A Lifelong Journey by Lulu Khodijah

Monday, August 06, 2018

Untukmu, Para Mahasiswa yang Baru Saja Lulus Kuliah

August 06, 2018 1
Untukmu, Para Mahasiswa yang Baru Saja Lulus Kuliah
Fase setelah lulus kuliah seperti menjadi sebuah tonggak sejarah yang penting dalam perjalanan hidup setiap orang, terutama seorang sarjana baru. Mencari pekerjaan yang pas, seperti halnya mencari jodoh. Apalagi menjadi pekerjaan atau karier yang berhubungan dengan renjana (passion), tujuan, dan mimpi-mimpi hidup yang kadang kala menjadi bahan tertawaan orang lain. 


Semua orang di dunia ini butuh uang untuk bertahan hidup. Butuh uang untuk meraih impian mereka. tapi, uang bukan satu-satunya jalan untuk meraih semua itu. Bagaimana cara mendapatkan uang itu adalah sebuah cerita penting yang akan menjadi sebuah kekuatan. Bagi hati nurani untuk bisa merasakan dan mencium bahwa jalan menuju impian bisa diraih dengan cara yang terhormat dan menyenangkan. 

Banyak pilihan dan cara untuk mendapatkan uang, apakah hanya mementingkan diri, memuaskan nafsu yang membumbung tinggi untuk memenuhinya? Tapi, dia yang memilih untuk mendapatkan uang dengan cara berkontribusi dan bermanfaat bagi orang lain, adalah dia yang akan membuat hartanya tumbuh eksponensial.

Rasanya hari-hari terlalu berharga jika hanya diisi dengan keluhan atau merutuki nasib tentang pekerjaan. Pekerjaan yang sudah ditukar dengan separuh waktu yang dimiliki setiap orang dalam sehari adalah sesuatu yang harus disyukuri lebih daripada sekadar nilai rupiah atau satuan mata uang yang ada. Ketulusan dalam melakukan pekerjaan bukan hanya akan memberi efek kilau pada pekerjaan yang sedang dilakukan, tapi juga memberi ruh agar ia bernyawa dan terlihat oleh dunia.

Setiap orang mengukir perjuangannya sendiri, Dan, selalu ada kisah-kisah yang terserak tentang perjuangan dalam meraih banyak hal. Saat seorang siswa berjuang lulus ujian. Saat seorang mahasiswa berjuang untuk bisa lulus sidang. Ketika seorang lulusan sarjana berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Saat seorang pekerja berjuang mempertahankan pekerjaannya, pekerja lainnya sedang berjuang mengubah nasib untuk mencari peluang yang lebih baik. Di saat seorang pekerja berjuang meningkatkan pendapatannya, ada seorang pekerja lainnya sedang berusaha mencari makna kenapa ia harus bekerja? Saat seorang pekerja memiliki target untuk mengejar kenaikan pangkat dan jabatan, seorang lainnya sedang berjuang untuk mengejar kepuasan kerja.

Setiap orang bebas menentukan arah kariernya. Setiap orang bebas memperjuangkan apa yang diyakininya. Tapi pada akhirnya, orang-orang yang punya komitmen, merasa cinta dengan apa yang dilakukan, dan selalu berangkat kerja dengan penuh semangat adalah orang-orang yang sedang membuat perubahan. Dengan energi yang dimiliki, mereka berbagi dan mendorong orang lain untuk merasakan hal yang sama, kebahagiaan - dalam bentuk apapun. Termasuk meneruskan apa yang pernah didapatkan dalam hidup ini. Meneruskan kesempatan dan kepercayaan.

***

Sunday, August 05, 2018

K-Drama Review: Lawless Lawyer

August 05, 2018 0
K-Drama Review: Lawless Lawyer
Calling for Lee Jun Ki lovers! Mana suaranya?!?!?! Drama korea kedua yang berhasil saya tonton setelah Secret Forest (Stranger). Dari judulnya udah ketahuan ya genre drama ini apa. Yep, seputar politik dan hukum.

https://alibaba.kumpar.com
Bong Sang Pil (Lee Jun Ki) seorang pengacara yang juga anggota gangster. Dia cukup sukses dan terkenal di Seoul karena kelicinannya. Kepintarannya dia gunakan untuk meloloskan klien dari jeratan hukum. Ha Jae Yi (Seo Ye Ji) juga seorang pengacara. Dia taat hukum dan selalu membela rakyat jelata. Jadi Bong Sang Pil dan Seo Ye Ji adalah dua kutub yang berseberangan.

Suatu ketika Bong Sang Pil mendapat paket berisi buku catatan. Buku ini membawa dia kembali ke Kiseong. Kota kecil kelahirannya. Padahal mendiang ibunya udah mengingatkan untuk jangan pernah kembali ke Kiseong. Pada saat yang sama Ha Jae Yi harus pulang juga ke Kiseong. Dia dapet skors karena berani memukul hakim yang dia anggap nggak adil.

Short story, kedua orang ini bertemu dalam kondisi Ha Jae Yi pengutang dan Bong Sang Pil yang ngutangin. Untuk membayar utangnya, Jae Yi "dipaksa" kerja di law firm punya Sang Pil. Awalnya Jae Yi cuma sekedar kerja buat bayar utangnya. Lama kelamaan Jae Yi tau ternyata Sang Pil punya misi balas dendam ke Hakim Cha Moon Sook.

Siapakah Cha Moon Sook? Sosok perempuan ini bisa dibilang pemeran kunci di Lawless Lawyer. Dia hakim yang punya kekuasaan di Kiseong. Kekuasaannya lebih tinggi daripada walikota. Tapi nggak semua orang tau bahwa sebenernya pemegang aturan dan kekuasaan itu Cha Moon Sook. Di hadapan publik, dia tampil sebagai hakim yang adil dan bijaksana. Pokoknya muka dua banget dan tipe antagonis yang menyebalkan.

Sebaliknya, bagi Jae Yi dan keluarganya Cha Moon Sook udah ibarat pahlawan. Apalagi semenjak ibu Jae Yi kehilangan. Cha Moon Sook dianggap ibu sendiri.

Nah, balas dendamnya Sang Pil ke Cha Moon Sook karena ibunya dibunuh saat Sang Pil kecil. Of course yang bunuh ngga Cha Moon Sook langsung. Melainkan menggunakan "tangan kanan"-nya. Seorang gangster yang bernama Ahn Oh Joo.

***

Sukaa sama drama ini! Akting pemainnya oke. Terutama Lee Jun Ki dan Cha Moon Sook (Lee Hye Young). Lee Jun Ki siapa yang belum tau? Penggemar drakor pasti tau banget. Saya juga udah nonton beberapa dramanya doi. Diantaranya Arang and Magistrate, Scholar Who Walks at Night, Criminal Minds, dan yang paling bikin kesengsem di Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo!! Yang saya sebutkan terakhir ini malah baru aja saya tonton ulang. Hahaha.


Kemudian ada Lee Hye Young beneran bikin orang sebel. Padahal saya liat dia main di Mother bukan antagonis. Cuma apa ya, karakternya dia itu kuat banget dan bikin orang seakan-akan yakin kalo dia sifat aslinya di dunia nyata sebagaimana yang dia mainkan. Nah, loh.


Secara cerita awalnya saya suka banget. Tapi kelamaan jadi biasa aja. Kenapa? Soalnya drama tentang balas dendam itu udah buanyak banget dan klise. Sebut aja tuh dramanya Lee Jong Suk kebanyakan genrenya balas dendam gitu. Kayak Doctor Stranger, Pinocchio, I Can Hear Your Voice. Itu semuanya...balas dendam -_-


But overall saya suka saya suka. Suka karena bikin mikir. Dan seneng saat nebak-nebak eh ngga taunya tebakan saya bener. Hehe. 


Oh ya dan seperti biasa drama Korea kurang greget tanpa kisah romance. Disini disuguhin juga romantisme Sang Pil dan Jae Yi. Untung ngga terlalu banyak jadi ngga perlu baper lol.

Wednesday, July 11, 2018

4 Skincare Hack for Beginner

July 11, 2018 13
4 Skincare Hack for Beginner
Pertama kali banget nulis soal skincare! Hihi. Saya mau sharing sedikit tentang topik yang lagi saya ikutin banget: skincare. Gara-garanya iseng download aplikasi Female Daily trus kok asik juga ya ngikutinnya hahaha. Boleh dibilang telat banget yaa ngobrolin skincare. Padahal nge-hype-nya mah udah lama. Beauty blogger/vlogger juga udah bertebaran. Tapi nggak papa lah. Usia awal 20an ya masih ada kesempatan untuk merawat kulit.


Saya juga lagi seneng-senengnya nontonin Skincare 101 Female Daily. Itu tuh yang dibawain sama Affi Assegaf. Gilz seneng banget tau semua infonya beneran bermanfaat dan bikin wawasan tentang kesehatan kulit bertambah.

Gara-gara ini saya diledekin juga sama beberapa orang. Katanya sekarang "nggaya" postingannya tentang make up. Hadeuh padahal kan beda ya. Make up itu untuk ((dekorasi wajah)). Sedangkan skin care untuk merawat kesehatan wajah. Dan saya cenderung ke skincare. Make up masih belum terlalu dibutuhkan. At least for me.
Buat temen-temen atau dedek gemez yang pemula banget di skincare kayak saya nih ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Tips ini saya rangkum setelah ngelihat postingan ini itu kok pengen dibeli semua HAHAHA ya padahal nggak mungkin.

1) Know your skin type dan problem

Tau kenapa beauty blogger kebanyakan mencantumkan tipe kulitnya? Karena beda tipe, beda pula perawatannya. Setelah saya menelaah berbagai literatur *LOL* akhirnya saya meyakini jenis kulit saya adalah oily-acne prone. Which is tipe kulit yang...lumayan bikin capek karena salah sedikit, langsung muka keliatan "cela"nya.

Dengan tau jenis kulit juga kamu bisa menentukan skincare apa yang cocok. Nggak karena impulsif liat produk A lagi hype banget eh dibeli. Padahal itu bukan buat tipe kulit kita. Sayangg kan yaa.. Nah tipe kulit dan masalah ini beda ya gengs. Tipe kulit emang kebanyakan bawaan. Sedangkan masalah kulit hasil dari tipe kulit itu ditambah lingkungan, dan faktor lainnya.

Gimana maksudnya? Gini. Misal kamu tipe kulitnya kering. Masalahnya adalah kulit pecah pecah dan ada dry patch parah. Itu beda. Harus tau solusi masalahnya apa DENGAN mempertimbangkan apakah skincare yang dipake cocok untuk kulit kering atau justru menambah kering.

2) Start from basic

Ini saya baca dari salah satu komentar youtube. Pada dasarnya merawat kulit itu ada 4: CTMP. C for Cleansing. T for Toning (cmiiw soalnya lupa hahaha) M for Mouisturizing dan P for Protection. 4 tahap ini yang sedang saya lakukan. Maklum pemula, ya. Belum merasa perlu untuk beli serum lah, essence lah, apalagi entah banyak.

Tujuannya lebih ke membangun skin barrier dulu dengan baik. Aselik lah nggak kebayang saya 21 tahun ngga pernah pake sunscreen keluar rumah. Udah gitu naik motor terus + semarang panas + waktu magang di Banjarmasin itu super panas. Ngga heran tekstur muka saya rusak. Ada beruntusan dan keliatan rough gitu. Sedih. Lah ini malah jadi curhat napa yak.

Baca: Main di Banjarmasin

Intinya itu 4 tadi. Kalau kamu udah rutin melakukan keempat hal itu dan pengen ke step yang lain ya monggo. Saya ngerasain banget yang dulu setiap hari rasanya ada aja jerawat yang muncul. Zebel gak tuh? Ya zebel lah sis. Sekarang udah jarang. Kemarin waktu jerawat bulanan aja ada kecil dan langsung kempes nggak lama kemudian. Terharu.

3) Set your budget

Penting banget. Apalagi kalo emang masih mahasiswa dan jatah uangnya cuma dari orang tua. Baru di awal kenal skincare rasanya PASTI pengen semua dicobain dan dibeli. Begitu pula saya. Padahal belum tentu juga cocok dengan kulit.

Misal dalam sebulan kamu nge-budget Rp 150.000 untuk skincare. Ya sudah stick dengan itu. Kalo ada produk yang butuh dibeli baik itu baru maupun repurchase, ambil dari budget itu. Kalo nggak ada yang dibeli, biarin aja. Buat bulan depan. Siapa tau toner lagi habis. Atau sunscreen habis. Dan pengen nih nyoba yang lain dan lebih mahal tenyata harganya. Pake lah.

Oiya jangan pernah beli produk bersamaan ya. Karena saat habisnya bersamaan kamu bakal kerasa tekor! Hahaha. Di seling sebulan sekali atau 2 minggu sekali dengan begituu habisnya nggak barengan. Bisa beli pritilan (?) deh.

4) Check the ingredients, not brands

Ada yang suka beli barang branded? Jangan pernah samakan skincare dengan barang biasa ya! Untuk pake skincare sama sekali BUKAN masalah brand. Atau mahal murahnya skincare itu. Lagi, sesuaikan ke kebutuhan kulit kamu apa. Dan belajarlah bahan apa yang cocok untuk merawat kulit wajah. Atau kalo memang ada masalah, bahan apa yang bisa mengatasinya.

Taunya darimana? Banyak! Baca di internet, jurnal, nonton video di youtube. Yang terakhir ini udah menjamur banget video yang bikin tentang per-skincare-an.

Beberapa contoh bahan yang sering dipake di skincare: Niacinamide. Biasanya digunakan buat brightening. AHA-BHA: untuk eksfoliasi alias mengangkat sel-sel kulit yang mati. Hyaluranic Acid: untuk melembabkan wajah.

Itu beberapa bahan yang saya tau manfaatnya karena memang saya pake skincare itu. Jangan gampang tergiur dengan hype suatu brand. Karena belum tentu juga bahan itu dibutuhkan sama kulit kamu. Salah-salah malah udah beli mahal eh ga cocok. Sakit tapi nggak berdarah, sis!

***
Nah itu dia 4 skincare hack buat pemula. Nggak ada salahnya untuk menjaga kulit sedini mungkin. Pasti nggak nolak kan kalau umur udah kepala dua eh masih dibilang baby face? LOL. Kamu juga punya skincare hack lainnya? Feel free to add in comment section :D

Saturday, July 07, 2018

#MenujuSKM: I'm (Un)Officially SKM

July 07, 2018 3
#MenujuSKM: I'm (Un)Officially SKM
Alhamdulillah. Sebulan lamanya nggak posting di blog ini. Akhirnya posting dengan membawa kabar gembira: SAYA UNOFFCIALLY SKM gaess.


Bukan susu kental manis ya. Sarjana Kesayangan Mertua Kesehatan Masyarakat! Masih unofficially karena baru aja menyelesaikan 3/3 alias ujian skripsi. Wisudanya masih beberapa bulan lagi. Belum dapet wisuda periode Agustus. Tidak apa-apa. Kalem.

Baca: 4 Ide Kado Wisuda selain Bunga

Dengan menyelesaikan ujian skripsi (biasanya disebut sidang aja sih) bukan berarti saya udah lepas total dari ujian hidup bernama skripsi. Masih ada revisi sebelum akhirnya disahkan dan disetujui oleh penguji + pembimbing. Ribet? Iya. Urusan dengan akademik resikonya harus mau ribet. Well, not only academic. Semua yang bersinggungan dengan formalitas dan produk hukum sepertinya memang ribet.

Postingan seri #MenujuSKM saya udah cerita masa-masa seminar proposal dan melakukan penelitian. Terhitung dari seminar proposal, saya menghabiskan kurang lebih 3 bulan untuk menyelesaikan skripsi. Rinciannya seminar proposal 29 Maret, seminar hasil 28 Juni, dan ujian skripsi 4 Juli. Jauuuh sangat meleset dari target wisuda April HAHA yaudah memang belum saatnya.

Baca: #MenujuSKM: Akhirnya Seminar Proposal

Ngomong-ngomong soal seminar hasil dulu nih. Saya menyelesaikan penelitian dalam waktu nggak lama juga sebenarnya. Hanya memang kendalanya ada di waktu itu saya belum memahami statistik dengan baik dan benar (udah macam EYD aja shay). Jadilah yang seharusnya gampil dibikin susah. Ya karena konsep statistiknya aja ora mudheng gaes. 

Saat mau maju untuk seminar hasil posisinya seminggu sebelum libur lebaran. Di masa kritis itu banyak banget literally banyak yang mengejar dosen untuk hal yang sama. Entah itu seminar hasil maupun ujian skripsi alias sidang. Dan masalahnya adalah dosen pembimbing saya nggak cuma membimbing anak S1 aja. Ada juga mahasiswa S2 bahkan S3. Saingan saya untuk mendapatkan waktu beliau bertambah. Akhirnya diputuskan lah untuk seminar hasil setelah Lebaran. Sedih nggak? Ho'oh waktu itu sedih banget. Gloomy muka dan auranya. LOL.

Seminar hasil aja nekad banget. Cuma bimbingan sekali di masing-masing pembimbing. Karena di mindset saya tuh entar juga direvisi. Mending sekalian aja waktu seminar hasil. Toh ngga ada penilaiannya juga. Daripada saya bolak balik revisi nggak jelas juntrungnya. Janjian untuk bimbingan aja susah shay. Akhirnya seminar hasil. Sepi. Ngga ngabarin siapa-siapa hahaha ngabarin deng tapi emang buat circle temen deket aja.


Seminar Hasil kilat shay
Setelah itu langsung gas untuk sidang. Disinilah saya sebagai seorang hamba kembali diberikan ujian *sigh*. Lagi-lagi ujiannya berkaitan seputar dosen dan waktu. Dosen penguji saya sudah ditetapkan. Saat saya hubungi dan ngomong ini itu ternyata jadwalnya nggak cocok dengan dosen pembimbing. Nggak tanggung-tanggung loh, sampai 2 minggu ke depan. Hampir setengah bulan sendiri! Masa iya saya revisian se-lama itu? Ogah lah. Udah angkat tangan aja rasanya :')

Akhirnya muncul solusi untuk mengganti penguji. Dan Alhamdulillahnya dimudahkan huhuhuhu. Penguji kedua ini langsung mengiyakan tanpa nanya ribet-ribet. Akhirnya sidang juga!

Sisters andalan selama mengerjakan skripsi. Laff
Percaya nggak percaya, saya nervous banget sebelum sidang. Malam sebelumnya nggak bisa tidur. Paginya mules sampe ke kamar mandi berkali-kali. Hahaha. Gara-garanya saya nggak ada gambaran bapak penguji bakal memberikan pertanyaan kaya gimana. Temen saya seangkatan di peminatan belum ada yang sidang dengan pengujinya beliau. Mau nanya ke kating kok kayaknya receh banget. Ngga tau pula siapa yang pengujinya beliau. Saya putuskan untuk let it flow sajalah.

Hari H nya drama masih berlanjut. Hampir aja ngga bisa sidang karena belum menyelesaikan urusan administrasi! Hahaha. Nanti saya ceritakan di postingan tips mempersiapkan ujian skripsi aja ya! Udah ada yang request di instagram. LOL

Baca: Benefit of Being Famous

Sampe saat ini masih ngga percaya udah sidang aja. Jadi gini rasanya.... :) *emang gimana atuh rasanya*. Lucunya, saya kan emang nggak nge-share foto sidang dan semhas di instagram nih. Ada percakapan lucu. Sebut saja si A dateng ke sidang temen saya juga, si B. 

A: Lulu kapan nih?
L: Kapan apa? Sidang?
A: Iya
L: Udah kok hehe
A: Lah iya? Kok ngga tau? Di instagram nggak ada ngeposting apa-apa?

Hahaha saya senyumin aja. Alasannya simpel kok. Bukan karena saya nggak mau berbagi kebahagiaan (?) tapi saya menempatkan diri di posisi temen yang belum sampai tahap ini. Rasanya tuh teriris *halah* ngelihat postingan sidang bertebaran di instagram. Sementara sendirinya belum sampai tahap itu. Bisa aja jadi motivasi. Tapi buat saya rasanya lebih ke....iri? Capek hati? Haha. Apalagi kalau faktor yang memperlama itu bukan dari diri sendiri. Mau gimana lagi? Salah siapa? Ya gak ada. Emang udah takdirnya. Jikalau memang sudah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin loh ya~

Makanya saya update di Whatsapp yang notabene isinya keluarga dan temen deket aja. Well, terimakasih buat temen-temen yang udah memberikan doa ya baik secara langsung maupun lewat medsos. Ada beberapa yang ngucapin karena liat postingan temen yang dateng langsung. Hehe. Semoga dengan selesainya masa studi ini, ilmu yang saya dapetin berguna untuk terus berkarya. Amiiin :)

Baca series #MenujuSKM sebelumnya:

Friday, June 01, 2018

Perempuan dan Sexual Harrassment

June 01, 2018 13
Perempuan dan Sexual Harrassment
Belakangan ini buat kalian yang ngikutin selebgram atau influencer pasti ngerti deh topik yang lagi hot. Apa itu?


Kalian tau Gitasav nggak? Plis tau ya kan saya udah beberapa kali masukin dia di postingan blog *maksa*. Singkatnya doi ini ya, influencer juga. Sekarang udah wira wiri di TV (Net.TV lebih tepatnya). Suatu hari doi nge-posting komentar dari salah satu akun instagram yang isinya nggak sopan banget. Sampe ada nyuruh jual diri dan semacamnya.

Baca: 3 Channel Youtube Wajib Tonton dan Subscribe!

Gitasav ini punya prinsip kalau komentar melecehkan nggak boleh didiamkan. Karena semakin didiamkan, akan semakin menjadi. Dia membuka lah akun itu. Sebut aja namanya T. Usut punya usut si T ini adalah akun palsu dan menggunakan VPN yang nggak bisa dilacak. Tambah lagi kan alasan buat nggak mendiamkan. Karena si T ini bukan orang "biasa" yang asal komen aja. Tapi emang akun itu sengaja dibuat untuk melakukan hal-hal nggak terpuji. Terbukti dari IP Address-nya yang nggak terlacak.

Kemudian empunya foto profil asli sebut aja H dia nggak terima endebrei dan masalah pun membesar. Ditambah lagi salah satu influencer ikut mem-blow up isu ini. Tambahlah itu panas. Menurut Gitasav si influencer D yang ikut-ikutan ini nggak berhak buat ikut campur karena, lagi. Ini masalahnya Gitasav. Dan si influencer D cuma melihat dari sisi H.

Dan sekarang saya ngga tau kelanjutannya gimana karena udah dari kemarin uninstall instagram. Hahaha ini topik lain lagi ya.
Yang ngikutin Gitasav dari dulu mungkin tau bahwa dia udah lama banget ngangkat issue per-komen-an di dunia maya. Dimana sayangnya, banyak banget komentar "nggak penting", nggak nyambung sama konten yang menjurus body shaming, dan komentar nggak senonoh.

***

Dulu yang namanya melecehkan (seringnya) dilakukan secara langsung. Entah dari cat-calling. Itu tuh "suit suit" khas abang nggak jelas. Sampe paling parah berani pegang bagian tubuh. Sekarang sexual harrassment nggak hanya terjadi di dunia nyata. Di dunia maya yang notabene nggak bertatapan langsung pun....terjadi.

"Ya itu kan resiko punya followers banyak!"
Sayangnya, nggak juga. Ada tuh temen saya yang followers-nya cuma ribuan dapet komentar senada kayak Gitasav. Padahal dia juga nggak pernah posting "mengundang". Pun dia berhijab. Gimana, hayo?

Saya nggak bisa bayangin aja dapet komentar kayak gitu. Lha dapet komentar normal dari cowok nggak dikenal aja gimana, gitu. Apalagi komentar yang melecehkan. I feel so sad. Apa sih susahnya untuk menghargai perempuan? Toh setiap individu dilahirkan oleh seorang ibu, yang PASTI perempuan kan. Apa iya tega memberikan perkataan yang buruk gitu ke ibu sendiri? Mustahil.

"Ya makanya nggak usah pake media sosial!"
Haduh apalagi ini maksudnya. Di jaman kayak gini kegunaan media sosial banyak banget. Masa iya disuruh menutup diri dari teknologi? Coy, sosial media ini bisa dipake buat berdakwah, buat mencari penghasilan, menebar kebaikan, dan masih buanyak lagi yang lainnya.

Baca: Benefit of Being Famous

"Nggak usah deh pasang foto di media sosial".
Excuse ini juga sering digunakan sama beberapa pihak. Padahal ada lho, akun yang khusus buat nyari perempuan bercadar untuk dijadikan bahan fantasi. Sedih? Iya. Marah? Iya. Sebegitu susahnya jadi perempuan ini. Apapun komentar (buruk)-nya, perempuan-nya yang disalahkan. Jarang banget laki-laki nggak sopan yang disalahkan. WHY?

***

Dear, laki-laki yang ada diluar sana. Hormatilah perempuan, siapapun itu. Sebagaimana kamu menghormati ibumu. Jika kamu ingin menasihati kami atas apa yang terlihat di media sosial, gunakanlah direct message. Atau sejenisnya yang bersifat personal. Bukan lewat komentar yang dibaca banyak orang.

Berusahalah untuk merangkai kata nggak hanya menggombal, tapi belajarlah mencari diksi yang sopan dan nggak melecehkan perempuan. 

Jika ada perempuan yang memasang foto dirinya di media sosial, pastilah sudah dipertimbangkan matang-matang. Dan menggoda lelaki itu bukan tujuannya. Bisa saja memang tuntutan peran dia yang mengharuskan untuk memperlihatkan wajah.

***

Dear, perempuan. Jagalah kehormatanmu. Pertimbangkan secara matang sebelum mengunggah ini itu di media sosial. Jaga pula pandanganmu. 

Sejujurnya saya juga pernah lihat komentar teman perempuan di salah satu akun influencer lelaki yang lumayan good looking. Iya sih kalian pasti kagum dengan dia. Tapi bisalah tulis komentar yang appropriate. Bukan komentar vulgar yang bikin nggak nyaman.

Untuk menghindari adanya sexual harrassment dibutuhkan peran antara laki-laki maupun perempuan. Cukup saling menghormati dan menghargai. Yuk, dimulai dari diri sendiri.