Sunday, March 17, 2019

Antara Fans dan Idol

Jika di antara kalian mengikuti berita seputar Korea, pasti udah tau kasus ini. Yup, Burning Sun dan terseretnya para idol. Nggak cuma satu dua yang kesebut. Saat ini ada 2 yang udah menjalani pemeriksaan. Lainnya? Entah agency-nya membantah. Atau menutup-nutupi.


Muncul spekulasi siapa aja yang bakal kena arus ini. Para fans pun masih harap-harap cemas, "Apakah idol yang selama ini kubangga-banggakan kelakuannya minus?"

Oke, aku nggak bahas soal kasusnya. No. Udah terlalu banyak utas di twitter dan video youtube. Keduanya sama: berusaha menjelaskan apa yang terjadi di Korea sana. Mau percaya yang mana? Itu balik lagi ke masing-masing pribadi.

Yang mau aku liat adalah kenyataan bahwa masih ada aja fans yang kekeuh idolnya nggak salah. Dengan bukti jelas, terpampang di depan mata, they denied and claimed their idol comes clean. Miris. Apalagi karena idol yang keseret ini cowok, kebanyakan fans-nya ya cewek.


Gender yang sama dengan korban-korban kelakuan idol ini. Masa sih, ngga ada prihatinnya sama sekali?

Betapa mengerikannya ya saat orang udah mengidolakan suatu figur. Mereka berusaha membela dan meyakini apa yang mereka mau. Seakan mata, telinga dan semua indra mata tertutup rapat dari kenyataan yang ada.

Mungkin karena itu pula penceramah gitu selalu mewanti-wanti. Siapakah idola kita? Apakah akan membawa kita pada kebaikan atau justu menyeret kita ke keburukan?

***

Sebagai fans drama Korea jujur aku juga mengidolakan beberapa aktor. Yhaa sebut saja Lee Jong Suk. Tapi aku tau batasnya. Cukup sampai pada skill aktingnya aja. Enak diliat dan nggak kaku. Sesuai dengan genre drama yang dipilih. All out. 

Di deretan idol, masih ada pula Ha Sung Woon. Yang ini sampe muncul di halaman persembahan skripsi! Serius akutu.

Ah, dia malah bisa dijadikan contoh idol yang kena skandal. Sung Woon pernah kena skandal. Dimana video live broadcast yang beredar menunjukkan seakan-akan dia cursing. Viral karena dia cursing menjurus seksual.

Apakah aku membela dia? Nggak juga. Justru aku sempet ngomong ke temen, "Duh kok Sung Woon ngomong kayak gitu kenapa ya? Sedih deh aku". Lebih ke menyayangkan sikapnya, bukan sedih karena tuduhan yang ditujukan ke dia.

Alhamdulillah beberapa lama kemudian muncul bukti dia nggak cursing. Yang membuktikan bahwa dia nggak melakukan itu siapa? Fans. Mereka rela menyewa analis untuk mendukung bahwa Sung Woon nggak cursing. Pada akhirnya Sung Woon juga mengkonfirmasi bahwa berita itu salah. Malah dia merasa bersalah karena gegara kasus itu, adik perempuannya kena bully. Sigh.

Fans kayak gini nih totalitasnya patut diacungi jempol. Mereka menunjukkan data dan fakta kuat buat membela idol-nya. Nggak cuma modal omdo alias omong doang.

***

Baru-baru ini aku malah terharu ngeliat interaksi Jo Sung Mo. Dia ini idol jaman dulu. Penyanyi. Scene-nya di variety show Return of Superman menunjukkan betapa dekatnya dia dan fansnya. Sampe hafal lho nama-nama fansnya. Videonya aku attach dibawah ya.



Ada salah satu fans yang dulunya dateng pake seragam sekolah, eh sekarang udah bawa anak satu. So sweet banget nggak sih? Aku kayak ngerasain, wagelasehhh ini beneran artist. Means dia memang berkarya.

Fans-nya pun beneran orang yang menikmati karya dia tanpa memuja berlebihan. Buktinya fans itu tetep ((setia)) walaupun idolnya udah punya anak. Dia bisa tetep melanjutkan hidup "normal" juga dengan menikah dan membangun keluarga.

Nggak yang berada dalam bayang-bayang idol sampe pengen memilikinya gitu.

Kalian tipe yang mana nih, saat mengidolakan orang? Semoga tetep bisa menggunakan akal sehat ya.
14

Friday, March 01, 2019

Punya Target #2019GantiHape? Pilih Honor 10 Lite Aja!

Hola. Pada sadar nggak nih udah masuk bulan ketiga di tahun 2019? Yes, halo Maret! Gimana, dua bulan kemarin udah berhasil mencentang targetan yang dibikin belom? #2019GantiHape, mungkin? Jika ganti hape a.k.a gawai a.k.a smartphone menjadi resolusi kamu tahun ini, pas banget nih. Saya bakalan mengulas smartphone yang baru aja meluncur di Indonesia. 

Tentang Honor Indonesia

Smartphone ini dari merk Honor. Honor merupakan sub-brand dari Huawei. Tau kan? Itu tuh, salah satu merk ponsel paling laris di negeri Tirai Bambu. Honor sengaja dibuat dengan menyasar anak muda yang berkutat di dunia digital.

Selamat Datang, Honor 10 Lite!

Akhir bulan kemarin, tepatnya 27 Februari 2019 Honor Indonesia meluncurkan jajaran smartphone terbarunya. Satu diantaranya adalah Honor 10 Lite, smartphone ini ditujukan untuk semakin menambah rasa percaya diri kamu. Jadi pas dipegang kamu bakal ngerasa “Wah” gitu lho gaes. Uwuw.


Keunggulan yang ditonjolkan dari seri Honor 10 Lite adalah kamera depannya. Coba tebak deh, berapa resolusi yang ditawarkan? Nggak tanggung-tanggung gaes. Sebesar 24 Mega Pixel. Udah kebayang nih mau selfie seberapa banyak *lah. Biar makin puas selfienya, kamera depan Honor 10 Lite didukung dengan teknologi AI 8 skenario plus opsi pencahayaan. Diantaranya Soft Lightning, Butterfly Lightning, Split Lightning, Classic Lightning, dan Stage Lightning. Komplit kan yak.

Dengan adanya fitur tambahan di kamera depan ini, saat kamu ber-selfie ria gambar yang dihasilkan bakalan lebih detail dan jelas. Nggak peduli diambil siang maupun malam hari. Masih kurang? Ada fitur pengenalan wajah 3D juga. Dikolaborasikan dengan AI yang ada, kamera depannya bisa ngasih efek byuti byuti gitu. Makin kinclong deh, hasilnya. Ya, minimal bikin orang nanya, “Kamu perawatan dimana sih bisa secakep Song Hye Kyo?” 

Oh ya, sebenernya kamera depan Honor 10 Lite bagus juga buat vlogging. Mayan kan sebelum beli kamera profesional, mulai aja dulu dengan Honor 10 Lite. "Halo gaees...lagi apa gaes?" 


Nggak cuma jago selfie aja!

“Aku tu nggak suka selfie kak! Sukanya ngegame. Honor 10 Lite gimana nih performanya?” 
Weits, tenang. Emang keunggulan utamanya buat selfie tapi bukan berarti performa lainnya kalah. Honor 10 Lite ini udah dipersenjatai dengan prosesor Huawei Kirin 710 Octa Core (4x Cortex A73 2.2 GHz + 4x Cortex A53 1.7 GHz) dan RAM sebesar 4GB dan ROM 64 GB.

Main game pasti butuh waktu berjam-jam kan? Tenang, baterainya 3400 mAh kok! Buat ngegame sepuasnya? Bisaaa! Honor 10 Lite ini udah menggunakan teknologi GPU Turbo 2.0. Buat apa tuh? Ini nih kerjanya double. Di satu sisi dia ningkatin efisiensi pemrosesan grafis hingga 60%. Sedangkan pada saat yang sama dia bisa ngurangi konsumsi energi SoC (System on Chip) sebesar 30%. Mantul, kan?

Makin puas lagi dengan ukuran layarnya 6.21 inch 2340 x 1080p FHD Display. Makin ciamik buat mabar! Hoho.

Trus truus...

Salah satu yang bikin saya naksir sama Honor 10 Lite ini adalah...warna casingnya! Biasa deh perempuan kan suka liat yang syantik gituh. Nah, Honor 10 Lite tersedia dalam 2 warna, Midnight Black untuk kamu yang suka tampilan elegan. Dan Sky Blue untuk saya yang suka ketenangan *halah*. Pilihan saya? Sky Blue dong! Warna birunya tuh spesial, ada gradasinya. Makin enak diliat. Warna biru itu cenderung kalem. Bisa bikin orang yang lihat tenang. Yah, 11:12 lah sama kepribadian saya.

Makin tertarik kan sama Honor 10 Lite? Eits nanti dulu. Masih ada lagi smartphone yang diluncurkan. Seri ini dinamakan Honor 8A. Bedanya apa? Untuk Honor 8A ini penyimpanannya lebih sedikit. 3GB RAM dan 32 GB ROM. Perbedaan lainnya? Kepoin aja akun medsosnya Honor Indonesia yah. Baik kok miminnya, setiap pertanyaan pasti dijawab. Hihihi.

Belinya dimana, Kak?



Kamu bisa dapetin secara online di Shopee atau toko mitra offline, salah satunya Erafone. Harganya? Cukup sediakan Rp 3.299.000 untuk Honor 10 Lite ya. Masih terjangkau, kan? Kuy wujudkan resolusi #2019GantiHape kamu.

32

Thursday, February 28, 2019

Monthly Reads - February

Februari! Bulan pendek yang cuma punya 28 hari. Akhir bulan ini, kembali lagi di segmen monthly reads. Berhasil baca berapa buku kah di bulan Februari?

Monthly Reads - February


Baca: Monthly Reads - January

Di jurnal pribadi saya tulis target minimal sama dengan bulan Januari. Termasuk didalamnya mewajibkan selesai baca Awe-Inspiring Us-nya mbak Dewi Aisyah. Satu lagi The Subtle Art of Not Give a Fuck. Sayang yang disebut kedua itu masih belum berhasil diselesaikan.

Sisi baiknya, Alhamdulillah tetep memenuhi target menghabiskan baca buku 5. Semacam nggak nyangka aja. Perasaan bulan ini reading slump eh ternyata kuat habisin 5 buku.

1| Dewi Nur Aisyah - Awe-Inspiring Us (cetak)


Dewi Nur Aisyah - Awe-Inspiring Us

Lanjutan dari buku Awe-Inspiring Me. Jika buku pertama lebih memotivasi untuk mengangkat prestasi diri, disini mulai lebih serius. Yang dibicarakan tentang menikah. Eits, jangan salah sangka dulu. Beda dengan kebanyakan buku motivasi yang nyuruh cepet nikah, Mbak Dewi enggak.

Baca: Menikah saat Kuliah, Yay or Nay?

Buku ini masih menyemangati para muslimah untuk tetap berprestasi, sembari menunggu (atau mencari?) jodoh. Mbak Dewi juga membuktikan bahwa udah menikah pun tetep bisa melanjutkan mimpinya, yaitu menuntut ilmu setinggi mungkin.

Baca: After Graduation Story: Study, Again?

Ulasan lengkap udah ada disini yah. Silahkan dicek aja

Rating: 5/5

2| Boim Lebon - Gue Bukan OB Lagi (cetak)


Boim Lebon - Gue Bukan OB Lagi

Dibeliin ibu saat Boim Lebon ke Semarang. Ceritanya tentang Office Boy (OB) yang pengen buat menyejahterakan diri dan keluarga. Suatu ketika dia naik bus eh dikira pengamen, akhirnya nyanyi deh. Dari situ si OB mendapatkan pujian bahwa suaranya cukup merdu. Dia pun ngide untuk bikin band di kantornya.

Ngajakin OB lain, terbentuklah itu band. Hampir setiap hari serius latihan. Batu lompatannya saat band OB ikut kompetisi. Eh, menang! Tenar deh. Banyak orderan gitu. Gegara menang, dapet duit tuh bisa beli ini itu dan lanjut kuliah. Hehe.

Singkatnya gitu. Ditulis dengan gaya khas Boim Lebon yang ngocol. Mirip dengan Lupus gitu, deeh. Btw katanya ini based on true story loh...

Rating: 3/5

3| Fira Basuki - Ma Chère Ville Lumière (iPusnas)


Fira Basuki - Ma Chère Ville Lumière

Baca karena pengen ikutan #MocoQuiz aja. Hahaha. Novel romance ini berkisah tentang Rintik. Wanita single parent yang ditinggal suami karena mendadak meninggal dunia. Berdua dengan anaknya, mereka pindah ke Paris. Di kota ini Rintik menemukan Angin. Yang kemudian menjadi pasangannya.

Tapi ternyata Angin begitu misterius. Rintik ngga pernah benar-benar mengenal Angin. Sampai akhirnya Angin pun jatuh sakit. Rintik terus menemani di sampingnya sambil mengingat kenangan bersama Angin. Yes, alurnya maju mundur gitu. Sejujurnya agak membingungkan sih. Dan kurang paham inti ceritanya apa lolol.

Rating: 3/5

4| J.S Khairen - 30 Paspor The Peacekeepers' Journey (iPusnas)


J.S Khairen - 30 Paspor The Peacekeepers' Journey

Ada yang udah pernah baca buku 30 Paspor? Buku ini cukup fenomenal karena berasal dari tugas kuliah. Prof. Rhenald Kasali, dosen Pemasaran Internasional di UI memberi tugas 30 mahasiswa di kelasnya untuk keluar negeri. Tujuannya satu: biar nyasar. Menurut beliau dengan nyasar, mahasiswa akan bisa menemukan cara untuk survive. 

Bahkan sebenarnya cara survive itu dimulai dari sebelum berangkat. Gimana nyiapin uang buat tiket, meyakinkan orang tua yang melarang, mengatur jadwal. Nah buku ini adalah seri perdamaian (?). Sayangnya menurut saya kontennya agak membosankan. Mungkin karena di buku pertama dan kedua itu pengalaman pertama banget yah jadi ceritanya seru.

Sedangkan di buku ini udah angkatan ke-sekian, mahasiswanya udah lebih prepare. Kurang kerasa gregetnya, perjuangannya. Hehe.

Rating:3/5

5| Riawani Elyta - Love Catcher (cetak)


Riawani Elyta - Love Catcher

Hamdalah dapet novel ini sebagai doorprize saat ultah Gandjel Rel kemarin. Ceritanya tentang Gaby, perempuan yang mendirikan toko cokelat. Sebagai pelariannya karena....gagal nikah. Bayangin dong gagal nikah sama sahabat dari masa kecil. Belasan tahun kenal ternyata ngga menjamin jalan menuju pelaminan melenggang dengan mulus.

Baca: Meriahnya Perayaan Ultah Gandjel Rel ke-4 di Resto Pringsewu Semarang

Kemudian dia diajak menikah oleh Zee, pacarnya saat ini. Sayangnya menjelang pernikahan Zee justru akan ditempatkan di tempat nan jauh disana. Gaby merasa akan baik-baik saja, tapi nggak begitu dengan ibundanya. Nggak setelah ditinggal selingkuh oleh suaminya (papa Zee) dan kehilangan Ghea (adik Gaby) yang memutuskan meninggalkan rumah setelah menganggap keluarganya hancur berantakan.

Di tengah dilema itu, justru muncul Mirza. Sosok yang terang-terangan mendekati Gaby. Bukan salah Mirza, karena dia ngga tau Gaby akan menikah. Nah, pada akhirnya dengan siapakah Gaby duduk di bangku pelaminan? Hmmm...

Suka novel ini karena bisa diresapi hahaha. Nikah ngga sekadar menyatukan kedua sejoli aja. Ada suara orang tua, keluarga, yang mungkin butuh dipertimbangkan juga. Sungguh ribet.

Rating: 4/5

***

Sekarang baru ngeh kenapa ngerasa reading slump. Karena rating buku yang saya kasih ngga seberapa tinggi. Artinya saya ngga terlalu berkesan sama bukunya. Ngerti kan, buku yang bagus itu bisa meninggalkan "rasa" sampai beberapa lama setelah dibaca? 

Kalian baca apa aja di bulan Februari?
Ada wish list buat Maret?

Boleh di-share disini siapa tau saya pengen baca juga. Hoho. Kayanya saya pengen baca Komet Minor-nya Tere Liye deh. Kepooo abis! Baru baca preview gratis aja di Google Playbook.

2

Wednesday, February 27, 2019

4 Cara Mudah Menggunakan Cream Blush On

Namanya perempuan, kosmetik yang dipake ada banyak macemnya. Coba kamu cek meja rias ada apa aja? Bedak, eyeshadow, pensil alis, lipstik, blush on? Biasanya kelima barang itu masuk kategori wajib punya.

Magic peach cream, Blush on cream yang aman

Nah kali ini saya bakal nge-review blush on ceram yang aman untuk dipake sehari-hari. Namanya Sophie Paris Magic Peach Cream. Yap, sesuai dengan namanya blush on ini bentuknya cream. Dan warna akhir yang dihasilkan adalah peach. Satu tingkat lebih muda dibawah orange gitu deh. Blush on Sophie Paris ini termasuk blush on cream wajah BPOM. Jadi aman shay dipake, no abal-abal.



Teksturnya krim kental, dan berwarna peach seperti tube-nya. Lubang untuk mengeluarkan produk cukup kecil. Justru karena ini, aman mau ngeluarin seberapa banyak. Ngga takut buat berlebihan. Aromanya sendiri manis ngga menyengat.

Perawatan wajah alami, Blush on cream wajah BPOM

Kenapa sih pilih warna peach? 

Karena kiblat make up saya itu korean make up look. Para eonni korea yang saya perhatiin lebih sering pake make up dengan tone warna orange/peach/coral dibandingkan pink/merah. Warna ini menimbulkan kesan habis melakukan perawatan wajah alami. Nggak yang medhok make up banget, gitu shaayy.

Gimana cara make blush on berbentuk cream? 

Gampang banget! Karena bentuknya cream, ngga perlu pake brush. Cukup bermodalkan jari tangan aja. Dibawah ini bakal saya kasih beberapa cara. Kamu bisa pilih salah satu atau  menggabungkan semuanya. Sesuka hati aja!

Pertama, aplikasikan di tulang pipi
Ini standar banget yah. Cara tau dimana letak tulang pipinya, saat kamu aplikasikan blush on jangan lupa senyum. Otomatis bagian pipi terangkat kan. Disitu letak tulang pipinya. Usap perlahan blush on di tulang pipi sampai merata.

Kedua, gunakan dibawah mata
Hah? Di bawah mata? Iya. Jangan khawatir. Blush on dibawah mata bertujuan untuk menyamarkan area gelap atau kehitaman dibawah mata. Terutama buat kamu yang suka begadang tuh. Bisa banget ditutupi dengan pake blush on.

Ketiga, dibawa melintasi hidung
Ini opsional sih. Biasanya pengaplikasian kaya gini biar makin keliatan menggemaskan kayak boneka. Kata beauty influencer sih blush on kaya orang demam gituuuh.

Terakhir, bisa juga aplikasikan sedikit di bawah dagu
Tujuannya apa? Biar keliatan bersemu manis, gituuh. Hihihi

Peluang bisnis online, Peluang usaha online

Tuh hasil akhirnya. Saya pake di bagian tulang pipi aja. Cukup dengan dua kali usap, warnanya langsung keliatan. Udah kayak eonni korea belom? Hihihi.

**
Tertarik dengan Sophie Paris Magic Peach Cream? Kamu bisa dapetin di website Sophie Paris. Selain itu kamu juga bisa membuka peluang usaha online. Caranya? Dengan gabung member Sophie Paris. Gampang banget loh, daftar aja di www.sophieparis.com. Nanti bakal ada penjelasan untuk menjalankan peluang bisnis online.

Lumayan kan shay, sambil menyelam minum air. Cantiknya dapet, cuannya pun dapet. Hahaha. See you!
23

Monday, February 25, 2019

Meriahnya Perayaan Ultah Gandjel Rel ke-4 di Resto Pringsewu Semarang

Saengil chukka hamnida

Saengil chukka hamnida 

Saranghaneun Gandjel Rel, Saengil chukka hamnida! 


Bacalah dengan nada lagu happy birthday to you. Siapa yang ulang tahun? Yes, komunitas bloger perempuan-nya Semarang: Gandjel Rel. Komunitas yang saya ikuti selama 1,5 tahunan ini ternyata udah berusia 4 tahun!

Sedikit tentang Gandjel Rel, komunitas ini terbentuk pada 22 Februari 2015. Tagline “Ngeblog Ben Rak Ngganjel” bermakna ngeblog aja, biar ngga ada yang mengganjal di pikiran. Cocok banget sama filosofi ngeblog saya nih *halah*.

Baru pertama kali ini saya ikutan ngeramein ultah gandjel rel. Ultah kedua dan ketiga ngga ikutan. Padahal ngeliat dari dokumentasi di sosmed keliatannya seru banget. Akhirnya bertekad: tahun ini harus ikutan!

Hamdalah dikasih kesempatan dan rezeki buat ikutan. Soalnya ulang tahun kali ini terbatas. Ngga semua anggota yang pengen ikut, bisa dateng. Ngga papa yaah, tahun depan kita ketemu lagi gaes insyaAllah *visioner sekali*

Dimulai dengan Blogging Challenge dan Video Challenge

Keseruan ulang tahun ini udah dari bulan Januari. Dimulai dengan pekan blog challenge yang diadakan selama 4 minggu. Tema tiap minggu ini berbeda. Tema pertama seputar kota Semarang. Kedua, zero waste dinarasikan lewat fiksi. Ketiga tentang perlindungan anak dan terakhir ada tentang ngeblog dan harapan untuk Gandjel Rel.

Keempatnya menjadi tantangan buat saya karena diluar tema yang selama ini saya tulis. Terakhir, ada juga video challenge-nya. Dengan tema, “seberapa greget”. Sayang sekali yang video ini saya nggak ikutan karena anaknya ngga ada ide buat video.

It’s D-Day!

Puncaknya dilaksanakan Sabtu 23 Februari kemarin di Resto Pringsewu Semarang. Dipandu oleh mba Hartari, acara dimulai dengan sambutan oleh ketua Gandjel Rel: mba Rahmi Aziza. Mba Rahmi rada curhat nih dulu pernah ada wartawan salah alamat. Udah wawancara panjang lebar, sampe pada pertanyaan gimana cara bikin kue gandjel rel? Ngiranya Gandjel Rel ini komunitas penggemar kue Gandjel Rel. Kocaak.

Baru awal acara aja, udah banyak hadiah lho. Dan saya dapet! Yeay. Coba tebak menang karena apa? Menang OOTD alias Outfit of The Day, gaes. Ngga sia-sia yah pake dress ngejreng begini.


Kemudian lanjut ke acara sharing dengan mendatangkan guest star. Siapakah dia? Gus Mul! Hayo, kenal ngga? Saya ngertinya juga baru kok setelah dikasih tau. Xixi. Doi ini redaktur Mojok.co. Nama aslinya Agus Mulyadi. Nah, kalo mojok udah familiar ya, di telinga? 


Gus Mul berbagi cerita awal mula nyemplung di dunia perblogeran sampe akhirnya bisa jadi redaktur Mojok. Di sesi sharing ini, ada beberapa hal yang saya catat seputar kepenulisan.

Pertama tentang ide nulis. Dapet darimana sih? Kata Gus Mul simpel aja lho. Bisa dari keseharian atau kegelisahan. Iya, penulis tuh bisa dapet inspirasi dari hal sehari-hari. Misal nih ketemu tulisan di bak truk yang nyleneh. Atau ngeliat kejadian tertentu. Bisa juga dari kegelisahan, seperti kenapa Wanna One harus bubar sedangkan Super Junior masih bertahan misalnya? Haha. Gak deng. Itu sih dari saya.

Selanjutnya yang penting adalah pemilihan diksi. Menurut Gus Mul nih hal yang krusial. Maksudnya gini kalo mau nulis “lupa” biar menarik gunakan “hilang ingatan”. Yang lebih kena ke perasaan pembaca gitu. Makanya nulis pake perasaan itu....penting. Jangan lupa juga buat ciri khas tulisan kita yang bisa membedakan dari orang lain.

Kekhasan tulisan Gus Mul diakui dari penggunaan kata bahasa Jawa. Walaupun sering diprotes pembaca karena ngga semuanya paham, Gus Mul tetep kekeuh aja pake istilah Jawa. Ya kan emang ada tuh kata di bahasa Jawa yang nggak pas padanannya di Indonesia. “Terutama untuk kata misuh (ngata-ngatain)”, kata Gus Mul. Yha Gus, saya mengakui kok. Bhakkk!

Terakhir, cobalah sudut pandang yang berbeda dalam menulis. 

Pertama kali ke Resto Pringsewu Semarang



Udah ngomongin tentang acaranya, penasaran dong sama venue-nya. Nah tempat acara kali ini ada di Resto Pringsewu Semarang. Familiar dengan namanya? Saya sih iya. Gimana enggak, tiap mudik lewat pantura pasti ada petunjuk arah buat ke Resto Pringsewu Group. Hoho. Ternyata ada juga di Semarang.

Resto ini berada di komplek Kota Lama. Bangunannya eks kantor pusat NV Kian Gwan milik raja gula Oei Tiong Ham. Pertama kali masuk, wuaaah kesannya vintage banget. Jadoel! Berasa kembali ke masa lalu gitu. Disini banyak spot yang tentu saja instagram-able. Hehe, kudu banget gitu ya. 

Teras depan Pringsewu Semarang (foto: Mba Mechta)
Asyiknya, Resto Pringsewu juga cocok buat sekadar nongkrong loh. Mereka ngadain program yang namanya Teraz Oie Tiong Ham. Konsepnya tuh kaya nongkrong sore gitu deh. Sesuai namanya, tempat nongkrongnya berada di teras bagian depan resto. Bisa dicoba mulai jam 3 sore setiap Senin-Jum’at.


***
What a day! Seneng pokoknya seharian bisa kopdaran sama Gandjel Rel. Sampai jumpa di lain kesempatan yaa GRes! 

Foto by Mbak Nyi
6
COPYRIGHT © 2019 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES