Saturday, March 16, 2019

Bulan Ketiga dan Cerita dari Jakarta

Hola! Alhamdulillah. Penantian saya buat segera ganti status terwujud. I'm officially employed! Eh, (calon) pns gitu udah employed belum sih?



Baca: Pengalaman Mengikuti Tes CPNS 1 dan 2

Setelah melalui proses panjang: seleksi administrasi - seleksi kemampuan dasar - seleksi kemampuan bidang - tes kesehatan - psikotes - pemberkasan - menunggu SK CPNS turun, dimulailah perjalanan abdi negara. Diawali dengan mengikuti kegiatan #InagurasiBPOM2019.

Mengusung tema milenial, tugas pertama diminta untuk bikin video testimoni. Dan di-upload ke instagram masing-masing. Apakah dinilai? Nggak juga sih. Sekadar tahu aja apakah kami cukup berdedikasi untuk mengorbankan waktu membuat video? *halah. Video saya seadanya banget gegara salah ngeliat deadline. Cih, dasar deadliner!

Lanjut keberangkatan ke Jekardah!! Yeay. So happy since it's my very first time menginjakkan kaki di ibukota. 22 tahun tjuy baru bisa ngeliat Jekardah kota metropolitan. Enaknya cerita runtut aja yah terdokmentasi dengan baik perasaan saat itu *uhuk.

Day 1

"Lu, sampe mana?"
"Aku baru otw nih dari rumah"
"Kita bertiga udah sampe"
"..."

Pukul 05.00 pagi tepat setelah sholat subuh, saya berkirim chat dengan teman. Ketiga temen ini dari angkatan yang sama. Alhamdulillahnya kok ya keterima juga di instansinya. Alhamdulillah..

Rada speechless ini orang kenapa rajin amat? Saya yang rumahnya Semarang atas pede berangkat jam 5. Take off pesawat dijadwalkan pukul 06.50. Sesampainya di bandara saya bingung cari mereka bertiga. Di telpon ngga diangkat sedih.

Mana di bandara area depan berasa sumpek banget dengan orang berseragam batik. Sepertinya rombongan umroh, begitu. Dengan pedenya saya masuk aja ke check-in area. Hurray, pertama kali di tahun ini keluar kota tanpa pendampingan orang tua. I feel free! LOL

Alhamdulillah Citilink tidak delay hari itu! Mungkin faktor penerbangan awal juga. Di bandara eh ketemu 2 temen seangkatan lagi. Hihihi. Seneng gaes, Alhamdulillah banget di instansi ini kami ada 10 orang seangkatan, sefakultas, walaupun beda peminatan. Berasa senasib sepenanggungan gitu looh. Kami pun bikin grup chat untuk memudahkan ((koordinasi)). Halah gaya bener koordinasi padahal mah gocip gocip ajah tiap tempat ada kegiatan apa. Huehehe.

Tujuan kami adalah Bandara Halim Perdana Kusumah. This is also my first time there. Sebelumnya cuma ke Soetta. Itupun nggak sempet sight-seeing dikarenakan sampenya malem, udah dijemput, capek pula gegara delay si singa terbang.

Sesuai prediksi, kami sampai di Jakarta masih pagi *yaiya. Cuma sekitar sejam penerbangannya. Tapi kerasa banget gaess. Ada perubahan cuaca saat berada di atas awan. Yang tadinya cerah, terang benderang menjadi gelap. Turbulance kerasa bener pengaruh hujan yang turun. Temen sebelah saya ampe pegangin saya. Pfft.

Ya, sampai di Halim ternyata emang hujan. Deras? Lumayan. Petugas bandaranya sampe bawain payung satu-satu bolak balik. Makasih yaaa bapak-bapak sekalian! Semoga amal baiknya dibalas kebaikan juga.

"Sarapan yuk.."
"Apa?"
"Itu ada Holycow"
"..."

Mon maap itu yang ngomong Holycow bukan saya. Niatnya hidup prihatin akutu di Jakarta dengan menjebol dana darurat (HORE AKU UDAH PERSIAPAN DANA DARURAT JAUH-JAUH HARI GAES HUHUHU ALHAMDULILLAH). Pamer dong sayaahh, tiket pesawat+penginapan+uang kebutuhan di Jakarta murni dari kantong pribadi.

Bersyukur banget melek finansial tahun kemarin. Walaupun di Jakarta pengeluaran nggak diitung karena........ga mau sakit hati hahahaha. Sarapan sekali Rp 50.000 kalo nggak sakit hati apa namanya? Makan ayam goreng sambel Rp 27.000 kalo ga sakit hati apa namanya? :))

Maklum yha anak dari kota kecil dibawa ke ibukota langsung kagetan lololol. Dikarenakan hujan turun dan jadwal selanjutnya masih cukup lama, kami memutuskan duduk agak lama di A&W bandara. Bukan agak lama lagi kali, sangat lama. Hahaha.

Kami berempat ngobrolin kelucuan hidup. Nggak kebayang bakal ada di posisi kerja di instansi sekarang. Mengira-ngira kedepannya kayak gimana kerjaan. Sampai sereceh twitter bude sumiyati pun dibahasssss :))

Di satu momen itu saya bersyukur banget nget nget punya temen asik. Ngobrol apa aja nyambung dan seru. Padahal kami berempat bukan yang ikrib gitu. Pernah se-organisasi dan salah satunya temen satu almamater saat SMP.

Baca: Plus Minus jadi Aktivis Kampus

Menjelang siang kami beranjak dan memesan transportasi untuk keluar. Koper dan ransel masih setia menemani kami. Berhitung biaya, kami nggak ke penginapan dulu. Perkiraan waktunya ngga cukup dan...hemat biaya :))

Jadwal kami adalah registrasi ulang di gedung pusat BPOM. Jalan Percetakan Negara. Rasanya gimana gitu, 2 tahun yang lalu saya baca-baca laporan tahunannya eh sekarang bisa beneran dateng kesana. Menjadi bagian dari #InagurasiBPOM2019. Kayak ngimpi. Tanpa direncakan.

Baca: Magang di BBPOM Banjarmasin

Jauh-jauh hari kami disarankan untuk pesan Grab aja. Pesanlah itu. Pertama, driver bilang dia di daerah belakang. Bukan di pick up area. Padahal menurut mas CS Grab bandara, pasti bakal masuk area. Ternyata Grab-nya bukan yang resmi. Dengan santainya dia klik cancel di layar smartphone. Lanjut dengan membantu memesankan ulang.

Hampir setengah jam nunggu kayaknya. Punggung udah pegel gendongin ransel. Bosan. Dingin pula. Hahaha. Akhirnya datang jugaaa mobilnya. Cap cuss ke Jalan Percetakan Negara.

Saya anaknya tipe yang merhatiin jalan banget. Ditambah ini pertama kali ke Jakarta, fokus deh ke jalan. Ternyata gedung BPOM ini sekomplek sama banyak gedung pemerintahan lain. Yang saya inget Perusahaan Percetakan Negara dan Balitbang Kemenkes.

"Perusahaan Percetakan Negara itu nyetak apa ya?" - tanya saya ke temen-temen.

Berakhir dengan ngga ada yang tau hahaha. Biasa nih jiwa ingin taunya muncul.

*

Di gedung BPOM ternyata nggak cuma kami yang bawa koper. Buanyaaaaaaaaaaakkkkk banget yang langsung datang dari bandara ke tempat ini. Alhasil bisa ditebak, didepan gedung penuh dengan koper. Jangan bayangin tipe bagasi ya. Minimal koper 21 inch itu lah yang medium. Ada pula yang segede koper haji.

Kok pada bawa koper gede? Iya gaes agenda setelah #InagurasiBPOM2019 itu langsung ikut orientasi di balai koordinasi. Which means langsung pindahan. Alhamdulillah lagi nih bersyukur ngga ikutan kerempongan. Saya dapet balai koordinasinya di BBPOM Semarang. HEHEHE.


Makanya saya ngga bawa koper. Bhaiq. Kami registrasi dan mendapatkan pengarahan untuk gladi resik #InagurasiBPOM2019 keesokan harinya.

Ngomong-ngomong, makan di Jekardah itu mahal ya gaes. Huhu. Sedih mengingat makan ayam geprek + air mineral habis Rp 27.000.

*

Day 2

It's D-Day! Dapet sarapan di penginapan. Hari sebelumnya pemilik penginapan udah nanyain mau sarapan jam berapa. Ternyata yang nginep di tempat ini dari CPNS BPOM kebanyakan. Kami disuguhkan sarapan sederhana: ROTI TAWAR. Dan buah semangka. Yaduu gapapa deh daripada kosongan kan.

Dari penginapan ke Gedung SMESCO deket aja. Gegara jalanan rame aja yang bikin perjalanan lebih lama. Sesampainya disana, wohooo udah rame banget. Dresscode kami hari itu lucu. Setiap zona punya warna sendiri. Dan ada 8 zona. Saya zona 4 kebagian warna oranye ngejreng! Hehe. Kami cari sendiri lho warnanya. Perbedaan satu dengan yang lain ngga mencolok. Soalnya di pengumuman ga dikasih tau warna apa, tapi detail ke palette kodenya. Ngerti kan ya yang pake #FF berapa gitu-gitu :D



Selama di SMESCO ngapain aja?

Pertama: dengerin kuliah umum dari kepala Badan. Kedua: dengerin kuliah umum dari Prof. Rhenald Kasali! Yang terakhir disebut saya ngebet banget pengen ketemu. Sejak diumumkan guest star-nya jauh-jauh hari. Sayang cuma kasih kuliah 30 menit aja. Kuraaang, pak!

Highlight acara ini justru pada hiburannya sih. Haha. Kami para peserta masing-masing diberikan 1 angklung. Nah angklungnya tuh ada label nama pulau beserta isyarat tangan. Didepan ada instruktur yang menggerakkan tangannya. Kami menggoyangkan angklung sesuai dengan isyarat yang diberikan.

Seingat saya dapet Papua dan gambar tangan mengepal, dengan punggung tangan menghadap ke belakang. Harmonisasinya baguuus banget! Lupa lagunya apa tapi. Hasilnya ngga terlalu keliatan amatir loh. 1066 orang + pejabat memainkan bersamaan. Hepi!

Selain itu ada mamang pemain angklung di depan panggung. Doi memainkan lagu hits. Perpaduan angklung + EDM. Fix You-nya Coldplay mendayu-dayu. Ditutup dengan Solo-nya Jennie. Mana itu tempatnya dikasih lighting warna warni gitu duh apa sih namanyaaa ga ngerti. Udah berasa dugem aja! *padahal belum pernah dugem lol*

Day 3

Pulangggg! Dari 4 orang jadi berdua ajah. Huhu. Berpisah kami ke penempatan masing-masing. Seneng? Iyalah seneng. Walau keesokan harinya langsung berangkat lagi ngga istirahat.


Jekardah di bulan Maret, you are unforgottable!

No comments:

Post a Comment

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi yah.

COPYRIGHT © 2019 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES