Saturday, August 01, 2020

Belajar dari Jouska

Hei. Ini beneran belajar, ya. Sebelumnya aku harus menegaskan ini: aku selalu berusaha netral dalam menanggapi setiap isu yang beredar di media sosial. Aku menahan diri untuk ngga ikutan mengomentari atau justru menjelek-jelekkan salah satu pihak. This is purely my thought. 


Sangat disesali memang dengan kasus Jouska ini. Mengingat namanya yang sedang naik daun. Kayak pepatah: karena nila setitik rusak susu sebelanga. Berharap semoga kasusnya cepet kelar dan seluruh pihak mencapai kata sepakat.

Tau akun Jouska dari kak Ica @annisast. Waktu itu bahas tentang kepemilikan apartemen kalo ga salah. Pertama kali banget nih tertarik sama topik finansial. Maklum ya, fresh graduate baru punya gaji. Pasti berhati-hati dalam membelanjakan. Ga mau dong gaji numpang lewat?

Baca: Tips Mengatur Gaji Biar Kantong Nggak Jebol

Dari situ aku belajar:

Dana Darurat! Hal pertama yang diwanti-wanti kebanyakan financial planner. Sebelum menabung dan investasi. Aku yang ngga pernah diajarin keuangan sama sekali oleh orang tua langsung memutuskan. Berapa besaran dana darurat yang harus disisihkan per bulan. Alhamdulillah sampai sekarang rutin. Masih belum mencapai target. Semoga 10 bulan lagi tercapai. Biar bisa ke tujuan finansial lain ❤️

Investasi! Ini kan yang didengungkan juga setelah Dana Darurat terpenuhi? Meskipun Dana Darurat ku masih harus diisi, aku mulai investasi. Jouska ini selalu bilang lho jangan pelit sama diri sendiri. Investasi itu termasuk yang ada didalam kepala alias investasi ilmu.

Apakah berhasil? Iya. Aku jadi rajin ngikutin instagram live. Waktu itu jadwalnya Jouska adalah tiap jumat sore :) aku sempet beli tiket J-Talks juga! Lumayan pricey bagiku. Sayang ngga jadi ikut. Alasannya? Venue pilihan dia pindah di sebuah bar. 

As a hijabi aku merasa ngga cocok. Kayak menggadaikan iman, gitu. Kan ada hadisnya ya jangan mendekat minuman keras. Aku tau aku ngga minum. Tapi somehow kalo aku tetep kekeuh dateng merasa support usaha miras. Nauzubillah. Akhirnya refund, deh. Padahal udah kutunggu-tunggu tuh acara :))

Oh ya invest pertamaku berupa SBN! Katanya sih ini sekaligus membantu negara yekan. Ada kok pilihan yang syariah sesuai dengan dewan syariah MUI. Sampai sekarang masih kupegang. Alhamdulillah tiap bulan dapet kupon. Buat bayar biaya admin bulanan bank 🤣

Apalagi?

Strategi marketing! Nyadar ga sih Minjou ini mendongeng alias story tellingnya bagus banget? Each words they wrote left quite impression in my heart. Hahaha. Aku beberapa kali ngescreen shot kalimatnya. Sesuka itu!




Konten yang mereka sampaikan hampir selalu relevan. Meskipun kurang relate ya yang sering dishare keuangan kelas atas lol. Terlepas dari kritik banyak orang tentang fear mongering ya. I decide to take the good lesson instead.

Ngga berhenti sampe situ. Aku beli buku yang ditulis co-foundernya. Apakah aku beneran termehek-mehek oleh Jouska? 🤣 Jujur sih buat orang awam kaya aku ya membantu banget. Beda ya kata orang ahli sih itu ilmu basic. Kalo ngga kenal Jouska aku ngga ngerti sih apakah bisa sampe tahap ini literasi finansialku. 

Baca: Dimanakah Posisimu Saat Ini?

Makanya aku menyayangkan banget sih dengan adanya kasus ini. Beneran plot twist :( reputasi yang dibangun bertahun-tahun hancur seketika. Lha wong medsosnya aja udah deaktif semua.

Well, ini pelajaran juga sih buat kita. Integritas itu mahal. Sekali kepercayaan masyarakat hilang, wuss hilang sudah kita dari peredaran. Semogaaa selaku ingat ya jujur itu yang utama. Also don't be blinded by money. Because at the end of the day, all of our possession is nothing more than tools. To bring us whether to good or bad place later in another life.
0

Sunday, July 19, 2020

Half Offline

Another storm comes. I am in state of...linglung? Doesn't sound that simple, tho. I was thinking it over and over what is wrong. Maybe how I think. Or how I interract with people. Or I am gaining some new perspective and understanding that I cannot accept yet.


Rasanya seperti ada yang kurang, tapi nggak tau apa.
Ada yang pengen diceritakan, tapi nggak tau mulai darimana.
Ada yang pengen disapa, tapi nggak berani mengawali.
Hidup yang kelihatannya simpel menjadi rumit ketika pikiran berseliweran. Ternyata, yang butuh ditata itu bukan cuma tempat tinggal secara fisik aja. Rumah, atau kamar. Pikiran yang setiap detik menit jamnya digunakan pun perlu ditata. Bukan cleaning but rather organizing.

I might look okay from the cover. Deep down I don't know where am I going. Where is it the place I'm heading? Not really sure. Probably because all feel too comfortable. Atau sebaliknya, all is mess that I don't know where to fix.

Keputusan yang saya ambil adalah mengurangi konsumsi media sosial. I uninstalled instagram. Not logging in via browser. I deactived my twitter account. Good thing is that I got paid regularly so I have no worries in deactived twitter.

It was my biggest move this year. Twitter was my place to rant. A powerful source of info. Be it nationwide or worldwide. But then, here lies the problem.

Infodemic is that it? I'm craving for news, update, information every second. I don't seem to have a power to take a pause. And so: my mind wandering here and there.

I used to love it when I know what's going around. Now it seems to hard to handle. Step by step, going offline. Repurpose what kind of life I want. Rethink what is important for me in this life. Breath. Create my own happiness without depending on possession, materialistic things.

So here it is a new phase: half offline while looking for right direction to live. 
0

Thursday, July 16, 2020

Keuntungan Menggunakan Tapered Roll Bearing

Tapered Roll Bearing atau bantalan rol tirus adalah unit yang terdiri dari kedua balapan tirus (cincin dalam dan luar), dan rol tirus. Konstruksi ini dimaksudkan untuk beban kombinasi, seperti aksial ganda dan beban radial. Sumbu bantalan adalah tempat garis-garis diproyeksikan dari jalur pacuan kuda bergabung di lokasi yang sama untuk meningkatkan penggulungan, sekaligus mengurangi gesekan.


Kapasitas beban dapat ditingkatkan atau dikurangi tergantung pada sudut kontak yang meningkat atau menurun. Semakin tinggi derajat sudut, semakin besar sudut kontak. Mereka biasanya digunakan berpasangan untuk penanganan beban radial yang lebih baik, dan dalam beberapa aplikasi tugas berat, dapat ditemukan dalam dua atau empat baris yang digabungkan dalam satu unit.

Penggunaan Bantalan Rol Meruncing


Jenis bantalan ini dapat ditemukan di beberapa aplikasi sehari-hari, terutama di roda mobil. Sementara desain asli sebenarnya dibangun untuk roda gerobak untuk meningkatkan kinerja mereka untuk keperluan pertanian, mereka sejak itu telah diadaptasi untuk digunakan di berbagai spektrum industri otomotif. 

Biasanya digunakan berpasangan untuk mendukung jumlah gaya aksial yang sama di kedua arah, mereka telah datang jauh sejak zaman roda gerobak. Namun konsep tersebut telah bertahan dan berkembang 120 tahun kemudian. Mereka juga dapat ditemukan di peralatan pertanian, kotak roda gigi dan gandar, mesin dan reduksi, baling-baling, gerbong kereta api, dan pertambangan dan konstruksi.

Keuntungannya


Bantalan rol tirus dirancang untuk mengurangi gesekan dan pada gilirannya mengurangi panas yang dihasilkan yang menyebabkan desain bantalan sebelumnya gagal. Bentuknya yang meruncing memungkinkan pemindahan beban secara merata saat bergulir. Keausan ini berkurang secara dramatis, pada gilirannya meningkatkan daya tahan, dan sekarang hampir di seluruh dunia aplikasi untuk poros transmisi dan poros berputar. Karena daya tahan tinggi dari bantalan ini, poros ini biasanya dapat menjalankan bebas perawatan untuk ratusan ribu mil. Mereka juga menangani banyak operasi tugas berat karena keandalannya.

Siapa yang Menemukan Tapered Roll Bearing?


Jauh di tahun 1740-an, seorang pria bernama John Harrison mengembangkan bantalan rol tirus pertama yang dikenal untuk digunakan dalam kronometer laut H3-nya. Sebagai orang Inggris yang belajar sendiri dengan jam kerja dan pertukangan kayu sebagai keahliannya, Harrison memiliki keahlian untuk menciptakan dan menciptakan berbagai hal. Sementara juga menciptakan kronometer itu sendiri, untuk menyelesaikan masalah maritim dengan perhitungan bujur, ia menggunakan tipe bantalan ini untuk membantu fungsionalitas penemuannya.

Harrison tentu bukan yang pertama kali menerapkan bearing ke dunia. Ada contoh penggunaan bearing sejauh zaman Romawi. Bangkai kapal yang diselamatkan dari laut ditemukan menggunakan bantalan rol untuk meja yang bisa berputar dengan manfaat bantalan. Sementara desain bantalan kuno ini agak kasar dan terbuat dari kayu, konsepnya sama. Akhirnya, sekitar pertengahan tahun 1880-an, sebuah perusahaan Jerman mengembangkan sebuah mesin yang dapat menggiling bantalan logam menjadi bola yang berbentuk dan berukuran sama yang bekerja bersama sebagai unit kohesif atau set bantalan. Sementara bantalan tirus bukanlah bola bundar, bantalannya bundar mirip dengan tong atau kerucut miniatur.

Desain Bantalan Rol Tapered


Aspek runcing dari bantalan ini mengacu pada dua jalur balapan yang mengonfigurasi bantalan. Balap ini diruncingkan untuk memungkinkan laras atau bantalan berbentuk kerucut yang dipegang di dalam berputar dengan kecepatan yang sama dengan balapan itu sendiri. Desain ini juga memungkinkan bantalan rol tirus efektif untuk beban radial DAN aksial. Banyak desain bantalan hanya berguna untuk satu jenis muatan atau yang lain, tetapi sangat sedikit yang dapat berguna untuk keduanya. Mereka benar-benar adalah "bantalan semua perdagangan". 


Foto di atas memberikan beberapa interpretasi visual ke dalam salah satu desain jenis bantalan ini.

Bantalan ini dapat ditemukan di roda, mesin pertanian dan industri, kincir angin, berbagai jenis kendaraan, dan banyak tempat lainnya. Tetapi jika kamu perlu menemukan bantalan rol tirus untuk tujuanmu sendiri, hanya ada satu tempat yang harus kamu cari untuk menemukannya. 

Big Bearing Store memiliki semua jenis bantalan, dengan banyak pilihan, dan harga murah. Tidak perlu menghabiskan waktumu mencari di internet ketika bantalan apa pun yang dibutuhkan semua dapat ditemukan di satu tempat.

Kamu yang mencari barangnya langsung aja klik logam makmur. Di sana cukup lengkap barang yang kamu cari. Cuss!
0

Saturday, July 11, 2020

4 Cara Agar Tak Terlarut dalam Kekecewaan

Manusia diciptakan dengan berbagai macam perasaan yang selalu mendampinginya. Senang di saat mendapatkan nikmat, sedih ketika tertimpa musibah. Merasa bersalah ketika membohongi orang tua, dan berbagai macam perasaan lainnya. Salah satu yang bisa jadi setiap orang pernah rasakan adalah: kecewa.



Saya merasakan kecewa ketika ikut kompetisi blog tapi belum bisa keluar menjadi pemenangnya. Saya kecewa ketika orang-orang tidak tepat waktu sesuai kesepakatan sebelumnya. Yang paling sering...saya kecewa bila ummi pulang kerja nggak membawa makan yang sesuai dengan ekspektasi saya. Hehe.

Boleh nggak sih kita merasa kecewa? I will say: boleh banget! Why not? Malahan menurut saya orang yang bisa merasakan kecewa berarti keadaan jiwanya sehat. Rasa kecewa muncul karena adanya harapan. Harapan memenangkan kompetisi, harapan untuk orang-orang agar datang tepat waktu. Dan, harapan untuk makan ayam goreng di saat perut sedang lapar-laparnya.

Dengan berharap, sesungguhnya saat itulah jiwa dianggap hidup. Ngeri nggak sih, orang yang mengaku "hidup" tapi nggak punya harapan? Coba kita menanyakan bagaimana rasanya orang sakit parah yang divonis oleh dokter "Tidak ada harapan untuk sembuh"? I'm pretty sure it feels like the end of world for them. Makanya saya berani bilang kalau merasakan kecewa itu wajar.

Yang nggak wajar itu orang yang kecewa berlebihan. Berlarut-larut dalam kekecewaan. Terus-menerus sampai titik nggak mau move on. Nggak mau take a step forward. Wah, gawat banget kalau sampai kayak gitu. 

Contoh kekecewaan yang berlarut-larut: kalah dalam kompetisi, nyalahin panitia, nggak mau ikut kompetisi lagi. That's a BIG NO! Semakin berlarut-larut dalam kekecewaan akan semakin banyak kesempatan baik yang terlewatkan begitu saja.

***

Nah, maka dari itu saya jadi kepikiran gimana ya caranya biar kita nggak berlarut-larut dalam kekecewaan? 

1| Evaluate yourself


Sebelum menyalahkan keadaan maupun orang di sekitar, ada baiknya menelisik lebih dalam pada diri sendiri. Mengevaluasi diri sendiri dimana letak kesalahannya. Kalau saya belum menang kompetisi blog, apa yang salah dari saya? Tulisan saya?

Atau, kenapa ya kok orang lain mengecewakan saya, apa saya pernah mengecewakan orang lain dengan cara yang sama dan ini balasannya?

Trust me it's way better than blaming others. Jangan jadi orang yang gampang menyalahkan orang lain. Atau malah menyalahkan sesuatu yang nggak bisa dimintai tanggung jawab.

2| Do better


Nggak cukup berhenti dengan evaluasi aja. Setelah evaluasi ini itu, saatnya berubah menjadi power ranger lebih baik! Disini bahan evaluasi yang udah ada dianalisis (asyique lah) gimana sih biar bisa lebih baik lagi? Nggak mengulang kesalahan yang sama?

3| Move on


Jangan pernah stop berhenti pada sesuatu hanya karena...kecewa. Berhentulah ketika ada kesadaran bahwa kamu sudah berusaha dengan maksimal. Lalu hasilnya memang tidan memuaskan. 

It is okay. Kita diciptakan tidak untuk bisa dalam segala hal. We might fail on some. But we can also excel at other field. Bergeraklah! 

4| Only put your hopes/biggest expectation to Allah


Ini sih. Harusnya ditaruh paling awal, ya? Remember. Hanya kepada Allah satu-satunya kita berharap. Jangan ke manusia. We are all equal. Terbatas kemampuannya. Yang memampukan siapa? Ya hanya Allah.


It is a matter of faith, I think. Mudah sekali ngomong ok aku percaya Allah. Apa itu udah beneran kita praktekkan dalam keseharian? Sikap kita? Tindakan kita? Menurut saya ini udah keimanan level tinggi. Hahaha. Ya untuk mencapainya kita berusaha naik, naik kelas. Memupuk keimanan. Oemji I sound so religius am I?

***

So, gimana kalian mengatasi kekecewaan? Share with me! 

0

Sunday, July 05, 2020

Kenali 6 Tanda Orang Toxic di Sekitar Kita

"Kamu pernah nggak pengen mem-blakclist orang dari kehidupanmu?"


Saya melemparkan pertanyaan itu di instagram. 81% menjawab ya. Sedang sisanya 19% menjawab tidak. Blacklist yang saya maksud disini bukan dalam konteks media sosial ataupun kontak lainnya. Betul-betul dalam hidup kita udah pengen orang itu pergi. Gitu. Sepertinya netijen memahami yang saya inginkan.

"Kalau ya, jelasin kenapa?"

Lanjut saya di bawah pertanyaan sebelumnya. Penasaran nggak jawaban mereka apa aja? Saya merangkumnya di postingan ini. Ditambah beberapa dari pemikiran saya.

Menurut saya ini bisa dibilang penting. Kita jadi tau orang tuh nggak suka sifat kayak gimana sih dalam diri kita? Bisa juga buat bahan instropeksi agar kita nggak masuk dalam daftar blacklist orang lain. Here we go.

Too much drama


I love Korean dramas. But I dislike drama created by some people. Biasanya sih, bukan stereotyping ya. Tapi emang berdasarkan pengamatan saya (tidak dilakukan secara ilmiah), pelakunya seringkali adalah perempuan. Mungkin saya juga pernah menjadi diantaranya. Huhuhu.

Contoh kasus:
Si A ngga suka sama si B. Kemudian dia ngajakin si C buat ngejauhin si B. Padahal antara si B dan si C ngga ada masalah apa-apa. Bukannya duduk untuk menemukan solusi tapi si A malah cari-cari kesalahannya si B. Hal kecil dibesar-besarkan. Yang benar disalah-salahin. Quite a drama?

Bukan siapa siapa tapi sok jadi siapa-siapa


OH WOW. Saya nggak menyangka ada jawaban ini. Adakah yang pernah ngalamin? Misalnya nih ada orang yang menaruh rasa *ea* ke kamu. Kemudian jadi sering nanya ini itu. Masih normal sih sekedar nanya. Saat udah mulai mengganggu privasi dan sok tahu tentang kehidupan kita? Tidak! Saatnya dijauhi saja.

Sound too harsh. Mungkin ngomong baik-baik dulu kali ya bahwa kita nggak nyaman diperlakukan seperti itu. 

Nggak menghargai bantuan orang lain


Yaz. Ini pernah ngerasain banget. Ingatkah 3 magic words? Sorry, Thank You, Please. Ada kata terimakasih diantara tiga itu. Kita udah tau bahwa manusia nggak bisa hidup sendiri. Sekaya apapun kamu, sejenius apapun kamu, sekuat apapun kamu, ada kalanya kamu butuh bantuan orang lain.

Nah saat kamu menerima bantuan orang lain. Please, don't forget to say thank you. "Berarti nolongnya nggak ikhlas dong, kok mengharapkan ucapan terimakasih?". No. Bukan seperti itu maksudnya. Orang akan merasa senang bila dapat membantu orang lain. Lebih senang lagi ketika mendapatkan "pengakuan" bahwa orang yang ditolong memang benar-benar merasakan bantuannya. Mungkin ini juga bagian dari sisi psikologis manusia ya, butuh pengakuan dari orang lain.

But hey, it's not difficult to say thank you right?

Ah, dan contoh sederhananya lagi yang bisa aja kita lupa. Kadang kita butuh menanyakan sesuatu yang nggak kita pahami ke orang lain. Dan ketika orang itu menjawab pertanyaan kita, biasakan untuk mengakhiri dengan ucapan terimakasih. Karena ketika orang mau membalas pesan kita, dia meluangkan sedikit dari waktu yang dia punya. Siapa tahu saat itu dia sedang banyak kegiatan? 

Nyinyir


Or, julid julita? Liat orang punya prestasi lebih, dibilang enggak-enggak. Liat ada yang dibawahnya dikit, dihina dina. Huft. Semacam apa aja yang dilakuin orang itu di mata si nyinyir ini salah. Nggak ada yang bener kecuali diri sendiri. 

Gengsi


Yang berlebihan tentunya. Seperti: ngga mau ngampus sebelum dibeliin mobil. Beli sesuatu diluar kemampuan demi bisa masuk ke lingkaran pergaulan tertentu. Percayalah, lama kelamaan menjadi orang gengsi kayak gini bakal bikin capek. Pun orang jadi menilai kamu fake. Nggak jadi diri sendiri.

Sulit memaafkan (diri sendiri maupun org lain)


This one is. Deep. Disakiti itu nggak enak ya. Yaiya, kalo enak mah orang santai aja disakiti. Tapi ternyata ada yang lebih nggak enak: susah memaafkan kesalahan orang lain. Udah minta maaf, eh masih juga diungkit kesalahannya. Ada perasaan "nggrundel", ganjelan dalam hati. 

Paling parah sih emang sulit memaafkan diri sendiri. Kalo udah kasus kayak gini, somehow orang bisa jadi kehilangan jati diri dan harga dirinya. Mereka yang kaya gini ngga tau hidupnya buat apa. Padahal everyone makes mistake. Dari kesalahan itu justru kita bisa belajar untuk lebih baik lagi.

Pembohong


Gosh, nggak ada deh orang yang mau dibohongi. Better leave than getting hurt by liar. 

***

Sebenarnya ambil topik kayak gini tuh ada trigger-nya. Belakangan lagi ngerasa banget sebelnya minta ampun sama orang. Saya merasanya sih ngga salah apa-apa. Hubungan pun baik-baik aja. Orang ini berulah (dia rekan kerja saya gitu deh). Nah parahnya sampai mempengaruhi kinerja tim. Baru kali ini banget nemu orang kayak gini. Nggak bisa ditebak pemikirannya itu kayak apa. Dia sebenernya mau apa...

Daripada saya dapet dosa dengan marah-marah, ya mendingan disalurkan di post ini. Hahaha. Intinya sih gini. Jadilah orang yang bisa menempatkan diri dengan baik. Kapan harus bertindak seperti apa. Bolehlah marah, bolehlah agak drama dikiiittt...tapi ya ke temen deket aja. Yang deket banget bisa nerima kamu apa adanya. Jangan sampe kita bertingkah semaunya dan justru MERUGIKAN ORANG LAIN. 

Ini nih, merugikan orang lain. Inget lho, saat ada orang terzolimi dengan perilaku kita. Wuih, doa orang yang dizolimi itu besar kemungkinannya untuk dikabulkan oleh Allah. So, please. Behave. Don't be a toxic person. OK?

PS: tulisan ini udah teronggok di draft sejak lama (tahun 2018). Kejadian pemicunya apa saya udah lupa. Hanya bisa memperkirakan. Hahaha. It was good tho I still have this writing. 
1
COPYRIGHT © 2020 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES