Tuesday, August 20, 2019

Review Search: WWW Korean Drama

Gaes akhirnya aku berhasil menamatkan drama Korea gaes! Se-happy itu bisa menikmati hiburan ini lagi. Yass, banyak banget drama Korea baru tiap tahun. Dan pilihanku jatuh pada Search: WWW. Alasannya kok kayaknya menarique? Beneran dong. Emang pilihanku ngga pernah salah. Eaeaea.


Pernah membayangkan gimana rasanya kerja di perusahaan IT? Seberapa berat targetnya? Di saat yang sama kehidupan percintaanmu nggak berjalan mulus?

Love life, work life, life as a whole. Semua digambarkan di drama Korea Search: WWW.

Dipikir-pikir ternyata di drama ini nggak ada pemeran utama pria. Sesuai dengan poster promosinya, pemeran utamanya adalah ketiga wanita ini. Sama-sama bekerja di industri IT, mendefinisikan wanita karir yang sesungguhnya, sekaligus wanita normal yang butuh ((kasih sayang)) dari lelaki.

Kiri ke kanan: Song Ga Gyeong - Bae Ta Mi - Cha Hyeon
Bae Ta Mi (Im Soo Jung) dan Song Ga Gyeong (Jeon Hye-Jin). Hubungan senior-junior menjadi hubungan kerja. Dimulai dari perintisan web portal “Unicon” oleh mereka berdua hingga akhirnya besar dan diakuisisi oleh KU Group. Ga Gyeong menikah dengan Jin Woo (Ji Seung Hyun), anak terakhir Chairwoman Jang (Ye Soo Jung) – pemilik KU.

Pernikahan mereka berdua merupakan marriage of convenience. Menikah karena bisnis. Demi menyelamatkan bisnis orang tua Ga Gyeong yang kolaps. Sebagai “tumbal”-nya, banyak keputusan Unicon dilakukan untuk kepentingan KU Group. Salah satunya menghapus real time keyword. Semacam trending topic yang hot dibicarakan.

Satu kejadian besar yaitu saat KU Group memihak salah satu kandidat presiden. Makanya ketika kandidat A terjerat skandal dan menjadi pembicaraan publik, Unicon dengan sengaja menghapus keyword tentang kandidat A agar ngga keluar artikel terkait. Alasannya sih mereka melindungi hak asasi kandidat A.

Tapi ini dirasa ngga masuk akal, alhasil disemprit lah oleh pemerintah. Pihak Unicon dipanggil untuk menghadiri sidang, dengan tuduhan fabricated alias manipulasi. Bae Ta Mi sebagai karyawan Unicon diminta untuk menjadi saksi. Padahal yang bertanggung jawab sebenarnya Song Ga Gyeong. Ta Mi pun nggak mau jadi kambing hitam. Di persidangan, dia menyerang anggota parlemen. Namanya pun menjadi trending topic. Masuk ke jajaran real time keyword.

Karena tingkahnya, Ta Mi dipecat dari Unicon. Dari sini dia mendapat tawaran dari Barro, web portal kompetitor Unicon. Barro dan Unicon selalu bersaing untuk menjadi top 1. Lebih tepatnya sih Barro yang berusaha menjegal Unicon. Selama ini Unicon selalu menjadi nomor 1 dan Barro hanya di urutan kedua.

Saat Ta Mi masuk Barro, Cha Hyeon/Scarlett (Lee Da Hee) menolak. Akhirnya Ta Mi menjanjikan jika dalam waktu 6 bulan Barro ngga berhasil meraih titel top 1, dia bakal keluar. Dari situ Scarlett menerima. Ta Mi pun ditunjuk Brian (Kwon Hae Hyo), CEO Barro untuk membentuk TF (Task Force) team. Tim ini ditujukan untuk membuat Barro menjadi nomor 1. Ta Mi mengajak A Ra (Oh Ah Yeon) dan Choi Bong Gi (Woo Ji Hyun) dari Unicon untuk bergabung. Sedangkan dari Barro ada Scarlett, Jennie (Ha Seung Ri), dan Alex (Song Ji Ho).

Kehidupan ala start-up di Barro


Meskipun sesama bergerak di bidang IT, kultur perusahaan Unicon dan Barro ini beda. Jika di Unicon terkesan kaku dan formal, di Barro sebaliknya. Ruangan demi ruangan didesain dengan apik, jauh dari kesan “kantor”. Setiap karyawan bebas pake gaya fashion apapun. Plus, mereka dipanggil dengan nama bahasa Inggris. Seperti Cha Hyeon yang dipanggil Scarlett. Min Ho Jung CEO Barro dipanggil Brian. It sounds fuuun!

Penonton ditunjukkan betapa serunya kerja di Barro. Sekaligus menekankan meskipun keliatan fun, mereka tetep kerja.

Ada banyak term yang familiar bagi kalian yang emang kerja di bidang IT maupun internet. Page view, click bait, real time keyword, homepage.

Konsep Barro dan Unicon ini mirip kayak Google. Web portal pencarian yang juga menyediakan banyak fitur. Barro misalnya, ada fitur game, buku, dll.

Nah ternyata untuk mendesain homepage halaman web portal itu nggak gampang lho. Perusahaan harus menempatkan diri di user. Apa kebutuhannya. Kecenderungan pencariannya. Minatnya. Gimana sulitnya mempersuasi bidang yang dianggap kurang menguntungkan.

Saya suka banget dengan penggambarannya. Sedikit banyak ngerti, oh gini loh kerja di industri IT tuh. Mereka harus bisa berpikir ke depan. Apa yang di masa depan kira-kira yang user nggak tertarik lagi? Dan kemana interest mereka shifting? Gambling pun saat mengambil keputusan. CEO yang keliatannya nggak banyak kerja secara teknis, keputusan strategisnya bisa mempengaruhi kehidupan banyak karyawan dibawahnya.

Sisi humanis seorang CEO digambarkan saat CEO Brian memutuskan untuk mengundurkan diri karena kena skandal. Meskipun Ta Mi dan Scarlett meyakinkan bahwa Brian nggak perlu resign, dia kekeuh. Kata dia, mungkin permohonan maaf ke publik cukup untuk business area. Tapi ketika berkaitan dengan image perusahaan, dia harus resign. Kenapa? Untuk meyakinkan publik bahwa image Barro itu baik. Yang salah adalah Brian sebagai CEO. Uwuw, so thoughtful.

Saya pun saat baca berita pejabat publik yang mengundurkan diri itu sempet mikir juga. "Lho, bukannya itu malah lari dari tanggung jawab, ya?". Salah satu alasannya ternyata ya menyelamatkan nama baik instansi diatas dirinya sendiri. Bhaiq.

Love line yang rumit


Nah, ini juga seruuu! Agak mellow sih sebenernya. Cuma ya itu, buat saya pribadi bikin mikir. Disini ada 3 wanita.

Pertama Cha Hyeon. Dia pacaran sama temen sekantor. Ngga taunya si pacar cheating di belakang dia. Lucunya si pacar ini mantannya Ta Mi jaman kuliah dulu. Cha Hyeon menggambarkan perempuan strong dan ngga mau keliatan lemah. Begitu tau si pacar cheating, dia menghajar habis-habisan. Beneran dihajar ampe masuk rumah sakit cuy. Maklum, mantan atlit taekwondo.

Cha Hyeon ini wanita yang nggak mau diem aja ketika ada ketidakadilan. Laff Scarlett. Nah bagian lucunya, Scarlett suka nonton drama opera soap alias sinetron abis! 

Diceritain, dia kesangkut sama si aktor gegara sotoy dan bikin aktornya terluka. Seol Ji Hwan, rookie actor yang namanya ngga pernah kedengeran. Akhirnya Scarlett entah kenapa ngaku sebagai manajernya Seol Ji Hwan. Semua demi Seol Ji Hwan bisa lebih di-acknowledge kemampuannya. Baik oleh publik maupun rekan kerja kaya sutradara, director, dkk. Akhirnya mereka berdua pun jatuh cinta.

Drama banget ya, dari fans-idol jadi couple. IS DAT EVEN REAL? *melirik Ha Sung Woon LOL*

Kedua ada Song Ga Gyeong. Seperti yang udah ditulis diatas, dia tuh ngga menikah karena cinta. Akhirnya dia punya simpenan, suaminya pun punya simpenan. They are not a normal couple. 
Semuanya berubah ketika Ga Gyeong meminta untuk cerai. Alasannya biar bisa keluar dari kungkungan Chairwoman Jang. Jin Woo pun menyanggupi. Bilang kalo at least ini hal terakhir yang bisa dilakukan selama 10 tahun pernikahan.

Coba bayangkan 10 tahun pernikahan tanpa cinta, what will you do? Tinggal pun nggak serumah. Bener-bener nikah karena formalitas dan bisnis semata. Daku turut bersedih atas apa yang menimpa Ga Gyeong :(

Nggak taunya menjelang perceraian, Jin Woo justru jatuh cinta sama Ga Gyeong. Lucu emang. Cara jatuh cintanya pun nggak eksplisit bilang “I Love You”. Saya bilang sih lebih ke act of kindness. Dia mau menuruti segala permintaannya Ga Gyeong. Bahkan ketika Ga Gyeong minta maaf karena bakalan ngeribetin dia saat cerai, apa kata Jin Woo? I will forgive you even if you kill me. WHAT? WHAT? Tolong ini writernya siapa ya menciptakan pick up line yang begitu dramatis? HAHAHA

Terakhir dan paling complicated adalah Bae Ta Mi.

Bagian terbaperrrr di drama ini ya hubungan Bae Ta Mi dengan Park Morgan alias Mas Ki Yong. ((mas)) hahaha. Jang Ki Young sungguh bucin disini.



Di tengah kepenatan kerjanya, Ta Mi ngegame di semacam tempat maen. Ketemu dengan Park Morgan. Lucu sih. Berawal dari obrolan ngalor ngidul eh berakhir dengan one night stand.....pikir Ta Mi. ternyata buat Morgan engga. He likes Ta Mi from the first sight. 

Akhirnya ya dikejar lah tuh Ta Mi. Seorang wanita 38 tahun, dikejar pria 28 tahun. Iri gak, you? Iri pasti.

Ta Mi nggak mau cuma main-main yang pacaran aja. Uniknya, Ta Mi ini nggak punya keinginan untuk menikah. Konsep “love” untuk Ta Mi: living together is yes, but marriage is no. Berbanding terbalik dengan Morgan yang justru mengharapkan untuk menikah dan punya keluarga bahagia. Wajar dia punya keinginan kayak gitu. Dari kecil Morgan “dibuang” ke panti asuhan oleh ibunya.

Yang membesarkan dia orang tua yang mengadopsi. Dari awal hubungan Ta Mi dan Morgan, perbedaan prinsip ini yang menjadi sumber masalah. Ribet juga sih, udah ngerti keduanya punya tujuan beda dalam pacaran. Tapi tetep dilanjutkan. Kata Morgan, “we can still in love”. 


Tapi ya namanya Ta Mi, dia complicated banget. Saya bisa relate sama ke-complicated-annya Ta Mi. because.... love is never makes sense. Hahaha.

Ta Mi bilang, gimana hubungan ini bisa berjalan? Akhirnya nanti salah satu dari kita bakal ada yang tesakiti. Entah Morgan yang ngga bisa mewujudkan impiannya untuk menikah, atau Ta Mi yang terpaksa menikah demi bisa melanjutkan hubungan sama Morgan.

It’s waaay toooo complicated.

Mungkin ini banyak dirasain juga sama orang Korea disana. Mereka menganggap menikah itu mengganggu kebebasan. Jadi punya tanggung jawab ke orang lain. They think as long as they’re happy, marriage is already out of their league.
Menyoroti soal ini dari sisi saya pribadi sih, gimana yaa.... Ya salah saja kalo ngga mau menikah. Soalnya prinsip saya juga menikah itu kan ibadah. Untuk melanjutkan keturunan. Dan ada perintahnya di kitab suci.

But again, pada dasarnya di Korea bukan penganut agama yang religius. Saya ngga serta merta mementahkan pendapat mereka. Tapi saya cuma pengen bilang if you’re also have the same value with me, this drama can be dangerous brainwashing hehehe. Berlaku hanya jika kamu seorang overthinker yang dikit-dikit dipikirin kaya saya.

Iya kalo mikirnya kejauhan kaya saya. Kalo cuma mikir buat hiburan aja sih ngga papa. Bisa memperkaya pikiran malahan. Ada lho, orang yang ngga minat menikah. Ada lho, orang yang menganggap itu normal.

Bahkan Ta Mi juga bilang, normal nggak normal itu standarnya manusia yang buat. Huwaw setiap percakapan Ta Mi dan Morgan selalu menohok deh pokoknya. Syukaa!


So?


Saya sih suka banget nget nget sama drama ini. Feel-nya dapet. Jalan ceritanya bagus. Endingnya? Ngga bisa dibilang happy, tapi masuk akal. Maaf akupun bukan pemuja happy ending. I’d rather choose a make sense ending hahaha *lirik jahat ke Goblin yang endingnya so meh*.

Jadi gimana, setelah baca review saya tertarik buat nonton nggak?

5 comments:

  1. Tertarik! Karena inti ceritanya menarik, bukan melulu cinta-cintaan yang............not so me so sorry.

    Selamat kak, sudah menyelesaikan satu drama. Ga pake skip-skip kan? Because I always do :"

    ReplyDelete
  2. Aku udah nonton drama Korea ini dong. Dan aku pun suka sama tokohnya dan jalan ceritanya. Park Morgan idolaku. Btw, review ini keren banget, Mbak.

    ReplyDelete
  3. Apa cuma aku di sini yang ga pernah nonton drakor sama sekali hehehe

    ReplyDelete
  4. Aku awalnya tertarik banget nonton drama ini. Sayangnya karena lagi nggak mood nonton drakor akhirnya cuma nonton 4 episode

    ReplyDelete
  5. ini drakor favorit aku huhuhu seneng banget liat ta mi berubah dari kaku jahat egois jadi lebih soft terus peduli sama orang lain apalagi ketika udh ktm sama mo gun

    ReplyDelete

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi yah.

COPYRIGHT © 2019 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES