Masih dalam pencarian cherry blossom, berlanjut ke lokasi yang ngga jauh dari kampus Yonsei Sinchon: Yeonhui Forest. 



Yeonhui Forest - (https://naver.me/FQVGsqsH) - 9 April 2026



Sebenarnya tujuan utama kami adalah ambil jastipan dari Indonesia. Kebetulan mbak jastipnya sedang cari cherry blossom. Berhubung deket, ya sudahlah kami dateng duluan untuk foto dan video. 

Lagi-lagi, kami ditemani oleh gerimis manja. Datang sekitar pukul 9.00 pagi, kawasan ini masih sepi. Hanya beberapa ajumma dan ajushi lalu lalang. Berbeda dengan update-an temanku ketika datang di sore hari menjelang matahari terbenam. Isinya manusia di setiap sudut.


Cherry blossom disini banyak dan masih mekar sempurna. Alhamdulillaah, rezeki! Selain itu ada tulip yang ditanam disekitarnya. Tapiii, pas aku update fotonya di medsos malah dikomentari mirip Taman Bunga Nusantara. Yaah, ga jadi pamer cherry blossom deh :))

Puas banget sih foto disini. Udah diniatin dari awal pake outfit paripurna. Ditambah fotografernya emang jago dan lumayan perfeksionis. Banyak ambil foto yang kecee!


Nggak lupa mengunjungi air terjun buatan yang juga cakeep. Agak siangan dikit, udah dipenuhi wisatawan baik lokal maupun internasional untuk foto-foto. Area ini gratis dan bisa dijangkau dengan bus hijau 7017 yah!

Konkuk University Glocal Campus (https://naver.me/5r9nUhTM) - 12 April 2026



Menjauh dari Seoul, lokasi ini sebenarnya bukan direncakan untuk cherry blossom hunting. Tujuan awalnya adalah ngikut temen ujian TOPIK. 


Berhubung aku belum butuh jadi cuma nungguin aja. Eh gataunya cherry blossom di kampus ini mekar sempurna. Poin plus: SEPI. Entah karena hari Ahad atau gimana. Beda banget sama kampusku yang bisa sepi kayak gini tuh di masa libur (winter break) aja so far.

Puas deh ambil foto dan video disini. Super estetik. Bebas kebocoran orang (LOL). Bonus angin sepoi-sepoi bikin semakin bagus ketika kelopak bunganya berguguran.




Minusnya? JAUH. Sekitar 90an kilometer kayak jarak Semarang-Solo sih. Cumaa...daerah luar Seoul tuh entah kenapa rural areanya berasa banget. Kanan kiri depan belakang kampusnya aja sawah. Pas jam pulang kehabisan bus ke Seoul, alhasil kudu ke kota terdekat dulu. Anyang, Ansan, atau Incheon. Kurang cocok bagi turis yang waktunya terbatas.

Seonyudo Park (https://naver.me/5JpUA7HT) - 2 April 2026



Hunting di siang hari udah, gimana hunting di malam hari? Tentu nggak se-jelas di saat banyak cahaya. Tapiii tetep bagus dan berkesan dengan caranya sendiri. Lampu temaram yang dipasang dekat cherry blossom bikin kesan magis.


Selain itu, disini bisa menikmati Hangang alias Sungai Han dengan tenang. Minusnya jarak antar pohon berjauhan. Untuk difoto nggak akan se-estetik di lokasi yang kusebutkan sebelumnya. Well..seenggaknya merasakan variasi berbeda aja. Hihi.

***

Sebelum cherry blossom hunting, tips dari aku:

1. Perhatikan outfit
Pilih paduan warna yang cocok. Cari inspirasinya di sosmed atau manapun. Umumnya kombinasi warna putih, biru, kuning pastel. Warna pink kurang rekomen terutama kalau dipakai di warna hijab. Akan menutupi warna cherry blossomnya.

Biar lebih elegan, pakai rok atau dress. Sekaligus menandakan bahwa musim semi udah datang. Meskipun begitu, tetap cek temperatur ya. Apakah masih perlu pakai jaket atau engga. Kalaupun perlu, pakai spring coat aja yang umumnya berwarna lebih variasi dibanding winter coat.

2. Bawa gear
Mau lebih niat lagi? Bawa seperangkat kamera mumpuni. Nilai lebih kalau sewa fotografer. Menurutku sih hal wajar apabila ada budgetnya. Toh liburan belum tentu berkali-kali. 

3. Siapin pose
Terutama yang merasa nggak fotogenik *aku. Lagi-lagi banyak banget inspirasinya di medsos. Eksplor aja yang sekiranya kita suka.

Well well, paling penting sih liat jadwal dan update kapan serta dimana cherry blossom masih mekar. Terhitung di minggu ketiga April (12-18) sudah banyak yang berubah menjadi hijau. Iya, pohon cherry blossom itu ketika bunganya sudah berguguran akan digantikan dedaunan berwarna hijau. Hilang sudah merah muda merona. Suasananya menjadi summer alias musim panas.

Bonus: foto random di jalanan sekitar Yonsei-Ewha 




Semogaaa para warga negara tropis bisa dikasih rezeki untuk merasakan spring di belahan bumi lainnya~
Selamat datang di bulan April! 


Bulan dimana jalanan Korea diisi dengan warna warni bunga. Awas, jangan menyebut dengan Sakura. Katanya warga lokal sedikit sensitif dengan penyebutan ini. Sebutlah dalam bahasa Inggris cherry blossom atau Beotkkot (벚꽃) di bahasa Korea. Ah, jadi paham sekarang ternyata awal lirik I Promise You-nya Wanna One itu dimulai dari 벚꽃.

"벚꽃이 떨어지던 날.."
Hari dimana cherry blossom turun..
Waw sangat romantis. Oke hentikan kerandoman ini.

Musim yang sejauh ini menjadi favoritku. Meski ekspektasi suhu menghangat, nyatanya masih dingin. Nggak papa. Tetep cantik!

Kegiatan hunting spot cherry blossom menjadi hal yang sangat menyenangkan. Keuntungan tinggal di daerah Sinchon adalah: BRO CHERRY BLOSSOMNYA BANYAK DAN CANTIK! 



Sungguh estetik. Bisa banget kalo ga mau effort cari ke daerah lain. Ah, bersyukurnya~

Banyak daerah di Korea menyelenggarakan festival. Kata dosenku, Korea tuh surganya festival. Ada Seoul Winter Festival di musim dingin. Ice Festival. Cherry Blossom Festival. Pokoknya tiap musim ada. Andai di Korea ada duren juga ada Festival Duren Korea dah. 

Cherry Blossom kali ini bisa dibilang lebih cepat. Prediksi akan mekar penuh (full bloom) minggu kedua April, kondisinya justru banyak sudah rontok kena hujan dan angin. Kalau ada yang mau liburan ke Korea demi cherry blossom, sering-sering cek postingan di medsos deh untuk updatenya!

Nah kali ini aku share beberapa spot yang berhasil aku kunjungi beserta tanggal datengnya.

Seoul Dream Forest (https://naver.me/xrSQIL5v) - 29 Maret 2026


Langitnya emang butek kena polusi (fine dust)

Awal musim semi banget. Cherry Blossoms (벚꽃) belum banyak mekar. Masih berupa kuncup. Yang udah muncul Forsythia (개나리) berwarna kuning. Kesimpulan: kecepetan. 


Enaknya disini wilayahnya LUAS BANGET. Ada danau ditengah dan kafe sekelilingnya. Pohon pinus juga banyak. Enak buat piknik, bawa tikar dan jajanan untuk dicemilin bersama. Saat kami dateng di akhir pekan, banyak keluarga atau pasangan menghabiskan waktu bersama.



Ada yang main bubble, baca buku, foto, ngobrol atau sekadar tiduran aja. Free entrance. Treknya agak naik turun. Satu hal yang aku perhatikan: bunganya ada beberapa baru ditanam. BARU TAUUU. Ya gapapa sih kalo negaranya mampu mah. Xixi.

Seokchon Lake (https://naver.me/FlZnzC6P) - 5 April 2026



Kalau sebelumnya kecepetan, ini udah agak telat. Cherry blossom yang ada di pohon nggak sepenuh di awal. Lokasi ini hampir selalu ada di rekomendasi video hunting cherry blossom. Jujur sampai di titik aku muak. EMANG SEBAGUS ITU? Ternyata IYA *mohon maap nih.

Bayangin aja danau lumayan gede, sekelilingnya tuh PINK SEMUA. Lalu ditengah ada Lotte World dengan bangunan ala istananya. Plis udah kaya di negeri dongeng. Itu baru di pagi/siang hari.



Pas malem? Pemerintahnya niat dengan nambahin lampion. Makin cantik! Minusnya ya banyak orang aja sih. Literally. Malah katanya yang di malem itu sampai nggak bisa jalan saking nempelnya. Ya gimana ya namanya juga tempat bagus.

Dateng pagi kayak kami? Langitnya masih abu. Hahaha. Choose your fighter ajalah. Yang pasti worth the hype disini asalkan bisa ambil foto yang bagus :) Good thing meski rame para pengunjungnya tuh sopan. Mau ambil foto ya ngantri. Ga asal serobot. Nice!

Random Road - 5 April 2026



Awalnya...mau ke Daechorim? Daecharim? Apalah itu ke arah Seoul National University. Tapi ga nemu arah benernya. Yaudah akhirnya ngasal aja ambil foto daerah Sillim. Foreignernya cuma kami. Disapa sama haraboji pake bahasa Inggris, "You like cherry blossom?" - sambil senyum. Aih, gini aja seneng :)) mungkin kami terlihat terlalu excited. LOL.

Seoul Grand Park (https://naver.me/G2Ew30d2) - 6 April 2026



Penyesalan disini adalah ngga pake outfit cantik. LOL. Tempat ini ada wahana serta kebun binatang untuk dikunjungi. Areanya? Yaa luas pake banget. Bayangin aja Taman Safari. Nah, kayak gitu. Meski namanya Seoul, letaknya udah di Gamcheon. Agak sedikit melipir.

Salah satu spot favorit yang aku kunjungi. BANYAK BANGET cherry blossom masih mekar sempurna. Sekalian silaturahmi sama hewan-hewan yang ada. Baru di jalanan menuju tempat aja udah ada forsythia dengan warna mencolok. 


Lanjut di parkiran berjajar cherry blossom kanan kiri. Untuk masuk kami memutuskan naik cable car. Bisa sekali jalan, bolak balik, atau seharian. Kami pilih sekali jalan seharga 9000 won. Ditemani gerimis manja dan angin kami menahan dingin naik cable carnya. 

Agak ngeri karena ga ada sabuk pengaman. Hanya pengait gede aja sebadan-badan. Mana jalannya tuh lambaaat. Makin ngeri. Lol. 


Lucunya disini kami ketemu sama orang Indonesia. Saling menyapa :)) asli dah musim semi ini buanyak banget orang Indonesia yang ke Korea. Ditambah lagi ada konser BTS, Seventeen dan EXO. Di tempat wisata, di subway, resto, isinya orang Indonesia :))

Disini ada cerita lucu ketemu sama haraboji fotografer. Turun dari cable car, kami beli tiket kebun binatang seharga 5000 won (ini MURAH BANGET). Cek sekitar bentar, "Wah ada jalanan penuh dengan cherry blossom!" . Harus foto dong?


Di sisi pengkolan jalan ada dua haraboji dengan tripodnya. Kami kepo sudut pandang mereka ambil foto kayak gimana. YA SKSD? Taunya ditawarin difotoin pake handphone kami. Sebagai tanda terima kasih, aku kasih jajan Indonesia. Eh, ditawain jadi modelnya. Difoto pake kamera profesional. Gemes banget dengan bahasa seadanya kami berkomunikasi satu sama lain.

Bertukar instagram, email, sampe cerita udah foto kemana aja. Hasil jepretan mereka bagusnya tuh bagus banget T_T 

Kami iseng lah tanya udah pernah ke Indonesia? Udah. Kemana? Sumba! Please aku aja belum pernah. Huft. Sedih. Then I asked, 
"What's the best country you visited?"
"Iceland"
OMG kapan yah bisa kesana. Yuk bisa yuk dengan paspor Indonesia ini :')


Intinya kami senang bisa dapet foto cherry blossom cantik. Bisa kenalan sama warlok ramah. Meski hujan badai langit kurang cerah gapapa. We really enjoyed our precious time here <3

***

Baru 4 spot kok udah panjang? Lanjut ke postingan berikutnya ya!
Garis akhir dari Ramadan 1447 Hijriah. Mulai dari harap cemas jatuh di tanggal berapa dan mau salat dimana. Perbedaan yang sangat nyata terasa disini. Di Indonesia mau lebaran tanggal berapapun bukan masalah besar, karena termasuk libur nasional. InsyaAllah tetep bisa salat.


Nah diluar negeri, minoritas Muslim ini? Kebanyakan berharap jatuh di akhir pekan. Agar mahasiswa ngga perlu izin absen kelas. Pekerja pun bisa lebih leluasa tanpa harus ajukan cuti. Se-signifikan itu. Aku pun mengalami dagdigdug apakah akan Lebaran di hari Jumat? Atau Sabtu?

Jumat pekan itu bertepatan dengan kegiatan pameran yang masuk ke mata kuliah wajib. AaaAakkk. Sebenarnya sabtunya pun masuk ke kegiatan ekskul. Hanya ngga masuk absen dan ngga berpengaruh ke nilai. Artinya, lebih leluasa untuk izin.

Alhamdulillah Korea Muslim Federation (KMF) memutuskan 1 Syawal jatuh di hari Sabtu. Salat dimana kita?

Ditarik mundur beberapa hari sebelumnya, KBRI Seoul sudah membuka pendaftaran salat Ied berjamaah di gedungnya. Motivasi kami salat disini adalah....untuk dapet opor ayam T_T yaiyalah gengs. Kita harus bisa menciptakan suasana Lebaran semaksimal mungkin. Kesedihan hanya denger takbiran lewat youtube harus digantikan dengan suara nyata.


Pendaftaran udah mirip war konser tiket aja. Cepet-cepetan. Bentuk tiketnya ada nama serta QR code untuk dipindai. 


Persiapan lainnya yaitu baju lebaran. LOL. Biasanya aku si SJW sustainable fashion ini kurang berminat untuk beli. Tapi entah ya, dengan justifikasi pengen merasakan vibes lebaran kurelakan saja beli baju baru khusus nitip dari Indonesia. Terniaat....

Lebaran oh Lebaran...

Pagi sekitar pukul 07.00 kami menuju KBRI menaiki bus. Harus satu kali transfer dari halte Ewha untuk ke pemberhentian terdekat di daerah Yeouido. Di bus selain kami bertiga ada mba berhijab yang juga menuju ke KBRI.


Semakin mendekati KBRI, semakin banyak menemukan muka-muka warga Indonesia. Ah, senangnya~ semua bersuka cita. Pakai wewangian. Dandan cangtip dan gantenk. Lovely. 


Kami disambut panitia yang siap membawa gawai untuk pindai tiket. Dikasih snack serta kupon makan bergizi gratis. Senangnya~


Tantangan hari itu adalah dinginnya temperatur udara. Meskipun sudah mulai mendekati musim semi, suhu masih belasan derajat dengan angin bertiup kencang. Sungguhlah ujian hidup pakai jaket tebal (disini disebut padding) dibalik mukena. Bentukannya kayak punya punuk unta.


Semakin berat untuk menahan pipis demi nggak ngulang wudu dan menghapus make up. Lololol. Hal paling pecah mendengar takbiran secara langsung. Di hati tuh langsung, nyesss... Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan yaAllah? Pada titik itu serasa dibawa kembali ke Indonesia. Ya takbirannya, gelar sajadahnya, salam-salamannya. Alhamdulillah masih bisa merasakan kenikmatan silaturahmi ini :')

Saking khusyuknya nahan pipis sampe ga inget ceramahnya tentang apa *maaf pak khotib. Kelar salat buru-buru antri toilet. Antri makan. Gong bener antri makan udah macem antri bantuan langsung tunai. Luamaaaa bangeeeet mau nanges. Nempel betul sama depan belakang bikin inget antri sholat di deket Ka'bah.


Menu yang dibagikan berisi opor ayam, lontong, sambel goreng dan kerupuk. YaAllah yaAllah nikmat sekaliii....terima kasih KBRI Seoul udah mengadakan acara ini. 


Sungguh ku senanggg :"D rangkaian acara sebenarnya ada salam-salaman dengan pak Dubes. Hanya....kami nggak ikutan. Lebih ke malas mengantri sih.....

Akhirnya acara ditutup dengan foto bersama orang Indonesia yang aku kenal. Diantaranya:

Bersama KOICA Awardee 

Yonsei Indonesia Asocation

Jamaah Masjid Sinchon

Bonus: Kimbab Family

HEHE. Ada influencer yang aku ngeh kayak mas madhang hajja. Ternyata Zayyan Xodiac pun juga di KBRI! Cuma nggak ngeuh aja LOL.

Alhamdulillah Alhamdulillah. Senangnya bisa merayakan Lebaran meski ribuan kilometer dari rumah. Terima kasih KBRI Seoul, momen membahagiakan menjadi WNI ada juga :') bahkan teman sekelas pun mengapresiasi kok ada kedutaan yang ngadain salat sendiri? Terima kasih jugaa untuk teman-teman Indonesia di Seoul sudah meramaikan hari-hari anak perantauan ini. Such precious moments we have <3 

Next, salat Idul Adha dimana ya?


Rasanya gimana?

  
Sendu. Syahdu. Rindu. Apa yah? Segala perasaan akan kerinduan akan kampung halaman dan hiruk pikuknya menjadi satu.

Dari awal aku udah tau akan menjalani Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha di perantauan. Dimulai dari Ramadan, tentu nggak semeriah di Indonesia. Perkuliahan berjalan seperti biasa. Resto tetap buka dan menyediakan makan minuman. Dugderan? Pawai Ramadan? Apa ituu? Azan aja harus dari aplikasi handphone.

Hanya diri sendiri yang harus berusaha keras mencari kegiatan Ramadan. Kalau bukan, siapa lagi ya kan? Misalnya buka bersama, salat tarawih berjamaah, atau iktikaf. Alhamdulillah selama Ramadan aku mengikuti khataman One Day One Juz bersama Rumaisa Korsel. 

Bagi mahasiswa Indonesia, banyak organisasi yang mengundang untuk buka bersama. Salah dua yang kuikuti yaitu dari Yonsei Indonesia Association (YIA) dan Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (Perpika). 


Kami berempat mahasiswa Indonesia Yonsei yang senasib sepenanggungan lewat beasiswa KOICA pun mengadakan bukber mandiri, hehe. Bukber dengan Perpika ini kayaknya harus diabadikan di satu tulisan terpisah deh. Karena spesial pake telor ada guest star para casting Clash of Champions cabang Korea!

Puasa 1447H di Korea lama waktunya mirip dengan Indonesia. Subuh sekitar jam 5 lalu buka di jam 5-6 sore. Ditambah masih musim dingin, semuanya terasa dimudahkan. Nggak ada kendala yang cukup berarti.

Lalu, pertanyaan selanjutnya. Ada nggak yang menyelenggarakan tarawih?

Ada dong! Lagi-lagi harus bersyukur memang. Diberikan kelonggaran waktu untuk salat DAN ini penting sih. Ada 2 masjid terdekat yang aksesibel. Masjid mana aja tuh?

1. Seoul Central Masjid (https://naver.me/GeURdG2x)


Masjid terbesar di Seoul (kalau nggak salah di Korea?). Menyediakan iftar dengan sistem kupon. Sayangnya aku nggak pernah dapet karena harus datang minimal 30 menit sebelum Magrib. Walaupun begitu, jamaah bisa mudah mendapatkan makanan halal di banyak resto sekitar masjid.

Salat Isya dan Tarawih dimulai pukul 20.00 setiap harinya. Disini, tanpa kultum yah. Jumlah rakaatnya 11. Sama dengan jumlah yang biasa kulakukan. 

Di 10 hari terakhir Ramadan menyelenggarakan iktikaf juga. Tapi untuk makan sahur nggak ditanggung. Lagi-lagi sayang sekali aku nggak sempat untuk iktikaf huhu :')

2. Sinchon Masjid (https://naver.me/5WOtMS3N)


Kalau nggak karena Ramadan, kayaknya aku nggak akan menemukan masjid ini. Lokasinya hanya 20 menit jalan kaki dari dorm. Aah sukanya! Sama seperti masjid Seoul, jumlah rakaat tarawih 11. Hanya bedanya disini ada doa qunut di rakaat terakhir witir.

Meskipun namanya masjid, untuk ukuran orang Indonesia tergolong sebagai mushola. Letaknya pun di basemen yang mungkin tergolong nggak biasa. Masjid ini tuh kayak yang tau tau aja. Hahaha. Beneran deh, sekali saat hujan deras aku tetep dateng ke masjid eh cuma ada 1 orang lain yang dateng. Mana itu temen sekelasku. Akhirnya balik aja deh :))

Jamaah perempuannya pun seringnya dari Indonesia. Belakangan baru aku tau, ada mazhab yang melarang perempuan ke masjid. Makanya isi shaf perempuannya ya itu lagi itu lagi :)) kami menyebut diri kami: remaja masjid Sinchon. LOL.

Untuk kegiatan buka bersamanya hanya tersedia di akhir pekan (Sabtu dan Minggu). Baru seminggu sebelum Idul Fitri, dilakukan setiap hari.


Oh ya, tarawih disini mulai 20.30. Dugaanku sih untuk mengakomodasi para pekerja dan mahasiswa yang bisa aja butuh persiapan lebih lama untuk datang ke masjid. 

***

Jujur sangat bersyukur bisa menjalani Ramadan di Korea dengan cukup baik (menurutku). Dapat temen baru. Banyak waktu pula untuk beribadah, berhubung 2 minggu awal Ramadan itu bertepatan dengan winter break (libur musim dingin).

Sekarang baru sadar buat Muslim yang akan merantau ke negara minoritas, ada baiknya mempersiapkan kemungkinan menjalani ibadah akan seperti apa. Lakukan riset kecil-kecilan, gali informasi daimana mencari makanan halal, masjid yang menyelenggarakan tarawih, hingga hal-hal lain untuk senantiasa menguatkan dengan keyakinan yang kita jalani.

Satu hal yang mempermudah: adanya teman. Rasa malas sangat mudah datang ketika kita sendiri. Beda dengan keberadaan teman yang ayok ayok untuk diajak ke jalan kebaikan. Rasanya sangat berharga :)

Nanti dilanjutin ceritanya untuk Idul Fitri di Koreaaa~
Hari terakhir di Busan, apa agendanya? Jalan dan makan. Emang dah kerjaannya itu doang, maklum namanya trip tanpa persiapan. Hanya ada 2 destinasi ((untuk diwujudkan)).

Gamchoen Culture Village



Sebuah pedesaan? Perkampungan? Dimana isinya rumah bercat warna warni. Mural. Dan banyak toko suvenir khas daerah. Setauku dia ini tenar karena ada mural BTS. Tau kan fans BTS sebesar apa?

Untuk kesini lumayan effort sejujurnya. Bus yang kami tumpangi tipe village bus. Ukurannya tuh kecil. Jumlah tempat duduknya lebih sedikit. Imbasnya apa? Cepet banget penuhnya karena kapasitas kecil. Alhasil kalau kelewat yhaa mau ga mau nunggu berikutnya. Mana intervalnya cukup lama lagi. Di naver map ga ada ETA kecuali stand by. Sungguh tidak bisa diprediksi.

Sesampainya disini, yang pertama kali kupikirkan adalah....ini mah kampung pelangi :)) liat aja deh. Semirip itu kan sama kampung pelangi Semarang?



Saranku sih kalau kesini mending pake guide. Tanpanya, asli bingung banget ini mah mau ngapain....berhubung aku bukan tipe yang kudu cobain kafe viral. Atau belanja banyak yah. Ini tuh literally perkampungan yang ditinggali warga. Ada kafe dan toko suvenir.

Kami mampir di toko suvenir semacam batik. Harganya lumayan berat yah shay dikantong. Seukuran syal itu mulai dari 70.000 won. Hampir sejutak! 



Tempat ini cocoknya untuk yang niat foto ootd atau udah ngincer spot tertentu.

Disini ada satu momen nggak terlupakan. Dan langka banget. Baru pertama kali ngalamin ini. Jadi ada solo traveler perempuan, kami tawarin fotoin. Pas aku liat gantungannya...jreng! Haetnyangi-nya Seo Eunkwang. Oh my god. Oh my god.


Aku yang biasanya pendiam ini langsung ngoceh, "I have the same doll!". Lalu kami ngobrol. Mbaknya ini dari New Zealand. Habis nonton konser Eunkwang di Busan. OH MY GOOODDD. Dan setelahnya bakal nyamperin Lee Changsub di Daegu. OH MY GOODDD.

Baca juga: Konser Seo Eunkwang

Se-happy ituu ketemu manusia dengan kesukaan yang sama. Meski kami nggak tukeran medsos apapun. It was a wonderful encounter :')) terharu. 

Bosen jalan dan ambil foto, lanjut ke destinasi terakhir.

BIFF Street


Aku tuh nggak ada riset sama sekali dengan trip ini. Cuma ngikuut aja sama itinerary yang udah dibuatin. I can say, I'm anti ribet traveler. Ketika udah ada yang ngelead, akan kuikuti tanpa banyak protes. Yang aku tau cuma kepanjangannya: Busan International Film Festival.

Loh tapi kan gak lagi ada festival filmnya? Trus ngapain dong? Akhirnya terjawab. Ini tuh semacam gang yang didedikasikan untuk memasang hal-hal seputar film. Kayak di Hollywood itu yang ada nama superstar di lantai(?) jalanan. 


Kanan kiri seperti biasa pertokoan. Daaan...kuliner! Yap. Bisa dibayangkan suasananya mirip Myeongdong atau Hongdae di malam Jumat. Streetfood bertebaran tinggal pilih. Kami pilih makan hotteok. 

Hotteok murah yang kubeli di Sinchon itu rasanya biasa aja. Kayak bakpia pathuk beda di isi. Yang ini luarnya garing kres kayak gorengan, isiannya bisa pilih madu dan kacang-kacangan. Paling enak? Yang kacang! Sampe beli dua kali dong :)) antriannya juga panjaaang. Hamdalah penjualnya satset. Nggak perlu nunggu lama meski famous.

***

Berhubung tiket kami sore, 2 jam sebelumnya kami memutuskan udah harus sampai di stasiun. Perkara makan siang? Nyobain food court.


Masih heran loh, kok bisa ya regulasi disini tuh ngatur makanan yang dijual harganya nggak tinggi? Ya harga umum pasaran aja. Beda sama di stasiun atau tempat wisata di Indonesia. Apa-apa dinaikkan dengan embel-embel: kan tempat wisata. Sigh.

Apa menu yang sekiranya "aman"? Balik lagi ke...seafood :)) dahlah halo kolesterol ini sepulang dari Busan. Tapi gapapa. Kapan lagi kan makan seafood ditempat aslinya. Perkara lain kita pikirkan belakangan aja.

Jadi, berapa budget ke Busan?
Aku coba itung ya. Ini diluar tiket pesawat Indonesia-Korea.

Tiket ITX Seoul-Busan
Tiket KTX Busan-Seoul
Total 102.400
Airbnb 60.653
Top up T-money 25.000
Jajan (makan dan suvenir) 115.312
Total pengeluaran 303.365 won. Konversi ke rupiah sekitar Rp 3.600.000.
Mahal atau murah balik lagi ke kepercayaan masing-masing yah. 

Buatku ini masuk akal aja. Kami udah berusaha press di tiket dan airbnb. Makan sempet masak. Nggak jajan banyak suvenir pun. Nggak nyobain capsule train. Ah, sempet pakai taksi juga. 

Tips liburan ke Busan (or maybe traveling in general):
1. Tentukan "genre"-nya mau apa. Wisata kuliner? Cari spot estetik? Atau cari aktivitas?
2. Kalau udah, tentukan lokasinya. Jangan lupa sekalian mapping rute agar bisa efisien waktu. Tanpa habis banyak dijalan.
3. Untuk destinasi yang perlu beli tiket, pastikan apakah bisa beli ditempat? Ada kemungkinan untuk habis? Bisa beli online jauh-jauh hari? Apakah harus diaktivasi/redeem beberapa hari sebelum digunakan?
Aku sempat baca untuk Blueline Busan itu harus aktivasi beberapa hari sebelum kedatangan.
4. Tempat sholat dan makan dimana? Kami (sebenernya aku ngga pas sholat sih...) sholat di tempat yang sekiranya agak sepi dan nggak buat lalu lalang orang.
5. Kemungkinan bakal makan seafood. Apakah ada alergi tertentu?
6. Cek suhu dan kemungkinan cuaca. Bawa baju yang sesuai. Jangan sampai liburan malah sakit!
7. Secara umum, Busan masih foreigner-friendly. Tapi nggak ada salahnya siap aplikasi papago untuk membantu terjemah.

***

Anyway, sebagai manusia yang tidak ambis destinasi sih aku merasa puas. No complain whatsover setelah liburan :)) meski kalau dibanding konten IG traveling ini nggak bisa dibilang seru sih. LOL. Well, yang penting diri sendiri menikmati. Nggak perlu dibandingkan lah ya.

Next: Jeju, I'm coming!