Friday, October 12, 2018

A Trip to: Candi Gedong Songo

Perkuliahan usai. Skripsi selesai. Wisuda didepan mata. Aktivitas saya mendadak surut. Dari yang tadinya mengejar-ngejar kelas hingga menjadi asisten praktikum, kini kebanyakan duduk manis dirumah. Sebagian teman sudah bekerja. Sebagian lagi mulai rajin memasukkan lamaran kerja di beberapa tempat. Saya? Masih menikmati dulu aja. Hihi. 


Baca: #MenujuSKM: I'm (Un)officially SKM

Nggak bisa dibilang menganggur juga. Saya masih ada tugas mengajar dan job menulis. Alhamdulillah. Cuma rasanya penat juga dirumah terus. Kepikiran pengin liburan. Tapi kemana? Lebih tepatnya, sama siapa? Hahaha. Beginilah ya umur kepala dua justru semakin diwanti-wanti jangan pergi sendiri.

Baiklah, kali ini saya perginya berdua! Yeay! Bersama seorang teman (yang janjinya mau ke Umbul Sidomukti) eh kesampeannya ke Gedong Songo. Yauwis, #AkuRapopo.


Sedikit tentang Candi Gedong Songo, tempat ini merupakan cagar budaya yang berisi komplek bangunan candi. Komplek? Iya. Songo dalam bahasa Jawa artinya sembilan. Maka Candi Gedong Songo maknanya ada candi berjumlah sembilan disitu. Candi ini peninggalan Hindu. Nggak heran bentuk dari candinya mirip dengan di Prambanan. Bentuknya cenderung menjulang ke atas, nggak melebar seperti Candi Borobudur peninggalan Buddha.

Candi Gedong Songo letaknya di lereng Gunung Ungaran. Di Semarang dikenal dengan daerah Bandungan. Katanya sih disebut “Bandungan” karena sejuknya mirip kota Bandung. Jadilah “Bandungan” artinya kayak Bandung. Hehe. Daerah Bandungan ini sejenis lah dengan Lembang-nya Bandung atau Guci-nya Tegal.

Baca: A Trip To: Wisata Apung Kampoeng Rawa 

Jarak dari Semarang sekiar 40 km. Tapi dari tempat saya kurang lebih 28 km. Alhamdulillah ada hikmahnya juga kan rumah di pinggir Semarang? :p 

Jalanan menuju Gedong Songo cukup curam. Harus berhati-hati banget. Ini kali kedua saya ke Gedong Songo. Pertama acara sama rombongan sirkus anak-anak nah yang kedua sekarang. Harusnya ketiga kali kalo aja waktu SoV (Slash on Vacation) nggak turun sebelum sampe. 

Baca: Slash on Vacation: Bandungan (btw ini postingan jadul banget hahahaha)

Oh ya, saya baru tau kalo Taman Bunga Celosia yang hits itu deket banget sama Candi Gedong Songo. Kami nggak mampir sih, lewat aja. Candi Gedong Songo buka pukul 06.30 (nyontek Google dulu sebelum pergi :p). Kami sampai kira-kira 09.45 disana dan apa yang terjadi? Tukang parkirnya belum ada. Jadilah saat pulang ditanyai, “Mbak, nomer (parkir)nya mana?” dijawab nggak punya. Lha wong masnya aja belum ada.

Saya perhatiin Candi Gedong Songo makin bagus dan rapih. Keliatan banget terawat. Di bagian luar ada toilet (tentuu berbayar), lahan parkir luas. Untuk motor dan mobil (atau bus) terpisah. Tiket masuk Candi Gedong Songo dibanderol Rp 8.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 75.000 untuk wisatawan mancanegara.

Masuk ke komplek akan disambut oleh deretan warung serta joki (?) kuda bagi yang mau menyewa. Biaya sewa kuda mulai dari Rp 30.000 – Rp 120.000 tergantung jarak mau sampai candi berapa. Buat yang nggak mau capek-capek hiking, biaya segitu worth it kok.

Nah, walaupun namanya Candi Gedong Songo sepanjang yang ditemui hanya 5 Gedong. Kalo nggak salah sih ya saya pernah baca jika ada orang yang bisa lihat kesembilan candi tandanya dia beriman(?) atau sakti mandraguna. Orang terpilih gitu. Bener atau enggaknya yaaa nggak tau. Namanya juga peninggalan sejarah. Pasti ada aja mitosnya :D

Urut-urutan candinya (kalo ngga salah ya pliz kalo salah boleh banget dikoreksi. Maklum bukan travel blogger nich). Candi pertama yang terdekat dari pintu masuk adalah candi 3. Kemudian jalan menanjak nggak terlalu curam tapi cukup jauh itu ketemu candi 1.



Yang baru ini sebelum candi 1 udah dibangun spot untuk selfie. Isinya properti untuk instagram-able kayak tempat duduk aestetik, hiasan rumah pohon, dan semacamnya. Untuk bisa masuk harus bayar lagi Rp 5.000. Yha, niatnya mau masuk tapi......nggak jadi. Sayang aja Cuma buat foto-foto doang hahaha #SobatIrit.


Dari candi 1 menuju candi 2 jalanannnya cukup curam. Tapi udah lebih baik jalanannya soalnya kayak paving gitu bukan lagi susunan batu-batu tajam setajam silet. Bagian paling dilematis adalah dari candi 2 menuju candi 4 dan 5. Kok gitu?

Nah si candi 4 dan 5 ini letaknya di seberang candi 2. Nyeberangnya bukan kayak nyeberang jalan raya ya. Ada sumber air panas yang memisahkan mereka. Untuk bisa ke candi 4 dan 5 kami harus turun dulu baru naik lagi. Udah kayak roller coaster deh pokoknya. Rekor saya dulu ke Gedong Songo Cuma sampe candi 1, balik kanan pulang.

Sekarang nekad aja mendaki ke semua candinya. Di turunan menuju candi 4 dan 5 ada sumber air panas serta kolam berendam air panas. Waktu kami kesini isinya kakek-kakek berendam sambil ngobrol. Nggak lihat yang muda sama sekali. Entah emang nggak ada atau belum ada aja. harga tiket pemandian air panasnya Rp 5.000 aja.



Waktu hiking kami tempuh sekitar 2,5 jam. Mulai jalan pukul 10.00 dan tiba lagi di titik pemberangkatan pukul 12.30. waktu ini dengan catatan kecepatan jalan lambat plus berhenti cukup sering. Untuk foto-foto dan istirahat minum. Hehehe. Sepanjang perjalanan bakal dipuaskan dengan pemandangan alam yang ijo royo-royo. Udaranya pun kerasa segar. Suhunya kemarin nggak ngecek sih berapa. Gegara Indosat nggak ada sinyal! Huft.


Minusnya wisata disini adalah: 
  • Banyak sampah!!! :( sebel banget banyak sampah jajanan dan air mineral. Harusnya ada petugas yang patroli aja kalo buang sampah sembarangan biar didenda di tempat biar kapok! 
  • Banyak ranjau alias kotoran kuda. Di beberapa titik mengumpul gitu sampai menimbulkan bau nggak sedap. 
  • Nggak ada keterangannya di candi. Cuma ada papan menunjukkan ini Candi Gedong 1, dan seterusnya. Sama sekali nggak ada info sejarah. Di awal juga kayaknya nggak ada. CMIIW. Atau mungkin ini strategi untuk sewa jasa kuda jadi sekalian ada tour guide? Idk tho. 
  • Banyak coretan :( malah di candinya lho juga ada coretannya. Sebel banget akutu sama orang-orang vandalisme kayak gini. Nggak ada menghargainya sama sekali. 
  • Banyak orang pacaran. Ini tuuu juga. Bukan masalah karena saya jomblo ya. Tapi tu pacarannya di pintu candi gitu bisa bayangin nggak? Merusak pemandangan. 
Untuk perjalanan naik nya ada penjual makanan dan minuman. Nah turunnya ini nggak ada sama sekali. Jadi tipsnya adalah: 
  • Bawa minum sendiri! Selain menghemat juga mengurangi kemungkinan buang sampah sembarangan. 
  • Pake sepatu yang nyaman. Jangan pake high heels. 
  • Bawa tongkat penuntun (kalo emang dirasa perlu). Tak lupa pake topi atau apapun yang bisa melindungi dari sengatan matahari. 

To sum up, piknik kami ini itungannya hiking dan hunting foto. Tapi seneng sih berasa dapet kekuatan lagi untuk beraktivitas #EAAA.
7

Wednesday, October 10, 2018

Review Novel: Aroma Karsa - Dee Lestari

Nggak pernah nyangka bakal beli novel se-hype ini. Murni karena impulsif dia ada diskon dan butuh hiburan. Angkut! Sebagus apa novel ini? Yuk baca!


Detail
Judul: Aroma Karsa
Penulis: Dee Lestari
Terbitan: Maret 2018
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah halaman: 710 

Sinopsis:
Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

***

Ada 3 tokoh utama dalam novel ini. Atau 4? 

Bagian pertama menceritakan tentang Raras Prayagung. Wanita keras kepala dan berkemauan keras. Kedua ada Jati Wesi dan kehidupannya di TPA Bantar Gebang. Ketiga ada Suma, anak Raras Prayagung. Dan terakhir adalah Puspa Karsa. Bunga yang menjadi inti dari cerita di novel ini.

Diceritakan, Raras Prayagung mendapat titah untuk mencari bunga ajaib bernama Puspa Karsa. Bunga ini memiliki kekuatan yang besar. Siapapun yang dapat menemukannya dapat mengubah dunia sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi Puspa Karsa tidak bisa ditemukan oleh sembarang orang. Dan, Raras Prayagung telah menyusun rencana besar selama puluhan tahun untuk mendapatkannya.

Di sisi lain, hidup Jati Wesi berbalik 180 derajat setelah tertangkap polisi atas tuduhan memalsukan parfum perusahaan Kemara. Perusahaan yang tak lain adalah milik Raras. Dengan liciknya, Raras membebaskan Jati Wesi asalkan dia bekerja untuk Raras. 

Jati Wesi ternyata tidak direkrut untuk menjadi pegawai Kemara. Melainkan digunakan sebagai "alat" untuk mencari Puspa Karsa. Di rumah Raras, Jati bertemu dengan Suma. Siapakah sosok Suma yang juga memiliki penciuman istimewa?

Suma yang awalnya membenci Jati mati-matian tiba pada titik dimana kebencian menimbulkan rasa penasaran. Ia pun mulai menyelidiki Jati. Seorang anak sebatang kara. Hanya ada satu nama yang mengetahui identitas Jati: Anung.

Puncak dari novel ini adalah perjalanan ke Lawu. Ekspedisi ini menjawab apa sebenarnya Puspa Karsa, identitas Jati dan Suma yang sesungguhnya, serta satu hal besar: masa lalu yang disembunyikan Raras Prayagung.

***

Membaca novel ini mengingatkan saya akan serial Supernova. Ada sentuhan sains dan juga sejarah. Lembar demi lembarnya benar-benar membuat saya ketagihan! Hanya butuh waktu 3 hari untuk menghabiskan novel tebal ini. Sisi mistis yang digambarkan pun juga sukses membuat bulu kuduk saya merinding!

Setiap selesai 1 bab selalu ada keinginan untuk melanjutkan ke bab berikutnya. Penggambarannya cukup detail sehingga pembaca mudah mengimajinasikan apa yang dimaksud oleh Dee.

Meskipun begitu, menurut saya ada beberapa kekurangannya.

Pertama, bagian Jati Wesi terdapat hal yang membosankan saat dibaca. Entah karena penulisannya atau alurnya yang kurang smooth. Kemudian ini yang agak mengganggu, Dee menyertakan beberapa istilah menggunakan bahasa Latin. Sayangnya dia nggak memberikan catatan kaki arti dari istilah tersebut. Untuk pembaca awam macem saya ya harus PR banget buat nyari tau artinya apa.

Overall, it's a good novel! I recommend you to read this one if you like an unimaginable novel. Hehe. Kamu udah baca novel ini? Gimana?
9

Wednesday, October 03, 2018

Tentang FKM Undip: Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

Hai gengs. Dulu saya tuh ambisi buat kerjasama bareng temen peminatan lain buat nulis. Tentang gimana peminatan masing-masing. Kan saya udah tuh walaupun dikit. Seenggaknya biar orang diluar sana paham FKM itu ada apa aja.



Alhamdulillah kali ini berkesempatan posting tentang peminatan AKK. Saya baru inget gengs temen saya ini udah nulis setahun yang lalu. Belum sempet saya posting. MasyaAllah. Maafkan aku, Ade! *sungkem*. Ngga perlu banyak cakap lagi ya. Cekidoot!


Ade

Hai pembaca setia blognya Lulu. Sebelumnya kenalin, saya Ade K. Bisa dibilang temen “main” nya Lulu semasa perkuliahan ini. Well, kali ini saya berkesempatan “main” ke blognya Lulu untuk berbagi sedikit informasi dan pengalaman pribadi sebagai mahasiswa peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) FKM Undip. 

Logo AKK
Ok, hal pertama yang ingin saya ceritakan adalah mengenai, "Kenapa pilih AKK?" 

Jadi pada dasarnya, sejak semester 1 saya adalah tipe orang yang netral terhadap semua peminatan. I mean, tidak ada satu peminatan yang paling bikin saya tertarik maupun sebaliknya. Seiring berjalannya waktu, sama aja. Bahkan hingga semester 4, tetap tidak ada perubahan. Sampai pada akhirnya, di semester 5 saya mulai meminta “intervensi” dari kakak tingkat karena, yaah saya masih merasa netral terhadap semua peminatan. Intervensinya berupa apa? Penjelasan mengenai prospek kerja, mata kuliah, dosen-dosen dan lain sebagainya. 

Prospek kerjanya gimana? 

Meskipun ketika maba kita udah mendapat penjelasan oleh kating dari masing-masing peminatan, rasanya akan berbeda ketika kita mendapat penjelasan untuk yang kedua kalinya mengenai hal ini. Karena, ya memang setidaknya kita udah lebih melek terhadap nasib kita yang berasa “udah di depan mata” :’) 


Kata beliau, sebagai AKKers (sebutan bagi mahasiswa AKK), kita bisa bekerja di Puskesmas (sebagai kepala puskesmas, you should!), Rumah Sakit (di bagian komite mutu dan keselamatan pasien maybe), Dinas Kesehatan (sebagai kepala dinas, kepala sub bagian perencanaan program, dan lain sebagainya), Kementerian Kesehatan, Perusahaan Asuransi Pemerintah (BPJS) maupun Swasta, dan masih banyak lagi. 


Sekalian nih saya mau cerita tentang beberapa alumni AKK yang Alhamdulillah Wa Syukurillah, bisa dibilang sudah menemukan jalan untuk mendapatkan rejeki yang halal #Oposih. Oke, yang pertama ada kaka ganteng dan cantik yang sekarang bekerja di BPJS Kesehatan. Trus ada juga yang bekerja di perusahaan asuransi swasta. Lalu ada Ibu cantik yang bekerja di Dinas Kesehatan, bahkan menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Program. Dan maaasih banyak lagi. 


Mata kuliahnya apa aja sih? 

Namanya juga Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, pasti mata kuliah yang didapat ya seputar administrasi serta kebijakan kesehatan. Lebih rincinya, nanti kita bakal belajar tentang how to administer/how to manage program-program kesehatan, mulai dari bagaimana cara menentukan permasalahan kesehatan, mencari akar penyebab dari masalah tersebut, menentukan solusi yang dilanjutkan dengan membuat rencana program/proyek kesehatan, melakukan monitoring serta evaluasi terhadap program/proyek kesehatan tersebut. 

Ngga berhenti sampai situ aja. Kita juga belajar mengenai hukum kesehatan dengan berbagai kasus pidana maupun perdata, belajar ekonomi kesehatan dalam hal pembiayaan kesehatan, asuransi kesehatan, advokasi, etika dan budaya organisasi kesehatan, administrasi proyek kesehatan, administrasi rumah sakit, dan masih banyak lagi yang tentunya sangat menarik untuk dipelajari lebih mendalam. 


Sebenernya ada 1 mata kuliah yang amat sangat berkesan untuk saya pribadi, yaitu seminar manajemen kesehatan. Jadi, di mata kuliah ini, AKKers belajar untuk membuat suatu perhelatan yang tentunya tetap membahas mengenai isu kebijakan kesehatan di Indonesia. Tahun ini (2017), AKKers angkatan 2017 membentuk sebuah kepanitiaan Round Table Discussion yang mengkaji mengenai Pajak Rokok dan Signifikansinya dalam Pembangunan Kesehatan Daerah. 

Dosen-dosennya gimana? 

Dosen-dosen AKK memang terkenal “Ada Kadang-Kadang”. Beliau-beliau ini memang pekerjaannya bukan hanya sebagai dosen, melainkan ada yang memegang peran sangat penting dalam sebuah organisasi profesi, ada yang menjadi konsultan proyek kesehatan, ada yang membantu membuat Peraturan Daerah (Perda), ada yang membantu melakukan evaluasi program kesehatan skala nasional, dan lain sebagainya. 

Tapi percayalah teman-teman, beliau-beliau ini akan selalu berusaha mengatur waktu seadil mungkin. Dan ketika beliau dapat hadir ke dalam kelas untuk mengajar, jangan sia-siakan kesempatan itu. Yang berdiri di hadapan kita adalah orang-orang penting. Beliau adalah orang-orang yang berpengaruh dalam kebijakan kesehatan di Indonesia. So, silahkan bertanya apapun pada beliau-beliau ini. 

AKKers bisa magang dimana aja? 

Loh kok ada magang? Yaaps. Jadi di FKM kan memang ada mata kuliah magang alias Praktik Kerja Lapangan. Nah, waktu pelaksanaan magang di setiap peminatan berbeda-beda. But, rata-rata hanya sekitar 5 minggu. 


Oke lanjut ke pembahasan AKKers bisa magang dimana aja? Ada banyak pilihan lokasi magang manteman. Kita bisa magang di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Provinsi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS. Setiap lokasi magang tentu memiliki kelebihannya masing-masing. 

Contoh nih kalau magang di Puskesmas, kita bisa belajar tentang alur pembiayaan untuk pelayanan kesehatan maupun penyediaan fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) nya, pelayanan kesehatan apa saja yang dapat diberikan di puskesmas, kondisi pasien seperti apa yang harus dirujuk ke rumah sakit, dan lain sebagainya. 

Kalau magang di Rumah Sakit, kita bisa belajar mengenai administrasi Rumah Sakit, perbedaan alur pelayanan pasien BPJS maupun pasien umum, dan lain-lain. Kalau magang di BPJS, kita bisa belajar mengenai apa itu premi, klaim, biaya kapitasi, pelayanan apa saja yang akan ditanggung oleh BPJS dan lain sebagainya. 

Kalau saya kemarin berkesempatan magang di Dinkes Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Sub Bagian Program. Disana saya belajar banyak mengenai alur penetapan anggaran untuk berbagai program kesehatan skala provinsi, sumber-sumber anggaran bagi program-program kesehatan, bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi program tersebut, apa yang akan dilakukan apabila terjadi sisa anggaran, dan masih banyak lagi. Well, mau magang dimanapun sudah pasti berfaedah kok. Mungkin ini bisa jadi pertimbangan untuk memilih lokasi magang : 

1. Pilih lokasi yang kamu inginkan untuk bekerja kelak dikemudian hari. Sehingga setidaknya kamu sudah mengenal budaya organisasi disana. 

2. Pilih lokasi yang akan kamu jadikan sebagai wilayah penelitian tugas akhir alias skripsweet

So, berdasarkan beberapa hal diatas, akhirnya saya memutuskan untuk “nyemplung” di dunia AKK. Dan bagaimana kondisi saya sekarang? Awalnya sih saya merasa cukup minder karena merasa bahwa AKK ini bukan saya banget. Saya hanya mendapat intervensi dan well…ini bukan murni keinginan dari hati saya. Tapi, sesungguhnya saya memang ingin menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan Program di Dinas Kesehatan ataupun Kepala Puskesmas. Intinya sebagai pejabat struktural. 

Dan saya pun semakin termotivasi ketika ada salah seorang dosen AKK yang mengatakan bahwa “Ranahnya AKK memang lebih ke pejabat struktural. Di AKK ini ya kalian semua akan dicetak untuk menjadi seorang manajer”. Dan percayalah guys, sekarang saya merasa sangat bersyukur dan bahagia “nyemplung” di AKK. 

Gimana? Ada yang tertarik menjadi bagian dari AKKers? Fyi, syarat utama supaya kalian bisa bergabung bersama kami adalah IPK kalian minimal 3,0. Laluuu, nilai mata kuliah Organisasi Manajemen Kesehatan yang didapat ketika saya semester 3 (if I’m not mistaken) minimal B. Jadi nanti akan diseleksi terlebih dahulu berdasarkan nilai dan IPK oleh dosen AKK, selanjutnya akan dipilih 45 orang. 

Bagi temen-temen yang sebenernya juga merasa “netral” terhadap semua peminatan seperti saya, sebaiknya kita posisikan IPK dan nilai mata kuliah prasyarat pada posisi aman terlebih dahulu. Jadi kalaupun di detik-detik terakhir pengisian form peminatan dan ternyata kalian berubah pikiran untuk masuk ke peminatan lainnya, it won’t matter. Anyway, good luck! 


***

Let's thank Ade for giving us an insight! Enak kan tulisannya Ade? Iyalah dia tuu sobat saya juga di pers mahasiswa. Salah satu yang paling bersemangat pula. Hihihi. Semoga bermanfaat ya. See you!

2

Monday, October 01, 2018

#ShoppingTime - Pengalaman Belanja di Zilingo Indonesia

Hai gengs. Kalian pernah denger tag line "Siapapun lo, temuin gaya lo" kurang lebihnya gitu? Iklannya sering banget bertebaran di tv. Modelnya Pevita Pearce? 
Ngomongin apa sik? Ngomongin e-commerce alias situs belanja online shay. Saya kan anaknya online banget ya. Ngga perlu effort dandan dulu, panas-panasan, pegel dulu buat belanja. Tinggal klik trus transfer kelar. Jiwa belanja saya keluar waktu promo September Sale muncul di instagram. Serasa memanggil-manggil untuk diperhatikan gitu. Nggak tega akutu mengabaikan dia :')


Nah akhirnya saya klik tuh. Zilingo Indonesia. E-commerce ini kehitungnya baru ada di Indonesia. Dan emang gencar banget beriklan terutama di tv. Sampe-sampe waktu paketannya dateng tuh adek saya langsung tau Zilingo.

"Emang kamu tau darimana?"
"Di TV lah"
"Lho kok inget?"
"Iklannya tu aneh banget ok. Ya mesti aku inget lah"

Selamat dulu buat tim marketingnya Zilingo. Anak kelas 4 SD pun berhasil mengingat kalian. Zilingo sendiri nggak cuma ada di Indonesia. Ada di Thailand, Singapura, Australia dan Malaysia. Doi mirip lah sama Zalora. Situs yang fokus menjual fashion. Dan ada per-make up-an gitu juga sih. 

Tapi ada bedanya. Di Zalora itu ngga diitung per toko kaya Tokopedia/Shopee kan. Langsung dari pusatnya. Kalo si Zilingo masih kayak Tokopedia/Shopee gitu. Penjualnya beda-beda dan punya lapak sendiri. Buat saya ini jadi nilai minus sih. Karena gimana ya, kurang bisa yakin gitu kan sama tokonya bakal jujur apa enggak.

Sebelum memutuskan untuk beli, saya riset dulu dong kredibilitasnya Zilingo gimana. Belum banyak ternyata yang nulis pengalaman belanjanya. Pun di instagram komen di akun Zilingo adem ayem aja. Ada satu postingan dia beli parfum ternyata KW. Padahal salah satu klaim Zilingo 100% asli. Hmmmm *nada Sabyan*.

Karena saya udah butuh banget sepatu, saya coba aja beli. Sekalian bisa buat bahan postingan juga kan #prinsip. Sepatunya merk Cbr-Six. Bukan motor gaes, bukan. Merk ini lokal buatan Bandung. Saya liat sepatu yang sama di Zalora (udah diskon!) harganya masih miring di Zilingo. Udah gitu dia juga gratis ongkos kirim buat wilayah Jawa dan Bali. Bersyukur akutu tinggal di Jawa :')

Udah mau check-out eh ngga sengaja mencet bagian baju. Aduh, duh. Mata saya langsung berbinar-binar melihat brand Restu Anggraini diskon. 90%. Harga awal sekitar sejutaan didiskon jadi seratus ribuan hm mantap bukan. 

Lagi-lagi saya anaknya curigaan dan nggak mau ketipu. Saya nanya ke akun Zilingo. Nggak dijawab. Duh boro-boro, di read aja enggak tuh DM saya. Nggak habis akal, saya tanya ke Restu Anggraini-nya langsung. Dan.....dijawab gaes. Alhamdulillah yah. Jawabannya kek gini nih.


Kalo yang jawab desainernya langsung kan ngga mungkin boong ya. Udah punya nama pula. Ya akhirnya saya angkut deh itu dua barang. Sepatu + gamis. Check out.

Maunya saya pilih COD. Sayang sekali daerah tempat tinggal saya nggak dapet pelayanan COD. Yaudah ngga papa deh transfer. Nah disini nih nilai minusnya lagi. Dia nggak ada rekening BNI :( Ku sedih gaes.


Padahal ya BRI, BNI, dan Mandiri itu termasuk 3 bank yang sering ada di e-commerce. Ketiganya kan bank sejuta umat yang tentu saja banyak yang make. Pilihan saya terpaksa ke bank lainnya. Dan itu bank Permata. Hiks, jadi kepotong uang jajan deh buat biaya transfer. E-commerce lain yang ngga ada BNI saya ingat tu JD.ID. Dia pakenya CIMB Niaga. Bhaiklah.


Ada sih pilihan Indomaret. Tapi ngga tau kenapa saya males aja. Sering banget ngalamin bayar tagihan di minimarket macem Indomaret/Alfamart gagal. Akibatnya harus nyari ke yang lainnya. Khan mlz. Ya kalo ketemu yang bisa. Kalo enggak?

***

Singkat cerita (LOL) saya check out. Pengiriman yang dipake NinjaExpress. Seinget saya ngga ada pilihan mau pake apa. Meskipun di web ada daftarnya JNE dan SAP. Perkiraan nyampe 5 hari kerja. Saya pesen hari Jum'at 27 September dan bayar siangnya. Nggak nunggu lama dikasih pemberitahuan tracking number-nya. Btw meskipun saya bayarnya jadi satu, nomer orderannya beda. Buat gamis sendiri. Buat sepatunya sendiri.

Disitu ada perkiraan nyampenya. Antara tanggal 1-2 Oktober pukul 9-10. Hari Senin saya cek lagi eh dapet pemberitahuan dari Ninja Express lewat Whatsapp udah dikirim.

Dan saya ceki-ceki ternyata emang ada paketan. Ada 2! Yayy ku senang dong. Penampakannya kayak gini.



Keliatannya biasa aja ya packaging-nya. Nggak tebel pun. Padahal kalau dilihat lebih seksama gaess...


Packaging-nya ini pake reusable. Jadi bisa pake lagi buat maketin barang ATAU kalo kamu ngga puas dan barangnya mau dikembalikan. Keren, ya? Kagum akutu baru pertama kali ketemu yang kaya begini. Hahaha.

***
Pros:
+ Harga masih reasonable
FREE ONGKIR! (ini kesukaan kalian juga kan gaes? Ngaku)
+ Pengiriman normal
+ Barang original (yang saya dapet ya)
Packaging reusable
+ Notifikasi cepat dan tepat

Cons:
DM saya ngga dibales (LOL) berarti kurang responsif ya
- Nggak tersedia pembayaran BNI
- Belum tercakup COD

Alhamdulillah paketnya sampai dengan selamat sentosa. Apakah memuaskan? Aku sih yes. Ngga tau kalo mas Anang. 
20

Saturday, September 29, 2018

3 Inspirasi Fashion Korea Kekinian untuk Pria

Kalian setuju nggak sih gaes namanya kehidupan sosial ada kalanya perlu ngasih sesuatu ke orang lain? Bisa itu temen, senior, bos, atau gebetan yang nggak kunjung paham sama kode yang kita lempar. Masalah kado-mengado ini bisa dibilang agak tricky. Kita harus menebak hal apa sih yang sekiranya bakal bikin orang yang dikado seneng. Paling apes saat udah nyari dengan susah payah eh ternyata kadonya kurang bermanfaat buat yang dikasih. Hiks, sayang banget ya kalo gitu.

Buat saya paling susah itu kalo harus kasih hadiah ke lawan jenis alias cowok. Gimana ya, dibandingkan cewek, barang yang bisa dikasih ke cowok itu nggak banyak. Itu lagi, itu lagi. Beda sama cewek yang jenis barangnya bejibun. Ya nggak, sih? Kalian ada yang merasakan hal yang sama? Padahal kita sebagai cewek tentu pengen kasih hadiah yang bermanfaat buat doi. Eh, doi? 

Maka dari itu saya mau coba berbagi rekomendasi kado apa aja yang cocok buat cowok ke kalian gaes. Lebih tepatnya sih fashion item. Dan semuanya terinspirasi dari artis Korea. Nggak papa ya? Nggak papa please! Mereka ini beneran fashionable lho. Nggak akan terlihat buluk meskipun cowok yang kalian beri kado mungkin aja nggak se-charming artis Korea. 

Terimakasih kepada drama Korea dan variety show nya atas pengetahuan fashion yang diberikan. LOL.

1| Waist Bag

Tas jenis ini udah booming banget dari tahun lalu. Tas yang dulunya dipake cowok aja sekarang bisa dipake buat cewek juga. Sesuai dengan namanya, cara penggunaan tas ini digunakan di waist atau pinggang. 

Seinget saya nih dulu kebanyakan pekerja kayak sopir atau kernet yang pake tas model gini. Eh makin kesini makin banyak yang pake. Termasuk artis Korea. Kayak gimana sih waist bag itu? Kayak gini nih!

www.pinterest.com

Simpel banget kan? Cocok buat cowok yang biasanya ngga suka pernak pernik ribet kayak cewek. Kecil-kecil gini muatnya lumayan lho. Handphone dan dompet pasti masuk. Kalo mau ditambah powerbank juga bisa banget. Masih muat banyak pun karena ngga bakal diisi sama make up juga hihihi. Meskipun namanya waist bag, tas jenis ini bisa juga dipake di bahu ala sling bag.

2| Jam Tangan

Item kedua adalah jam tangan! Entah kenapa ya, liat cowok pake jam tangan itu aura machonya kayak bertambah. Iya gak? 

Senengnya lagi, model jam tangan buat cowok itu buanyak banget! Ada yang berbahan metal, kulit asli, ada juga yang bahannya karet. Tinggal nyesuaiin aja sama kepribadian dan kegiatan sehari-harinya doi. Kalo orang kantoran mungkin cocoknya bahan metal. Biar keliatan mevvah, sist. Untuk cowok yang aktif kesana kemari di lapangan ya lebih cocok pake bahan karet. 

3| Knitted Sweater

Item terakhir ini subyektif banget sebenernya LOL. Kenapa subyektif? Karena sweater ini adalah item favoritnya Ha Sung Woon. Hah? Siapa tuh? Anggota Wanna One. Itu tuh boy group Korea yang lagi naik daun. Doi nih sering banget ketangkep kamera pake jenis sweater pria terbaru: knitted sweater. 

Sweater pria terbaru ini kalo dibahasakan artinya sweater rajut. Jenis sweater ini cocok dipake biasanya acara santai atau semi formal. Untuk dipake santai bisa dipake langsung. Sedangkan untuk acara semi formal bisa dengan kombinasi kemeja sebagai dalamannya. Jadi kerah kemejanya itu terlihat. Dan di bagian lengan, ujung kemejanya agak dilipat. Kayak gini contohnya.
www.twitter.com/wannaone_store
Jangan konversi ke rupiah ya harganya, kalian pasti kaget! :P Namanya juga artis ya kan penampilannya harus paripurna. Untuk kita rakyat jelata bisa banget beli sweater pria terbaru sesuai dengan isi dompet kita.

Gimana gaes, udah cucmey belum nih rekomendasinya?
23
COPYRIGHT © 2018 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES