BPOM
Per Maret tahun ini aku udah berkarya alias bekerja alias mengabdi ke negara selama 5 tahun. 


Kalau pake itungan aktifnya idol kpop di ukuran tengah. Bukan rookie a.k.a newbie. Dibilang senior juga belum. Middle gitu deh. Pegawai loyal nggak sih ini itungannya? Jiakh.

Beberapa tahun belakangan ini instansi tempatku dapet banyak hujatan ujian. Mempertanyakan apa sih kerjaan kami. Malah dituduh nggak kerja. Jujur sedih sih dibilang gitu. Dari awal bergabung rasanya udah kerja keras. Bukan cuma aku, tapi keseluruhan tim di kantor ga ada yang keliatan gabut. Malah sering pulang lebih lama dari jamnya.

Nah, buat merayakan lima tahun bekerja ini, mau mengabadikan di blog ah.

Awal-awal jadi calon umbi bisa dibilang semangat membara. 
AKU AKAN MENGABDI!
AKU AKAN MENJADI PEGAWAI TERBAIK!
Liat aja cerita tes menjadi umbi, latsar, uji kompetensi, kegiatan random pun ditulis disini. 

Kemudian diserang pandemi. Lalu berlanjut dikasih kejutan berupa mutasi. Dibilang demotivasi iya, kecewa iya, susah move on iya. Baru setahun ini mencoba untuk menerima.


Okay, jadi apa sih sebenernya kerjaanku ini?

Aku adalah lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat. Dengan peminatan gizi kesehatan masyarakat. Kebanyakan lulusanku ini mengabdinya di Dinas Kesehatan. Aku termasuk minoritas yang melenceng dari jalan pada umumnya. Walaupun pada akhirnya di pekerjaan yang sekarang ini SELALU berkolaborasi sama Dinkes :))
 
Konsep instansiku ini adalah pengawas Obat dan Makanan. Obat dan Makanan ini dijabarkan lagi menjadi 5 komoditi. Obat, obat tradisional (sekarang berubah istilah jadi obat bahan alam), suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. 

Pengawasannya dilakukan dengan 2 cara. Pre-market atau sebelum dipasarkan. Dengan cara melakukan audit sarana produksi bagi siapapun yang mau produksi ke-lima komoditi diatas. Setelah beredar, dilakukan pengawasan post-market, yang dikenal dengan sidak-sidak itu. Diluar sidak pun kami melakukan secara rutin. Hanya yang disetting untuk pemberitaan ya sidak itu.

Kegiatan di Pasar Cariu

Nah selain pengawasan, kami juga ada fungsi memberikan edukasi ke masyarakat. Tentunya masih seputar Obat dan Makanan. Disinilah fokus pekerjaanku berada. Kurang lebih jadi promotor kesehatan bagi masyarakat. 

Kegiatan rutinku itu:
1. Jadi mbak-mba customer service. Melayani konsultasi tatap langsung tentang gimana cara dapet izin edar. Sejauh mana prosesnya. Lewat kanal media lain pun dilayani, seperti Whatapp misalnya. Akulah manusia yang dipanggil mimin itu.
2. Melakukan edukasi ke masyarakat. Kadang ke sekolah, ke mahasiswa, ibu rumah tangga, pelaku usaha. Siapapun sih harapannya bisa teredukasi.

Edukasi jajanan aman ke guru SD


Di kampus farmasi UI

Itu yang rutin, ya. Yang lainnya? Yaa tentu saja ada. Konsep menjadi umbi ini palugada. Apa yang lu butuhkan, gue ada.
1. Kadang ikut periksa sarana
2. Jadi arsiparis
3. Pernah gabung tim food security buat ngecek keamanan pangan VVIP tiap kunjungan
4. Tim Kejadian Luar Biasa (KLB) Keamanan Pangan

Yaa begitulah. Berusaha mengerjakan yang ditugaskan. Harapannya sih ya sejalur dengan fungsional yang diberikan: Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM). Cuma, hidup kan tidak se-ideal gitu. Tau-tau jadi arsiparis. Tau-tau jadi umbi. Eh emang umbi ini bukan mendadak.

***

Setahun sepuluh bulan penempatan di kota Solo. Wuih enak banget ya ges ya. Deket rumah. Apa aja ada. Murah. Ga kekurangan satu hal pun. Kurang bersyukur aja sih kayaknya. Ga pernah bermasalah sama rekan kerja atau atasan. Malah dapet temen ikrib disini. 

Berusaha nyempetin main bareng walau udah beda kota

Udah takdir kali ya si anak baru merantau ini disuruh merantau lebih jauh lagi. Pindah ke Bogor (kabupaten). Auto darderdor. 

Menurutku si orang Jawa kalem lemah lembut ini, semuanya berubah menjadi ganas. Di tiga bulan awal kepindahan kerjaannya mau nangis aja tiap malem. Ketika pagi datang udah stress duluan. Baik kerjaannya, lingkungannya maupun rekan kerjanya. Kalo diinget sekarang sih terharu. Ternyata bisa melewati itu semua...

Emang apa sih yang bikin berat? Secara kultur semuanya kerasa kudu cepet-cepet. Demanding. Jumlah pasien dan sarana banyak. Ah, nikmat sekali. Dari awal di Bogor udah berjanji ngga akan disini selamanya. Hahahaa..masa depan siapa yang tau?

Ngomong-ngomong soal instansiii...aku berbagi kebaikannya aja ya. Haha. Katanya kan jangan meludahi sumur dimana kamu minum airnya. Siapa tauuu ada nih yang kepo gimana sih kultur kerja di instansiku ini.

1. Science-based BANGET! 

Asli. Case di jabatan PFM ya. Buanyak banget pelatihan untuk kami yang omai omaigad kalo ngikutin tuh berasa kuliah lagi. Narasumbernya juga sering dari perguruan tinggi. Dari organisasi diluar negeri? Banyak. WHO, PMDA, etc.

Ada dua sisi sih. Satunya bersyukur bisa nambah keilmuan. Satunya puyeng ini teh bahas apa. Apalagi ketika udah merepet bahas farmakologi, obat-obatan, hal yang berbau farmasi. Auto merasa salah jurusan. Apa kudu kuliah farmasi? :))

Pusinkkk sertifikasi :"))

Nama obat yang dulunya cuma tau paracetamol sekarang bare minimumnya tau deksa, tramadol, LOL. Otakku ini harus digunakan secara ekstra untuk menyerap semuanya.

2. Mayoritas perempuan

Berhubung kebanyakan apoteker, dan fakultas farmasi di Indonesia itu juga udah settingan kebanyakan perempuan. Alhasil...banyak perempuannya. Di timku yang sekarang 6 orang perempuan semua. Di tim lain belasan orang, lakinya 1 doang. Ya begitulah adanya.

Timku setahun ini

Kembali lagi ini juga hal yang sama ketika aku kuliah di FKM. Kebanyakan mbak-mbak. Apakah ngaruh di kerjaan? Yaa sedikit banyak ngaruh. Dari sisi emosi kadang kan perempuan lebih perasa. Ada aja gesekannya. Hihi.

3. Selalu mendukung untuk berpendidikan tinggi

Sedari awal masih jadi calon umbi udah didorong untuk ayo kuliah lagi ayo kuliah lagi. Di titik ini setelah 5 tahun kerja baru gerak buat lanjut kuliah. Yang emang mau kerja dan dapet kesempatan lanjut kuliah, no worries. Instansiku sangat suprot!


4. Gap senioritas tipis (minimal di unitku)

Duluuu waktu awal kerja, setengahnya kelahiran 90an alias seangkatan. Sekarang udah lebih beragam berhubung dapet tambahan dari unit sana sini. Alhamdulillahnya tetep sih ga berasa senioritas yang gimana-gimana. Semua bekerja sesuai dengan porsinya. Yang junior menghormati senior. Yang senior pun mau mendengarkan pendapat junior.

Memang ga selalu begitu. Cuma ketika dibandingkan dengan unit atau instansi lain, aku berkesimpulan sih ini masih di koridor aman. Haha.

Kegambar nggak sih kerjaannya kayak apa? Kok kayak ngalor ngidul? Maap yaaa..
Mohon doanya aja semoga apapun yang kami kerjakan saat ini punya dampak baik ke masyarakat. Bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Dan buatku pribadi bisa lanjut kuliah. Hohooo ~

Akhirnyaaa, lega! Satu kata yang menggambarkan akhir bulan lalu. Tepat ketika Latsar udah selesai. Belum tau apa itu Latsar? Coba dibaca bagian 1 dan bagian 2 nya dulu dongs biar nyambung. 


Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya, setelah masa on campus saya menjalani masa off campus. I'm going to spill details here. Karena udah selesai juga kaan. Who knows bisa menjadi ((inspirasi)) buat para cpns diluar sana yang belum latsar.

Baca: Pengalaman Mengikuti Tes CPNS Badan POM 2018

Mulai dari penentuan isu. Sebelum menentukan isu, seenggaknya kita pernah menjalani job desc di posisi tertentu. Saya ambil contoh diri sendiri. Sekarang saya sebagai staf infokom (Informasi dan Komunikasi) di instansi. Tugasnya apa? Secara garis besar mengelola pemberian informasi kepada masyarakat, juga komunikasi ke lintas sektor.

Banyak kan ya sekarang media penyebaran informasi. Catchment area saya? Apalagi kalo bukan media sosial. Anak medsos banget, gitu! Bagian infokom punya Unit Layanan Pengaduan Konsumen. Disini masyarakat bisa ngaduin apa aja selama itu berkaitan dengan pengawasan Obat dan Makanan. Ok, clear?

Penentuan isu a.k.a masalahnya apa? Saya merasa konsumen yang dateng tuh kebanyakan pelaku usaha. Umumnya ya mereka pengen konsultasi gimana sih cara mendapatkan izin edar BPOM. Saya ngerasa kok masyarakat yang “ngadu” literally ngadu khasiat suatu produk ngga ada yaa?

Padahal saat magang di Semarang tuh ada buk ibuk ngaduin jamu yang dia minum. Saya pengennya kayak gituu.

Disitu saya nentuin deh bahwa masalahnya adalah penyebaran informasi dari instansi kurang. Terutama tentang keberadaan kantor saya. Maklum sih belum ada setahun berdiri. Mentor a.k.a atasan langsung pun hamdalah menyetujui.

Barulah saya buat akar masalahnya apa, dan solusinya apa. Di solusi ini saya memberikan 3 kegiatan. Kenapa 3? Karena menurut peraturan LAN itu jumlah minimal untuk mendapatkan nilai >80. Artinya lebih banyak lebih bagus. Setiap kegiatan ini masih dijabarkan pula menjadi beberapa tahapan kegiatan. Kalo ngga salah minimal 3 juga.

Kegiatan saya yang pertama: bikin leaflet isinya profil instansi. Kedua: bikin video profil. Ketiga: ngatur jadwal posting sosmed + nyusun konten + desain.
Kegiatan pertama gampang lah. Ngga harus pake Corel. Canva pun bisa. HEHE. Tahapan kegiatannya tuh: konsultasi ke atasan, nyusun konsep, konsul lagi, ngedesain, konsul lagi buat masukan, acc. Itu tahapan secara singkat. Di laporan kegiatan nulisnya ya agak dirapihin sikitlaa. 

Jadi gini pak...
Kegiatan kedua: bikin video profil. MASYA ALLAH INI SUNGGUH MENGURAS ENERGI SEKALI GAES :) saya yang amatiran di dunia per-vlog-an udah nangis nangis waktu mulai take video lol. Nangisnya di kamar doang sih.

Pembuatan videonya hanya dalam waktu kurang lebih 2 minggu. Kesalahan saya sih ngga bener ngatur jadwal. Alhasil setelah libur Lebaran baru serius digeber. Hamdalah banget semua orang kantor kooperatif. Sedikit banyak ngebantu mempermudah jalannya pembuatan. 

Camera-woman (?)
Ini adalah pertama kalinya ngedit video SENDIRI. Berbekal nonton tutorial. Dan bertumpuk kesabaran. Rasanya gimana? Nano-nano. Capek iya. Kzl iya. Yang jelek aja disebut terus. Ada senengnya sih. Waktu mood ngedit dateng duh rasanya kaya kok seru banget ya ternyata? It’s fun actually. As long as you have internet connection and proper spec of computer. Yaiya udah bukan rahasia lagi kalo untuk ngedit video butuh spek laptop yang tinggi. Biar ngga ngadat ngadat. File audio visual itu kan gede ya. Total durasi 3 menit 20 detik aja besar filenya hampir 200 MB sendiri.

Kemudian sekarang bingung footage yang segini banyaknya buat editing mau diapain... *nyanyi dibuang sayang*

Fyi aja saya nyelesaikan video (sampai terunggah di Youtube) itu tanggal 25 Juni. Sementara 26 Juni udah caw balik ke Bapelkes Semarang. Presentasinya tanggal 28. Sebelum presentasi saya bela-belain bagiin link nya ke orang banyak.

Alhamdulillah punya ibu yang suportif (banget!). hanya dalam beberapa hari itu views-nya udah 200an dan likes mencapai 100. Sebvvah pencapaian lho menilik akun youtube instansi yang masih kecil banget. Lolll thank you mommy, u r de best indeed. 

Yang penasaran bisa liat videonya disini eaaa.

Terakhir: jadi mimin sosmed. Megang instagram, twitter, facebook. Ternyata oh ternyata menjadi mimin seasik BKN atau BMKG tuh ngga gampang yha. Mereka pada makan apa sik biar bisa se-catching itu setiap kalimat yang dituangkan? Kayanya butuh berguru ke mereka deh!

Diantara 3 sosmed itu paling susah entah kenapa malah twitter. Nambah followers dan engagement nya tuh bingung kudu piyeee. Beda sama facebook dan instagram yang kebaca cara optimasinya. Yha, mungkin saya aja yang kurang belajar.

Tantangannya kegiatan ketiga ini harus bisa dapetin info yang akurat. Tentang obat dan makanan lho ini. Komoditasnya luas banget. Ada pangan olahan, obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Hamdalahnya ada materi dari pusat, jadi kadang tinggal ngolah atau re-desain aja biar cakepan dikit.

*** 

And then, move to when we're going back to Bapelkes. Mulai dari persiapan presentasi sampai pengumuman kelulusan

Okay after all that mess mission cleared, kami kembali ke Bapelkes. Udah kangen banget ama temen sekamar uwu. Padahal pengen menggibah orang Astaghfirullah bukan saya bukan.

Tanggal 26 Juni kami bertiga + 1 orang kantor ke Semarang. Barengan sama orang kantor karena pas banget ada kegiatan di Balai Semarang. Rasanya pulang ke Semarang setelah 2 minggu ngga pulang gimana? Agak terharu sejujurnya. Lol.

Baca: Semarang yang Selalu Dirindukan

Sampai Semarang sekitar jam 10an. Langsung sarapan. Dan cuss deh ke Bapelkes. Registrasi sebentar, unpacking barang di kamar 611 daaan balik ke rumah. HAHAHA. Ngga bisa lah ngga balik ke rumah. Emang saya bang Thoyib yang ngga pulang-pulang?

Eh taunya dirumah cuma ada Abi. Baiklah yang saya lakukan dirumah adalah................tidur. Sembari menunggu emak saya beli makan siang. Akhirnya merasakan lagi ena nya Mie Nges Nges favorit. Entah perasaan saya aja ato gimana, kok rasanya lebih pedes dari biasanya *penting*

Baca: 5 Tempat Makan Enak dan Murah Meriah

Balik ke Bapelkes. Ternyata ngga ada lagi apel malem + lari pagi. Berasa merdeka sekaligus ada rasa yang hilang. Beneran lho, rutin lari pagi itu enakeun. Bikin badan enteng. Apalagi larinya rame-rame. Status jomblonya yaah ngga berasa lah yaw.

27 Juni 2019

Kami konsultasi dengan coach. Alhamdulillaaah banget coach saya yang woles gitu. Intinya asalkan beneran ngerjain aktualisasi + laporan udah sesuai check list yaudah. Ngga banyak revisian.

28 Juni 2019

D-Day! Time to present our work! Laporan dan PPT saya paling keliatan ngga niat dari segi quantity. Yha bayangin dong laporannya cuma 50 lembar lebih dikit. Sementara itu temen seperbimbingan ada yang sampe 160 lembar coba :) itu :) apa :) maksudnya :) :) :)

Saya dapet urutan presentasi ketiga. Lhaa tapi ngga ada yang ngefotoin huhuhu baiklah. Saya ngerasanya ngga jelas saat presentasi. Inilah akibat ngga latihan plus ngerjain ppt kebut semalem. Tidak untuk ditiru, ya! Isinya singkat, banyakan ngoceh (itu pun ngga beraturan). Istighfar Lu, istighfaar.

Yang ngga pake item putih itu penguji, mentor dan coach

Sehabis presentasi ya LEGA dong. Walaupun ada revisi. Langsung dikerjain aja ditempat. Sembari menonton temen yang lain presentasi. Malemnya?

Yayness, sempet keluar bentar ke Taman Indonesia Kaya. HELLA IT’S MY FIRST TIME HERE. Gimana, udah mempertanyakan status warga Semarang saya belom? Pas banget ada acara pagelaran wayang (?) disitu. Wayang orang dengan pemain Indra Bekti dan Indy Barends. Ih jadi keinget acara Ceriwis itu gak sih??!?!?! 

Teletubbies gang + 1 intern. LOL
Sayangnya ada jam malem (meskipun tetep dilanggar) nontonnya bentar aja deh. Yang seharusnya jam 9 udah balik, ini molor sampe jam 10. Puas? Yaiyalah. Pake jajan takoyaki segala. Spending the nights with your lovely one is one of best feeling ever. Thank you my work-mate. Entah kapan bakal bisa ngerasain kaya gini lagi *usap air mata*

Kegiatan utamanya tuh padahal ngejilid hasil revisian. Disitu muka anak-anak udah hepi banget. Kayak beban hidupnya keangkat semua. Tinggal pengumuman kelulusan aja niiiih....

29 Juni 2019

Closing ceremony. Penutupan. Omg why time always felt files sooooooooooooooooo fast yah? Saya ngga bilang ngga kerasa deng. Emang kerasa banget kok perjuangannya (HALAHHH). Pas penutupan ya emang se-lega itu.

Ditambah penunjukkan mendadak saya menjadi perwakilan pelepasan tanda peserta. Mon maap ini siapa yang milih. Tapi demi membawa nama baik instansi (HALAHHH) ya saya iyakan dong. Apalagi................nah ini paling seru lol. ((Pasangannya)) adalah orang yang sering dijodoh-jodohin sama saya. 

SENGAJA BANGEDH DITAROH BLOG, MB?
Iya gaes. Percayalah umur 20an tuh ngga ada bedanya sama anak SMA dalam hal jodoh menjodohkan. Malah lebih ekstrim karena lebih serius pembahasannya bukan pacaran lagi tapi menjurus nikah. Oke baik. Kami (????????) sering dijodoh-jodohin begitu karena katanyaa punya muka yang mirip.

Baru pertama kali ini dibilang mirip dengan lawan jenis selain kakak saya yang ngga ada mirip-miripnya itu. Sigh. Ya tapi tetep seneng dong ada kenangannya kan ngga cuma keinget capeknya ikut Latsar aja. Perkara jodoh ada yang udah mengatur *sok bijak*

Highlight penutupan ini terletak pada saat pembacaan 3 peserta terbaik. Ketiganya diambil dari akumulasi nilai sikap, perilaku, dan kerjaan aktualisasinya. Anak-anak sih udah kaya nebak-nebak gitu dari desas desus yang ada. Apakah nama saya masuk dalam rumor tersebut? TENTU SAJA TIDAK. KAMU KAN TIDAK AMBISISUS. KERJAANNYA MAKAN TIDUR MULU PULA.

Jadi saya ngga berharap. Lah orang lulus aja udah Alhamdulillah. Nggak remidi pada saat ujian akademik aja bersyukurnya bukan main. Masa sih mau meminta lebih?

TAPI TERNYATA YA ALLAH MEMBERIKAN LEBIH DARI SEKEDAR LULUSSSS. Jeng jeng jeng. Perlu di-caps lock karena saya sebahagia itu. Semua capek langsung dibayar lunas tanpa kredit, ataupun cicilan online. Apa sih...

Ada :) aku :) disana :) Alhamdulillah :) dipotoin kakak Sandra
Peserta terbaik pertama dengan nilai 89 koma jatuh pada (menyebut nama dari Koepang). Peserta terbaik kedua dengan nilai 89 koma (iya bedanya di koma) jatuh pada.....LULU (menyebut nama lengkap saya). OMG ku sungguh speechless. Udah ngga dengerin tuh pengumuman selanjutnya. Terharu khan maeeen.

Ngga sia-sia ngedit sampe mata kedip kedip. Perih. Nyari icon kota Solo. Revisi saat weekend yang harusnya buat liburan. Huhuhuhuhu masih kerasa senengnya dong yaAllah. Sekaligus heran, “KOK BISA YAA?”. Ternyata ya, semudah itu emang Allah memberikan kenikmatan buat hamba-Nya. Ini jadi keinget kutipan di Ayat-Ayat Cinta heum.

*** 

Setelah Latsar, apa? Banyaak. Masih ada kewajiban untuk mengabdi ke masyarakat. Menambah skill, kemampuan, pengetahuan. Masya Allah.

Doakan saya ya gaes biar selalu dikuatkan pundaknya *ea* gak kebanyakan sambat. Banyak bersyukur. Dikasih kesehatan. Umur yang berkah. Dan dipertemukan jodoh dong yang soleh HEHEHE amin yaAllaah.

Eh satu lagi cita-cita nambah. Traveling ke daerah dimana ada temen-temen Latsar berasal. Jember, Kediri, Banjarmasin, Kotawaringin Barat, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Banyumas, daaan Kepulauan Sangihe! Bentar, adakah yang belum kesebut? *mikir*


Terima kasih buat semuaaaa pihak (hazeq) yang udah mendukung selama ini. Let's meet again another time, guys!
Hola, udah baca bagian pertama cerita Latsar CPNS? Yang udah lanjuut ke agenda kedua kuy. Yang belum ya baca dulu dong disini.


Agenda dua, apakah itu? Disebut dengan ANEKA. A = Akuntabilitas. N = Nasionalisme. E = Etika Publik. K = Komitmen Mutu. A = Antikorupsi.

Yes, nilai ANEKA adalah nilai wajib yang harus dipegang oleh PNS. Karena jelas PNS bukan pejabat yang harus dihormati. Sebaliknya, PNS justru berkewajiban memberikan pelayanan publik terbaik. Yang memuaskan. Memberikan solusi bagi masyarakat.

Kelima nilai diatas harus diterapkan demi terpenuhinya syarat Smart ASN. Yup. Kadang masih suka gemes sih. Ada orang ngegampangin jadi PNS. Oh well, ngga PNS aja sih. Jadi blogger pun ada juga yang nyinyirin. Intinya emang di setiap lini kehidupan, orang nyinyir bakal selalu ada. Eeeh kok kemana-mana lagi.

Oke bhaik lanjut. Untuk mempelajari nilai ANEKA, para CPNS diberi modul. Dimana modul tersebut lebih tebel daripada bantal dirumah. Kami selama Latsar punya yang namanya coach. Mereka adalah hmm apa ya, pengendali kegiatan kami iya, motivator iya.

Kata-kata yang sangat sering diucapkan adalah,
"Modulnya udah dibaca?"
"Jangan lupa baca modul"
"Yaa minimal baca modul 3x lah"

Kenapa, sih? Why harus baca? Bikozzz ada ujian akademiknya (di akhir masa on campus)! Nah ini nanti saya ceritakan di akhir ya. Kan harus kronologis. LOL.

Agenda ketiga alias terakhir adalah Whole of Governement dan Manajemen ASN. Di WoG ini intinya kami harus bisa bersinergi antar instansi pemerintahan. Instansi pemerintah itu banyak jenisnya. Ada yang bergerak di bidang kesehatan kayak BPOM. Yang notabenenya bukan kementerian. Sementara itu ada Dinas Kesehatan dengan Kementerian Kesehatan sebagai induknya. Kami harus bisa sebaik mungkin melakukan kolaborasi. Ngga boleh ada yang namanya siloisme.

Baca: Cari Tahu Program Unggulan Dinas Kesehatan Kota Semarang di Media Gathering

Apaan lagi tuh? Siloisme itu semacam ego instansi. Misalkan nih BPOM lembaga non kementerian, Dinkes itu dibawahi oleh Kemenkes. Ngga boleh ada yang superior satu sama lain. Kan kita ini sejajar. Sama-sama visinya ke pembangunan Indonesia biar lebih baik. That's why harus berpegang tangan erat, bukan malah saling nabok.

Meskipun pada kenyataannya masih ada sih oknum dari instansi tertentu yang sulit untuk diajak kerjasama. Makanya diajarin lah WoG agar ngga terjadi gesekan antar instansi.

Tuh kan gaes klean terharu gak para calon abdi negara ini pembekalannya panjang? HEHEHE.

***
Tiga agenda di materi on class itu bukan klimaksnya, gaes. Klimaksnya justru ada pada kenyataan bahwa di penghujung Latsar bakal ada ujian akademik. Ujiannya kayak waktu ujian CPNS itu. Computer-based alias online. Isi materinya apa? SEMUA. Yess, literally semua yang dipelajari di 3 agenda.

Mari kita bayangkan. Setiap hari Senin - Sabtu aktivitas padat. Jika hari biasa dimulai jam 4 pagi sampe 9 malem, di bulan Ramadhan harus menyesuaikan. Mulainya jam 3 pagi untuk makan sahur bersama, dan jam 9 tetep sama setelah dipotong tarawih. Belajarnya kapan?

Sambil tidur. Merem melek. Hahaha. Iya, seriusan. Kami sekamar awalnya belajar mandiri. Kemudian menjelang hari H ujian, kami belajar bareng. Apalagi saya anaknya sukanya ngomong biar ngga kelupaan. Kami pun belajar sampe tengah malem. Padahal jam 3 pagi udah harus bangun.

Kebayang kan perjuangannya? *halah*. Ngga sampe skip tidur sih bcz I can't live without sleep! Hehe.

Alhamdulillahnya sebelum ujian ada try out gitu. Tapiiii try out jaringan internetnya ajah! Bukan pake soal yang mirip sama ujian *sigh. Di dalam ruangan udah ada instruktur langsung dari PPSDM-nya Kemenkes. Kami duduk di komputer sesuai dengan nomor urut. Nah disitu bakal dicek jaringan komputer nomor 20 misalnya gimana. Apa ada kendala? Dll.

Disini lah kesetiakawanan terbangun *ahzek. Ruang ujiannya dingin banget! Kami yang 18 hari non stop berada di ruang ber-AC udah lambaikan bendera putih deh. Entah takdir bagaimana saya kok dapetnya pas di bawah AC. Pendingin yang digunakan ini sentral. Bentuknya kotak di tengah ruangan gaes. Bukan AC yang nempel di kanan kiri.

Pas banget ((sentoran)) hembusan anginnya kenceng. Gak gak gak kuadhhh. Disaranin pake jaket. Yhaa ngga mempan lah. Saya bawa jaket cuma 1 doang jaket jeans ala Dilan itu. Akhirnya instruktur melemparkan pertanyaan maut, "Ada yang mau pindah dengan nomor 20?"

Dan....ada dong! Tidak lain dan tidak bukan yaitu ketua kelas kami. Iya, kami punya ketua kelas. Seorang bapak yang merelakan istrinya melahirkan sendirian demi latsar :(( terharu gak sih. Anak pertamanya si mas ini lahir, blionya lagi latsar. Respect!

Alhamdulillah banget bisa dapet ketua kelas bertanggung jawab kek gini. Makasih kakaaaak! (tolong ingetin saya buat kasih tanda terima kasih). Aslilah saya bersyukur banget ngga kena itu hembusan angin maut (?). 

Ujian ini menguji mental juga sih. Pas banget bertepatan ada konflik hubungan lololol apaan sih. To the point pengen nangis tapi gengsi. Akhirnya cuma bisa update twitter.

....dan kembali berusaha menata hati dan mental *hilih*

***

Alhamdulillah wa syukurillah ujian akademiknya lulus. Diatas batas minimal 70,01. Huhuhu se-happy itu gaes. Saya ngga kuadh lagi disuruh belajar soalnya. Hahaha.

Setelah ujian, jeng jenggg. Masih ada tantangan lagi, Ferguso. Yang justru inti dari rangkaian Latsar ini. Apakah itu? Mempresentasikan proposal aktualisasi kami. 


Gini, gini...
Di Latsar kami seperti halnya membuat skripsi jaman kuliah gitu. Kami belajar memetakan masalah yang terjadi di organisasi. Lingkupnya di penempatan kerja. Setelah itu dianalisis penyebabnya apa, dan memberikan solusi. Persis banget dengan PBL yang pernah saya lakukan.

Baca: Tentang FKM Undip: PBL

Ada teknik fish bone, swot, dll untuk pemecahan masalah. Nah solusi yang diberikan berupa kegiatan yang WAJIB dilakukan saat off campus. Ingat, Latsar ada masa on campus dan off campus. Di off campus inilah melakukan kegiatan yang digadang sebagai solusi. Plus menjalankan nilai ANEKA.

Yup, kegiatannya berlandaskan nilai ANEKA yang udah diajarin. Harapannya kegiatan itu bisa dilakukan secara berulang sehingga disebut habituasi. Begicuuu...


Tentang berapa jumlah kegiatan yang harus dilakukan, detailnya gimana, skoring dll udah diatur jelas oleh LAN. Oh ya, Lembaga Administrasi Negara itu hmm semacam pengelolaan SDM-nya PNS. Semua pelatihan dasar yang ngatur LAN. Sedangkan BKN yang twitnya suka diretweet banyak orang itu lebih ke penjaringan (?) bukan pembinaannya.

Banyak kan ternyata lembaga pemerintahan itu. Semuanya bersinergi agar masyarakat Indonesia mendapatkan pelayan publik yang berkualitas. Uhuk, asik daahhh..

Sekarang ini saya masih dalam masa off campus. Doakan yaa please semoga semua kegiatan saya bisa berjalan dengan lancar dan TEPAT WAKTU! Huhu degdegan banget. Ada kegiatan yang bikin mikir, "Kenapa aku mengusulkan kegiatan ini???" but my mantra is Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Pasti semua bisa dilakukan. Mangaaats!

Demikiaan cerita ngalor ngidul tentang Latsar. Yhaa semoga ada gambaran sedikit. Niat saya sih pengen sharing aja. Bahwa untuk menjadi PNS yang sering diremehkan banyak orang itu, langkahnya panjang. Nggak cukup dengan lolos tes CPNS aja :)

Baca: Pengalaman Mengikut Tes CPNS bagian 1 dan bagian 2

Jika ada oknum PNS yang kinerjanya ngga memuaskan, tegur. Kasih tau salahnya dimana. Siapa tau khilaf kan. 
Definisi produktif menurut kalian apa sih? Menurut saya adalah saat dimana dalam waktu 24 jam, waktu yang digunakan itu ngga terbuang sia-sia. Artinya setiap detik yang digunakan itu ada hasilnya. Misal: sejam masak. Hasil: makanan siap santap. Setengah jam baca buku. Hasil: pencerahan. Etc. Something like that yang intinya tidak hanya gegoleran di kasur dan menghasilkan badan makin lemes.

Geng Surakarta gelombang pertama

On productive days, I will feel extremely happy. Because the “alive” feel that I got.
Se-seneng itu. Nah udah lama banget ngga ngerasain hal kayak gitu. And finally I got to feel that again! Selama kurang lebih 18 hari ngikutin Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.

Baca: Pengalaman Mengikut Tes CPNS bagian 1 dan bagian 2

Wait, what is dat? Latsar ini adalah tahapan wajib bagi CPNS. Dulu disebut Diklat Prajabatan. Mungkin jika di perusahaan swasta, ini semacam training. Tujuan utama Latsar ini (katanya) demi menghapus C dalam CPNS. Menjadi PNS, gituuh. Output dari Latsar ini berupa sertifikat kelulusan yang menjadi syarat diangkat menjadi PNS. Don’t have that certificate? Ya entah kapan bakal jadi PNS. Begituuh.

Latsar yang saya ikuti ini berselang 2 bulan setelah Inagurasi. Timeline-nya adalah saya orientasi dulu di balai koordinator (Semarang). Lanjut 1 bulan di penempatan. Itungannya disini ngga kerja. Lebih ke observasi on how people work. Ya, ngamatin gimana sih budaya kerjanya. Dll. Supaya ngga kaget ketika mengerjakan job desc nantinya.

Baca: Bulan Ketiga dan Cerita dari Jakarta

Setelah itu datanglah surat pemanggilan dari PPSDM BPOM. Isinya untuk mengikuti Latsar. Dulu katanya Prajab itu bisa lintas instansi. Sedangkan yang saya ikuti kebetulan hanya BPOM aja. Kemungkinan karena jumlah CPNS BPOM saat ini cukup banyak. 1064 tepatnya.

Latsar ini ngga langsung brek 1064 barengan. Ada yang dapet di Ciawi, Jatinangor, Makassar, Aceh, and in my case I got....Semarang. LOL yes coming back to my hometown. Tepatnya di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang. Lucunya adalah ini pertama kalinya saya denger Bapelkes. Padahal letaknya di pusat kota loh. Di Simpang Lima tjuy yang isinya perkantoran itu. Duh, memang ngga peka sama lingkungan ini. 

Baca: Balada Orang Semarang yang Nggak Kenal Kotanya


*** 

What makes me more excited is dari ke-40 peserta, ngga berasal dari Jawa aja. Memang sebagian besar Jawa. Yang dari luar Jawa itu Kupang, Mataram, Banjarmasin, Kutawaringin Barat, Palangkaraya, dan....ini yang paling jauh. Kepulauan Sangihe! Have you heard that? Saya seketika menaikkan alis bingung, berpikir dimanakah itu Kepulauan Sangihe?

Baca: Live in Kalimatan - 19 Hari Magang

Ternyata ada di Sulawesi Utara. Dan berbatasan langsung dengan Filipina. Wow, double WOW. Radar kepo saya menyala. Penasaran banget kaya gimana suasana di luar Jawa. Apalagi berbatasan. Dan bener dong. Penuh perjuangan banget mereka untuk dateng ke Jawa. Applause to them! 1 diantara 2 orang itu malahan orang Jawa Timur. OMG I literally rolled my eyes tau dia ditempatin di pulau nan jauh disana. Hebat, sungguh perjuangan. Ku saluuuut!

Whoops whoops back to main story. Bapelkes ini kek hotel. Serius tyda berbohong. Kami para peserta tinggal mengikuti jadwal yang ditentukan aja. Kamar, makan, laundry, fitness, fasilitas apapun itu udah disediakan. Enak? Yhaaa enak lah. Yang ngga enak adalah...jeng jeng jeng. Bangun pagi.

Yups, udah bilang kan ini berisi hari-hari produktif. A.k.a padat. Dimulai dari subuh sampe malem non stop. Istirahat hanya makan, coffee break, mandi, dan sholat tentunya.

So, agenda Latsar itu ngapain aja sih?

Latsar terdiri dari 2 bagian. Pertama adalah bagian On Class. Ya di Bapelkes ini. Dilaksanakan untuk memberikan 3 agenda. Agenda what? 

Pertama: bela negara. Namanya calon abdi negara. Wajib dong hukumnya punya rasa cinta tanah air. Jangan bayangin kami ngangkat senjata ala-ala wajib militer ya. Kagaaak...

Agenda bela negara isinya penguatan jasmani rohani serta materi di dalam kelas. Penguatan jasmani ini dibimbing langsung oleh 2 personel TNI-AD. Kebayang nggak, Subuh bangun untuk sholat. Lanjut ke Simpang Lima untuk senam ringan dan lari 2 putaran. Back to Bapelkes pukul 06.00. Pembersihan (mandi dll) sampe pukul 06.30. kondisinya sekamar 3 orang, 1 kamar mandi untuk bertiga. 06.30 turun ke ruang makan. Pukul 07.00 materi di kelas mulai. Sampe Magrib.

Roommate akoooh
Semua dilakukan terjadwal. Makan harus terpimpin alias barengan. Ngga ada ceritanya makan sendiri-sendiri. Dalam waktu 10-15 menit. Kayanya lebih sering 10 menit sih....

Asli tjuy pertama kalinya makan cepet dan aku tersiksaaaaa! Begitupun temen lainnya. Temen sekamar saya ampe bilang, “Makan 3x disini sama aja kaya makan 1x porsiku biasanya” LOL. Kok ngambilnya dikit? Yhaa kan dikasih waktu. Ntar kalo ngga habis selain mubazir, bakal kena tindak alias hukuman. Ogah lah yawww.

Baca: Dari Nasi Kucing hingga Bakmi, Inilah Wisata KuAliner 24 Jam Legendaris di Semarang

Mau makan banyak + cepet kok ya tidak shanggup shay rasanya. Sebagai balas dendamnya, malem sebelum tidur banyak yang nyempetin pesen makan lewat ojol. Sungguuuh penemuan Go-Food/GrabFood ini membantu hidup banyak orang banget ya. Makasih loh, kak Nadiem *ikrib*

Baca: 5 Tempat Makan Enak dan Murah Meriah

Disiplin adalah koentji di kegiatan Latsar. Materi yang diberikan di kelas pun juga diberikan oleh personel TNI-AD. Menyenangkan syekaleee btw bapak pematerinya. Lucuuu kaya lagi stand up comedy. Tapi tetep ngena materinya.

In this section jiwa nasionalisme seperti dipertanyakan lagi. Udah ngasih apa sih, buat negara? Yakin nih mau jadi PNS? Gajinya ngga banyak lho. Jam kerjanya mengikat lho. Tanggung jawabnya besar. Udah gitu banyak aturannya. Are you really sure? *kemudian berpikir kembali*

Meskipun namanya di kelas, metodenya disertai diskusi. Ngga ada tuh cuma duduk diam mendengarkan materi. Dan setiap diskusi ini selaluuu menyenangkan. Hehe. U know I love to hear what other’s sayin’. Also me deliver my thoughts. Semakin membuka mata *azeq*

Latsar starter pack
Suasana pembelajarannya ini dibuat berkelompok. Ada 7 meja bundar untuk 7 kelompok. Setiap hari anggotanya diacak. Jadi lebih mengenal yang lain kaan... sekalian cari kesempatan untuk mencari jodoh temen baruw.

Masih di agenda 1, ada materi PBB. Apa itu? Peraturan Baris-Berbaris. Lebih syusyaaah daripada waktu SMA dulu. Apa karena makin banyak pikiran ya. Jadi ngga semudah dulu nginget-ngingetnya. Saya adalah salah satu peserta yang sering banget salah. Entah ya, kok apa yang di pikiran dan yang digerakkan beda. Ngga bakat deh nge-dance kayaknya hihihi.

***

Ehm, tau-tau udah panjang banget ceritanya. Padahal masih banyak yang belum diceritain. Biar bikin penasaran (cih) dipecah aja ya ke beberapa bagian. Dan untuk bagian pertama, sampe disini duluu. See you! :D
(baca tulisan bagian pertamanya dulu biar nyambung yaah)


Alhamdulillah wa Syukurillah lolos. Ternyata hasil seleksi ini dibagi per zona. Sedari awal udah jelas kelolosan ditentukan oleh passing grade. Barulah kalo passing grade nggak memenuhi, dipake sistem ranking. Nah saya yang Zona 4 ya saingannya di zona yang sama. Nggak secara nasional gitu loh. Mungkin ini juga salah satu faktor saya bisa lolos kali ya. Ngga tau kalo di zona lain atau justru secara nasional bakal lolos atau engga. Hehe.

P1 artinya lolos passing grade. Huruf L disebelahnya menandakan LOLOS untuk ke seleksi selanjutnya
Untuk yang lolos SKD menuju SKB, diambil 3x dari formasi. Untuk formasi saya dibutuhkan 5 (keseluruhan di Zona 4) maka diambil 15 orang yang boleh mengikuti SKB. 

Seleksi Kompetensi Bidang 

Disinilah drama berlanjut. Saya masih heran kenapa hidup saya penuh drama. Apakah karena saya suka nonton drama Korea? Kalau memang iya, apalah daya saya nggak bisa untuk nggak nonton drakor *lah gimana*.

Jika SKD lebih ke umum, di SKB udah masuk tentang instansi tujuan. Karena saya pilih BPOM ya isinya per-BPOM-an. Ada dapet kisi-kisi dari temen, cari di google, dan juga twitter. Apakah membantu? Ya dan tidak sih. Intinya banyakin belajar tentang farmasi (basic-nya BPOM kebanyakan apoteker) dan tentang visi misi BPOM itu sendiri.

Dan, soal seperti apakah yang saya kerjakan?

Berjumlah 100 dalam waktu 90 menit, prosesnya masih sama dengan SKD. Malah lebih ketat pemeriksaannya. Bros saya kena sita. Saya duduk bersebelahan dengan 2 orang temen seangkatan. Tapi kita ngga ada kerja sama loh yaa! Mereka berdua ini udah terkenal jujur. Saya? Wah jangan diragukan dong. Ujian Nasional aja ngga beli kuncinya. Hahaha. Ujiannya juga secara online dan nilai bisa langsung keluar.

Isi SKB BPOM 2018 kurang lebih kaya gini:

- Visi misi BPOM
- Perundang-undangan tentang Narkotika, Apoteker, Apotek (pengedaran obat di Indonesia kaya gimana, kalo ada pelanggaran di apotek harus berbuat apa)
- Pengaruh obat-obatan pada tubuh (misal zat X itu bisa mempengaruhi bagian tubuh apa, syaraf kah? Pembuluh darah kah?)
- Peracikan obat (ada hitung-hitungannya gitu saya tidak paham pemirsa)
- Syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat dengan Baik)
- Sanksi hukum terkait dengan peredaran obat-obatan
- Klasifikasi obat (obat berlabel hijau, biru, obat keras, dan semacamnya)

Intinya soal kefarmasian jauh lebih banyaaak dibanding tentang BPOM itu sendiri. Soal tentang BPOM pun dasar banget yang insyaAllah bisa dikerjakan selama ngerti BPOM itu apa. Nggak yang mendalam.

Awalnya ekspektasi saya tuh bakalan ada soal tentang kesehatan masyarakat sendiri gitu. Ternyata kok kayaknya mau berasal dari jurusan apa aja, soalnya sama. Sempet liat di twitter sih agak meributkan soal ini. terutama yang dari jurusan sosial kan kurang bisa relate gitu.

Tips 2: yakin nggak yakin lolos SKD, belajar dari jauh-jauh hari. Jangka waktunya lumayan lama, hampir sebulan. Bisa dihafal dan dipelajari kok tentang obat-obatan tuh. Buktinya temen saya bisa dapet skor 330.

Rata-rata kalo yang saya liat sih skornya 250an. Perhitungan skornya untuk salah dikasih 0. Benar dikasih poin 5. Skor saya berapa? Cuma 275 aja. Hehe. Temen saya yang lain 280 dan 240.

Trus dramanya dimana?
Nah. SKB ini selain CAT ada wawancara + mengumpulkan hasil TOEFL. Ceritanya peserta dibagi beberapa kelompok. Tapi masih bisa negosiasi bisa wawancara kapan semisal ada kepentingan lain. kayak kepentok jam kerja atau gimana. Nah saya dapet hari kedua tuh. Udah kan tenang. Adem ayem. Sebelum wawancara udah ngisi form seputar pengalaman bekerja sebelumnya/organisasi. Intinya tentang kerjasama dan sosialisasi dengan orang lain.

Baca: Pengalaman Tes TOEFL di SEU Undip

Saya tersadar ternyata pengalaman dulu gabung organisasi waktu kuliah penting banget! Ngga bisa bayangin deh kalo waktu kuliah saya anti sosial kayak jaman SMA. Mau diisi apa coba itu pengalaman? :’) Apalagi untuk fresh graduate kayak saya yang belum ada pengalaman kerja sama sekali. Mau dinilai darimana? Ya dari kehidupan berorganisasi.

Baca: Plus Minus jadi Aktivis Kampus

Drama yang dialami ini ngga waktu CAT tapi saat wawancara. Untuk pembagian wawancara dibagi menjadi 2 hari. Udah diatur dari BPOM dapet hari keberapa. Saya di hari kedua. Okay siyap!

Nah, di hari pertama wawancara udah mencapai magrib tuh. Pas banget azan. Udah wudhu, pake mukena. Iseng buka hape KOK ADA TELFON? Nomer baru lagi. Saya biasa tetep angkat nomer telfon meskipun nggak bernama sih. Soalnya kan femes ya banyak fans jadi maklum aja *dikeplak.

“Ini dengan mbak Lulu peserta SKB BPOM?”
“Iya bu, bagaimana?”
“Bisa datang ke kantor untuk wawancara sekarang?”
“......”
“Rumah kamu dekat kantor kan?”
“Iya bu”
“Bisa ya?”
“Setelah saya sholat ya bu”
“Oke”


APA YANG TELAH TERJADIII? Yak. Saya wawancara dengan mendadak, gaes. Gak tau lagi gimana ekspresi muka saat itu. Ngga ada persiapan sama sekali loh shay. Sementara saya siap-siap, ibu menyetrikakan baju hitam putih. terimakasih ibu quuuh sayang<3

Sesampainya di kantor ditanya satpam, “Mbak bener wawancaranya jam segini? (sekitar jam setengah 7 malam)”

“Iya pak bener kok”
Yaudah deh diarahkan ke ruang wawancara. Sendirian. Melewati luasnya kantor Balai Besar POM seorang diri. Saya deg-degan gaes. HAHA. Sampe takut gimana kalo pewawancaranya mendengar detak jantung saya? Lol.

Di ruang tunggu cuma tersisa 1 peserta! Dan beberapa petugas BPOM. Disitu berusaha menenangkan diri dengan merapal doa-doa. Serius deh, ngga ada persiapan banget. Bahkan perkenalan diri pun saya komat kamit di jalan menuju kantor BPOM (yang mana ngga ada 10 menit).

Isi wawancaranya apa?

Alhamdulillah sempet nanya ke temen yang udah wawancara. Jadi ada gambaran bakal ditanya apa aja. Benarlah ternyata. Wawancaranya lebih menggali ke diri sendiri. Tentang teamwork, how to deal with problems, problem solving, how ambitious you are when working (?) dan nilai yang dipegang dalam hidup itu apa sih. Pewawancaranya ada dua orang. 1 dari BPOM Pusat dan 1 dari Balai POM Semarang.

Tips 3: saat wawancara kontrol ekspresi wajah ya. Meskipun cetakan muka judes, tetep harus keliatan approach-able. Senyum tapi jangan keliatan palsu. Suara tegas dan jelas (kayaknya saya agak kumur-kumur -_-), dan percaya diri! Jangan ragu sama jawaban kalian sendiri.

Ngga ada bener dan salah kok. Pewawancara juga ngga menyalahkan jawaban kamu. Cuma nanggapin macem, “Oh gitu?”. Kalo ada pertanyaan yang kurang jelas, boleh ditanya ulang dengan sopan tentunya. Sesi wawancara saya sekitar 40 menitan. Alhamdulillah, lega. Udah berakhir seleksinya. Tinggal menyerahkan usaha aja sama yang diatas.

***

Setelah selesai semua tuh rangkaian seleksi yang saya lakukan cuma 2: berdoa dan rutin buka akun media sosialnya BPOM. Sungguh rasanya tuh penasaran banget. Biar ancang-ancang gitu sih kalo keterima ya Alhamdulillah, nggak ya artinya bisa coba yang lain.

Sama seperti hasil SKD yang diumumkan di hari Rabu, hasil SKB pun juga. Saya masih inget betapa gemetarnya untuk buka pengumuman. Lemes shay :")

Ngga pernah nyangka sih bakal lolos. Yang tadinya magang di BPOM eh jadi bagian dari BPOM beneran. Alhamdulillah pemberkasan pun udah selesai.

Oh iya, seleksi CPNS tiap instansi itu beda yah. Ada di instansi lain yang meliputi tes kesehatan, psikotest, dsb. Sedangkan untuk Badan POM ya yang udah saya ceritakan ini. Bisa dibilang ngga terlalu banyak sih. Alhamdulillah.

Terima kasih buat semua yang udah mendoakan yah. Doakan terus semoga bisa bawa kebermanfaatan lewat kerja disini. Amin ya Robbal Alamiin...
Setelah lulus sejujurnya saya nggak ada ambisi mau daftar dimana. Masih ragu bakal diijinin orang tua atau enggak. Udah sering ditolak keinginannya maka harus hati-hati menentukan pilihan. Nah di tahun 2018 ternyata ada pembukaan Seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Sampai seminggu sebelum pembukaan masih nggak ada niatan untuk daftar.


Kenapa?

1. Meskipun secara teknis udah lulus, saya belum mengantongi ijazah. Saya lulus bulan Juli, tapi wisuda dapet periode November. Otomatis Cuma punya Surat Keterangan Lulus (SKL). Dimana surat itu kurang “sakti” dibandingkan ijazah. 
2. Saya belum punya Surat Tanda Registrasi (STR). Belum dapet hidayah buat ikut Uji Kompetensi.

Baca: Pengalaman Ikut Try Out UKOM Kesmas 

Kebanyakan instansi kesehatan yang buka formasi di CPNS mensyaratkan dua itu bagi lulusan Kesehatan Masyarakat. Pudar sudah kan keinginan jadi CPNS. Selain itu juga masih pikir-pikir. ASN (Aparatur Sipil Negara-nama barunya PNS) kan ibaratnya kerja seumur hidup ya sama negara, udah siapkah?

Sampai kemudian ada yang kasih tau saya, 
“Mbak, ayo daftar BPOM”
“Hah, emang bisa?”
“Iya cuma pake SKL aja. Udah ngurus SKL kan?”
“Udah sih...”
(menggantung karena masih nggak yakin)

Baca: 19 Hari Magang di BPOM

Saya putuskan cerita ke ibu. Dan bisa ditebak sih jawaban ibu, “Selagi ada kesempatan yaudah coba aja. nggak ada salahnya kan.” Baiklah. Perkataan ibu itu bagaikan titah dalam hidup saya. LOL. Saya beranikan diri daftar SCCN BKN dan baca persyaratannya. Nggak terlalu susah sih. Hanya butuh nomor ijazah, KTP, dan beberapa persyaratan lainnya. Semua tertulis jelas di pengumumannya (lupa sebenernya apa aja hehe). Cek aja di https://sscn.bkn.go.id/

Beberapa seleksi yang dilewati yaitu: 

Seleksi administrasi 

Saat itu ada syarat untuk swafoto dengan KTP. Dan kamu tahu? Saya punya cuma surat keterangan. E-KTP nya belum jadi. Harus foto mandiri beberapa kali take. Hahaha. Yang penting keliatan muka dan data diri di surat keterangan udah cukup lah.

Di BPOM itu ada pilihan zona-nya. Zona 1 khusus BPOM Pusat (Jakarta). Zona 4 yang saya pilih meliputi Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yha, teteup disuruh pilih zona Jawa aja sama ibu. Kemudian pilih formasi umum atau terbaik. Meskipun saya punya modal IPK cumlaude, pilihnya yang umum aja.

Karena apa? Ngikutin kata temen. HAHAHA. shallow banget emang. Ngga deng. Alasannya karena formasi umum bisa lebih banyak pilihannya. Oh tentu saja ini kata teman juga. Seorang Lulu masih kurang risetnya :')

Tips 1: saat seleksi administrasi, pastikan dokumen lengkap. Semua persyaratan dirinci LENGKAP di lampiran pengumuman SCCN BKN maupun instansi pilihan. DAN JANGAN BERANI COBA-COBA. Maksudnya gini, kalau keterangannya harus udah punya ijazah ya jangan pake SKL.

Temen saya ada yang nekat daftar Dinas Kesehatan modal SKL padahal jelas-jelas syaratnya ijazah. Ya ketebak deh nggak lolos seleksi administrasi.

Kalo emang pengen keterima ya ikutin aja instruksinya. Alasan “Siapa tau dilolosin kan di instansi X ada sodara/pacar/pakde/budhe” atau “Kan aku pernah magang disitu pasti inget namaku”. Jangan kepedean, Ferguso. Ini kan secara nasional seleksinya. OK? 

Seleksi Kompetensi Dasar 

Alhamdulillah, tahap 1 lolos. Selanjutnya SKD. Pengumumannya tepat sehari sebelum wisuda. Jadi bisa ditebak wisuda itu topik pembahasannya SKD. Temen seangkatan saya BANYAK BANGET yang daftar BPOM. Karena alasan itu tadi, baru pegang SKL. Dan tahun ini sepertinya BPOM memang sedang buka formasi cukup banyak. Untuk dimasukkan ke Loka (semacam kantor perwakilan di kabupaten). Loka ini baru mulai aktif di tahun 2018 setau saya.

Saya baca pengumuman baik-baik, itu tanggal 8 November pelaksanaan SKD-nya. Tapi ternyata apa pemirsa? Saya salah! Sehari sebelum SKD temen saya ngechat dong, 
“Udah siapin surat pernyataan dll-nya belum?”
“Belum”
“Daebak. Mau kapan?”
“Besok aja deket tanggal tes”


YHA PADAHAL UDAH KEESOKAN HARINYA TULUNG. Auto panik. Berkas saya masih ngga lengkap. Ngga mungkin minta ke kampus. Ternyata si temen saya ini punya cadangannya. Saya pake punya dia. Berkas itu adalah surat akreditasi fakultas. Masih inget banget. Huhuhu. Makasih ya Inten, sungguh jasamu tidak akan terlupakan kawan!

Drama banget emang. Lokasi ujian yang tadinya tertulis di Kantor BKN berubah menjadi GOR. Alhamdulillah ngga terlalu jauh dari rumah.

Sesampainya disana, udah banyak peserta berpakaian hitam putih. Segera saya cari gerombolan teman saya. Ngga mau sendiri karena udah terlalu lama sendiri. SKD dibagi dalam beberapa sesi. Saya dapet sesi 2. Tertulis mulai pukul 10.00 tapi dateng 2 jam sebelumnya. Rajin? Iya demi tidak ketinggalan info dong.

Agak molor sih ujiannya but it’s okay. Berusaha memaklumi. Dengan jumlah peserta ribuan gitu, pasti nggak mudah untuk mengkoordinir. Disitu kami harus membawa kartu peserta dan KTP untuk bisa masuk. Alat tulis, jam, dan apapun selain kedua itu ditinggal di tas. Sebelum masuk pun masih diperiksa oleh petugas. Literally diperiksa diraba seluruh tubuh gitu, gaes.

Saya sih santai aja karena emang ngga bawa aneh-aneh. Masuk di ruangan GOR: WAAAWWWWW besar syekali. Jarak antar peserta deket banget. Rapet. Hahaha.

Apa aja sih isi SKD ini?

Ujian dilakukan selama 90 menit dengan jumlah soal 100. Di hadapan peserta udah tersedia laptop. Tinggal duduk manis dan mengerjakan saja. Cukup memasukkan NIK dan password sesi. Waktu akan berjalan dengan sendirinya. Setiap peserta waktunya sesuai saat dia mengeklik “mulai”.

Ada 3 unsur SKD.

Pertama, Tes Karakteristik Pribadi

Ini berisi tentang nilai-nilai yang dijunjung tinggi ASN. Nggak ada jawaban salah. Hanya skor mulai 1-5. Asli, soalnya tricky. Jika kedua tes sebelumnya bisa dipelajari, yang ini enggak. Beneran harus pilih jawaban yang paling mendekati nilai kayak kejujuran, kerjasama, pelayanan publik, kayak gitu. Bacaan soalnya panjang, jawabannya mirip-mirip. Harus dibaca dengan seksama.

Kedua, Tes Intelegensi Umum

Semacam Tes Potensi Akademik. Ada tentang deret, lawan kata-persamaan kata, yaa yang pernah ikut SBMPTN pasti tau ini ada.

Ketiga, Tes Wawasan Kebangsaan

Terakhir ini tentang Indonesia. Falsafah negara gitu. Belajar pancasila, Undang-Undang Dasar 1945. Pasal-pasal.

Apakah saya belajar?

Iya. Belajarnya dari buku kumpulan soal-soal CPNS gitu. Sengaja dibeliin sama ibu, saya nggak minta. Ternyata ya cukup ampuh sih. Padahal baru ngerjain sekitar 3 paket soal. Itupun sistem SKS dalam 3 hari ngerjain.

Beli di toko buku. Harganya Rp 150.000

Tahun ini passing grade TKP, TIU, dan TWK berturut-turut 143, 80 dan 75. Nilai totalnya juga ada passing grade berapa gitu lupa. Setelah selesai mengerjakan, nilainya langsung keluar dan ada layar diluar ruangan menayangkan hasilnya secara langsung. Matik gak tuh. Nilai TIU dan TKD saya sama: 105. Nilai TWK-nya? 144. Total nilai 354.

Nilai TWK itu beneran ngagetin sih. Mepet banget cuy, saya ingat sempet ganti jawaban di akhir-akhir ngerjain. Ngga ngerti deh apakah jawaban itu yang bikin mepet atau gimana.

Pengumuman SKD ke SKB cukup lama. BPOM termasuk instansi yang akhir-akhir ngumuminnya. Pokoknya saat yang lain udah pengumuman, BPOM tuh belum. Ramelah itu di twitter dan instagram. setiap ada postingan baru bisa dipastikan isinya peserta seleksi nanyain, “Kapan pengumuman, mimin?” Ingin memberikan pukpuk kepada mimin.

Dan, meskipun lolos passing grade apakah saya bisa mengikuti SKB? Baca lanjutannya disini!