Saat netijen heboh nonton Start-Up, aku melipir ke Birthcare Center. Niatnya nyari drama yang dikit episodenya. Udah ngga kuat hati sabaran ternyata nonton alur 16 atau 20 episode.
Poster di drama ini ada 4 orang wanita. Dari kiri ke kanan:
1. Jang Hye Jin sebagai Choi Hye Suk: direktur Birthcare Center.
2. Uhm Ji Won sebagai Oh Hyun Jin. Di kantor dinobatkan sebagai eksekutif perempuan termuda. Pada saat yang sama dia juga ibu tertua saat melahirkan (39 tahun).
3. Park Ha Sun sebagai Cho Eun Jung. Idola para ibu di Birthcare Center karena imej-nya yang ideal.
4. Choi Ri sebagai Lee Roo Da. Ibu nyeleneh. Punya anak tanpa status menikah maupun suami
***
Cerita diawali oleh Oh Hyun Jin. Sebagai ibu hamil, dia nggak keliatan terganggu. Masih kerja. Lembur hingga tengah malam. Kehadiran janin di perutnya justru terasa aneh. Dia belum bisa mengatakan cinta kepada bayinya. Selayaknya ibu lain.
Berbanding terbalik dengan suaminya. Sering menyapa janin, hingga mengikuti kelas ibu hamil. Menggantikan istrinya yang sibuk bekerja.
Hingga akhirnya ketuban Oh Hyun Jin pecah saat meeting dengan client dari luar negeri, dia tetap santai menuju rumah sakit. Disini lah perjuangan penderitaan dimulai.
Bayi yang lama ngga keluar.
Menahan rasa malu dilihat dokter.
Mengejan keras-keras hingga bayinya lahir.
Oh Hyun Jin nggak pernah menyangka akan seberat itu. Setelah bayinya lahir pun ternyata dia masih nggak bisa secara verbal mengatakan "I Love You".
Sesuai kebiasaan, setelah melahirkan ibu akan dibawa ke Birthcare Center. Ini merupakan tempat dimana ibu diajari untuk merawat bayinya. Mereka menginap selama beberapa lama.
Disini drama per-ibu-an dimulai. Ada 2 kategori ibu. Ibu yang tahu segalanya alias ibu teladan, dan ibu yang berada di ranking bawah. Ibu teladan ini adalah Sarangi Eomma/Cho Eun Jung. Istri dari pemain baseball. Selebgram dengan kembar yang dianggap sukses mengasuh anaknya. Meskipun kembar, dia berhasil memberikan ASI eksklusif. Dia pun menjadi contoh ideal bagi para ibu di birthcare center.
Setelah hamil, melewati persalinan, tibalah masa menyusui.
Drama menyusui pun nggak kalah banyak dari persalinan.
1. ASI yang sulit keluar
2. Bayi nggak kenal puting ibunya
3. Menyesuaikan posisi menyusui
4. Tubuh ibu yang masih kesakitan (bahkan untuk duduk) sehingga kemana-mana bawa bantal duduk
5. Makanan sehat yang hambar dan membosankan
...dan lain-lain. Semua itu masih ditambah dengan tekanan. Berlomba-lomba menjadi ibu ideal.
Nah, disinilah menariknya drama ini. Kita diajak realistis. Iya sih punya anak seneng ya. Iya ada orang yang untuk punya anak harus menunggu bertahun-tahun. Keguguran berkali-kali.
Lalu setelah punya anak, berlomba kasih yang terbaik untuk anaknya. Ingin menjadi ibu sempurna. Ibu deal. Sementara, definisi sempurna itu apa, sih?
Apakah ibu harus selalu mengutamakan anaknya?
Apakah ibu harus langsung punya rasa sayang ke anaknya?
Apa bener hanya dengan lihat anak, perjuangan dan rasa sakit saat persalinan hilang gitu aja?
You'll see it in this drama. Kehadiran Lee Roo Da sebagai ibu muda yang hamil diluar nikah menambah sisi humanisme drama ini. A rebel. Nggak mau makan sehat khusus ibu menyusui. Memutuskan kasih susu formula ke anaknya. Lalu apakah itu semua membuat dia menjadi ibu yang buruk?
***
Dengan jumlah episode hanya 8, drama ini pas banget. Ceritanya cukup untuk dinikmati. Nggak membutuhkan waktu lama. Tapi ngenaaa banget.
Entahlah, belakangan saya lagi tertarik ke family drama. Ketimbang young adult romance. Menonton ini seperti diingatkan. Habis nikah tuh nggak cuma yang enak aja, lo. Apalagi memutuskan punya anak.
Mungkin bagi para bapak, bisa tetap melanjutkan karier. Bisa menyerahkan pengasuhan ke ibu.
Tapi inget nggak, apa peran ibu sebelum anak itu ada? Seperti Oh Hyun Jin yang menjadi Managing Director perempuan termuda di kantornya. Setelah melahirkan, apa dia tetap bisa melanjutkan karier? Atau lebih baik berhenti untuk fokus mengurus anak?
Suami Oh Hyun Jin disini digambarkan sebagai suami dan bapak...apa ya? Siaga? Bertanggung jawab?
Dia paham betul ngurus anak ngga cuma tanggung jawab istri. Kan yang memutuskan berdua. Ya ngasuhnya berdua, dong. Dia tetap membolehkan Oh Hyun Jin berkarier. Dan mencari pilihan bagaimana cara jaga anaknya selama Oh Hyun Jin bekerja.
Buat saya drama ini justru cocok banget ditonton laki-laki. Terutama emang yang udah berniat untuk nikah. Nih lho liat nanti bagaimana pekerjaan sebagai "ibu" tuh butuh kerjasama dengan para bapak.
Such an eye opener, indeed. Must watch!
Love life, work life, life as a whole. Semua digambarkan di drama Korea Search: WWW.
Dipikir-pikir ternyata di drama ini nggak ada pemeran utama pria. Sesuai dengan poster promosinya, pemeran utamanya adalah ketiga wanita ini. Sama-sama bekerja di industri IT, mendefinisikan wanita karir yang sesungguhnya, sekaligus wanita normal yang butuh ((kasih sayang)) dari lelaki.
![]() |
| Kiri ke kanan: Song Ga Gyeong - Bae Ta Mi - Cha Hyeon |
Pernikahan mereka berdua merupakan marriage of convenience. Menikah karena bisnis. Demi menyelamatkan bisnis orang tua Ga Gyeong yang kolaps. Sebagai “tumbal”-nya, banyak keputusan Unicon dilakukan untuk kepentingan KU Group. Salah satunya menghapus real time keyword. Semacam trending topic yang hot dibicarakan.
Satu kejadian besar yaitu saat KU Group memihak salah satu kandidat presiden. Makanya ketika kandidat A terjerat skandal dan menjadi pembicaraan publik, Unicon dengan sengaja menghapus keyword tentang kandidat A agar ngga keluar artikel terkait. Alasannya sih mereka melindungi hak asasi kandidat A.
Tapi ini dirasa ngga masuk akal, alhasil disemprit lah oleh pemerintah. Pihak Unicon dipanggil untuk menghadiri sidang, dengan tuduhan fabricated alias manipulasi. Bae Ta Mi sebagai karyawan Unicon diminta untuk menjadi saksi. Padahal yang bertanggung jawab sebenarnya Song Ga Gyeong. Ta Mi pun nggak mau jadi kambing hitam. Di persidangan, dia menyerang anggota parlemen. Namanya pun menjadi trending topic. Masuk ke jajaran real time keyword.
Karena tingkahnya, Ta Mi dipecat dari Unicon. Dari sini dia mendapat tawaran dari Barro, web portal kompetitor Unicon. Barro dan Unicon selalu bersaing untuk menjadi top 1. Lebih tepatnya sih Barro yang berusaha menjegal Unicon. Selama ini Unicon selalu menjadi nomor 1 dan Barro hanya di urutan kedua.
Saat Ta Mi masuk Barro, Cha Hyeon/Scarlett (Lee Da Hee) menolak. Akhirnya Ta Mi menjanjikan jika dalam waktu 6 bulan Barro ngga berhasil meraih titel top 1, dia bakal keluar. Dari situ Scarlett menerima. Ta Mi pun ditunjuk Brian (Kwon Hae Hyo), CEO Barro untuk membentuk TF (Task Force) team. Tim ini ditujukan untuk membuat Barro menjadi nomor 1. Ta Mi mengajak A Ra (Oh Ah Yeon) dan Choi Bong Gi (Woo Ji Hyun) dari Unicon untuk bergabung. Sedangkan dari Barro ada Scarlett, Jennie (Ha Seung Ri), dan Alex (Song Ji Ho).
Kehidupan ala start-up di Barro
Penonton ditunjukkan betapa serunya kerja di Barro. Sekaligus menekankan meskipun keliatan fun, mereka tetep kerja.
Ada banyak term yang familiar bagi kalian yang emang kerja di bidang IT maupun internet. Page view, click bait, real time keyword, homepage.
Konsep Barro dan Unicon ini mirip kayak Google. Web portal pencarian yang juga menyediakan banyak fitur. Barro misalnya, ada fitur game, buku, dll.
Nah ternyata untuk mendesain homepage halaman web portal itu nggak gampang lho. Perusahaan harus menempatkan diri di user. Apa kebutuhannya. Kecenderungan pencariannya. Minatnya. Gimana sulitnya mempersuasi bidang yang dianggap kurang menguntungkan.
Saya suka banget dengan penggambarannya. Sedikit banyak ngerti, oh gini loh kerja di industri IT tuh. Mereka harus bisa berpikir ke depan. Apa yang di masa depan kira-kira yang user nggak tertarik lagi? Dan kemana interest mereka shifting? Gambling pun saat mengambil keputusan. CEO yang keliatannya nggak banyak kerja secara teknis, keputusan strategisnya bisa mempengaruhi kehidupan banyak karyawan dibawahnya.
Sisi humanis seorang CEO digambarkan saat CEO Brian memutuskan untuk mengundurkan diri karena kena skandal. Meskipun Ta Mi dan Scarlett meyakinkan bahwa Brian nggak perlu resign, dia kekeuh. Kata dia, mungkin permohonan maaf ke publik cukup untuk business area. Tapi ketika berkaitan dengan image perusahaan, dia harus resign. Kenapa? Untuk meyakinkan publik bahwa image Barro itu baik. Yang salah adalah Brian sebagai CEO. Uwuw, so thoughtful.
Saya pun saat baca berita pejabat publik yang mengundurkan diri itu sempet mikir juga. "Lho, bukannya itu malah lari dari tanggung jawab, ya?". Salah satu alasannya ternyata ya menyelamatkan nama baik instansi diatas dirinya sendiri. Bhaiq.
Love line yang rumit
Pertama Cha Hyeon. Dia pacaran sama temen sekantor. Ngga taunya si pacar cheating di belakang dia. Lucunya si pacar ini mantannya Ta Mi jaman kuliah dulu. Cha Hyeon menggambarkan perempuan strong dan ngga mau keliatan lemah. Begitu tau si pacar cheating, dia menghajar habis-habisan. Beneran dihajar ampe masuk rumah sakit cuy. Maklum, mantan atlit taekwondo.
Cha Hyeon ini wanita yang nggak mau diem aja ketika ada ketidakadilan. Laff Scarlett. Nah bagian lucunya, Scarlett suka nonton drama opera soap alias sinetron abis!
Drama banget ya, dari fans-idol jadi couple. IS DAT EVEN REAL? *melirik Ha Sung Woon LOL*
Kedua ada Song Ga Gyeong. Seperti yang udah ditulis diatas, dia tuh ngga menikah karena cinta. Akhirnya dia punya simpenan, suaminya pun punya simpenan. They are not a normal couple.
Semuanya berubah ketika Ga Gyeong meminta untuk cerai. Alasannya biar bisa keluar dari kungkungan Chairwoman Jang. Jin Woo pun menyanggupi. Bilang kalo at least ini hal terakhir yang bisa dilakukan selama 10 tahun pernikahan.
Coba bayangkan 10 tahun pernikahan tanpa cinta, what will you do? Tinggal pun nggak serumah. Bener-bener nikah karena formalitas dan bisnis semata. Daku turut bersedih atas apa yang menimpa Ga Gyeong :(
Nggak taunya menjelang perceraian, Jin Woo justru jatuh cinta sama Ga Gyeong. Lucu emang. Cara jatuh cintanya pun nggak eksplisit bilang “I Love You”. Saya bilang sih lebih ke act of kindness. Dia mau menuruti segala permintaannya Ga Gyeong. Bahkan ketika Ga Gyeong minta maaf karena bakalan ngeribetin dia saat cerai, apa kata Jin Woo? I will forgive you even if you kill me. WHAT? WHAT? Tolong ini writernya siapa ya menciptakan pick up line yang begitu dramatis? HAHAHA
Terakhir dan paling complicated adalah Bae Ta Mi.
Bagian terbaperrrr di drama ini ya hubungan Bae Ta Mi dengan Park Morgan alias Mas Ki Yong. ((mas)) hahaha. Jang Ki Young sungguh bucin disini.
Akhirnya ya dikejar lah tuh Ta Mi. Seorang wanita 38 tahun, dikejar pria 28 tahun. Iri gak, you? Iri pasti.
Ta Mi nggak mau cuma main-main yang pacaran aja. Uniknya, Ta Mi ini nggak punya keinginan untuk menikah. Konsep “love” untuk Ta Mi: living together is yes, but marriage is no. Berbanding terbalik dengan Morgan yang justru mengharapkan untuk menikah dan punya keluarga bahagia. Wajar dia punya keinginan kayak gitu. Dari kecil Morgan “dibuang” ke panti asuhan oleh ibunya.
Yang membesarkan dia orang tua yang mengadopsi. Dari awal hubungan Ta Mi dan Morgan, perbedaan prinsip ini yang menjadi sumber masalah. Ribet juga sih, udah ngerti keduanya punya tujuan beda dalam pacaran. Tapi tetep dilanjutkan. Kata Morgan, “we can still in love”.
Ta Mi bilang, gimana hubungan ini bisa berjalan? Akhirnya nanti salah satu dari kita bakal ada yang tesakiti. Entah Morgan yang ngga bisa mewujudkan impiannya untuk menikah, atau Ta Mi yang terpaksa menikah demi bisa melanjutkan hubungan sama Morgan.
It’s waaay toooo complicated.
Mungkin ini banyak dirasain juga sama orang Korea disana. Mereka menganggap menikah itu mengganggu kebebasan. Jadi punya tanggung jawab ke orang lain. They think as long as they’re happy, marriage is already out of their league.
Menyoroti soal ini dari sisi saya pribadi sih, gimana yaa.... Ya salah saja kalo ngga mau menikah. Soalnya prinsip saya juga menikah itu kan ibadah. Untuk melanjutkan keturunan. Dan ada perintahnya di kitab suci.
But again, pada dasarnya di Korea bukan penganut agama yang religius. Saya ngga serta merta mementahkan pendapat mereka. Tapi saya cuma pengen bilang if you’re also have the same value with me, this drama can be dangerous brainwashing hehehe. Berlaku hanya jika kamu seorang overthinker yang dikit-dikit dipikirin kaya saya.
Iya kalo mikirnya kejauhan kaya saya. Kalo cuma mikir buat hiburan aja sih ngga papa. Bisa memperkaya pikiran malahan. Ada lho, orang yang ngga minat menikah. Ada lho, orang yang menganggap itu normal.
Bahkan Ta Mi juga bilang, normal nggak normal itu standarnya manusia yang buat. Huwaw setiap percakapan Ta Mi dan Morgan selalu menohok deh pokoknya. Syukaa!
So?
Saya sih suka banget nget nget sama drama ini. Feel-nya dapet. Jalan ceritanya bagus. Endingnya? Ngga bisa dibilang happy, tapi masuk akal. Maaf akupun bukan pemuja happy ending. I’d rather choose a make sense ending hahaha *lirik jahat ke Goblin yang endingnya so meh*.
Siapakah Cha Moon Sook? Sosok perempuan ini bisa dibilang pemeran kunci di Lawless Lawyer. Dia hakim yang punya kekuasaan di Kiseong. Kekuasaannya lebih tinggi daripada walikota. Tapi nggak semua orang tau bahwa sebenernya pemegang aturan dan kekuasaan itu Cha Moon Sook. Di hadapan publik, dia tampil sebagai hakim yang adil dan bijaksana. Pokoknya muka dua banget dan tipe antagonis yang menyebalkan.
Sebaliknya, bagi Jae Yi dan keluarganya Cha Moon Sook udah ibarat pahlawan. Apalagi semenjak ibu Jae Yi kehilangan. Cha Moon Sook dianggap ibu sendiri.
Nah, balas dendamnya Sang Pil ke Cha Moon Sook karena ibunya dibunuh saat Sang Pil kecil. Of course yang bunuh ngga Cha Moon Sook langsung. Melainkan menggunakan "tangan kanan"-nya. Seorang gangster yang bernama Ahn Oh Joo.
Karena dua kasus ini menarik perhatian publik, Hwang Si Mok memilih cara untuk tampil di TV. Di dalam wawancara itu, dia berjanji bakal menangkap pelaku dalam waktu dua bulan.
![]() |
| Tim spesial investigasi https://mymyooz.files.wordpress.com |
Prinsip Si Mok dalam menentukan anggota tim spesial ini "Keep your friend close and enemy closer". Benar saja, ternyata pelaku pembunuhannya adalah.... ((SPOILER)) salah satu dari anggota tim penyelidikannya sendiri. BOOM! That was quite a plot twist.
![]() |
| http://kdramabuzz.com |
![]() |
| http://kdramabuzz.com |
Overall, emang dramanya bikin mewek sih, tapi worth to watch kok. Ada yang udah nonton juga?
Karena frekuensi saya nonton drama Korea juga udah berkurang jauh banget. Seinget saya sepanjang tahun ini nonton cuma pas jaman magang. Itu emang sengaja nyetok setelah tau bakal berpisah dari wifi lol. Terus sama dramanya Lee Jong Suk yang nggak boleh nggak nonton laah! Haha.
![]() |
| Source: Dramafever |
![]() |
| Source: Hancinema |
![]() |
| Source: Soompi |
![]() |
| Source: Soompi |
![]() |
| Source: Destri |
![]() |
| Source: Castko |
Drama Korea adalah candu. Candu yang nggak tahu bagaimana bisa menghentikannya. Hahaha. Lebay. Nggak segitunya sih, tapi emang candu. Salah satu genre favorit saya adalah.. high school. Tentang anak sekolah dan segala keriweuh-annya. Apa ya? Berasa aja kayak OMG I can relate thatttt. Juga bikin ngerasa muda lagi. Eh saya masih muda deng.. *sigh*
“As long as one doesn’t give up, there’s hope.” - Signal
NB: kalo mau lihat yang ganteng aja, gak usah nonton ini. Karena dikit munculnya.
NB lagi: sangat direkomendasikan untuk yang suka detektif-detektifan!
“Back then I didn’t know what it was to give up on a dream. What that meant… what it feels like when you think of a dream you’d forgotten” Baek In Ho - Cheese in The Trap
I give this drama 11/10. Why? This is sooooooooooooooo good! Here's the main character. Don't be surprise. There's many characters that I included to "main" because this drama not focusing only one character. Buat line up character nya liat aja di wikipedia hahaha saya mah ga hafal siapa aja.
Kalo di Reply 1997 ceritanya gimana Yoon Jae bisa nikah sama Eun Ji apa enggak kan. Nah kalo di sini modelnya ada interview antara Doek Soen dan suaminya baru kayak ada flasback. Di sini yang jadi fokusnya: siapakah gerangan suami Doek Soen ini? Karena di flashbacknya diceritain kalo yang suka sama Doek Soen itu Jung Hwan dan Choi Taek. Kalo secara jeli, saya udah tau siapa hahaha. Karena yang pertama di interview itu suaminya Doek Soen ngerokok. Liat di 1988 nya siapa yang ngerokok deh :P trus bilangnya ini adalah famous person interview, lebih kelihatan lagi siapa yang dari awal emang famous.
Di drama ini pertemanan mereka kuat banget, bahkan di saat di antara mereka mulai muncul bibit-bibit cinta di persahabatan, mereka tetep bisa bertahan. I always wanted that kind of childhood friends, you know? Haha. Yang tau apapun satu sama laen, yang ngesupport dengan cara yang beda dari orang lain. Di keluarganya juga. Paling ngakak lucu itu ayahnya Jung Hwan yang suka ngasih joke-joke padahal istrinya (ibunya Jung Hwan) itu orangnya sensian. Sering banget ngelempar joke dan dibalesnya "kamu minta cerai?" hahaha but they really loved each other.
Banyak lah yang diceritain disini apalagi durasi per episode nya 1,5 jam dan di akhir-akhir durasinya nyaris 2 jam. Biar nggak bosen sih menurut saya nontonnya per hari 1 episode. Suka! Recommended buat yang cari drama com-rom, ringan, family, friendship, bikin ketawa, bikin terharu. Campur aduk. Dan pastinya nostalgia. Yeu walaupun jelas saya belum lahir di zaman itu. 1988 coy, orang tua saya aja belum ketemu hehe.
Di korea nya juga ratingnya belasan padahal ini tayangnya di TVN yang notabene televisi kabel. Fyi aja biasanya tv kabel itu ratingnya nol koma sampe 1. Nah ini sampe belasan, jadi kebayang kan gimana meledaknya di korea sana? :)) Go watch it and have fun! :D
“Fate and timing don’t just happen out of coincidence. They are products of simple earnest choices that create miraculous moments. Being resolute, making decisions without hesitations, that’s what makes timing.” - Reply 1988
“If only people knew when death was coming and could bid their farewells, how nice would that be? But all we can do is to live each day preciously.” - Oh My Ghost(ess)

















