 

"Ihhh kok apa-apa Korea sih?"

Nggak bisa dipungkiri ya demam Korea a.k.a hallyu ini kuat banget di Indonesia. Malahan karena pandemi 2 tahun yang mengharuskan dirumah aja ini muncul penggemar drakor (drama korea) jalur pandemi. Siapa yang jadi salah satunya? Aku sih enggak. Udah lebih dulu demen drakor dari jaman kuliah :P

Suara hatiku ketika Ung peluk Yeon Su. LOL

Jujurly sih udah nggak seintens dulu ngikutin judul drakor. Terakhir nonton aja Our Beloved Summer. Tapiii...ini ngena banget di aku. Nggak rela deh Choi Ung jatuh di pelukan Yeon Su. Bisa nggak, aku menggantikan Yeon Su? :P rela deh tinggal dirumahnya yang keliatan cozy itu. Kegiatan bebersih rumah, masak sampe cuci pakaian boleh deh aku lakukan demi Choi Ung. 


Oke balik lagi ke Molto Korean Strawberry. Strawberry di Korea disebut dengan "ddalgi". Kalo ngeliat lewat drakor tuh ya kek enaaak banget. Gede-gede seger. Belum pernah cobain sih, lumayan pricey soalnya buat kantongku. Untungnya masih bisalah ya untuk tahu wanginya kek mana.

Molto Korean Strawberry ini bisa ((menumpas)) 7 jenis bau membandel. Apa aja tuh?
1. Bau apek
2. Bau asap
3. Bau rokok
4. Bau badan
5. Bau bawang
6. Bau polusi
7. Bau keringat

Cucmey banget kan sama keluhanku diatas tadi?

Bau Korean Strawberry kayak gimana tuh? Yang namanya dari buah ya pastinya menyegarkan. Fruity kata anak jaman jigeum mah. Terus ada bau manis. Jadilah manis + menyegarkan. Haduh, #WANGINYABIKINJATUHCINTA! Kira-kira baunya Choi Ung kayak gini nggak ya? Hahaha.


Nggak cuma sebagai pewangi pakaian terbaik aja loh. Molto Korean Strawberry yang punya perlindungan dari 7 bau membandel ini juga berguna untuk melembutkan pakaian. Kata pepatah sambil menyelam minum air. Atau sekali dayung dua tiga pulau terlampaui? Hihi.

Dengan produk berbentuk pouch liquid ukuran 680 ml seharga Rp 16.900 aku udah bisa dapet pewangi + pelembut pakaian. Mana gampang pula didapetin tuh tinggal nyebrang gang ada minimarket terdekat. Pun bagi yang nggak suka rempong bisa ceki ceki di e-commerce kesayangan macem Tokopedia, Shopee atau JD.ID.

Yes, perkara pakaian terselesaikan. Tapiii...sejujurnya pengen juga dapet vibes kekoreaan nggak cuma di pakaian. Bisa nggak ya, serumah gitu punya bau Korean Strawberry? Bakalan makin menghayati deh kayaknya nonton drakor. Hahaha.


Produk seri Korean Strawberry lainnya masih banyak lho. Ada Superpell Korean Strawberry, Sunlight Extra Korean Strawberry, dan Rinso Korean Strawberry Powder 700 gram. Untuk rumah yang mana nih? Jelas Superpell Korean Strawberry dong! Wangi menyegarkan, tahan lama hingga 8 jam, dan punya teknologi power clean yang bikin lantai kilau higienis maksimal.

Bagi yang masih suka deterjen bentuk serbuk bisa banget tuh cobain Rinso Korean Strawberry Powder 700 gram. Kelebihannya apa?

1. Hilangkan bau tak sedap & bau apek pada pakaian 
2. Hilangkan noda hanya sekali kucek
3. Jaga warna pakaian tetap cemerlang
4. Surfaktan mudah terurai (penting banget nih bagi pegiat lingkungan!)
5. Mengandung ekstra pelembut, membuat serat kain lembut & halus 
6. Lembut & tidak panas di tangan
7. Wangi Molto tahan lama hingga 21 hari
8. 99.99% efektif bunuh bakteri dan virus*

Untuk Sunlight Extra Korean Strawberry tangguh bersihkan lemak membandel dengan ekstrak jeruk nipis asli, wangi Korean Strawberry bikin piring bersih, kesat dan makin segar. Betewe aku biasa pake Sunlight seri lain haruskah beralih ke seri Korean Strawberry juga? Hihi.

***

Gimana, udah totalitas belum jadi fans drakor dengan pakai seri produk Korean Strawberry? :P

Siapa penonton drakor angkatan corona? Banyak ya, kayaknya. Karena lebih banyak dirumah aja jadi nyoba hal diluar rutinitas.


Kalo drakor pasti buanyak pilihannya. Gimana dengan variety show korea? Akulagi seneng ngikutin variety show nih. Enak gitu dengerin orang ngomong. Bisa nyaut sesukanya HAHAHA ((yaAllah aku masih waras)). 


Variety show Korea sepanjang saya nonton cukup niat dibanding variety show Indonesia. Dari property sampe itinerary jalan-jalannya. Kali aja kamu butuh referensi, cek rekomendasiku ya!


1. Star's Top Recipe at Fun-Staurant


Star's Top Recipe at Fun-Staurant
Sumber: KBS World TV

Siapa yang suka masak, cung? Atau sekadar suka makan? Sebagian besar pasti jawab suka. Lah namanya aja kebutuhan, bund. 


Sesuai namanya, acara ini menggabungkan 3 unsur. Fun, restaurant, dan star. Fun saat mengembangkan resep baru. Restaurant karena kelasnya tuh restaurant (katanya). Dari rasa sampai visual diperhatikan. Dan star. Pemerannya adalah seleb korea. 


Variety show ini berkonsep kompetisi memasak bagi seleb. Setiap episode punya tema (biasanya berupa bahan baku yang harus diolah). Misal ada episode keju, paprika, ramyun. Kemudian seleb ini eksplor resep baru. Sepanjang episode isinya proses memasak mereka. Mulai dari pilih bahan, lihat dapurnya, eksperimen resep baru, sampe icip-icip. 


Masakan mereka akan dinilai oleh juri, yaitu chef profesional. Resep terpilih akan diproduksi secara massal untuk dijual di minimarket. Seru, kan? *plis ngomong seru* 


Asli sih ini ternganga banget liat seleb yang multitalenan. Visual dapet, pengetahuan soal perbumbuan ada, tips masak, cara pilih bahan baku, dll. Kayak kamu nonton masterchef tapi ngikutin tahapan from farm to table. Seruu! 


Bagusnya lagi, show ini bertujuan mempromosikan hasil tani ataupun makanan khas Korea. Win win solution! Nggak cuma makan enak tapi juga membantu petani yang saat ini lagi sulit memasarkan ditengah pandemi. 


2. House on Wheels


House on Wheels
Sumber: tva.onscreenasia


Ini udah tamat sih cuma 12 episode. Sesuai namanya, ini menceritakan kehidupan 3 aktor: Yeo Jin Goo (lawannya IU di Hotel Del Luna), Kim Hee Won, dan Sung Dong Il (pemeran Bapak di Reply series). Tiap minggunya mereka berkeliling Korea pake rumah berjalan! 


Yep, mobil yang didesain jadi rumah portabel. Lengkap banget lho ada dapur, tempat tidur, kamar mandi, wastafel juga! Nggak lupa dong ngundang guest setiap episode. Favoritku waktu guest-nya IU. Soalnya dia cantik :))


Yang menarik disini adalah gimana tiap episode mereka punya "halaman" rumah yang berbeda. Kadang di hutan bambu, pantai, atau malah padang rumput luas. Enak banget kayanya hidup nomaden gitu hahaha. Yaiya sih enak soalnya yang lain-lain kan udah diurusin staf. 


Show ini menonjolkan kerempongan 3 aktor hidup bersama, dan pamer keindahan alam Korea. Uwww beneran bikin pengen jalan-jalan! 😍


3. House Detox


House Detox
Sumber: themoviedb.org


Jangan ngira punya rumah besar dan bagus itu selalu menyenangkan. Ada syarat yang harus dipenuhi: bisa membuat nyaman penghuni. 


Nah show ini memberikan "bedah rumah" bagi kliennya. Yaitu seleb Korea. Rumah mereka yang tadinya "nggak jelas" entah maknanya, penggunaan ruangannya, sampe penataan furniture, dirombak. 


Ada yang rumahnya udah puluhan tahun ditinggali jadi barangnya numpuk. Ada yang punya ruangan isinya barang campur aduk. Ada yang koleksi sepatu banyak sampe mencar dimana-mana. House Detox ini beneran "membersihkan" rumah mereka dan memberi warna baru. Langkah pertama adalah: mengosongkan. Sortir mana barang yang nggak sparks joy lagi. 


Berhubung salah satu host-nya (Shin Ae Ra) seorang minimalis ya, jadi ada nyerempet ke "ideologi" ini. Haha. Cocok untuk saya yang emang suka bebersih. 


Baca: Pilih Mana, Masak atau Beberes Rumah?


Disini menyadarkan ternyata peran desainer interior itu PENTING. Buat memaksimalkan ruangan, nyocokin furniture, alat yang ada, hiasan, sampe cat temboknya. Di akhir setiap episode pun ada tips dari ahlinya untuk memaksimalkan rumah jadi hunian yang nyaman. 


4. Return of Superman



Show dimana bapack bapack selama 2x24 jam ngurusin anaknya. Tanpa ibu mereka! 


Hasilnya? Macem-macem sih. Kebanyakan mess nya. Hahaha. Nggak cuma itu aja, kadang diselipin tips parenting dari ahlinya. Tau Daehan Minguk Manse kembar 3 yang lucu banget itu? Mereka jebolan show ini. 


Sekarang cast The Return of Superman ada beberapa: Keluarga Do Kyung Wan (KBS announcer): Do Yeon Woo dan Do Ha Young. Keluarga Park Joo Ho (pesepak bola): Park Na Eun, Park Gun Hoo, Park Jin Woo. Keluarga Sam Hammington (komedian): William dan Bentley. 


Kadang muncul guest juga kayak Keluarga Park Ha. Sedih kalo ada cast keluar tuh. Huhuhu. Baru aja Kang Ha Oh (anaknya Kang Gary) keluar. Menyusul Jam Jam (anaknya Moon Hee Jun). 


Baca: Tahun Baru, Member Baru Return of Superman


Denger-denger sih bakal ada cast baru lagi. Semogaa menambah ke kyoti an pasukan yang ada. Hahaha. Emang dasar, nonton anak orangain tuh cute dan happy kan karena ga ikutan ngurusin? 🤪


Baca: Susahnya Jadi Orang Tua


5. Running Man


Running Man


Yepp variety show terlama yang saya ikuti. Dari jaman SMP sampe sekarang masih eksis OEMJI. Mayan legend. Konsepnya dia ada pemain tetap sejumlah 8 orang. Setiap episodenya ada mission yang harus dikerjakan.


Baca: Ketika Kang Gary Keluar dari Running Man


Di akhir acara nggak tentu sih. Kadang yaudah gitu aja. Nggak jarang, ada reward dan punishment-nya. Guest yang kesini udah ilang semua imej-nya. Hahaha. Hancur lebur. Awal Running Man dulu pernah mendatangkan SNSD sebagai guest. Asli, itu salah satu episode favorit! Eh ternyata agensinya malah kurang seneng. Keliatan menikmati banget lho padahal. Terutama waktu couple Taeyeon-Haha. 


***


Kalo kamu ngikutin variety show, ada polanya lho. Aktor/idol yang dateng sebagai guest seringnya punya kepentingan. Seperti promosi lagu, album, atau film baru. Jadi jangan heran kalau dalam seminggu di variety show berbeda kok, guest-nya sama? 


Anyway semua show ini bisa ditonton di Viu ya. Legal. Ingat, hargailah para creator dengan nonton yang legal *baru tobat belakangan akutu* Info penting lainnya: nonton Viu premium GRATISSS bagi pengguna Indosat. Modal kuota aja ga perlu langganan. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan? 🥺


Yang punya rekomendasi lain boleh lhoo share di komen, yak!