Saturday, February 24, 2018

Pengalaman Ikut Try Out Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat 2018

Niatnya mau ngelanjutin cerita KKN tapi bingung mulai darimana saking banyaknya cerita. Akhirnya dipinggirkan dulu dan nulis ini aja. Yup, barusan aja saya mengikuti Try Out Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat 2018. Iya baru try out alias uji cobanya aja belum ujiannya yang "beneran". Dan ini gratis ya nggak dipungut biaya sama sekali.


Info untuk Try Out ini udah jauh-jauh hari diumumkan. Kalau nggak salah tahun lalu, kah? Atau awal tahun 2018 ini diumumkan lewat komting peminatan masing-masing. Alhamdulillah, instansi tempat saya belajar termasuk yang proaktif dapetin info semacam ini. Tahun kemarin bulan Agustus juga ada try out ini. Saya aja yang belum berkesempatan ikut. Baru dapet gilirannya sekarang. Sekali lagi, Alhamdulillah.


Oh iya, ada yang belum tau apa itu Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat? 

Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Uji Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (UKSKMI) dikembangkan dan diselenggarakan sebagai pemenuhan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang kemudian diikuti oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 83 Tahun 2013 tentang Sertifikat Kompetensi dan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36 Tahun 2013 dan Nomor 1/IV/PB/2013 tentang Uji Kompetensi bagi Mahasiwa Perguruan Tinggi Bidang Kesehatan.

Tujuan dari adanya Uji Kompetensi ini agar ada standar mutu lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Karena nggak bisa dipungkiri saat ini banyak banget perguruan tinggi maupun swasta yang membuka fakultas/program studi Kesehatan Masyarakat. Nah untuk mengontrol mutu lulusannya ya diadakan Uji Kompetensi ini. Tiap perguruan tinggi itu Fakultas Kesehatan Masyarakat-nya beda-beda loh.


Contoh di UI untuk peminatan K3 udah jadi jurusan sendiri. Sedangkan di Undip masih tergabung dalam peminatan. Di salah satu perguruan swasta, peminatannya malah "hanya" ada tiga saja. Bandingkan dengan Undip yang ada sembilan. Kan beda banget gitu. Makanya UKOM ini diperluin deh biar nggak ada sebutan sarjana "abal-abal".

Sarjana Kesehatan Masyarakat yang telah lulus dari UKSKMI akan diberikan serifikasi kompetensi namun tetap dibina didalam naungan organisai profesi (IAKMI). Sertifikat Kompetensi adalah pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan yang sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya. Sertifikat kelulusan akan dikirim ke MTKI dan dikirim ke KeMenKes untuk diregistrasi.
Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap Tenaga Kesehatan yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan keprofesiannya oleh organisasi profesi (IAKMI). 
Saat ini UKOM baru direncanakan akan diadakan dua kali selama setahun. Dan setiap UKOM, standarnya PASTI dinaikkan. Terakhir, standarnya itu 38% atau 3,86? Entah kurang paham kayak gimana penilaiannya hehe. Yang pasti katanya sih jauh banget dengan UKOM Kedokteran yang standarnya sampe 60%-an.

Output dari UKOM ini dengan diberikannya STR bagi mereka yang lulus. Apa itu STR?

Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Menteri kepada Tenaga Kesehatan yang telah diregistrasi. Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia yang selanjutnya disingkat MTKI adalah lembaga untuk dan atas nama Menteri yang berfungsi menjamin mutu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terdiri dari unsur kementerian dan organisasi profesi kesehatan.
STR (Surat Tanda Registrasi) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. STR memiliki keterbatasan waktu (berlaku 5 tahun).
Kegunaan dari STR ini buat daftar-daftar kerja gitu. Salah satunya nih program dari Kemenkes: Nusantara Sehat.
Tuh, ada persyaratan punya STR
Sementara ini memang UKOM dan STR belum menjadi kewajiban. Masih pilihan aja untuk para SKM. Tapi kabarnya di masa mendatang bukan nggak mungkin semua lulusan akan diwajibkan untuk memiliki STR sebagai syarat lulus.


Trus kayak gimana Try Out-nya?

Walaupun namanya Try Out nih, ternyata nggak maen-maen. Tetep serius udah kayak UKOM. Sehari sebelum Try Out, peserta WAJIB ikut briefing. Di briefing ini dijelaskan kewajiban apa aja yang harus dilakukan oleh peserta. Mulai dari jam kedatangan, berkas yang harus dibawa, hingga teknis pelaksanaan ujian. Dari briefing-nya aja udah lumayan ketat. Nggak boleh berpakaian kurang rapi, nggak boleh telat, nggak boleh pake jam tangan, kacamata harus diperiksa, nggak boleh bawa kotak pensil (cuma alatnya aja dikeluarkan). 

Bentuk soalnya seperti apa?

Terdorong dari pertanyaan ini nih saya mau ikut Try Out. Biar ada gambaran. Soalnya kalo ikut UKOM membayar setengah jeti tapi gak lulus kan sayang uangnya. Huhu. Dan pelaksanaan UKOM kurang lebih sama kayak Try Out kok. Karena yang ngadain sama-sama dari pusat.

Jumlah soal sebanyak 180 pilihan ganda yang terangkum dalam bentuk BUKU. Udah kayak tes TOEFL aja ya pakenya buku. Pengisian lembar jawab pake Lembar Jawab Komputer (LJK). Soal yang diujikan semua mata kuliah yang masuk ke dalam Kurikulum Nasional. Jadi bukan mata kuliah peminatan yah. Kata pengawas yang nge-brief kemarin ada 17 mata kuliah. Setelah searching kok dapetnya ini, entah mana yang bener. 


Jadiii....bentuk soalnya ini studi kasus. Proporsi soal tentang epidemiologi berapa, gizi berapa, gitu NGGAK ADA. Atau nggak dikasih tau? Hehe. Yang saya kerjain mayoritasnya biostatistika, epidemiologi, AKK, dan K3. Soal tentang gizi kesmasnya dikit. Tapi temen saya yang kode bukunya beda, katanya malah banyak tentang gizi kesmas. Hmm misterius.

Tipe soalnya tuh bukan hafalan gitu. Misalkan soal tentang biostatistika. Dijelaskan tuh akan ada penelitian hubungan antara kejadian anemia dengan keaktifan ibu meminum tablet Fe. Kemudian akan ada kelompok kasus dan kontrol bla bla. Nanti ditanya, metode penelitiannya apa? Kohort kah? Cross Sectional kah? Trus ujinya pake apa? T-Test? Mann Whitney? Huft. Akibat nggak belajar, saya jawabnya mengarang bebas karena...lupa. Baru mulai belajar lagi buat skripsi *sigh*. 


Ada juga soal hitungan tentang proporsi, angka prevalensi, angka kesakita, sensitivitas spesifisitas, incidence rate, indikator kesehatan semua itulah yang pernah dipelajari di Dasar Epidemiologi semuanya ada.

Kalo boleh jujur, soalnya nggak susah karena emang udah diajarin. Tinggal kitanya aja masih inget pelajarannya nggak? Serius nggak belajarnya? HEHE. Ya gitu deh. Dari 180 soal diberikan waktu 180 menit alias 3 jam udah bikin berasap. Mau ikut UKOM atau enggaknya...mikir-mikir dulu deh! Harus beneran dipersiapkan soalnya. Jadi teman-teman itu sedikit tentang try out UKOM ya, semoga bermanfaat!

7 comments:

  1. it's been a long time engga ikut tes tes try out gitu. Jadi kangen masa-masa itu haha. Semangat kakak!

    ReplyDelete
  2. Whoa, thank you for sharing Lulu! :)

    ReplyDelete
  3. Klo lulusan skm th 2013 itu ukom jg atau tdk ya....

    ReplyDelete
  4. kak sy jg lulusan 2013 trs kampus blm adain ukom krn sarana prasana jd ikid ny mn ya domisili solo kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ke UNS ya kak yg terdekat. Atau kalo ternyata blm ada silahkan ke Semarang

      Delete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)

COPYRIGHT © 2018 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES