Monday, March 23, 2020

Papua, Surga Dunia Idaman Banyak Orang

Dulu, yang ada di pikiran saya sebagai anak kecil: traveling paling seru itu pasti keluar negeri. Yaa minmal Eropa, lah! Trus sampai sekarang belum pernah menginjakkan kaki di luar negeri sama sekali. Sedih, nggak? Enggak.

Ini bukan di Papua sih. Belom...
Justru semakin bertambah usia pemikiran itu berubah. Saya harus lebih banyak eksplor negeri sendiri: Indonesia. Kenapa? Karena dengan begini saya bisa mengenal tempat kelahiran. Beberapa kali mengunjungi daerah di luar tempat tinggal, sering terpikir. “Indonesia tuh bagus banget ya, yang di sebelah sana sebagus apa?”

Sebelah mana? Indonesia bagian timur: Papua. Papua itu Indonesia. Sebuah provinsi yang menyimpan jutaan kekayaan alam Indonesia. Dengan hutan hujan tropisnya yang melebih 71% wilayah Papua, nggak heran Papua menjadi tujuan wisata banyak orang. Termasuk saya.

Memang rencananya mau ngapain di Papua?

Menikmati alam Papua. Yes. Sejak baca cerita perjalannya Trinity (Naked Traveler) Papua menjadi daya tarik magis. Pantainya yang bukan main super memanjakan mata. Sampai hutannya yang masih rimbun. Banyak ya yang bisa dilakukan di Papua. Pastilah karena bentang alamnya yang masih terjaga dengan baik. Nggak muluk-muluk sih sebenarnya.. Sekadar melihat matahari terbit dan terbenam di pantainya aja ku udah seneng deh :')

Dan di Papua ada banyak pantai indah. Nah dari banyaknya pilihan itu saya pilih 2 tempat yang keliatannya cantik dan menarik untuk dikunjungi.

Pulau Misool


Foto: https://berjalanterus.com/catatan-perjalanan-misool-keindahan-di-timur-indonesia/
Siapa nggak kenal Raja Ampat? Duh kayaknya hampir semua orang tau deh Raja Ampat. Ikon kepulauan di Papua yang populer. Apa hubungannya dengan pulau Misool? Nah pulau Misool ini salah satu dari empat pulau besar yang ada di kepulauan Raja Ampat.

Cantik? Jelas. Pulau misool mempunyai deretan batu karang, pasir putih, hutan mangrove, plus bonus warna air lautnya yang biru turquoise. Keindahannya ini masih ditambah dengan keberadaan satwa seperti penyu dan hiu. Iya, hiu bisa kita lihat secara bebas disini.

Ada beberapa cara menikmati Pulau Misool. Pertama, snorkeling. Kita bisa melihat terumbu karang yang masih cantik dan terjaga. Kalo saya sih skip, belajar renang aja dulu. Safety first, kan? Hehe.

Kedua: berkeliling pulau dengan boat. Nah yang ini saya call deh! Hahaha. Menikmati pemandangan ditemani angin is okay.

Taman Nasional Lorentz


Foto: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20191204153618-33-120281/ini-eksotisnya-taman-nasional-lorentz-wajib-disambangi
One of my favorite activity is exploring nature. Nah Taman Nasional Lorentz ini salah satu taman nasional dengan biodiversitas alias keragaman yang tinggi. Bahkan termasuk tertinggi di dunia lho. Kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara ini terdiri dari padang rumput, rawa-rawa, pantai lautan, hutan hujan, dan pegunungan Alpine.

Pernah dengar Puncak Jaya? Yup. Ini salah satu puncak tertinggi dan terkenal di Indonesia. Dikarenakan puncaknya yang tertutup salju. Iya, ini di Indonesia loh. Ada salju! Di negara dua musim ini dimana lagi coba ada salju kalo ngga di Papua? Puncak Jaya ini masuk juga ke dalam kawasan Taman Nasional Lorentz.

Tuh, lengkap ya. Ada pantai, gunung juga ada. Kecantikannya pun ngga usah dipertanyakan. Selain bentang alamnya, Taman Nasional Lorentz juga punya keragaman satwa. Ada 630 jenis burung dan 123 mamalia yang teridentifikasi. Bisa jadi yang belum teridentifikasi masih banyak juga, gaes.

***

Papua dengan keragamannya patut kita jaga. Sedih kalo denger berita pembalakan hutan. Luas hutan di Papua semakin berkurang. Padahal hutan ini menjadi salah satu penopang hidup masyarakat asli Papua. Di Papua sendiri udah ada area hutan adat. Dimana pengelolaannya berbasis masyarakat. Diharapkan dengan adanya hutan adat ini bisa jadi pelindung dari perusakan hutan Papua.

Bersyukur pula sekarang bermunculan yayasan yang peduli terhadap hutan Papua. Salah satunya EcoNusa. EcoNusa menjadi salah satu organisasi non profit yang terus mempromosikan agar menjaga keseimbangan alam, dengan cara memperkuat jejaring lokal serta masyarakat. Semoga dengan langkah ini bisa menjaga hutan di Papua.

***

By the way itu dia dua tempat yang masuk ke bucket list saya. Gimana, kamu jadi pengen ke Papua juga?
0

Thursday, March 19, 2020

Cerita Setahun CPNS: Uji Kompetensi dan Lain-lain

Halo halo. Melanjutkan cerita setahun CPNS di bagian kedua. Bagian pertamanya silahkan dibaca disini yaa!


3. Pertama kali Uji Kompetensi


Udah kebiasaan saya setiap ada ujian bakal woro-woro di grup keluarga. Apa aja deng. Kecuali saya patah hati itu keluarga ngga tau lol. Ditanyain lah buat apa pula Uji Kompetensi kan udah keterima CPNS.

Hmm tidak semudah itu, Ferguso! Sini saya jelaskan. Yang pernah/sedang daftar CPNS pasti tau ya ada formasi tertentu yang dipilih. Misal: Verifikator Keuangan, Pranata Humas. Formasi pilihan saya adalah Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama (PFM).

Harusnya ada di Jabatan itu napa ku tutupin dah 
Kenapa Ahli Pertama? Ini jabatan bertingkat. Pengangkatan pertama ya Ahli Pertama. Minimal 5 tahun udah naik ke Ahli Muda. Kemudian Ahli Madya, dan Ahli Pratama. Yang terakhir disebut ini sekelas Kepala Badan.

Nah ketika masuk menjadi CPNS jabatannya belum langsung sesuai formasi. Ada jabatan antara berupa Analis (diikuti bidang masing-masing). Misal penempatan di Laboratorium ya menjadi Analis Laboratorium, gitu. Tahun sebelumnya Uji Kompetensi dilaksanakan setelah Diklat PFM. Berhubung tahun ini ada peraturan baru, alurnya berubah. Uji Kompetensi dulu baru setelah dinyatakan lulus dipertimbangkan untuk ikut Diklat.

Disinilah drama terjadi. Hiya hiya hiya. Yang namanya ujian pasti ada bahan materi. Agar dapat bahan materi kami harus ikut e-learning melalui website. Jadwal udah tertata rapi. Setiap UPT mendapat tanggal dan batch. Spesifik ya, batch saya dapet setiap hari pukul 10.00 - 12.00 WIB.

Serius bat mukanya ~~
Hari pertama e-learning yang terjadi adalah……..website down :”) Sedih banget dong adinda. Mana kabar simpang siur muncul kalo hasil e-learning ini masuk ke penilaian. Drama banget kami hari pertama itu bersepuluh kumpul di ruangan pak bos. Masing-masing menghadap laptop. Bukan belajar sih malah ngerumpi lol.

Inget banget waktu itu hari Jumat. Saya jadi orang terakhir yang menyelesaikan e-learning. Jadi tuh kalo udah selesai e-learning nya ada tanda “completed”. sebelum tulisan itu keluar artinya belom selesai. Ujian hidup banget itu tuh :) endingnya e-learning beberapa hari akhirnya udah terlatih selalu completed setiap sesi. Alhamdulillah.

Selesai e-learning, selanjutnya adalah: Uji Kompetensi. Di perjalanan menuju Uji Kompetensi ternyata saya dapet panggilan untuk….

4. Menghadiri perayaan HUT BPOM


Dinas ke Jakarta selama 1 hari. Iya sehari untuk perayaan Hari Ulang Tahun Badan POM. Sehari doang kami berdua di Jakarta. Kenapa bisa terpilih buat ikut perayaan ini?

Setiap tahun Badan POM ngadain kompetisi untuk merayakan HUT. Ada yang untuk internal, ada pula untuk masyarakat. Salah satu kompetisi untuk internal adalah public speaking. Untuk kami UPT yang ada di daerah bisa mengupload video ke Youtube.

Entah ini apes atau bukan, saya ditunjuk. Sama 1 temen lagi. Kirain kami udah putus asa nggak sanggup. Entah hari apa itu lupa saya ditelpon buat ke kantor sama temen saya. Ngapain? Bikin video buat lomba itu. Speechless gaes, sungguh aku speechless :)


Dengan peralatan seadanya + dandan sebisanya kami take video. Saya bagian di depan kamera. Rada aneh ya biasanya di belakang aja. Ini tonton aja videonya asli ngaco banget speednya dinaikin lol. Gapapa deh latian speaking berbahasa Inggris. Rada belibet ternyata. Masih banyak vocab susah yang saya ga ngerti. Plus belum terlalu PD buat nyerocos di depan orang banyak.

Tujuannya bukan menang emang. Yang penting ikutan berpartisipasi. Titik. Akhirnya ga menang juga sih. Tapi ada rasa bangga wah ternyata aku bisa malu-maluin hahaha.

Karena itulah kami berdua diminta ikut pak Bos ke Jakarta sebagai staf milenial. Hazeq. Kami berangkat Senin siang. Acaranya Selasa pagi. Sore itu juga kami balik ke Solo. Rabunya pagi-pagi berangkat UKOM. Kurang hectic apa itu bolak-balik beberapa kota dalam waktu singkat. Udah mabok rasanya.

Sempet foto doang ga sempet nyimak. Yha~
Salah sendiri sih mengiyakan ajakan tanpa pikir panjang. Yha gimana yha aku tu anaknya ngga mau melepaskan kesempatan di depan mata. Perayaan ulang tahun kan tiap tahunnya beda. Belum tentu pula saya yang diajak lagi taun depan lol.

Sebelum ke Jakarta ngubek-ngubek toko batik cari outfit yang bagus ZzZzzzZ. Habisnya di surat edaran menggunakan aksesoris khas daerah masing-masing. Mau pake syal batik kok ngga sreg. Pak Bos udah netepin pake blangkon warna biru. Bhaiq akhirnya kami beli outer batik ajah.

Sebwah toilet selfie yang amat sangat tidak proper zZzZ
Acaranya beneran milenial dong suguhannya aja Kopken :) ini :) pertama :) kali :) minum :) kopi :) kekinian :) HAHA seriusan dah. Saya bukan anak kopi. Cukup air mineral aja. Akhirnya mau ga mau nyicip kopi juga. Rasanya biasa aja sih ini ga tau yang rasa apa, kayak kopi sachetan gitu nothing special.


Drama di Jakarta terjadi karena kami pisah berangkat dengan pak Bos. Beliau yang dari Bogor kena banjir alhasil terlambat :")

Sementara itu, kami punya tugas mulia selain menghadiri perayaan HUT BPOM ini. Apakah itu? Ngumpulin berkas CPNS! Pake acara ngeprint ulang pula di Jakarta. Asli deh kurir tak dibayar ya begini rasanya :)) ngga papa demi gaji 100% hiya hiya yang tau tau aja deh.

Alhasil kami ngga terlalu konsen di acara perayaan justru bolak balik ke gedung buat ngumpulin. Buru-buru pulang pun berhubung pas Jakarta banjir. Takut ketinggalan pesawat. Baru kali ini takut lol biasanya anaknya santuy maksimal. Alhamdulillah ga kena banjir dan sampai dengan selamat.

Mari kembali ke nomor 3 yaitu: Pertama kali Uji Kompetensi


Uji Kompetensi harus dilakukan di Balai Semarang. Pagi-pagi udah kumpul di kantor buat berangkat bareng. Mengenai UKOM ini ada kabar nggak mengenakkan. Di pusat yang udah duluan ujian, dari 1 batch cuma lulus 3 orang. Iya, 3 orang. Dari sekitar 30an. Bikin takut ga, sih? YAIYALAH.

Bisa dimaklumi sih. Mengingat kami hanya belajar sekitar 2 minggu. Materinya seabrek. Ada 7 fungsi yang dipelajari termasuk fungsi Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Letak ujian yang sebenarnya ya disitu. Banyaknya materi dikombinasikan dengan singkatnya waktu + tetep kerja kayak biasa. Pinter-pinter membagi waktu aja.

Spot me!
Ujian Kompetensi ini sistemnya CAT. Sama kayak ujian CPNS dan Latsar dulu. Sekarang apa-apa CAT, ya! Bagus sih. Hanya untuk koneksi yang udah stabil. Hehe. Mempermudah juga hasilnya langsung keluar.

UKOM terbagi menjadi 2. Lupa nyebutnya apa. Intinya ujian pertama tuh ujian inti. Maksudnya umum tentang Badan POM. Ada 10 soal. Soal yang diberikan mengingatkan saya jaman SKB dulu. Kemudian ada ujian kompetensi. Ini isinya 7 fungsi tadi. Seingat saya 40 soal.

Batas KKM adalah 75 untuk inti dan 70 untuk kompetensi. Di ujian inti saya lulus dengan nilai 80 alias salah 2 soal. Di kompetensi ini lah……..tidak lulus :’) saya akui susah dan saya kurang effort belajar sih emang. Alhasil dapetnya cuma 50 berapa gitu. Gak inget saking sedihnya hahaha.

Yang lulus 4 orang doang dari 28. 2 orang balai Semarang dan 2 orang Loka Banyumas. Duh malu nih ngga membawa nama baik Loka Surakarta *ciyusan ah*

Nihhh yang lulus bonus foto bareng
Pada akhirnya ya ada sesi remidi. 30 menit setelah ujian selesai. Hasilnya? Ngga tau. Yang ini ngga diumumin langsung kayak tadi. Hehe. Doakeuuun semoga aja lolos dan lanjut ke diklat PFM. Yeu kemarenan ga inget gara-gara nulis ini jadi inget lagi dong. Lol

***

Ya sudahlah kembali ke prinsip datang lupakan kerjakan aja. Bisa buat gambaran Uji Kompetensi kenaikan pangkat bakal seperti apa. Hehe.

Gosh, I have mixed feeling after a year being an employee. Those happiness, proud, sad, touched all I felt. Apakah bakal betah disini beberapa tahun kedepan? Dunno. I'm trying. Sebagai UPT baru pun ada kemungkinan untuk naik tingkat menjadi Balai. Another challenge, maybe?
2

Sunday, March 15, 2020

Cerita Setahun CPNS: Dari Latsar Sampai Kerjaan

Niatan menulis kejadian nggak mengenakkan awal tahun ini di-skip. Lebih baik keep buat diri sendiri. Sebuah pengingat bahwa sehat itu mahal harganya.


Pengumuman gaes. Per 1 Maret 2020 ini resmi setahun menjadi CPNS. Oemji. Kenapa cepat sekali? Serasa masih kemarin berjuang memperebutkan 5 formasi di Zona 4.


Yang membuat “ngeh” karena adanya surat edaran untuk tes kesehatan. Tahun kemarin untuk pemberkasan CPNS. Tahun ini untuk pengangkatan PNS.

Beda, nggak? Ya jelas beda. Tahun kemarin masih tes kesehatan di Semarang. Tepatnya RSUD KRMT Wongsonegoro. Bareng temen kuliah. Sedangkan tahun ini di penempatan kerja. RSUD Ngipang. Iya, namanya sependek itu. Kirain cuma nama beken aja. Pas liat plangnya loh ternyata emang beneran ya. Bareng temen-temen kerja. Prosedurnya sih sama aja. Lha yang dites sama-sama jasmani dan rohani, kok.

Hasilnya? Alhamdulillah aman. Kantong aja yang rada kurang aman karena mengeluarkan biaya tidak terduga *sambat ae terosss*

Buat yang belom tau apa bedanya CPNS dan PNS saya jelasin blak-blakan ya. Dari gaji udah beda. CPNS masih menerima 80% gaji pokok. Sisanya 20% nanti dirapel saat pengangkatan PNS? Tidak, Ferguso. PNS tiap tahun mendapatkan cuti 12 hari. Diluar cuti bersama. Sedangkan setahun kemarin saya sebagai CPNS belum mendapatkan cuti.

Baru 1 Maret ini mendapatkan 8 hari cuti tahunan. 4 harinya kemana? Terpotong cuti bersama. Seneng banget sih begitu dapet cuti. Pikirannya langsung melayang mau liburan kemana ya? Hihi.

***

12 bulan bekerja 5 hari dalam seminggu udah ngapain aja, ya? Banyak. Bagian pertama ini saya cerita dulu tentang Latsar dan Kerjaan ya gaes.

1. Latsar CPNS


Meskipun udah berlalu ~~ kenangannya tuh masih jelas di ingatan #HALAH. Ya persiapan ujiannya. Ya lari-lari keliling lapangan. Ya dicie-cie-in tapi ujungnya meh. Ya makan enak terjamin tapi dikasih waktu.

Alhamdulillaaah sudah menulis ceritanya disini. Baca di:
Pengalaman Mengikuti Latsar CPNS 2019 bagian 1 - bagian 2 - bagian 3

2. KERJA KERJA KERJA


Kerja itu tyda gampang gaes ~~ Yha lagian siapa pula yang bilang gampang. Kerja kantoran tuh enak? Hmm ada enak nggak enaknya sih tetep. Saya bisa bilang gini karena udah pernah ngerasain menjadi freelance blogger sebelum akhirnya CPNS.

Baca: Office Worker vs Freelancer, Which One is Better? 

Pekerjaan saat ini menuntut skill komunikasi superrrr!

Pengalaman kerja ter-epic baru saja terjadi awal tahun ini. Ceritanya kami diminta dinas luar kota. Jam sarapan udah harus sampai tujuan. Sementara perjalanan menuju sana membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Berangkat jam berapakah kami? Dini hari.

Dini hari di kantor. Masih gelap tuh langit di belakang.
Kamu nggak salah baca. Saya bangun jam setengah 3. Otewe dari kosan jam 3 pagi. Dini hari yang gelap. Jalan sendirian. Sambil noleh bolak balik kanan kiri belakang saking parnonya lol. Ngga sempet dandan cuma pake lipstik aja tuh terharu ngga sih? :))


Selama perjalanan dilewatkan jalan bukan utama. Bentukan yang kagak ada lampu jalannya. Eh malah didongengin cerita horor tentang dunia lain. “Mbak udah pernah dibukakan mata batin? Cobain deh. Buat wisata dunia lain” - mon maap nih saya ke toilet tengah malam aja masih mikir. No thanks deh. Cukup tau dan meyakini aja dunia lain.

Pengalaman nggak terlupakan. Apalagi? 

- Pernah dikasih uang sama konsumen. Fyi saya bagian informasi dan komunikasi. Pintu pertama yang membukakan mata batin konsumen untuk tahu lebih lanjut tentang pendaftaran izin edar. Salah satu ajaran senior saya adalah: kasih info sejelas-jelasnya. So I did.

Mungkin pandangan masyarakat PNS tuh masih jelek ya. Memberikan pelayanan dengan wajah judes. Info ga jelas. Di kami berusaha memberikan pelayanan terbaik *asyique*. Bisa lho 1 orang konsumen itu menghabiskan waktu berjam-jam. Tetep dilayanin? Iya :)

Pernah pun ditawarin jalan-jalan sampe makan bareng lol. Menggiurkan ya LOL. Teman-teman yang mendapatkan pelayanan dari pemerintah ngga perlu kasih apa-apa, ya! Kan kami udah dibayar oleh negara. Kalo ada yang minta bayaran justru laporin aja. Biar diputus mata rantai jeleknya tuh.

- Ketemu konsumen beragam range-nya. Dari yang kaya banget ampe bingung mau buka usaha apa. Sampai pengusaha kecil-kecilan berasal dari pelosok desa dan ga tau internet. Huhu.

Kalo udah gini menyadarkan saya wah beneran ya hidup tuh beragam banget. Paling nggak tega ketika ada pengusaha yang udah berniat baik buat daftar izin edar. Eh, ngga ada yang mendampingi. Ya udah uzur lah, gaptek lah. Membuat bertanya-tanya, apakah ini orang punya anak? Atau kerabat, saudara yang bisa membantu?

Apa pemerintah daerahnya udah peduli? Suka gemes sendiri karena kedudukan kami nggak ada di setiap kabupaten/kota. Melainkan cuma perwakilan di 1 karesidenan. Berasa nggak cukuuup buat bantu orang-orang ini tuh :')

Malah baru-baru ini ada yang dateng dari Wonogiri. Saya korek ceritanya gimana sampai ketemu kantor kami. Katanya naik bus, sempet nyasar ke Pasar Kembang. Akhirnya pesen ojek online huhu potek hati adek...

Kerjaan selanjutnya tetap menjadi content creator. Bikin video! Aduhai tantangan banget ya bikin video tuh. Salut sama orang yang punya passion disini.

Video kali ini dalam rangka Valentine. Bukan menganjurkan untuk merayakan. Cuma.. ah liat aja ya hasilnya baru kalian bisa komen. Tonton! :P


Atas ide cemerlang pemeran cowoknya. Tugas saya disini: nulis naskah. Kang syuting. Editor. Yang upload ke akun :))

3. Ikut Pelatihan


Yess. Pelatihan ini salah satu wadah untuk pegawai meningkatkan kompetensi. Bersyukur banget ada banyak pelatihan yang bisa diikuti. Meskipun harus sesuai dengan bidang.

Setahun kemarin saya ikutan 2 pelatihan. Pertama pelatihan auditor untuk Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah. Diadakan selama 2 hari di Semarang. Pas banget sama jatah magang di Semarang. 

Dari sini belajar gimana sih kriteria kantin sehat. Kenapa sekolah punya kantin sehat. Rada miris ya karena kantin sehat ini belum diwajibkan. Ngga heran banyak anak sekolah yang lebih milih jajan enak dibanding jajan sehat. Karena ya ituu...penjaja di kantinnya aja cuma ngikuti asal untung. Asal banyak yang beli. Ah, dunia pendidikan Indonesia yang begitu kompleksnya...

Pelatihan kedua Workshop Infokom. Suka banget sama pelatihan ini. Pertama karena ini membuat saya merasa "hidup". Isinya gue bangeeet. Mulai dari penulisan berita, fotografi, videografi, sampe cek fakta biar ngga kemakan hoaks. Ingin ku mengulang momen-momen ini. Hehehe. Walaupun harus mengorbankan ngga ikutan piknik orang sekantor. It's worth the price :')

Alasan kedua: reuniaaan! Kebanyakan temen kuliah saya juga ditempatkan di bagian Infokom. Alhasil ikutan juga dong workshop ini. Udah niat banget mau nulis workshop ini tahun kemaren. Kok ngga disempetin huft. Semoga dapet hidayah ya buat nulis ini. Berasa banyak banget hutang nulis. Iya, hutang ke diri sendiri :P

Bersama anak-anak FKM Undip :')
Waaw berhubung sudah hampir 1000 kata saya cukupkan sampai sini ya gaes. Masih ada bagian selanjutnya kok xixi stay tune!
1

Monday, March 09, 2020

K-Drama Review: Crash Landing on You

Nan hangsang i jari eyoo ~ hayo siapakah yang auto nyanyi baca ini? Apa cuma aku aja? LOL. Yes aku akan menulis review drama lagi! Hits pula. Aduh seneng rasanya. Aku kan anaknya FOMO.

www.soompi.com

Pertama tahu ini dari instagram. Udah mengira ini bakalan bucin. Ingin sekali aku menghindarinya. Ditambah sinopsisnya tuh bercerita tentang hubungan percintaan Korsel-Korut. Waduh, alamat nggak happy ending nih! Bakal menguras air mata nih! Iyalah liat aja tuh Doctor Stranger-nya Lee Jong Suk. Kezel. Patah hati aku melihat Lee Jong Suk :"

Tapi ya karena ((dedek)) butuh hiburan why don't I give it a try? Pemeran utamanya adalah Hyun Bin. Yang nggak tau Hyun Bin ga usah ngaku-ngaku fans drakor *jahat*. Eh beneran ya Hyun Bin tuh masuk ke daftar top aktor Korea.

Beberapa dramanya yang pernah kutonton: Secret Garden. Ini lama buanget. Lucu. Hyde and Jekyll. Aku ga terlalu suka. Waktu tayang sama Kill Me Heal Me aku lebih memilih Jisung Oppa. Terakhir pasti kalian masih inget Memories of Alhambra. Lawan Mainnya Park Shin Hye. Well, I do watch it. But I didn't get to finish. Bosen sama ceritanya. Aktingnya sih ya bagus-bagus aja.

Baca: Review Kill Me Heal Me

Ok let's start the review itself.

Cerita dimulai dari Yoon Se Ri (diperankan Son Ye Jin). Seri adalah anak chaebol. Konglomerat Korea. Bisnisnya banyak. Tajir melintir. Sayangnya, Seri anak kesepian yang menjadi outcast di keluarganya. Nggak heran akhirnya dia banyak bikin skandal dengan aktor maupun idol.

Ri-Ri couple

Suatu hari, Seri ingin meluncurkan produk fashion terbarunya dia, yaitu baju olahraga. Spesial untuk paralayang. Tentunya sebelum dilaunching ngadain uji coba pemakaiannya dulu dong. Seri bersikukuh untuk nyobain sendiri. Artinya dia harus paralayang. Kebayang nggak, perempuan cantik mau olahraga ekstrim kayak gitu? Nah, itu poin yang ditunjukkan di drama.

Awalnya semua baik-baik aja. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Cuaca memburuk. Ada angin tornado yang pusarannya besar. Dan membuat dia crash landing di.....Korea Utara. Yup, you read it right. Korut. Sebuah negara tetangga yang justru musuh besarnya Korsel.

Posisi landingnya Seri nggak di tanah. Melainkan di atas pohon. Menggantung. Di tengah ketidakberdayaan (halah) dia nyobain HT buat menghubungi stafnya. Nggak nyambung. Apa boleh buat, modal suara deh dia teriak-teriak minta tolong.

Nah teriakannya ini didengar oleh Ri Jeong Hyeok (diperankan Hyun Bin). Tentara Korut berpangkat kapten yang lagi patroli. Setelah tahu Seri dari Korsel, Kapten Ri berniat mengembalikan Seri. Upaya pertamanya dilakukan sebelum 4 anak buahnya tau. Sayang nggak membuahkan hasil.

Miss komunikasi antara keduanya justru membuat Seri semakin mendekat ke perkampungan Korut. Untungnya pada saat yang sama ketemu Kapten Ri. Akhirnya Seri ((bersembunyi)) di rumah Kapten Ri.

Disinilah ceritanya mulai seru. Mereka berdua mencari cara biar Seri balik ke Korsel.

Pertama: pake paralayang lagi. Siapa tau bisa nyampe Korsel. Gagal.
Kedua: diselundupkan lewat kapal gede di laut. Fyi ini beneran kejadian loh sama warga Korut yang membelot. Liat aja video wawancaranya Asian Boss. Mereka cerita gitu beneran. Cara ini gagal.
Ketiga: Seri dikasih identitas palsu. Pura-puranya sebagai atlet kompetisi internasional. On the way to airport dia diserang. Akhirnya gagal.

Lalu siapakah antagonisnya di sini? Cho Cheol Gang. Pegawai pemerintahan (bukan militer ya berarti hmm entahlah). Namanya State Department gitu. Cheol Gang ini emang dasarnya evil sih. Dia rakus dan iri dengki sama keluarga Kapten Ri. Oh iya, ayahnya Kapten Ri ini jabatannya dibawah General. Senangkep saya sih General itu berarti Kim Jong Un. Lalu ada 2 Direktur. Direktur militer dan direktur state department (?). Nah ayah Kapten Ri yang direktur militer.

Cho Cheol Gang menyadap Kapten Ri. Makanya dia tau kalo Kapten Ri menyembunyikan warga Korsel, yaitu Yoon Se Ri.

Begitulah. Ceritanya antara percintaan Yoon Se Ri - Kapten Ri - dendam Cho Cheol Gang - kelucuan empat anak buah Kapten Ri.

***

Yang membuatku ngga bosen sama drama ini adalah kroco-kroconya Kapten Ri. Seriously mereka lucunya kebangetan. Good looking pula hehehe.

Menghibur banget setiap 5 orang ini berada dalam 1 scene
Anak buah 1: Pyo Chi Su. Paling tua, over confident diantara berempat. Awalnya paling nggak suka juga sama Seri. Suka nyindir gitu deh. Padahal di dalam hatinya ikutan bersimpati dan lama-lama sayang juga sama Seri.

Anak buah 2: Kim Ju Mok. Tergemasshhh! Ju Mok penggemar berat drama korea. Bahkan waktu tugas jaga dia justru nonton drakor. Cita-citanya pengen ketemu Choi Ji Woo. Terfasih dengan slang bahasa Korsel. Iya, meskipun sama-sama Korea tuh ada gap-nya. Ngerti kan Korut komunis dan Korsel sebebas apa? Ju Mok menjadi ((penerjemah)) istilah Korsel saat temen-temennya ga paham.

Anak buah 3: Geum Eun Dong. Ini paling kyoti alias imut hahaha. Polos banget sih ceritanya. Tipikal anak kampung yang amazed dengan banyak hal.

Anak buah 4: Park Kwang Beom. Tentara dengan muka seganteng idol Korsel lol.

Bagian serunya lagi ketika Se-Ri berhasil ke Korsel, Cho Cheol Gang juga menyusup. Dia pengen membawa Se-Ri kembali sebagai alat bukti kalau Kapten Ri udah menyembunyikan warga Korsel. Hukumannya mati kalo ketahuan. Kapten Ri tau rencana Cho Cheol Gang. Akhirnya ikutan juga nyusup ke Korsel.

Nggak di Korut nggak di Korsel tetep ada tembak-tembakan hufty. Serunya waktu keempat anak buah Kapten Ri di Seoul. Mereka ketemu Kim Soo Hyun sebagai cameo! Kim Soo Hyun ngasih masukan aja gimana cara bertahan hidup di Seoul. Kyoeptaa!

***

Menurutku kenapa drama ini menarik adalah banyak hal-hal...menarik *lah gimana. Ada gap sosial antara Korut-Korsel, gimana sistem pemerintahan Korut. Ngga ngerti sih berapa persen dengan kondisi realitas. Tapi keliatannya dibuat semirip mungkin. Pernah baca testimoni warga Korea (yang defector) adalah 60%-nya. Lumayan bangeet kan!

Di Korut tuh berasa desa bapak ibu kita jaman dulu (kita banget nih?)

Yang masih pake kayu bakar buat masak. Nyimpen bahan makanan di traditional storage. Nyimpen daging di tumpukan garam karena belum ada kulkas. Listrik seadanya. Nyalain lampu teplok setiap malam. Harga barang masih murah banget. Nyuci baju bareng sama tetangga. Ini penggambaran desa Korut dimana Kapten Ri tinggal.

Geng emak-emak Korut
Meskipun begitu digambarkan juga gap dengan Pyongyang. Ibu Kota Korut. Disana udah ada mall bagus, hotel yang ternyata.....kudu hati-hati. Selalu ada alat penyadap dimanapun, sis!

Kalo ngomong harus hati-hati banget. Nyanyi penghormatan buat pemimpinnya. Ah ya, logat Korutnya tuh dapet banget sih. Kerasa beda sama di drakor pada umumnya. Tiap orang manggil yang lain ngga pake nama, harus pake Comrade/Dongmu di belakangnya. Kehidupan per-kasta-an juga masih dijunjung tinggi.

Terakhir, second lead. Tidaklah berbumbu drama korea tanpa second lead lol. Disini second leadnya yang sebelah Hyun Bin. Tunangannya. Sebelah Son Ye Jin, itu pernah ((naksir)) Yoon Seri. Ternyata mereka dikasih kisah cinta sendiri uwu walaupun tidak happy ending buat mereka :"

***

Bagian kentangnya cuma Yoon Seri dan Kapten Ri yang tetep bisa bertahan hidup sih setelah beberapa kali melewati masa kritis. Tipikal drakor lah ya. Lalu ada terlalu banyak "kebetulan" antara Yoon Seri dan Kapten Ri di masa lampau.

Overall sih aku menikmati drama ini. Apalagi disuguhi sama pemandangan Swiss yang kalian harus tau super duper bagussss banget! Sangat memanjakan mata. Well, untuk kalian pecinta perbucinan direkomendasikan nonton! :))
21

Saturday, January 18, 2020

Pertama Kali Mencoba Kereta Bandara Adi Soemarmo Solo

Tiap perjalanan Solo-Semarang maupun sebaliknya via tol saya disuguhi pemandangan berupa orang-orang yang sedang mengerjakan proyek. Padahal pada saat itu pembangunan jalan tol sudah selesai. Ketika saya bertanya pada rekan kerja, terjawablah. “Itu buat jalur kereta bandara”Wait, what? It sounds cool.


Sebagai warga Semarang ya saya iri lah. Semarang kan ibu kota kok nggak punya sih? Kenapa malah Solo? Semarang pride-nya hurt. Lol.

Baca: Semarang yang Selalu Dirindukan

Sekitar 9 bulan *udah kaya ibu mengandung aje* pembangunan berjalan. Akhir tahun kemarin mendengar kabar bahwa kereta bandara akan diresmikan. Oh wow! Kok berasa cepet banget? Yaiya cepet kan saya nggak ikut berpartisipasi.


Kereta Bandara Adi Sumarmo ini dinamakan KA BIAS. Resmi dioperasikan akhir bulan Desember 2019. Awalnya saya merasa bodo amat deh belom butuh. Baru sekali aja ini terbang lewat Bandara Adi Sumarmo. 

"Jadi KA Bandara ini Biasnya siapa? Aku sih Ha Sung Woon" - yang paham aja
Eh pas scrolling feed instagram kok gratis selama dua bulan??? Nggak boleh terlewatkan! Harus dicoba demi apalagi kalau bukan konten *tabok*. Karena akhir tahun kemarin lagi sibuk-sibuknya, rencana harus diundur.

Baca: 2020 So Far

Masuk tahun baru 2020 kerjaan belom banyak. Jadilah Selasa lalu saya ngajakin rekan kerja sebut saja mbak A. Ini lucu awal mula percakapannya.

“Mbak, ngga mau kemana gitu?”

“Kemana?”

“Cari sunset yok. Yang bagus dimana ya?”
- saya ngomong gini karena Solo tuh isinya hotel. Gedung tinggi. Bentang alamnya udah di luar kota.

“Bandara sana bagus”

“Yaudah yuk sekalian coba kereta bandara” - tsah mulus banget ngga nih ngajaknya?

Barulah hari Kamis kesampaian. Yeaayyy kereta bandara I’m coming! Sebelum kesana kami cari info dulu. Kebetulan mbak A punya kenalan orang Stasiun Balapan. Nanya-nanya kan. Ada info yang cukup menggelikan.

Jadi begini...
Berhubung ini percobaan sampai bulan Februari, penumpang bisa naik gratis. Tis. Tis. Nol rupiah. Nggak heran peminatnya pun banyak. Siapa? O tentu saja warga Solo. Yang naik tuh emang sengaja “piknik” gitu. Termasuk warga lanjut usia.

Kata si orang dalem, penumpang lansia bikin kacau lolll. Harap maklum mungkin ya positive thinking aja mereka belom pernah naik kereta. Pertama ada yang naik kereta lalu pulangnya pake tiket yang sama. Ngga mau ngantri tiket pulang. Haduu itu dipikir tiketnya PP kali yak :’) Paling bikin ngakak tuh ada yang pup di kereta itu maap gimana ceritanya???

Tapi ya gapapa. Kami berdoa sebelum berangkat biar penumpangnya ngga aneh-aneh. Bubaran kantor kami mau cuss. Nah gara-gara kami sesumbar mau jalan-jalan sama orang kantor ditanyain. “Udah tau belom jadwal keretanya ganti?”

Kami langsung yang, “HAAHHHH SERIUSS?”. Ternyata emang iya gaes. Awalnya kereta bandara itu ada 60 kali perjalanan. Sekarang cuma 12 kali. PP ya terhitung 24 kali lah.

Jadwalnya gaes. SMO itu dari Bandara. SLO itu dari Solo Balapan.
Emang berita perjalanan 60 kali ini bikin heboh sejagat Solo. Soalnya rel kereta ini ngelewatin daerah yang dikenal dengan sebutan Palang Joglo. Tanpa kereta bandara aja, ngantri di palang ini bisa membuat menghela napas. Apalagi ditambah kereta bandara. Bisa-bisa seharian nungguin giliran lewat palang joglo. Mungkin pertimbangan itu akhirnya jadwal dikurangi ya. #sotoy #sotoyismylife

Jadwal terdekat dari jam bubaran kantor adalah 16.13 WIB. Meskipun jarak kantor ke Stasiun Balapan nggak jauh-jauh amat ya tetep kagak kekejar. Bubar kantor tuh jam 16.00 ya everybadeehh. Akhirnya kami beli tiket pukul 17.29 WIB.


Bagus banget ingin menangos
Sampe di lantai 2 jalan sedikit ke kiri lalu ke kiri lagi. Ngga usah takut nyasar karena ada penunjuk arah untuk kereta bandara. Senengnya waktu itu masih sepi berasa jembatan pribadi yeee apaan si. Untuk beli tiket ada tempatnya deket pintu. Bilang aja buat berapa orang. Dimintain KTP gak? Kagak. Kayaknya karena masih percobaan sih ya. Mungkin nanti kalo udah bayar ya diminta kartu identitas kayak biasa.

Bentuk tiketnya kek gini nih.


Naik kereta bandara ini agak ribet sih. Karena kita disuruh naik ke Sky Bridge lalu turun kembali untuk naik keretanya. Kereta bandara ini lewat jalur 6 kayak rute Joglosemarkerto.

Selama menunggu kereta datang, penumpang harus nunggu di atas a.k.a di Sky Bridge ituh. Eskalator buat turunnya dipalang. Baru dibuka nanti saat kereta udah datang. Ini juga kemungkinan karena masih gratis. Jadi diawasi banget sama petugas biar ngga nyasar malah naek kereta yang lain.

30 menit menjelang keberangkatan ternyata banyak warga masyarakat yang dateng WKWK. Beneran kek piknik coy. Mbah-mbah bawa cucu. Bapak Ibu bawa anak-anaknya. Malah ada yang udah bawa bekal jajan. Oke siap.


17.29 kami sudah di kereta. Yuhuu we are so readyyy! Keretanya bagus, bersih, terang, luas. Katanya sih mirip sama Solo Ekspress. Saya ngga tau kan pernahnya Prambanan Ekspress aja yang murah.

Gambarannya kek gini: kursinya empuk kayak eksekutif. Warnanya krem-hijau ya kayak Solo Ekspress bener sih. Tempat duduknya 2-2 berhadapan gitu. Tapi ada yang 2 menghadap ke pintu. Otomatis ya pintunya. Tiap tempat duduk ada tempat chargernya 2. Total ada 4 gerbong kalo nggak salah. Mayan luas dan memadai.

Kabinnya menurut saya kecil. Pas ngobrol sama mbak A kayaknya koper ukuran kabin ngga muat deh. Bahkan ransel aja kalo isinya penuh sampe padat gitu kok ragu juga bisa muat. Sebagai gantinya disediakan slot khusus koper (kayaknyaaa) kek gini. CMIIW.


Berapa lama perjalanan kereta bandara Solo?

Kemarin sih ngitung 30 menit. Sebenarnya bisa sampe 20 menit aja. Tapi dia kan lewat Stasiun Kadipiro. Ternyata berhenti disitu sekitar 10 menit. Kadipiro itu masih masuk wilayah Solo nggak sih gaes? Kayaknya sih masih.

Di sepanjang jalan kami disuguhi sunset beneran dong. Syukaakk! Sekali dayung dua pulau terlampaui ini sih. Trus penumpangnya di dalem macem mana? Ya sama seperti yang diceritakan. Ada mbah-mbah kakinya langsung nangkring naik. Sambil ngeliatin jendela wkwk okhay bhaiq bebas.

Sesampainya di stasiun bandara letaknya di lantai 2. Bagusss!!!  Harus pake pentungnya 3x emang. Kemaren tuh pas nyobain kereta ini saya beneran berkali-kali ngomong, “Ih bagus ya mbak” “Mbak beneran bagus deh” “Duh yaAllah bagus banget” WKWK gimana ya beneran sebagus itu!

Untuk beli tiket pulang harus turun dulu. Kami pilih tiket terakhir pukul 19.29 WIB. Ada sih selanjutnya pukul 18.11 WIB tapi kok buru-buru banget??? Kan mau tour d’bandara lol. Kami sholat dulu laah. Dan jalan-jalan di bandara. Iya jalan di bandara cuma berbekal tas ransel gitu kek orang ilang. Alhamdulillah dikasih pemandangan langit bagus banget kayak gini huhu cry. Satisfying banget gaes rasanya tuhhh. Soooo calming.

Sunset dari kereta

Langit di bandara
Yang saya heran adalah: bandaranya sepi buaangettt nget nget. Ada jadwal penerbangan sih. Tapi ngga keliatan keramaian layaknya bandara. Beda sama Halim Perdana Kusumah yang lebih kecil tapi rasanya ngga pernah sepi hahaha *ya menurut anda aja membandingkan dengan kota metropolitan*

Kalo dari pintu kedatangan mau naik kereta bandara, ke arah mana?

Jangan keluar bandara! Cuma sampe palang pintu kedatangan aja lalu belok ke kiri. Mentok ada toilet dan mushola. Nah sebelahnya ada tulisan STASIUN KERETA. Beli disitu ok. Petugasnya ramah kok tenang. Dan stasiunnya juga gedeeee pasti keliatan.

Bagian luar

Bagian dalam
Selama nunggu kereta pulang kami nyobain ruang tunggunya. Lagi-lagi bagus! Ada sofa empuk dan beberapa lukisan berbau Solo kek gini. Coba apa hayo arti lukisannya?


Pukul 19.29 WIB kami naik kereta lagi dong untuk balik ke Stasiun Solo Balapan. Seneng nggak? Iyalah seneng banget. Sampe balik kos tuh kerasa puasss HAHAHA Semarang kapan punya nih?

Menurut saya kereta ini helpful banget! November kemarin ngerasain dari bandara naik Damri itu so meh. Armadanya tua. Bau mesin dan pengap gitu deh. Udah gitu sopirnya nggak ramah sama sekali. Sempet ada salah persepsi sama penumpang eh dia ngomel sepanjang jalan. Siapa juga yang mau dengar coba :(

Kalo harga tiket ini sama atau lebih dikit dari Damri, ini pilihan yang tepat. Harga tiket Damri Rp 25.000. Kereta bandara yaahh maksimal Rp 40.000 aja deh, kalo sampe Rp 50.000 hmm pikir-pikir juga. Adanya kereta bandara kan buat memberikan pilihan terjangkau ya. Kalo mihil yaa syedih ugha dedek.

Gimana, kepo kan pengen nyobain? Gas lah!

PS: Ada versi videonya cek highlight instagram akooh @lulukhodijah ya luv
13
COPYRIGHT © 2019 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES