Hola! Apa kabar, gengs? Semoga masih dikasih nikmat sehat, ya! Meskipun pandemi ini belum berakhir. Justru angkanya makin naik. Tetep semangat dan berikhtiar semaksimal mungkin jaga kesehatan diri dan keluarga.


Di pulau Jawa-Bali sendiri saat ini sedang diberlakukan PPKM. Intinya pembatasan gitu, deh. Alhasil pegawai di kantor hanya 25% yang bekerja dari kantor. Sisanya dari rumah. Apakah kamu termasuk juga?

Aku dan Protokol Kesehatan


Sebelum masuk kantor, wajib cuci tangan di wastafel. Masuk ruanganr sebelum duduk pasti aku semprotin dulu mejanya. Karena aku nggak tau apakah mejaku itu dipake orang lain atau enggak. Dan kalo dipake, bisa aja untuk makan. Saat makan ada kemungkinan droplet jatuh di meja. .

Setelah bersihin meja, cuci tangan lagi. Hampir setengah jam sekali aku pake hand sanitizer. Kadang males berdiri pergi ke toilet untuk cuci tangan, hehe. Hand sanitizer aja biar cepet. Nah, masalahnya adalah hand sanitizer itu ada minimal kandungan alkoholnya untuk bisa efektif membunuh bakteri. Sekitar 70-80%an. Dampak keseringan semprot hand sanitizer ini bikin kulit tanganku kering. 

Kelihatan dari perubahan warnanya jadi agak putih gitu lho, tau kan yah? Trus pas dipegang ada rasa kasar. Kalo parah malah sampe bersisik :( huhu. Biasanya di sela jari yang parah tuh. Makanya penting banget buatku cari produk yang bisa menjaga kelembapan kulit.

Produk Perawatan Kulit Pilihanku


Jeng jeng! Ini dia. Namanya eBright Skin Whitening Advance Body Butter. Udah pernah denger tentang brand ini?


eBright Skin adalah salah satu produk kosmetika lokal. Yep, local pride nih. eBright Skin punya rangkaian perawatan produk untuk kulit wajah dan kulit tubuh. Dia punya konsep natural skin care based on technology. Dan berkomitmen untuk menyediakan produk yang cocok untuk kulit tropis masyarakat Indonesia.

First impression eBright Skin Whitening Advance Body Butter: wah, produknya compact! 


Dengan kemasan jar ukuran 100 gram, produk ini nggak makan tempat buat ditaruh di meja kantor. Dimasukin ke laci meja pun masih muat. Klaim produk ini adalah moisturising (melembapkan), nourishing (menutrisi) dan softening (melembutkan). Kok bisa klaim 3 hal tersebut, ya? Emang bahannya apa aja?


Ingredients: Aqua, Olea Europaea Fruit Oil, Dimethicone, Paraffinum Liquidum, Cetearyl Alcohol, Niacinamide, Glycerine, Isononyl Isononanoat, Phenyl Trimethicone, Betaine, Butylene Glycol, Propylene Glycol, Titanium Dioxide, Butyrospermum parkii, Polyacrylate-13, Fragrance, PEG-20 Stearate, Polyisobutene, DMDM Hydantoin, Disodium EDTA, Polysorbate-20, Sorbitan Isostearate

- Olea Europaea Fruit Oil (minyak zaitun): untuk menjaga kelembapan kulit
- Niacinamide: tau dong untuk apa? Yep, mencerahkan kulit
- Shea butter: menghidrasi kulit

Cara pakainya gimana? 



Gampang banget. Cukup oleskan body butter ini ke bagian tubuh yang dirasa kering. Seperti: siku, lutut, kaki, atau bagian jari-jari. Saran pemakaiannya pagi setelah mandi, sore setelah mandi, dan sebelum tidur saat kulit kita beregenerasi. Gara-gara baru tau kulit beregenerasi saat tidur, sekarang aku pake juga sebelum tidur :P ngga jadi ditinggal di kantor! 

Tekstur eBright Skin Whitening Advance Body Butter



Teksturnya agak lebih cair daripada body lotion lainnya. Tapi entah kenapa ya, aku merasa justru karena itu aku oles sedikit aja tuh udah berasa lembap. Saat dioleskan, nggak lengket di kulit. 

Dan baunya itu lohh! Menurutku kayak bau minuman rasa melon! Fresh dan sedikit sweet. Paling suka olesin ini di bagian jari kaki dan sela-selanya. Soalnya di bagian itu berasa banget keringnya. Entahlah kenapa :(

Hasil pemakaiannya?


So far pemakaian selama kurang lebih 10 hari, kulitku lebih lembap. Keliatan terutama di bagian jari kaki. Jari kakiku tuh kalo kering sampe mengelupas gitu. Dimulai dari keras, trus gatel pengen ngelupas. Akhirnya malah melukai diri sendiri. Sedangkan di sela-sela jarinya agak bersisik. Sekarang Alhamdulillah udah berkurang. Tinggal dirutinin aja, aku suka sebelum tidur pakenya. 

Kenapa? Karena enak gitu tidur dengan kondisi kulit lembap + aroma body butternya yang fresh. Ngga perlu pake aromatherapy. Hahaha.

***

Tentunya aku ga mau pake kosmetika abal-abal, ya. Harus udah terdaftar BPOM. eBright Skin Whitening Advance Body Butter sudah terdaftar dengan nomor notifikasi BPOM NA18190125193. Muslim friendly pun, karena udah halal juga dari MUI. 


Siapa aja yang boleh pake eBright Skin Whitening Advance Body Butter? Minimal usia 13 tahun yaa.

Apakah ibu hamil dan menyusui boleh menggunakan eBright Skin Whitening Advance Body Butter? Boleh! Bahannya aman untuk bumil dan busui, kok. Tapi akan lebih baik lagi jika kamu konsultasi dokter dulu ya sebelum menggunakan. Kan kondisi setiap orang itu beda saat hamil/menyusui :)

Pertanyaan paling penting nih: HARGANYA BERAPAAA?

Tenanggg. Untuk 100 gram eBright Skin Whitening Advance Body Butter harganya Rp 85.000. Cukup terjangkau dan sebanding kan dengan kebaikannya untuk kulit? Hihi.

Beli eBright Skin Whitening Advance Body Butter dimanaa? Bisa dibeli lewat website, e-commerce seperti Tokopedia maupun Shopee. Tuh gampang banget kan. Tinggal check out aja.

Oh ya, eBright Skin ini juga menyediakan layanan konsultasi lho. Nggak cuma menyediakan barang aja. Jadi kamu bisa lebih yakin lagi untuk membeli produk mana yang cocok dengan permasalahan kulit kamu. Good deal banget, kan?

Gimana, tertarik untuk dapet kulit lembap, lembut dan ternutrisi? Pake eBright Skin Whitening Advance Body Butter lah ;)
Review Lumpu - Tere Liye

Review: Lumpu (Unedited Version)
Judul: Lumpu
Penulis: Tere Liye
Terbitan: Desember 2020
Penerbit: Google Play Book (e-book)
Jumlah Halaman: 685 halaman


Sinopsis

Apakah Raib, Ali dan Seli mampu mengalahkan Lumpu? Siapa diantara mereka yang akan kehilangan kekuatan? Ada apa dengan ekspedisi Klan Aldebaran 40.000 tahun lalu.

Review

Ini ngga tau sinopsisnya bener apa enggak. Hahaha. Belakangan Tere Liye emang lebih sering rilis buku di Google Playbook dulu. Versi unedited. Aku seneng aja sih, kadang suka dikasih diskon. Sebagai penggemar Tere Liye garis berat pun selalu penasaran dengan karya terbarunya.

Nah, udah lama ngga ngereview serial Bumi tau-tau balik lagi untuk review buku ke-11! Ngga papa yah. Baru nemu semangatnya lagi. Buku terakhir yang diterbitkan adalah Nebula. Akhir dari Nebula yaitu Miss Selena berusaha mengontak Ali, Raib dan Seli. Keadaan Miss Selena sangat buruk. Jalur komunikasi putus-putus. Dan kekuatan petarung Miss Selena lenyap.

Sosok yang bertanggung jawab atas hilangnya kekuatan Miss Selena adalah Lumpu. Dia merupakan salah satu dari sedikit penduduk Nebula yang tersisa.

Di seri Lumpu ini, trio Ali, Raib dan Seli kembali berpetualang. Aku berekspektasi latar kejadiannya akan di Klan Nebula. Artinya akan ada perkenalan Klan baru lagi. Ternyata enggak. Karena minimnya informasi tentang Klan Nebula, akhirnya Ali, Raib dan Seli justru berpetualang ke Klan Bulan. Kali ini tujuan mereka adalah ABTT (Akademi Bayangan Tingkat Tinggi).

Rencananya mereka akan bertanya kepada Master Ox dimana mereka dapat menemukan Lumpu. Dari Master Ox, mereka mendapat jawaban: Tamus. Akhirnya Ali, Raib dan Seli mencari Tamus untuk menemukan Lumpu. Iya, buku ini adalah tentang mencari dan menemukan.

Setelah ada pukulan berdentum, teknik terakota, teknik penyembuhan, dan banyak teknik petarung, ternyata masih ada teknik petarung lain. Seperti yang dimiliki Lumpu, bisa menghapuskan kekuatan seorang petarung.

Gimana caranya? Penasaran nggak? Hahaha. Teknik menghapus kekuatan ini mengingatkanku pada salah satu scene di Wreck it Ralph 1. Ingat saat Venellope berusaha “memperbaiki” dirinya dengan masuk ke kode yang menyusun dirinya? Nah, kurang lebih seperti itu. Kalau kamu sudah menonton film ini, pasti bisa menebak dengan tepat seperti apa kekuatan Lumpu.

Lagi-lagi, di petualangan ini Tere Liye menggambarkan perjuangan dan persahabatan Ali, Raib dan Seli. Ali dengan kejeniusan dan kejutan dibalik perilakunya. Seli yang suka ngomel. Dan Raib yang tetap pemaaf dan stay calm diantara mereka bertiga.

“Kata orang bijak, kadangkala kita justeru menemukan sesuatu saat sedang tersesat, Sel. Saat kita cari setengah mati, tidak ketemu-temu. Eh, saat tidak dicari lagi, malah tersenggol kaki, muncul sendiri”
Yang mengejutkan adalah....kali ini ada tokoh baru yang dimasukkan terkait dengan masa lalu Raib. Di buku ini pun pada akhirnya juga menjelaskan bahwa kekuatan petarung tuh bukan segalanya. Akan ada salah satu dari ketiga sahabat ini yang menjadi korban Lumpu. Alias dihapuskan kekuatan petarungnya.

“Kekuatan itu bukan sihir, bukan fantasi, itu adalah ilmu pengetahuan. Bisa dijelaskan.”
Afterall, ini menarik sih. Tapi sejujurnya mungkin akan lebih menyenangkan untuk berpetualang ke klan lain. Hehe. Selain itu, ending dari cerita ini cukup memuaskan. Kamu ga perlu kesel nungguin buku berikutnya :P artikan sendiri maknanya, ya. 

Oh ya, seri ini nggak bisa dibaca tanpa membaca seri sebelumnya ya. Susah nyambungnya nanti. Makanya jangan lupa buat baca 10 buku sebelumnya!

Review Perikardia: Perjalanan Indah untuk Dikenang, Ribet untuk Diulang


Judul: Perikardia - Perjalanan Indah untuk Dikenang, Ribet untuk Diulang
Penulis: dr. Gia Pratama
Terbitan: Desember 2019
Penerbit: Mizania
Jumlah Halaman: 336 halaman

Sinopsis


Gia tidak pernah menyuntik, membius, menjahit luka, apalagi menyembuhkan orang.

Gia tidak pernah membayangkan itu semua. Cita-citanya waktu kecil menjadi seorang astronaut. Diinspirasi Papanya yang seorang penerbang. Dia ingin melihat hamparan Bumi yang indah dari kejauhan. Impian yang terus memenuhi kepalanya lebih dari dua dekade.

Semua berubah saat Gia masuk Fakultas Kedokteran. Menjadi Dokter? pikirnya berulang-ulang.
Saat koas, Gia ditempatkan di kota yang tidak dia kenal seumur hidupnya, Garut. Kesempatan itu membuat pikirannya semakin terbuka.

Kehidupan yang nyaman, serbacukup, praktis, dan nyaris tidak terbayang susahnya hidup, saat koas semuanya berubah. Gia yang awalnya terpaksa melakukan pengabdian masyarakat, mendapat pelajaran berharga dan menakjubkan.

Bersama teman-temannya, mereka bahu-membahu membantu siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Saling mendukung, menggali kenyataan tentang tubuh manusia yang indah tiada dua, dan mengingat tentang tanggung jawab untuk menjaganya.

Semua yang dialaminya akan mempersiapkan dirinya untuk ujian sesungguhnya, "Ujian Tingkat Dewa".

Review


Sebelumnya saya udah baca buku pertama dr. Gia: #BerhentidiKamu. Isi bukunya udah saya ulas disini. Kurang lebih cerita romantis tentang pertemuan dr. Gia dengan istrinya. Kisah cintanya gitu deh. Sebab itu saya nggak langsung tertarik untuk beli buku ini saat rilis. Padahal buku yang pertama itu ikutan pre-order saking semangatnya. Saya pikir palingan nggak beda jauh isinya. Masih kisah cinta.

Ternyata eh salah besar! Buku ini memang masih menjadikan dr. Gia dan istrinya sebagai tokoh utama. Tapi, inti ceritanya bukan disitu. Justru intinya adalah pengalaman koas dr. Gia yang nggak terlupakan. Di postingan instagram istri dr. Gia bilang ini novel. Saya nggak tau sih sejauh mana fiksi mana nyata. Tapi bener deh, baca ini perasaannya campur aduk. Haru, lucu, serem (asli!), dan miris.

Cerita dimulai dari pengundian tempat koas. Ya, lulusan kedokteran bergelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) harus menjalani koas untuk mendapatkan gelar Dokter. Dan dilanjutkan Uji Kompetensi agar bisa praktik dokter. Saat undian, dr. Gia mendapatkan penempatan di Garut. Kedengarannya masih "aman", ya? Kan masih di Jawa tuh. Nggak jauh pula dari Jakarta.

Ternyata di Garut ini bagi dr. Gia beda banget dengan kehidupan sehari-harinya. Yang serba ada, apa-apa udah disiapin. Gampang kesana kemari. Perbedaan mencoloknya tentu dari segi bahasa. Di Garut, masyarakatnya menggunakan bahasa Sunda.

Ada 13 Bab disini:
1. Goblet of Undian
2. Hari Perdana
3. Bangunkan Putri Tidur
4. QR Code
5. Batas Pemisah Alam Semesta
6. Setipis Timpani
7. Penyimpan Kenangan
8. Valar Morghulis
9. Para Pemilik Rahim
10. Pisau Tertajam
11. Bukan Hobbit
12. Serbuan Ribuan Penyakit
13. Ujian Tingkat Dewa

Sebenarnya tiap bab itu menggambarkan stase koas. Mulai dari Anestesi, Mata, Kulit dan Kelamin, THT, Neuro, Forensik, Obgyn, Bedah, Anak, dan Penyakit Dalam.

dr. Gia bercerita tentang pasien yang dia rawat disetiap stase tersebut. Asli sih menarik banget. Di tiap cerita ada hikmah yang bisa diambil. Misalnya di stase Kulit dan Kelamin. Ada nggak yang nyadar kalau kulit itu organ terbesar dan terberat di tubuh kita? Beratnya hampir 10% dari berat tubuh.

Berasa dapet ilmu, gitu di setiap ceritanya. Ternyata tubuh manusia ini sungguh menarik dan kompleks. Mereka bekerja satu sama lain sesuai fungsinya. Namanya juga cerita tentang kedokteran ya, pasti banyak istilah asing untuk masyarakat awam. Jangan khawatir, dr. Gia selalu menyertakan catatan kaki dibawahnya. Sehingga kita bisa langsung paham apa yang dimaksud.

Cerita paling ngena di saya waktu stase forensik. Agak horor disini. Saya baca malem-malem skip biar dibaca pagi aja khusus bagian forensik. Hahaha. 

"Kalian akan menjalankan hal-hal yang tidak biasa. Pasien yang kalian hadapi bukan hanya datang untuk berobat, tapi mencari keadilan. Sayangnya, pasien yang datang ke kalian tidak semuanya bernyawa, tapi mereka butuh bantuan kalian." - hal. 163

Meskipun di hadapan jenazah, makhluk yang nggak bernyawa, harus tetep berlaku sopan santun. Percaya nggak percaya sih, kalau meremehkan atau berkata nggak seharusnya pasti ada hal-hal yang nggak diinginkan.

Jangan pernah sia-siakan waktu. Gunakan waktu hanya untuk segala sesuatu yang bermanfaat, khususnya untuk menjaga kesehatan. Berikanlah waktu yang cukup kepada satu-satunya kendaraaan jiwa kita ini, untuk berolahraga yang rutin, untuk minum air putih yang cukup setiap hari, dan untuk memberikan seluruh makanan sehat yang diperlukan.

dr. Gia menutup ceritanya dengan apik. Banyak pelajaran dan pengingat yang bisa diambil dari buku ini. Apalagi dr. Gia juga menyelipkan beberapa ayat Al-Qur'an untuk kita maknai. Bintang 5 deh, bravo dr. Gia!
Gusti..nggak nyangka bisa sampe titik ini. Titik mempertahankan kewarasan hahaha. Banyak orang merasakan hal sama kali ya. 2020 tahun yang panjang dan nggak menentu. Tahun memikirkan ulang apa arti hidup. Tahun dimana kembali diingatkan: satu-satunya kepastian ya ketidakpastian itu sendiri.

2020 Year in Review

Saya merasa "bertumbuh" di tahun ini. Yang awalnya nggak terlalu kenal diri sendiri, jadi lebih kenal. Berusaha berkompromi dengan ini itu. Yah, semoga selalu dikuatkan menjalani hidup ini ya kan.

Januari


Semangat kerjaa! Tahun anggaran baru selalu membawa perencaan baru. Koordinator baru, kegiatan baru, all excited membaktikan diri untuk negeri *ea*

Pertama kali jalan-jalan sendiri literally ga ngajak siapa-siapa. Rutenya pun random aja HAHAHA ke Jogja oemji. Di Jogja kemana? Cuma ke Gembira Loka sama muterin Malioboro. Disyukuri lah. Sekarang mana berani kayak gitu. Parno duluan.

Ketemu temen lama

Dari ngantri Prameks sampe sarapan di Malioboro

Highlight bulan ini: nyoba kereta bandara. Aseli nggak terlupakan. Beneran kegiatan mengisi kegabutan anak kos dengan melancong gratisan. Ke bandara ngga buat terbang cuma memenuhi hasrat kekepoan. Sekarang ngeliat lagi momen itu wah sama sekali nggak menyesal sih. Kapan lagi ya kan?

Baca ceritanya disini dan sedikit videonya disini!

Baca: Pertama Kali Mencoba Kereta Bandara Adi Sumarmo Solo


Februari


Oemji sama sekali nggak ngeposting! Sibuk apa ya? Bentar cek galeri handphone dulu. Ternyata februari sering keluar alias jalan-jalan. Kok ya nggak diposting? Hm pasti kumat malesnya.

Bulan ini puas dengan

- Bolak balik pulang Semarang (seminggu sekali apa, ya?)

- Nyobain makan koreaan di Kimchi Restaurant. Hujan pula. Terniat banget deh. Lalu dilanjutkan ke Transmart Pabelan cuma buat beli ubi cilembu :)) so fun tho!
 

- Bikin video campaign di kantor. Minjem studio kopi dengan modal jajan doang disitu. Ngakak nggak berhenti waktu syuting. Hujan juga! Ih seru banget. Kapan ya bisa bikin video kayak gini lagi? (lagi-lagi pertanyaan retoris)

Agak sedih udah merencanakan bakal ada semacam series eh cuma berhenti di 1 video doang. Tahun ini campaign apa ya? Pengen lebih kreatif lagi, deh.

- Main ke Gedung Djoeang dan Rumah Atsiri untuk pertama kalinya.

- Sering jajan diluaar sama temen kantor nyicipin makan. 

- Perpisahan sama 1 pegawai non ASN karena pindah ke Semarang.
- Pameran di Solo Paragon Mall.

- Tugas dini hari ke Wonogiri eh lupa bawa dokumennya LOL banget.

- Dipaksa ikutan video competition berbahasa Inggris. Kalah sih, but no problem. Menikmati proses dibaliknya. Dapet reward juga dong: ke Jakarta untuk menghadiri ulang tahun instansi tercintaa! Hahaha. Seneng banget ih itu dinas luar kantor terakhir sebelum pandemi. 

- Uji Kompetensi. Ini agak lupa Februari apa Maret, ya?

Ternyata udah merangkum ceritanya disini:

Lumayan banyak momen. Harus banget diabadikan di satu postingan emang biar bisa tetep mengenang *halah*


Maret


Awal Maret masih bisa seneng-seneng. Yha tetep sih main di emol. Ngejar sunset yaAllah hidupku kok kayak nggak ada beban gitu ya. Ke mal cuma buat kepoin rooftopnya aja. Nggak nyesel sama sekali. Suasananya cakep. Liat Solo dari atas, so pretty!

Sunset dari Solo Mall Paragon

Memasuki tengah bulan dihantam pandemi. Mulai diinstruksikan untuk kerja dari rumah alias WFH. Rasanya? Kaget banget dong. Semua orang on alert. Sampai jadwal untuk KIE ke salah sekolah terpaksa dibatalkan. Diliat lagi agak miris sih. Pada saat itu angkanya belum setinggi sekarang justru WFH full dan semua dialihkan online. Sekarang angka terus naik udah kaya ngga ngaruh. Boleh aja ngumpulin massa. Masyarakat mulai bosan dirumah aja. Ngga ada lagi quarantine life dengan dalgona-nya.

Setiap Senin dan Jumat apel online lewat Zoom. Yep, pertama kalinya menggunakan teknologi video call untuk kerjaan. Semua dicoba dari Zoom, Webex dan Google Meet. Tetep balik lagi ke Zoom dengan segala kemudahan fiturnya.

Keluar untuk kerjaan hanya food security di bandara. Itu pun sepi banget dibanding sebelum pandemi. Item yang diuji minimalis kuantitasnya. 

April


Pindah kamar! Uhuy, senengnya. Pindah ke kamar yang lebih terang dan lebih memadai. HEHEHE. Merasa cukup nyaman dikamar sekarang, beli-beli furniture deh. Hahaha. Benda 1: meja kecil. Yep. Pertama kalinya kan kerja dari kos. Dulu mana pernah membayangkan?

Baca: Setahun Ngekos

Benda 2: rak ikea lerberg. Ini jatuh cinta pada pandangan pertama huhu cantik banget gak sih gaes rak lerberg tuh?

Mei


Bikin video ucapan Ramadhan. Buat kantor sih. Lumayan bisa dandan kan dengan alasan untuk syuting :)) ah, di bulan ini pertama kali menggunakan aplikasi Halodoc. Gara-gara makan cumi, muka kemerahan. Asli merahnya kayak ditonjok sana sini. Gatal pula. Alhamdulillah obatnya mempan. Terima kasih teknologi. Sungguh memudahkan hidup.

Baca: Kamu Butuh Test Covid-19? Halodoc Aja!

Hampir kelupaan: pertama kali sholat Eid sendiri. Pencapaiankuu ~ Alhamdulillah nggak sendiri banget. Masih ada temen untuk bakar-bakaran bareng. Huhu :")

Baca: Pertama Kalinya Lebaran Sendiri di Perantauan

Juni


Melanjutkan beli furniture. Kali ini rada mevvah: ranjang. Mikirnya I deserve this because I cannot stand the floor. LOL. Ga mikir gimana ngerakitnya, yang penting hayuklah beli dulu. Pas tracking kaget lho beratnya 70+ kilo???

Alhamdulillah ada teman terbaik yang mau bantuin huahahaha. Masih inget banget tuh kami pake baju putih baru pulang kantor langsung ngerakit. Obengnya minjem pula dari adik kos. Sepertinya kami memang ada bakat nukang.

Ah, Juni mulai rajin jalan kaki. Emang aneh. Saat pandemi justru pengen keluar. Ya mungkin terdorong perasaan terkungkung didalam ya. Cabin fever they say. Seru. Dengerin podcast sambil jalan. Tengok kanan kiri liat ada bunga yang bagus ga yaa... Sunrise yang bagus dimana yaa... Ada kepuasan tersendiri ketika liat angka di miband. LOL.

Bulan ini mulai campaign New Normal. Kurang tepat ya. Yang bener adalah: Adaptasi Kebiasaan Baru.

Juli


Kirain pandemi bakal cepet kelar. Ternyata masih bersambung hingga Idul Adha. Wagelaseh. Lagi-lagi ada orang baik yang mau berbagi daging. Penjaga kos, temen kerja. Sampe dikirimin berantang-rantang dong. Terima kasih orang bhaiqueee. Rekor 2x lebaran nggak pulang. YaAllah nggak pengen mengulang, deh. Can I go home for the next Eid, safely please?

Agustus


Dapet jatah swab test. Rasanya hmm luar biasa. Nggak sesakit yang diomongin orang sih. Cuma nggak nyaman dan "nyebelin" aja ada benda asing nyolok hidung. Daaan for the first time akhirnya bisa WFH literally from home. Terharu aku terharuu.

Baca: Pulang, Setelah 4 Bulan

Mulai bulan ini kembali ke normal pelayanannya. Ya di kantor. Ya di MPP. Antara was-was dan seneng. Was-was karena angkanya naik terus. Solo dari bulan 7 sampe tahun berganti pun masih Zona Merah. Seneng karena bisa ketemu orang dan ngobrol langsung. My extrovert side dancing all night.

Ah iya, ikut upacara virtual pun. Sedih. Tahun kemarin 17an bisa nyanyi-nyanyi. Ketawa-ketiwi. Lomba kecil-kecilan. Kemewahan banget ya ternyata. Nggak khawatir menularkan apapun. Huft.

Pencapaiannya: menjadi narasumber webinar. Nggak terlupakan deh "ngomong" sama komputer. Buat saya lebih bisa enjoy sih. Karena nggak nervous. Bisa cari jawaban pun untuk pertanyaan yang diajukan. Ehehe.

September


Jadi narasumber di pertemuan langsung. Iya, udah pada buka pertemuan hmm begitulah. Kayaknya ini pertama kali konseling ke psikolog juga. Finally!

Oktober


Bertambah umur. Merayakan kecil-kecilan di Semarang huhuhu karena ada pelatihan. Tetep bahagiaa meskipun nggak sempet mampir rumah. Itung-itung staycation tipis-tipislah seminggu di hotel. Literally. Menginjakkan paving depan hotel pun tidak, bun.

Tapi karena itu pula dalam seminggu swab dua kali. Iya. Pertama syarat pelatihan. Kedua karena ada peserta yang positif. Alhamdulillah masih dikasih sehat. Itu aja nunggu hasil swab udah ketar ketir banget Astaghfirullah. 

Baca: Mendadak ODP

Akhir bulan sempet disamperin orang rumah.

November


Pertama kali jualan di Shopee! HAHAHA. Neither something new nor fancy. Just preloved book. Daripada nganggur doang di kos. Dikirim ke rumah kayaknya ngga bakal ada yang baca juga. Yaudah. Eh laku 1. Lumayan buat beli buku lagi. Win win solution. Pas dapet orderan tuh berasa orang paling bahagia sedunia. Senyum mulu sepanjang hari. LOL.

Medical check up dari kantor. Hasilnya yaa disuruh ngurangi garam. ((Diduga)) ada sesuatu di jantung. Belum follow up untuk periksa ke dokter spesialis sih. Maybe later.

Bulan ini balik ke Semarang sebentar buanget. Demi disumpah PNS. Alhamdulillah. Nambah lagi tanggung jawab dalam hidup saya. I'm happy back in town but also sad because doesn't get a chance or gut to say hi.

Desember


PULANGGG! CUTI! Nikahan kakak saya. Was-was. Asli. Melihat orang banyak kayak gitu. Saya pake masker terus. Makannya sembunyi-sembunyi nunggu orang lain selesai. Diajak foto tetep pake masker. Ga mau salaman. Pokoknya jaga diri buanget nget.

Gongnya: orang kantor positif. 2 orang. Langsung rapid antigen. Semua kegiatan dialihkan (lagi) menjadi online. Gosh, another mental breakdown :")

***

Now that I'm looking back, ternyata hidup masih seru. Nggak sesuram yang selama ini bercokol di pikiran saya. I got a lot to do. Even still far from what I expect. But that's life right? Life is another series of plot twist. Alhamdulillah, thanks God I still alive. Safe and sound until today. I got to write this post. Let's make another stories this year!

Instagram