Monday, October 26, 2020

4 Tips Agar Berhasil Tes Relationship Officer Perbankan

Sumber: blog.payrollbozz.com

Berdebar menanti hasil psikotes atau wawancara lowongan relationship officer perbankan? Tenang, kamu nggak sendirian karena semua pelamar pasti akan merasakan hal yang sama. Tapi jika kamu yakin dan sudah menjalani semua tahapan dengan baik nggak perlu was-was. Ada begitu banyak lowongan dibuka untuk posisi ini dan banyak yang melamar pula jadi wajar saja jika perasaan takut tidak berhasil itu muncul.

Maka dari itu penting sekali untuk mempersiapkan diri dengan baik supaya semua tahapan bisa berjalan lancar. Ditambah lagi saat ini syarat menjadi relationship officer itu tak harus lulusan perbankan. Kamu yang baru saja lulus jurusan lain pun bisa diterima, apalagi jika kamu memiliki minat besar terhadap dunia perbankan dan marketing. Yuk cek bagaimana kamu bisa berhasil nantinya diterima di posisi ini.

Tips Diterima sebagai Relationship Officer Perbankan


Setiap tahunnya program relationship officer BCA selalu dibuka dan inilah saat yang tepat untuk kamu mendaftar. Menjadi salah satu bagian dari bank BCA akan membawamu mendapatkan banyak keuntungan. Kamu juga akan terus dibimbing dalam program ini selama satu tahun. Kesempatan untuk diterima setelah selesai program menjadi staf pun sangat tinggi. Jika kamu ingin berhasil mendaftar sebagai relationship officer ada beberapa tips nih yang bisa diikuti supaya lancar dan berhasil.

1. Lengkapi persyaratan lowongan

Setiap lowongan kerja pasti ada syarat-syarat yang dibutuhkan. Supaya berhasil kamu harus teliti dalam membaca persyaratan lowongan relationship officer BCA. Syarat utama yang harus dipenuhi seperti memiliki IPK minimal 2,75, berusia maksimal 24 tahun dan bersedia tidak menikah selama ikatan dinas 1 tahun. Jika syarat menjadi relationship officer benar-benar kamu penuhi lanjutkan dengan mendaftarkan diri ke https://www.bca-marketeers.com/. Kamu hanya perlu mengisi data diri untuk masuk seleksi administrasi.

2. Persiapkan diri dengan baik untuk psikotes

Tips selanjutnya adalah mempersiapkan diri mengikuti psikotes. Setiap tahapan tes seleksi karyawan psikotes selalu menjadi bagian yang pertama. Tujuannya untuk mengetahui apakah kamu cocok mengikuti program relationship officer BCA. Soalnya sendiri nggak berhubungan langsung dengan pekerjaan seperti menjelaskan apa saja tugas relationship officer. Tapi lebih ke arah untuk mengetahui potensi diri kamu. Jadi santailah dan jawab sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. Kamu juga bisa berlatih soal-soal psikotes sebelumnya dan jangan lupa fokus pada saat tes berlangsung.

3. Percaya Diri saat Wawancara

Kepercayaan diri kamu sebagai relationship officer akan diuji pada saat wawancara kerja. Karena seorang yang berada di posisi ini harus memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Nantinya kamu akan bekerja menghadapi banyak nasabah, jika tidak percaya diri kemungkinan lolos tentu kecil. Selain itu setidaknya sebagai persiapan kamu harus tahu apa saja tugas-tugas relationship officer BCA. Pengetahuan ini penting untuk menjelaskan bahwa kamu antusias dengan posisi yang dilamar. Jika kamu bisa menjawab lancar kemungkinan diterima pun lebih tinggi.

4. Menjaga penampilan

Bukan hanya pengetahuan tentang tugas relationship officer saja yang dinilai. Pada saat wawancara kamu juga harus memperhatikan penampilan. Selalu ikuti perintah pakaian apa yang digunakan pada saat wawancara dan usahakan selalu rapi. Menata penampilan juga salah satu trik supaya kamu bisa lebih percaya diri saat menjawab pertanyaan.

***

Inilah beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk mendapatkan posisi sebagai relationship officer di dunia perbankan. Jika menjalaninya dengan baik pasti mudah untuk bisa diterima.
0

Sunday, October 18, 2020

Menginap di Hotel saat Pandemi, Amankah?

Disclaimer: saya nggak bepergian dan menginap karena keinginan pribadi. Tapi karena ada pelatihan dari kantor dan saya yang ditunjuk. Tulisan ini berusaha saya tulis sejujur mungkin. Karena saya prihatin dengan banyak masyarakat yang mulai merasa aman pergi kesana kemari.


Here goes the story...


Saya nggak menyangka akan ada (yang berani) mengadakan pelatihan offline (luring). Setelah selama ini semua pelatihan diadakan secara daring. Untuk pertemuan udah nggak heran, sejujurnya. Di tiap kota ada Satgas Covid-19 dengan aturannya. Intinya sih boleh mengadakan asal durasi nggak lebih dari 2 jam serta jumlah peserta maksimal 50% dari kapasitas.

Untuk pelatihan ini saya nggak tau aturan Satgas Covid-19 di Semarang kayak gimana. Iya, tempat asal saya. Syarat ikut pelatihan mengharuskan hasil swab negatif. Karena memenuhi, saya pun berangkat. Hotel ini kalo saya lihat di Google masuk dalam kategori bintang 4. Nggak perlu sebut nama, ya :))

Sebelum berangkat tentu saya mempertanyakan penerapan protokol kesehatan. Oleh panitia ditunjukkan video profil hotel tersebut. Beberapa poin yang digambarkan antaranya:

1. Semua staf menggunakan masker dan face shield

2. Desinfeksi kamar (ngga dijelasin di caption waktunya kapan)

3. Makanan dalam box diantar ke kamar

Apakah yang terjadi sesuai dengan video profilnya?


Pertama tiba, kami memang diminta mengukur suhu. Lalu menaiki lift menuju lobi. Didalam lift tersedia hand sanitizer. Lantai sudah dibagi menjadi 4 kotak beserta panah penunjuk.

Realita? Nggak semua pengunjung mematuhinya. Ketika kami bertiga didalam lift, ada pasangan + 1 anak yang memaksa masuk. Hih, kzl! Petugas pun tidak ada yang mengawasi.

Masukan: seharusnya ada petugas didalam lift layaknya di Mall Solo Square. Pihak hotel HARUS tegas dan menyiapkan ini semua jika memang benar peduli terhadap kesehatan pengunjung.

Sempat pula saya melihat petugas di lobby maskernya diturunin. Waktu saya mendekat baru dinaikin :) halo :) apakah :) masker :) hanya :) aksesoris :) nggak cuma itu lho. Cleaning service-pun juga sama. Saat udah jalan di koridor kamar (saya asumsikan udah selesai bebersih. Nggak megang alat lagi) sambil main hengpong, maskernya cuma ditaruh di dagu :) *ini gak senyum ikhlas!*

Kedua, sesampainya di kamar suasana sih nggak berasa beda dari sebelum pandemi. 




Apakah didesinfeksi setiap hari?Kata temen saya: ngimpi 🤣 bahkan sprei saja saya notice beberapa hari ngga diganti. Saya ngeh karena sprei yang terpasang ada nodanya. Dan masih bertahan hingga hari kepulangan. Entahlah desinfeksinya seperti apa. Padahal didalam kamar kami berdua, lalu setiap hari ada cleaning service yang kita gatau kan status kesehatannya kaya gimana?

Apakah ada monitoring kesehatan rutin? Harusnya pihak hotel transparan tentang ini. Kalau perlu setiap hari tuh terpasang siapa petugas yang membersihkan, berapa suhunya. Jangan beralasan ribet! Kan ini emang tanggung jawab hotel. Kita semua dituntut untuk Adaptasi Kebiasaan Baru.

Ketiga, lanjut apalagi kalau bukan makan. Kirain bakal dianter sampe kamar gitu ya sesuai video. Realitanya adalah... Buffet! Worst is setiap lapak ambil sendiri. Duh, tepok jidat dah. Dimana letak new normalnya? 

Lebih parah lagi meja makan tetep berhadapan. Yang berempat tetap berempat. Lelah hayati. Ngga niat Adaptasi Kebiasaan Baru sama sekali. Mirisnya lagi, pengunjung pas bolak balik ambil makan ada dong yang ga pake masker. Udahlah menguji kesabaran dan kewarasan banget ini 🤧

Area makan outdoor diambil dari kamar 

Yang diganti menjadi box hanya makan malem aja. Itu pun ngambil sendiri di area makan. Sama aja, siapa yang bisa jamin itu box ngga dibuka dan dipegang dulu sebelum diambil?

***

Saya tuh sedih juga loh tau banyak hotel yang terpaksa unpaid leave karyawannya. Tapi dengan kondisi kayak gini, siapa sih yang mau buat nginep di hotel atau sekadar staycation? Berisiko banget jadi klaster penularan baru, kan.

Satu hal lagi yang nggak kalah penting. Terutama untuk kamu influencer yang mulai gencar mempromosikan hotel. Ya saya paham sih kita butuh uang buat makan. Tapi coba lebih kritis dan tanyakan, apa mitigasi risiko yang udah dibuat hotel ketika ada pengunjung maupun karyawan terkonfirmasi positif Covid-19?

Apakah akan dihubungi pengunjung pada hari itu juga?

Atau malah ditutupin?

Ini ngeri banget sih. Beberapa kali diceritakan yang terjadi saat ada kasus justru ditutup-tutupin. Kapaaannnn pandemi kelar gini caranya tuh?

Saya nggak berandai-andai. Worst thing happened to me during this stay is that one of training participant confirmed positive. And now I have to self-isolation until my swab test come out. Lebih detailnya akan saya ceritakan kalau statu sudah terkonfirmasi jelas :") 

Pada akhirnya, saya nggak akan pernah merekomendasikan menginap (dimanapun) yang kamu gatau seperti apa praktik penerapan protokol kesehatannya. Apalagi yang cuma GIMMICK doang. Jangan! Nyawa sendiri taruhannya. Saya sih masih mau hidup sehat dan tenang :")
0

Saturday, October 10, 2020

Review Scarlett Whitening Body Care

Hola gengs! Apa kabar? Semoga sehat selalu, ya. Masih tetep disiplin pakai masker dan #DirumahAja? Aku pribadi iya. Alhamdulillah kantorku masih menerapkan kerja dari rumah. Diantara 5 hari kerja, 3 harinya dirumah. Jujur nih dirumah aja cukup bosan ya. Tapi demi keamanan dan kesehatan harus menahan diri.

Salah satu cara untuk menghibur diri dirumah aja bisa dengan me time. Maklum, ngga bisa keluar rumah secara bebas kan. Me time paling mudah itu lewat mandi! Iya bener. Dengan badan bersih dan wangi bisa memunculkan mood untuk beraktivitas. Aku dulunya ngga pernah sadar ini lho. Pilih sabun mandi ya asal bersih, ngga mempertimbangkan aroma dll-nya.

Sampai kemudian aku terpikir, kayaknya seger deh mandi dengan aroma yang wangi? Yang nggak cuma bersih aja?

Akhirnya akupun mengganti sabun mandiku menjadi yang lebih wangi! Pilihanku jatuh ke Scarlett Whitening. Udah pernah denger merk ini? Lumayan terkenal lho berlalu lalang di media sosial. Pernah baca review sabun mandinya tuh bahkan setelah mandi, kamar mandi tetep wangi. Aduh, jadi mupeng dan teracuni!


Dan aku pun mencoba rangkaian body care dari Scarlett Whitening. Ada 3 produk yang udah aku coba selama kurang lebih 10 hari, diantaranya:

1. Body Scrub “Romansa”

2. Shower Scrub “Pomegrante”

3. Body Lotion “Charming”

Hasil pemakaian lebih detailnya akan aku ulas satu persatu, ya. Simak terus!

1. Body Scrub “Romansa”



Bentuk jar besar berukuran 250 ml, kesan feminim terlihat dari warnanya yang didominasi pink dan putih. Meskipun namanya scrub untuk badan ternyata bulirannya nggak segede yang aku kira! Bulirnya halus dan nggak bikin perih di kulit. Wanginya lembut kayak bau wewangian bayi dengan warna putih bersih. 

Cara pemakaiannya gampang banget. Ambil scrub secukupnya. Lalu usapkan pada kulit yang masih kering. Bukan yang udah basah air ya gaes. Biar dakinya kegerus juga. Jangan sayang pakenya. Ukurannya gede kok jadi puas mau pake banyak-banyak ga cepet habis. Hihi.


Diamkan selama 2-3 menit lalu bilas deh dengan air bersih. After taste nya nyaman, ngga lengket. Dan ngga menimbulkan sensasi panas gitu. Kadang kan ada ya scrub yang bulirnya gede, pas digosok di kulit malah bikin panas huhu. Belom keliatan hasilnya nih mencerahkan atau enggak karena aku baru pake 2x. Kenapa 2x? karena emang scrubnya 5 hari sekali buatku cukup. Kan kulit juga butuh waktu untuk ber-regenarasi (asyique)

2. Shower Scrub “Pomegrante”




Dikemas dalam kemasan botol ukuran 300 ml dengan tutup flip. Dipake 3-4 minggu bisa bertahan kali ya.


Pertama kalinya nih sabun mandi ada scrubnya. Multifungsi banget! Membersihkan kulit dari kuman dan bakteri plus dari kotoran kasat mata yang menempel. Butirannya halusss banget si ngga berasa kalo ngga diniatin nyentuh bulir scrubnya.warnanya gemes banget asli, cairannya pink keungunan, bulirnya merah dan biru. Mengingatkan ke cairan sabun pembentuk balon untuk anak-anak itu loh gaes. Gumush maksimal.

Cara pakainya kayak sabun biasa aja. Bisa diusap ke seluruh badan setelah dibasahi atau pake shower puff. Wanginya lembut cenderung calming gitu.

3. Body Lotion “Charming”



Terakhir yang aku pake setiap hari adalah body lotionnya. Meskipun dirumah aja tetep ya rutin pakai body lotion. Apalagi Solo belakangan ini panas banget. Berasa keringnya di kulit tanpa body lotion.


Varian yang aku pake ini adalah charming dengan klaim brightening dan moisturizing. Pertama kali mencium wanginya, “Familiar deh!”. Aku baca-baca sih wanginya tuh mirip parfume Baccarat Rouge 540 Eau De. Aku belom pernah cium parfumnya langsung sih. But this is more like masculine. Familiarnya tuh aku inget banget ada temen cowok aku yang wanginya kaya gini! Hahaha.

Produk ini dikemas dalam botol pump dengan lock. Aman no bocor bocor club. Selain itu pump-nya bisa di open-close dengan cara diputer. Nih keliatan kayak gini.

Tekstur body lotionnya lumayan kental. Saat dioleskan cepet banget meresap. Cocok buat aku yang ngga sabaran buat beraktivitas setelah pake body lotion. Dia juga ngga lengket sama sekali. Kan ada tuh ya body lotion yang meskipun udah dipake beberapa lama tetep lengket. Ini lebih ke matte gitu hasilnya.

Nah yang aku notice banget wanginya ini tahan lama. Setiap pagi aku pake sekitar pukul 07.00 sambil persiapan kerja. Nah pas zuhur sekitar pukul 12.00 jadwalnya sholat. Otomatis aku wudhu kan tuh kebasuh bagian tangan dan kaki. Wanginya masih nempel dong :”) heran akutu. Jadi menghemat parfum kan ga perlu nyemprot ulang. Wkwk.

***

Keunggulan ketiga produk ini adalah mengandung glutathione dan vitamin E. Gluthatione ini berfungsi mengurangi melanin dan mengubah produksi melanin, alhasil kulit kelihatan lebih cerah deh.

Kolaborasi antara glutathione dan vitamin E ini membantu untuk mencerahkan, melembapkan, dan menutrisi kulit. Ingat ya, mencerahkan. Bukan memutihkan. Cara tau seberapa cerah warna kulit kamu bisa dilihat di bagian yang biasa tertutup oleh pakaian dan nggak kena sinar matahari. 

Misal dada atau bagian perut. Nah bandingkan aja kulit tangan dengan warna kulit bagian dalam itu. Itu batas cerah kulitmu :) dan setiap orang beda-beda ya. Tergantung ras dan gen masing-masing. So, embrace your own skin. Yang terpenting adalah merawatnya agar selalu sehat. OK?

Selama aku pakai ketiga produk ini bersamaan yang kerasa kulit lebih lembut. Wangi pula bikin mood naik. Sejujurnya untuk mencerahkan atau enggak aku kurang ngeh sih. Soalnya selama dirumah aja aku pribadi merasa memang kulitku lebih cerah. Jarang kena sinar matahari langsung, hehe. 


Pertanyaan terpenting yang nggak boleh dilupakan tiap beli produk kosmetika (yes, ketiga produk diatas termasuk golongan kosmetika ya!): UDAH BPOM BELUM? Hayo, kenapa perlu izin edar? Karena tandanya komposisi bahan, klaim, sampe desain kemasannya udah disetujui BPOM. Sesuai aturan, bahan yang digunakan dipastikan keamanannya dan pastinya klaim nggak menyesatkan. Disini terlihat 3 produk punya izin edar dan ada barcode yang ketika discan akan langsung memunculkan data produknya. 


Buat kalian yang concern dengan ethical issue pun jangan khawatir. Produk ini not test on animal :) Jadi aman ya gengs, ASAL…

…. BELI DI TEMPAT TERPERCAYA!

Nah, dimana tuh belinya? Sebagai sobi belanja online aku menyarankan beli di shopee official mall (plis yang ada tulisan mallnya ya!) di Scarlett_whitening terjamin keasliannya, pasti ada hologram Scarlett cem gini. Bisa freeong tinggal nunggu barang sampe rumah aja, enak kan?

Harga per itemnya cukup Rp 75.000 aja gengs! Mau lebih hemat? Bisa banget! Beli yang 1 set berisi 5 item seharga Rp 300.000. udahlah lebih murah, dapet gift dan box eksklusif lagi. Menang banyak. Cuss gaes check out barangnya jangan sampe kehabisan :D
0

Monday, September 21, 2020

Day 7: Favorite Movie #30DaysWritingChallenge

Apa ya? Aku jarang nonton. Biasa nonton alasannya cuma 2: diajak atau aku tau aktor/cerita yang diangkat filmnya. Film terakhir yang kutonton Kim Ji Young: Born 1982. Hasil memaksa temen kaan karena ulasannya bagus. 



Kenyataannya? Emang bagus. Cuma ga se-mengesankan itu sampai menimbulkan kesan mendalam dalam hati *TSAHHH. Bisa jadi tergantung tujuan nonton juga. Aku pilih nonton sebagai hiburan daripada mikir keras. Cukup korean drama saja yang membuatku berpikir.

Film kesukaanku justru model animasi gitu. Kayak Up, Coco, dan... Wreck it Ralph! 

Source: Wikipedia

Yes, Wreck it Ralph akan kunobatkan menjadi film favorit. Tingkat favoritnya sampe tahu dan hafal OST-nya. Nonton diulang 2-4 kali lupa. Yang kusuka versi pertama tahun 2012 dibanding sekuelnya tahun 2018.

Ada yang nonton juga kah? Jadi film ini berlatar belakang tentang arcade game jadul. Aku nyebutnya dingdong. Gatau sama apa ngga. Yang muncul di Reply 1988 dimainkan Jung Bong itu loh. Nah macem itu. Buat maininnya perlu masukin koin.

Ralph merupakan karakter dari game "Fix it Felix". Dia digambarkan sebagai monster raksasa yang suka merusa. Lalu Felix-lah yang membereskannya. Sesuai dengan nama game: Fix It.

Nah ternyata di kehidupan nyata (diluar game) Ralph itu kesepian. Dia iri sama Felix yang punya banyak temen. Selalu dikasih selamat dan terima kasih karena udah membereskan kerusakan yang dibuat Ralph. Dia juga iri dengan medali emas yang dimiliki Felix. 

Terdorong oleh rasa ingin memiliki, Ralph memutuskan menyeberang ke game lain. Cari-carilah dia game mana yang bisa kasih medali. Mulai dari tembak-tembakan sampai ke Sugar Rush. Sebuah game balapan mobil yang karakternya anak perempuan.

Di Sugar Rush dia ketemu Vanellope. Pembalap yang dijauhi dan terkesan dibuang karena pemrogramannya rusak. Jadi si Vanellope ini cacat karena ada glitch "drrt, drrt" nggak mulus. Bikin dia kalah kan. Nah pertemuan keduanya menumbuhkan bibit persahabatan. Mulanya dari Vanellope menjanjikan akan kasih medali kalo bisa juara. Vanellope ga butuh medalinya, dia hanya butuh pengakuan. 

Vanellope and her car


Cerita aslinya lebih kompleks, coba tonton aja sendiri. Seru!

Kenapa suka sama Wreck it Ralph?

1) Full color! Hehe. Ih ya seneng liat warna-warni. Terutama scene di Sugar Rush. Itu kan game balapan dengan mobil/kart-nya berbahan dessert. Kayak marshmallow, permen, dan hidangan manis lain. Memanjakan banget warna pastelnya.

2) Pesan moral: orang jahat sekalipun punya dorongan untuk berbuat baik. Kayak Ralph. Keliatannya peran jahat kan suka merusak. Tapi dia punya sisi kebaikan saat berinteraksi dengan Vanellope. 

Dia menyeberang ke game lain (artinya melanggar aturan) karena dia pengen mewujudkan keinginannya. Punya medali. Sayang, orang di sekitar dia bilang nga boleh karena dia jahat. Akhirnya ya dia mau buktikan kalau orang jahat pun bisa kok dapet medali dan menghalalkan segala cara.

Labelling ini lho yang menurutku pribadi ya, membuat dia dicibir sekelilingnya. In real life dunia nyata nggak enak kan dikasih label tertentu yang melekat. Seakan cuma satu karakter/sifat itu aja yang dipunyai. Sementara manusia kan kompleks. You have to get to know someone until you can decide who they are.

3) Persahabatan imperfect antara Ralph dan Vanellope. Dua orang bertolak belakang yang akhirnya bisa bersahabat. Ternyata 1 orang pun cukup selama dia memahami diri kita dan bisa menerima apa adanya. Sweet, isn't it?

Lirik lagu dari OST yang aku sisipkan diatas pun bagus lho.

Switch on the sky and the stars glow for you 

Go see the world 'cause it's all so brand new 

Don't close your eyes 'cause your future's ready to shine 

It's just a matter of time, before we learn how to fly

***

Panjang juga postingan film favorit ini. Hihi. Kalo kamu film favoritnya apa nih?

0

Sunday, September 20, 2020

Day 6: Single and Happy #30DaysWritingChallenge

Wow baru hari keenam sudah stuck. Topik ini ternyata cukup buat mikir ya. Padahal saat (harusnya) relate dengan status single saat ini. Butuh nanya ke circle terdekat, "Menurut kalian topik single and happy harus bahas apa, ya?"


Meningkatkan kapasitas diri menjadi jawabannya. Makasih ya Ade untuk idenya! Sebagai perempuan, hidupnya seringkali dihubungkan dengan orang terdekatnya. 

Saat masih single, dia dikenal dengan anaknya Pak/Bu X.

Saat menikah, dikenal sebagai istrinya Pak Y.

Saat udah punya anak, dikenal sebagai Ibunya Z.

Sebab itu perempuan saya rasa rentan dengan krisis identitas. Saat hal ini terjadi rasa percaya diri bisa menurun. Bahkan bisa sampai tahap menganggap diri sendiri nggak berharga. Huhu, kok sedih.

Maka dari itu selagi "masih ada waktu" untuk fokus ke diri sendiri, do it. Bukan untuk siapa-siapa, bukan demi mendapatkan jodoh terbaik aja, tapi demi menjadikan diri bahagia.

Baca: Mencari Teman (Hidup)

First thing first, penting untuk mengenali diri sendiri. Dengan mengenali, perempuan bisa mengendalikan emosi, hubungan dengan orang lain, dan mengontrol hidupnya sendiri. Sebenarnya berlaku juga sih untuk laki. Cuma jarang ya laki yang mengekspresikan "ketakutan"-nya akan krisis identitas. Sepertinya lebih banyak perempuan yang ngomongin hal ini.

Kenali diri sendiri mulai darimana? Yang keliatan aja dulu: secara fisik. Berapa tinggi badan, berat badan, ciri fisik ada tahi lalat? Lalu buat list kelebihan dan kekurangan. 

Pernah ngisi biodata di binder jaman SD dulu, nggak? Mirip tuh kayak gitu. Dengan versi unedited alias jujur dan seterbuka mungkin. Tulislah apa adanya. Yang selama ini orang ngga tau tentang kamu. Just write, jangan menghakimi diri sendiri. Semakin detail, semakin baik. Tandanya kita memang kenal diri sendiri.

Pada tahap yang paling ((tinggi)) bahkan kita bisa menuliskan: ketika meninggal nanti pengen dikenang sebagai orang seperti apa, sih?

Baca: Dimanakah Posisimu Saat Ini?

Misal pengen dikenal sebagai MUA ternama. So you know your goals, then you start it. Step by step. Ketika ada hambatan, misalnya ditentang orang terdekat, ngga akan goyah. You know you have a reason to do so. 

Setelah mengenali diri, comes second step: live your life. Jangan membatasi diri pada apapun selama masih dalam koridor syariat (ini saya) dan nggak merugikan orang lain (harusnya semua juga berprinsip gini). Mau mengejar pendidikan tinggi, wirausaha, jalan-jalan, nulis, do it. Seperti tagline sepatu: just do it.

Bahkan meskipun kita baru mencoba ya gapapa coba aja selagi bisa. Toh kesempatan nggak dateng dua kali lho. Remember the mantra: do it for yourself. For your own good.

***

Apakah kedua hal tersebut lantas menjamin para single akan selalu happy?

So far pendapatku pribadi nggak selalu happy. Tapi bisa memberikan joy dalam hidup ini. Nggak merasa nelangsa meskipun orang di sekitar mulai berpasangan. Being single doesn't mean you have no company at all. Masih ada keluarga dan teman yang menyayangi kita.

Baca: Jangan Lupakan Keluargamu

But remember, apapun status kita sebenarnya yang namanya hidup kan seimbang. Ada kebahagiaan, ada kesedihan. Bagaimana tahu itu bahagia kalau nggak pernah ngerasain kesedihan?

Don't rush. Everything's going to have their own time. And while you're single, be happy!

1
COPYRIGHT © 2020 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES