TVN

Saat netijen heboh nonton Start-Up, aku melipir ke Birthcare Center. Niatnya nyari drama yang dikit episodenya. Udah ngga kuat hati sabaran ternyata nonton alur 16 atau 20 episode.


Poster di drama ini ada 4 orang wanita. Dari kiri ke kanan:

1. Jang Hye Jin sebagai Choi Hye Suk: direktur Birthcare Center.

2. Uhm Ji Won sebagai Oh Hyun Jin. Di kantor dinobatkan sebagai eksekutif perempuan termuda. Pada saat yang sama dia juga ibu tertua saat melahirkan (39 tahun).

3. Park Ha Sun sebagai Cho Eun Jung. Idola para ibu di Birthcare Center karena imej-nya yang ideal. 

4. Choi Ri sebagai Lee Roo Da. Ibu nyeleneh. Punya anak tanpa status menikah maupun suami


***


Cerita diawali oleh Oh Hyun Jin. Sebagai ibu hamil, dia nggak keliatan terganggu. Masih kerja. Lembur hingga tengah malam. Kehadiran janin di perutnya justru terasa aneh. Dia belum bisa mengatakan cinta kepada bayinya. Selayaknya ibu lain. 


Berbanding terbalik dengan suaminya. Sering menyapa janin, hingga mengikuti kelas ibu hamil. Menggantikan istrinya yang sibuk bekerja. 


Hingga akhirnya ketuban Oh Hyun Jin pecah saat meeting dengan client dari luar negeri, dia tetap santai menuju rumah sakit. Disini lah perjuangan penderitaan dimulai.

Bayi yang lama ngga keluar. 

Menahan rasa malu dilihat dokter. 

Mengejan keras-keras hingga bayinya lahir.

Oh Hyun Jin nggak pernah menyangka akan seberat itu. Setelah bayinya lahir pun ternyata dia masih nggak bisa secara verbal mengatakan "I Love You".


Sesuai kebiasaan, setelah melahirkan ibu akan dibawa ke Birthcare Center. Ini merupakan tempat dimana ibu diajari untuk merawat bayinya. Mereka menginap selama beberapa lama. 


Disini drama per-ibu-an dimulai. Ada 2 kategori ibu. Ibu yang tahu segalanya alias ibu teladan, dan ibu yang berada di ranking bawah. Ibu teladan ini adalah Sarangi Eomma/Cho Eun Jung. Istri dari pemain baseball. Selebgram dengan kembar yang dianggap sukses mengasuh anaknya. Meskipun kembar, dia berhasil memberikan ASI eksklusif. Dia pun menjadi contoh ideal bagi para ibu di birthcare center.

Setelah hamil, melewati persalinan, tibalah masa menyusui. 

Drama menyusui pun nggak kalah banyak dari persalinan. 

1. ASI yang sulit keluar

2. Bayi nggak kenal puting ibunya

3. Menyesuaikan posisi menyusui

4. Tubuh ibu yang masih kesakitan (bahkan untuk duduk) sehingga kemana-mana bawa bantal duduk

5. Makanan sehat yang hambar dan membosankan

...dan lain-lain. Semua itu masih ditambah dengan tekanan. Berlomba-lomba menjadi ibu ideal.


Nah, disinilah menariknya drama ini. Kita diajak realistis. Iya sih punya anak seneng ya. Iya ada orang yang untuk punya anak harus menunggu bertahun-tahun. Keguguran berkali-kali.


Lalu setelah punya anak, berlomba kasih yang terbaik untuk anaknya. Ingin menjadi ibu sempurna. Ibu deal. Sementara, definisi sempurna itu apa, sih?

Apakah ibu harus selalu mengutamakan anaknya?

Apakah ibu harus langsung punya rasa sayang ke anaknya?

Apa bener hanya dengan lihat anak, perjuangan dan rasa sakit saat persalinan hilang gitu aja?


You'll see it in this drama. Kehadiran Lee Roo Da sebagai ibu muda yang hamil diluar nikah menambah sisi humanisme drama ini. A rebel. Nggak mau makan sehat khusus ibu menyusui. Memutuskan kasih susu formula ke anaknya. Lalu apakah itu semua membuat dia menjadi ibu yang buruk?


***


Dengan jumlah episode hanya 8, drama ini pas banget. Ceritanya cukup untuk dinikmati. Nggak membutuhkan waktu lama. Tapi ngenaaa banget.


Entahlah, belakangan saya lagi tertarik ke family drama. Ketimbang young adult romance. Menonton ini seperti diingatkan. Habis nikah tuh nggak cuma yang enak aja, lo. Apalagi memutuskan punya anak. 


Mungkin bagi para bapak, bisa tetap melanjutkan karier. Bisa menyerahkan pengasuhan ke ibu. 


Tapi inget nggak, apa peran ibu sebelum anak itu ada? Seperti Oh Hyun Jin yang menjadi Managing Director perempuan termuda di kantornya. Setelah melahirkan, apa dia tetap bisa melanjutkan karier? Atau lebih baik berhenti untuk fokus mengurus anak?


Suami Oh Hyun Jin disini digambarkan sebagai suami dan bapak...apa ya? Siaga? Bertanggung jawab?


Dia paham betul ngurus anak ngga cuma tanggung jawab istri. Kan yang memutuskan berdua. Ya ngasuhnya berdua, dong. Dia tetap membolehkan Oh Hyun Jin berkarier. Dan mencari pilihan bagaimana cara jaga anaknya selama Oh Hyun Jin bekerja. 


Buat saya drama ini justru cocok banget ditonton laki-laki. Terutama emang yang udah berniat untuk nikah. Nih lho liat nanti bagaimana pekerjaan sebagai "ibu" tuh butuh kerjasama dengan para bapak.


Such an eye opener, indeed. Must watch!

Gaes akhirnya aku berhasil menamatkan drama Korea gaes! Se-happy itu bisa menikmati hiburan ini lagi. Yass, banyak banget drama Korea baru tiap tahun. Dan pilihanku jatuh pada Search: WWW. Alasannya kok kayaknya menarique? Beneran dong. Emang pilihanku ngga pernah salah. Eaeaea.


Pernah membayangkan gimana rasanya kerja di perusahaan IT? Seberapa berat targetnya? Di saat yang sama kehidupan percintaanmu nggak berjalan mulus?

Love life, work life, life as a whole. Semua digambarkan di drama Korea Search: WWW.

Dipikir-pikir ternyata di drama ini nggak ada pemeran utama pria. Sesuai dengan poster promosinya, pemeran utamanya adalah ketiga wanita ini. Sama-sama bekerja di industri IT, mendefinisikan wanita karir yang sesungguhnya, sekaligus wanita normal yang butuh ((kasih sayang)) dari lelaki.

Kiri ke kanan: Song Ga Gyeong - Bae Ta Mi - Cha Hyeon
Bae Ta Mi (Im Soo Jung) dan Song Ga Gyeong (Jeon Hye-Jin). Hubungan senior-junior menjadi hubungan kerja. Dimulai dari perintisan web portal “Unicon” oleh mereka berdua hingga akhirnya besar dan diakuisisi oleh KU Group. Ga Gyeong menikah dengan Jin Woo (Ji Seung Hyun), anak terakhir Chairwoman Jang (Ye Soo Jung) – pemilik KU.

Pernikahan mereka berdua merupakan marriage of convenience. Menikah karena bisnis. Demi menyelamatkan bisnis orang tua Ga Gyeong yang kolaps. Sebagai “tumbal”-nya, banyak keputusan Unicon dilakukan untuk kepentingan KU Group. Salah satunya menghapus real time keyword. Semacam trending topic yang hot dibicarakan.

Satu kejadian besar yaitu saat KU Group memihak salah satu kandidat presiden. Makanya ketika kandidat A terjerat skandal dan menjadi pembicaraan publik, Unicon dengan sengaja menghapus keyword tentang kandidat A agar ngga keluar artikel terkait. Alasannya sih mereka melindungi hak asasi kandidat A.

Tapi ini dirasa ngga masuk akal, alhasil disemprit lah oleh pemerintah. Pihak Unicon dipanggil untuk menghadiri sidang, dengan tuduhan fabricated alias manipulasi. Bae Ta Mi sebagai karyawan Unicon diminta untuk menjadi saksi. Padahal yang bertanggung jawab sebenarnya Song Ga Gyeong. Ta Mi pun nggak mau jadi kambing hitam. Di persidangan, dia menyerang anggota parlemen. Namanya pun menjadi trending topic. Masuk ke jajaran real time keyword.

Karena tingkahnya, Ta Mi dipecat dari Unicon. Dari sini dia mendapat tawaran dari Barro, web portal kompetitor Unicon. Barro dan Unicon selalu bersaing untuk menjadi top 1. Lebih tepatnya sih Barro yang berusaha menjegal Unicon. Selama ini Unicon selalu menjadi nomor 1 dan Barro hanya di urutan kedua.

Saat Ta Mi masuk Barro, Cha Hyeon/Scarlett (Lee Da Hee) menolak. Akhirnya Ta Mi menjanjikan jika dalam waktu 6 bulan Barro ngga berhasil meraih titel top 1, dia bakal keluar. Dari situ Scarlett menerima. Ta Mi pun ditunjuk Brian (Kwon Hae Hyo), CEO Barro untuk membentuk TF (Task Force) team. Tim ini ditujukan untuk membuat Barro menjadi nomor 1. Ta Mi mengajak A Ra (Oh Ah Yeon) dan Choi Bong Gi (Woo Ji Hyun) dari Unicon untuk bergabung. Sedangkan dari Barro ada Scarlett, Jennie (Ha Seung Ri), dan Alex (Song Ji Ho).

Kehidupan ala start-up di Barro


Meskipun sesama bergerak di bidang IT, kultur perusahaan Unicon dan Barro ini beda. Jika di Unicon terkesan kaku dan formal, di Barro sebaliknya. Ruangan demi ruangan didesain dengan apik, jauh dari kesan “kantor”. Setiap karyawan bebas pake gaya fashion apapun. Plus, mereka dipanggil dengan nama bahasa Inggris. Seperti Cha Hyeon yang dipanggil Scarlett. Min Ho Jung CEO Barro dipanggil Brian. It sounds fuuun!

Penonton ditunjukkan betapa serunya kerja di Barro. Sekaligus menekankan meskipun keliatan fun, mereka tetep kerja.

Ada banyak term yang familiar bagi kalian yang emang kerja di bidang IT maupun internet. Page view, click bait, real time keyword, homepage.

Konsep Barro dan Unicon ini mirip kayak Google. Web portal pencarian yang juga menyediakan banyak fitur. Barro misalnya, ada fitur game, buku, dll.

Nah ternyata untuk mendesain homepage halaman web portal itu nggak gampang lho. Perusahaan harus menempatkan diri di user. Apa kebutuhannya. Kecenderungan pencariannya. Minatnya. Gimana sulitnya mempersuasi bidang yang dianggap kurang menguntungkan.

Saya suka banget dengan penggambarannya. Sedikit banyak ngerti, oh gini loh kerja di industri IT tuh. Mereka harus bisa berpikir ke depan. Apa yang di masa depan kira-kira yang user nggak tertarik lagi? Dan kemana interest mereka shifting? Gambling pun saat mengambil keputusan. CEO yang keliatannya nggak banyak kerja secara teknis, keputusan strategisnya bisa mempengaruhi kehidupan banyak karyawan dibawahnya.

Sisi humanis seorang CEO digambarkan saat CEO Brian memutuskan untuk mengundurkan diri karena kena skandal. Meskipun Ta Mi dan Scarlett meyakinkan bahwa Brian nggak perlu resign, dia kekeuh. Kata dia, mungkin permohonan maaf ke publik cukup untuk business area. Tapi ketika berkaitan dengan image perusahaan, dia harus resign. Kenapa? Untuk meyakinkan publik bahwa image Barro itu baik. Yang salah adalah Brian sebagai CEO. Uwuw, so thoughtful.

Saya pun saat baca berita pejabat publik yang mengundurkan diri itu sempet mikir juga. "Lho, bukannya itu malah lari dari tanggung jawab, ya?". Salah satu alasannya ternyata ya menyelamatkan nama baik instansi diatas dirinya sendiri. Bhaiq.

Love line yang rumit


Nah, ini juga seruuu! Agak mellow sih sebenernya. Cuma ya itu, buat saya pribadi bikin mikir. Disini ada 3 wanita.

Pertama Cha Hyeon. Dia pacaran sama temen sekantor. Ngga taunya si pacar cheating di belakang dia. Lucunya si pacar ini mantannya Ta Mi jaman kuliah dulu. Cha Hyeon menggambarkan perempuan strong dan ngga mau keliatan lemah. Begitu tau si pacar cheating, dia menghajar habis-habisan. Beneran dihajar ampe masuk rumah sakit cuy. Maklum, mantan atlit taekwondo.

Cha Hyeon ini wanita yang nggak mau diem aja ketika ada ketidakadilan. Laff Scarlett. Nah bagian lucunya, Scarlett suka nonton drama opera soap alias sinetron abis! 

Diceritain, dia kesangkut sama si aktor gegara sotoy dan bikin aktornya terluka. Seol Ji Hwan, rookie actor yang namanya ngga pernah kedengeran. Akhirnya Scarlett entah kenapa ngaku sebagai manajernya Seol Ji Hwan. Semua demi Seol Ji Hwan bisa lebih di-acknowledge kemampuannya. Baik oleh publik maupun rekan kerja kaya sutradara, director, dkk. Akhirnya mereka berdua pun jatuh cinta.

Drama banget ya, dari fans-idol jadi couple. IS DAT EVEN REAL? *melirik Ha Sung Woon LOL*

Kedua ada Song Ga Gyeong. Seperti yang udah ditulis diatas, dia tuh ngga menikah karena cinta. Akhirnya dia punya simpenan, suaminya pun punya simpenan. They are not a normal couple. 
Semuanya berubah ketika Ga Gyeong meminta untuk cerai. Alasannya biar bisa keluar dari kungkungan Chairwoman Jang. Jin Woo pun menyanggupi. Bilang kalo at least ini hal terakhir yang bisa dilakukan selama 10 tahun pernikahan.

Coba bayangkan 10 tahun pernikahan tanpa cinta, what will you do? Tinggal pun nggak serumah. Bener-bener nikah karena formalitas dan bisnis semata. Daku turut bersedih atas apa yang menimpa Ga Gyeong :(

Nggak taunya menjelang perceraian, Jin Woo justru jatuh cinta sama Ga Gyeong. Lucu emang. Cara jatuh cintanya pun nggak eksplisit bilang “I Love You”. Saya bilang sih lebih ke act of kindness. Dia mau menuruti segala permintaannya Ga Gyeong. Bahkan ketika Ga Gyeong minta maaf karena bakalan ngeribetin dia saat cerai, apa kata Jin Woo? I will forgive you even if you kill me. WHAT? WHAT? Tolong ini writernya siapa ya menciptakan pick up line yang begitu dramatis? HAHAHA

Terakhir dan paling complicated adalah Bae Ta Mi.

Bagian terbaperrrr di drama ini ya hubungan Bae Ta Mi dengan Park Morgan alias Mas Ki Yong. ((mas)) hahaha. Jang Ki Young sungguh bucin disini.



Di tengah kepenatan kerjanya, Ta Mi ngegame di semacam tempat maen. Ketemu dengan Park Morgan. Lucu sih. Berawal dari obrolan ngalor ngidul eh berakhir dengan one night stand.....pikir Ta Mi. ternyata buat Morgan engga. He likes Ta Mi from the first sight. 

Akhirnya ya dikejar lah tuh Ta Mi. Seorang wanita 38 tahun, dikejar pria 28 tahun. Iri gak, you? Iri pasti.

Ta Mi nggak mau cuma main-main yang pacaran aja. Uniknya, Ta Mi ini nggak punya keinginan untuk menikah. Konsep “love” untuk Ta Mi: living together is yes, but marriage is no. Berbanding terbalik dengan Morgan yang justru mengharapkan untuk menikah dan punya keluarga bahagia. Wajar dia punya keinginan kayak gitu. Dari kecil Morgan “dibuang” ke panti asuhan oleh ibunya.

Yang membesarkan dia orang tua yang mengadopsi. Dari awal hubungan Ta Mi dan Morgan, perbedaan prinsip ini yang menjadi sumber masalah. Ribet juga sih, udah ngerti keduanya punya tujuan beda dalam pacaran. Tapi tetep dilanjutkan. Kata Morgan, “we can still in love”. 


Tapi ya namanya Ta Mi, dia complicated banget. Saya bisa relate sama ke-complicated-annya Ta Mi. because.... love is never makes sense. Hahaha.

Ta Mi bilang, gimana hubungan ini bisa berjalan? Akhirnya nanti salah satu dari kita bakal ada yang tesakiti. Entah Morgan yang ngga bisa mewujudkan impiannya untuk menikah, atau Ta Mi yang terpaksa menikah demi bisa melanjutkan hubungan sama Morgan.

It’s waaay toooo complicated.

Mungkin ini banyak dirasain juga sama orang Korea disana. Mereka menganggap menikah itu mengganggu kebebasan. Jadi punya tanggung jawab ke orang lain. They think as long as they’re happy, marriage is already out of their league.
Menyoroti soal ini dari sisi saya pribadi sih, gimana yaa.... Ya salah saja kalo ngga mau menikah. Soalnya prinsip saya juga menikah itu kan ibadah. Untuk melanjutkan keturunan. Dan ada perintahnya di kitab suci.

But again, pada dasarnya di Korea bukan penganut agama yang religius. Saya ngga serta merta mementahkan pendapat mereka. Tapi saya cuma pengen bilang if you’re also have the same value with me, this drama can be dangerous brainwashing hehehe. Berlaku hanya jika kamu seorang overthinker yang dikit-dikit dipikirin kaya saya.

Iya kalo mikirnya kejauhan kaya saya. Kalo cuma mikir buat hiburan aja sih ngga papa. Bisa memperkaya pikiran malahan. Ada lho, orang yang ngga minat menikah. Ada lho, orang yang menganggap itu normal.

Bahkan Ta Mi juga bilang, normal nggak normal itu standarnya manusia yang buat. Huwaw setiap percakapan Ta Mi dan Morgan selalu menohok deh pokoknya. Syukaa!


So?


Saya sih suka banget nget nget sama drama ini. Feel-nya dapet. Jalan ceritanya bagus. Endingnya? Ngga bisa dibilang happy, tapi masuk akal. Maaf akupun bukan pemuja happy ending. I’d rather choose a make sense ending hahaha *lirik jahat ke Goblin yang endingnya so meh*.

Jadi gimana, setelah baca review saya tertarik buat nonton nggak?
Calling for Lee Jun Ki lovers! Mana suaranya?!?!?! Drama korea kedua yang berhasil saya tonton setelah Secret Forest (Stranger). Dari judulnya udah ketahuan ya genre drama ini apa. Yep, seputar politik dan hukum.

https://alibaba.kumpar.com
Bong Sang Pil (Lee Jun Ki) seorang pengacara yang juga anggota gangster. Dia cukup sukses dan terkenal di Seoul karena kelicinannya. Kepintarannya dia gunakan untuk meloloskan klien dari jeratan hukum. Ha Jae Yi (Seo Ye Ji) juga seorang pengacara. Dia taat hukum dan selalu membela rakyat jelata. Jadi Bong Sang Pil dan Seo Ye Ji adalah dua kutub yang berseberangan.

Suatu ketika Bong Sang Pil mendapat paket berisi buku catatan. Buku ini membawa dia kembali ke Kiseong. Kota kecil kelahirannya. Padahal mendiang ibunya udah mengingatkan untuk jangan pernah kembali ke Kiseong. Pada saat yang sama Ha Jae Yi harus pulang juga ke Kiseong. Dia dapet skors karena berani memukul hakim yang dia anggap nggak adil.

Short story, kedua orang ini bertemu dalam kondisi Ha Jae Yi pengutang dan Bong Sang Pil yang ngutangin. Untuk membayar utangnya, Jae Yi "dipaksa" kerja di law firm punya Sang Pil. Awalnya Jae Yi cuma sekedar kerja buat bayar utangnya. Lama kelamaan Jae Yi tau ternyata Sang Pil punya misi balas dendam ke Hakim Cha Moon Sook.

Siapakah Cha Moon Sook? Sosok perempuan ini bisa dibilang pemeran kunci di Lawless Lawyer. Dia hakim yang punya kekuasaan di Kiseong. Kekuasaannya lebih tinggi daripada walikota. Tapi nggak semua orang tau bahwa sebenernya pemegang aturan dan kekuasaan itu Cha Moon Sook. Di hadapan publik, dia tampil sebagai hakim yang adil dan bijaksana. Pokoknya muka dua banget dan tipe antagonis yang menyebalkan.

Sebaliknya, bagi Jae Yi dan keluarganya Cha Moon Sook udah ibarat pahlawan. Apalagi semenjak ibu Jae Yi kehilangan. Cha Moon Sook dianggap ibu sendiri.

Nah, balas dendamnya Sang Pil ke Cha Moon Sook karena ibunya dibunuh saat Sang Pil kecil. Of course yang bunuh ngga Cha Moon Sook langsung. Melainkan menggunakan "tangan kanan"-nya. Seorang gangster yang bernama Ahn Oh Joo.

***

Sukaa sama drama ini! Akting pemainnya oke. Terutama Lee Jun Ki dan Cha Moon Sook (Lee Hye Young). Lee Jun Ki siapa yang belum tau? Penggemar drakor pasti tau banget. Saya juga udah nonton beberapa dramanya doi. Diantaranya Arang and Magistrate, Scholar Who Walks at Night, Criminal Minds, dan yang paling bikin kesengsem di Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo!! Yang saya sebutkan terakhir ini malah baru aja saya tonton ulang. Hahaha.


Kemudian ada Lee Hye Young beneran bikin orang sebel. Padahal saya liat dia main di Mother bukan antagonis. Cuma apa ya, karakternya dia itu kuat banget dan bikin orang seakan-akan yakin kalo dia sifat aslinya di dunia nyata sebagaimana yang dia mainkan. Nah, loh.


Secara cerita awalnya saya suka banget. Tapi kelamaan jadi biasa aja. Kenapa? Soalnya drama tentang balas dendam itu udah buanyak banget dan klise. Sebut aja tuh dramanya Lee Jong Suk kebanyakan genrenya balas dendam gitu. Kayak Doctor Stranger, Pinocchio, I Can Hear Your Voice. Itu semuanya...balas dendam -_-


But overall saya suka saya suka. Suka karena bikin mikir. Dan seneng saat nebak-nebak eh ngga taunya tebakan saya bener. Hehe. 


Oh ya dan seperti biasa drama Korea kurang greget tanpa kisah romance. Disini disuguhin juga romantisme Sang Pil dan Jae Yi. Untung ngga terlalu banyak jadi ngga perlu baper lol.
Cerita diawali dari seorang anak laki-laki bernama Hwang Si Mok. Remaja ini melakukan operasi pada kepalanya yang berdampak pada kehilangan untuk merasakan sesuatu. Singkatnya, dia menjadi emotionless. Nggak pernah merasa marah, sedih, atau senang. Datar-datar aja.

www.dramafever.com
Beberapa tahun kemudian Hwang Si Mok (Cho Seung Woo) berhasil menjadi jaksa. Suatu hari dia berniat untuk mengunjungi pebisnis bernama Park Moo Sung. Orang ini dia kenal dari teman sesama jaksa. Di jalan dia bertemu dengan nenek yang ternyata ibu dari Park Moo Sung. Bersama si nenek, Si Mok menuju ke rumah Moo Sung. Sesampainya disana, Park Moo Sung ditemukan tewas dengan luka tusukan. 

Tanpa banyak cakap Si Mok langsung menginvestigasi untuk mencari siapa pembunuh Moo Sung. Ternyata kematian Park Moo Sung menguak bobrok yang ada di kejaksaan. Park Moo Sung merupakan "sponsor" alias penyuap ke banyak orang di kejaksaan. Tujuannya nggak lain dan nggak bukan untuk memuluskan bisnis-bisnis yang dia punya.

Kasus berlanjut saat pelaku pembunuhan Park Moo Sung melakukan pembunuhan lainnya. Kali ini korbannya Kwon Min Ah / Kim Ga Young. Seorang perempuan penghibur yang banyak di-booking oleh pejabat pemerintahan. Dengan sadis, Ga Young dibiarkan diletakan di bath tub kamar mandi  rumah Park Moo Sung dengan banyak luka. Saat dikira meninggal, Ga Young memperlihatkan tanda kehidupan. Dia pun segera dibawa ke rumah sakit. 

Karena dua kasus ini menarik perhatian publik, Hwang Si Mok memilih cara untuk tampil di TV. Di dalam wawancara itu, dia berjanji bakal menangkap pelaku dalam waktu dua bulan.

Penyelidikan yang awalnya berusaha mencari pelaku pembunuhan bertambah lagi saat Sungmoon Daily (koran harian di Korea) merilis berita bahwa kejaksaan menerima suap dari Park Moo Sung. Hwang Si Mok pun ditunjuk oleh Kepala Kejaksaan Lee Chang Jun untuk membentuk tim spesial investigasi. Tim ini terdiri dari beberapa orang termasuk diantaranya Letnan Han Yeo Jin (Bae Doo Na).

Tim spesial investigasi
https://mymyooz.files.wordpress.com
Dari penyelidikan ini banyak nama yang terseret menjadi tersangka. Nggak tanggung-tanggung, kepala kepolisian Yongsan pun ikut tertangkap. Dan mereka ini berhubungan satu sama lain.

Prinsip Si Mok dalam menentukan anggota tim spesial ini "Keep your friend close and enemy closer". Benar saja, ternyata pelaku pembunuhannya adalah.... ((SPOILER)) salah satu dari anggota tim penyelidikannya sendiri. BOOM! That was quite a plot twist.

***

Another finished drama! Ya, drama ini tayang tahun 2017 kemarin. Tapi baru sempat nonton tahun ini and I have no regret! Dramanya bagus bagus bagus banget mulai dari plot cerita sampe ending-nya pun nggak mengecewakan!

Drama ini berkutat pada politik, kekuasaan, dan sedikit bumbu keluarga. Ceritanya menggambarkan bagaimana korupsi yang udah menggurita di lini pemerintahan. Dan itu banyak orang terlibat mulai dari bawah sampe atas. Nah parahnya lagi mereka yang udah diatas ini bener-bener licin seakan nggak bisa tertangkap. Semakin penyelidikan memunculkan nama mereka, justru mereka dipromosikan ke tempat yang lebih tinggi.

Contohnya Lee Chang Jun. Dia yang awalnya cuma kepala divisi secara cepat naik menjadi kepala kejaksaan. Sampai akhirnya naik lagi menjadi Sekretaris di Blue House (kantor presiden Korea Selatan).

Lee Chang Jun
www.dramabeans.com
Dan korupsi ini pasti ada kaitannya dengan perusahaan tertentu. Disini ada Hanjo Group. Dimana Hanjo Group ini milik mertua dari Lee Chang Jun. 

Sebenarnya inti dari ceritanya mencari pelaku pembunuh Park Moo Sung. Tapi di proses pencarian itu banyak banget rahasia yang terkuak. Ternyata ini maksudnya kenapa drama ini dinamakan Secret Forest. Banyak rahasia terkuak di setiap progress yang dilakukan. 

Pencarian pelaku ini sungguh melelahkan karena apa? Pelakunya pinter banget nyusun rencana sampe memanipulasi barang bukti. Seakan-akan si A melakukan ini itu padahal yang melakukan orang lain.

***

Dari drama ini saya ngerasa lumayan banyak makna yang tersirat (LOL). Pertama, tentang kekuasaan. You know orang yang punya kekuasaan itu bener-bener sulit untuk disentuh. Kalaupun kecurangan dan kejahatan mereka terbongkar, mereka punya banyak strategi. 

Kedua, korupsi. Nah korupsi ini nggak hanya terjadi di negara berkembang kayak negara kita aja. Negera maju kayak Korea pun bisa. Di dunia nyata pun beneran ada, sudah tau mantan presiden Korsel Park Geun Hye yang divonis belasan tahun penjara karena KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme)? 

Hwang Si Mok pun mempertanyakan kenapa korupsi ini bisa begitu menggurita. Apakah salah satu penyebabnya memang sistem yang didesain sedemikian rupa hingga mau nggak mau setiap orang yang menjadi bagian dari sistem pasti "terjebak" mengikuti arus?

Ketiga, betapa besarnya peran media. Liat dari berita yang dirilis Sungmoon Daily tentang korupsi di kejaksaan. Tentu bisa menimbulkan gejolak di publik. Pada akhirnya diambil tindakan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki siapa aja yang terlibat. 

Keempat, family means everything. Yang ini bakalan dipahami setelah nonton episode menjelang akhir-akhir. I wanna cryyy huft.

Overall saya tentu merekomendasikan untuk nonton drama ini. Bagi yang suka cerita dengan plot twist tentunya. Cerita oke, acting pemain oke, ending oke. Bahkan drama ini sampe disebut New York Times di daftar Top 10 International Drama! Ratingnya di Kore pun terhitung tinggi untuk ukuran tv kabel.

Seru sih nonton drama ini ikutan nebak-nebak siapa pelaku sebenarnya, hubungan si A dengan si B itu apa, yang terjadi setelah ini apa. Seakan ikut jadi pemeran di dramanya. LOL I'm too hooked.
Review Mother - My very first finished drama I watch in 2018. Tiga bulan lamanya nggak ngubek-ngubek drama Korea terbaru. Akhirnya pilihan saya jatuh ke drama ini. 

http://kdramabuzz.com
Sebuah drama adaptasi dari Jepang berjudul sama yang ditulis oleh Yuji Sakamoto. Drama ini ditayangin di Jepang pada tahun 2010 dan memenangkan beberapa award. Perlu kalian tahu ternyata versi Koreanya masuk nominasi Cannes International Series Festival 2018! Two thumbs up.

Alasan utama saya nonton ini karena pemeran utamanya Lee Bo Young. Doi istrinya Jisung yang main Kill Me Heal Me. Berkali-kali saya bilang, saya tipe orang yang sebelum nonton lihat dulu siapa yang maen. Hehe. Lee Bo Young ini udah terbukti bagus actingnya di I Hear Your Voice bareng Lee Jong Suk dan God's Gift-14 Days. Dua drama yang ditayangkan di SBS itu favorit saya banget. Actingnya menjanjikan. That's why I picked this drama.

Cerita dari drama ini dimulai oleh Kang Soo Jin (Lee Bo Young), seorang ornitologi berusia 38 tahun. Udah 20 tahun Soo Jin mengelana untuk mempelajari tentang burung. Sosok Soo Jin digambarkan sebagai orang yang egois, keras kepala, dan kurang punya perasaan. But somehow dia jadi temporary homeroom teacher di sebuah sekolah dasar. Di situlah dia ketemu Kim Hye Na (He Yool). 

Hye Na sendiri anak outcast di kelasnya. Sering dibully karena dianggap aneh dan nggak terurus. Batinnya Soo Jin terusik. Dia pun memberikan perhatian lebih ke Hye Na. Dia bilang ke Hye Na, bahwa Hye Na harus bisa mengurus dirinya sendiri. Seorang anak yang keliatan nggak keurus bakal gampang untuk dibully. Kenapa? Karena pelaku bully-nya tau dia nggak bakal bisa mengadu ke siapa-siapa.

http://kdramabuzz.com
Ternyata di rumah Hye Na mengalami kekerasan. Dia sering dipukul oleh ibunya (Go Sung Hee) dan pacar dari ibunya yang tinggal serumah (Son Seok Koo). Bekas-bekas luka keliatan jelas di tubuh Hye Na. Tapi setiap gurunya menanyai apa yang sebenarnya terjadi, Hye Na selalu menutup-nutupi. Dia cuma ngaku jatuh dari tangga atau nggak sengaja kena lemparan bola anak yang sedang main.

Kang Soo Jin merasa ada yang aneh sama Hye Na. Akhirnya dia berkunjung ke rumah Hye Na, dan menemukan Hye Na diikat di trash bag depan rumahnya dalam kondisi menggigil. Scene ini bakal bikin hati teriris banget. Secara impulsif, Kang Soo Jin mengajak Hye Na untuk melarikan diri.

Kisah Soo Jin melarikan Hye Na inilah yang jadi suguhan utama drama Mother. Soo Jin meminta Hye Na untuk memanggilnya dengan sebutan "Eomma/ibu". Sementara Hye Na mengganti namanya menjadi Kim Yoon Bok. Tujuan pelarian mereka: Iceland.

Perjalanan melarikan diri ini nggak bisa mulus karena detektif Chang Geun (Jo Han Cheul) yang mencurigai Hye Na nggak meninggal. Soo Jin mengajak Yoon Bok dari satu tempat ke tempat lainnya. Mulai panti asuhan tempat dulu dia tinggal, tempat cukur yang ternyata milik ibu kandung Soo Jin, sampai rumah Cha Yeong Shin, ibu yang mengadopsi Soo Jin.

***

Basically, drama ini menceritakan sebuah hubungan rumit antara ibu dan anak. Kalo saya break down jadi gini:
Hye Na dan ibu kandungnya
Soo Jin dan ibu kandungnya
Soo Jin dan ibu yang mengadopsinya
Cha Yeong Shin dan ketiga anak adopsinya.
Terlalu ribet untuk dijelaskan. Setiap episode selalu punya plot twist yang menjelaskan benang merah dari masing-masing karakter.

Drama ini mengangkat isu kekerasan pada anak yang terjadi di sekeliling kita. Ternyata masih banyak anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban kekerasan. Lebih parahnya lagi, pelaku kekerasan itu orang terdekatnya. 

Ada pula cerita tentang mengadopsi anak. I don't know about adoption because I have never found a case. Pengetahuan saya tentang adopsi nol besar. Tapi disini diceritakan bahwa mengadopsi anak itu nggak sekedar menghidupi anak lalu bisa dianggap menjadi orang tua. NO! Anak yang diadopsi pada akhirnya nanti akan bertanya-tanya siapa orang tua kandungnya seperti halnya Soo Jin. Meskipun dia menyangkal bahwa dia nggak merindukan ibu kandungnya. Bahwa dia membenci ibu kandungnya, deep in her heart she's been missing her mother so much. 

Dari drama ini pula penulisnya ingin menyampaian bahwa jadi seorang ibu itu nggak gampang. Ada masa-masa up and down. Terutama di awal seorang anak itu lahir. Terlebih kalo ibu dari anak ini nggak punya seseorang untuk rely on. Dalam hal ini suaminya. Makanya saat single mother ketemu dengan laki-laki yang memberikan perhatian lebih, dia jadi merasa diberikan segalanya seperti ibunya Hye Na. Dia merasa bahagia walaupun si laki-laki sering berbuat kasar sama Hye Na. It's so sad :(

Acting dari pemainnya pun nggak mengecewakan. Aktis cilik yang memerankan Hye Na, saya akui bisa memunculkan emotions yang tepat. Kesan polos sekaligus pintar bisa kelihatan dari cara dia ngomong, ekspresi mukanya, sorot matanya. Jempolan! Nggak heran dia bisa lolos dari 400 orang yang ikut casting jadi pemeran Hye Na. Pemeran pendukung lainnya juga nggak kalah oke. Bisa mengimbangi acting pemeran utamanya. Nggak keliatan ada gap. Semua bisa melengkapi satu sama lain

Saya bener-bener tersentuh nonton drama ini. It makes me want to hug my mom right away. Hehe. Satu hal yang saya nggak setuju dari drama ini, pernyataan bahwa nggak cuma orang tua yang bisa pilih anaknya (means dengan adopsi) tapi juga anak pun bisa memilih orang tuanya. Padahal prinsip yang saya anut, seorang anak mau kayak gimana pun orang tuanya nggak boleh memutus hubungan.

Overall, emang dramanya bikin mewek sih, tapi worth to watch kok. Ada yang udah nonton juga?
Top 3 Korean Drama in 2017 - Sadarkah kalian bahwa tahun ini saya nggak terlalu banyak ngereview drama Korea? Yhaa maafkan.


Karena frekuensi saya nonton drama Korea juga udah berkurang jauh banget. Seinget saya sepanjang tahun ini nonton cuma pas jaman magang. Itu emang sengaja nyetok setelah tau bakal berpisah dari wifi lol. Terus sama dramanya Lee Jong Suk yang nggak boleh nggak nonton laah! Haha.


Berhubung ini akhir tahun saya memutuskan nulis top 3 korean drama alias drama korea terbaek versi saya, tentu. Warning dulu sebelumnya ini bener-bener versi saya, genre yang saya suka, dan beneran saya nonton dengan khusyuk. Halah. Cuma 3 aja berhubung ya itu tadi cuma nonton dikit. 

Poin yang saya masukkan saat rekomendasi drama korea adalah: 1) Plot ceritanya, 2) Akting pemainnya, 3) Endingnya, dan 4) Genrenya. Jadi nggak ada tuh ceritanya saya rekomendasiin drama HANYA karena aktornya ganteng. 

Daripada penasaran, yuk cuss!

1| Circle
Source: Dramafever
Periode tayang: Mei - Juni 2017
Jumlah episode:12
Stasiun TV: TVN
Genre: Sci-Fi, Misteri

This is probably my favorite K-drama this year! Dua jempol tangan ditambah dua jempol lagi di kaki kayaknya nggak cukup buat apresiasi.

Drama ini dibagi menjadi dua bagian waktu. Pertama di tahun 2017. Kedua di tahun 2037. Awal mulanya di tahun 2007. Cerita dimulai dari sepasang kembar laki-laki yang main di hutan pada malam hari. Kim Woo Jin (Yeo Jin Goo) dan Kim Bum Gyun (An Woo Yeon) namanya. Saat menuju jalan pulang mereka dikejutkan dengan kehadiran yang mereka sebut alien. Alien ini berwujud perempuan rambut panjang dan irit bicara. Sang ayah yang menjemputnya kemudian ikut membawa serta alien ini.

Sejak ada alien kehidupan mereka berubah total. Ibu mereka pergi dari rumah. Ayahnya pun bertambah sibuk. Baru kemudian cerita menuju ke tahun 2017.

Di tahun ini Woo Jin udah jadi mahasiswa. Sedangkan Bum Gyun masuk penjara karena obsesinya cari alien yang dia anggap udah merusak keluarga mereka. Pencarian ini ternyata membawa bencana bagi mereka. Mereka ketemu dengan sesuatu yang bernama "Bluebird". Bum Gyun diculik, Woo Jin yang berusaha membebaskan justru menjadi tawanan.

Source: Hancinema
And then..
Maju ke tahun 2037. Di tahun ini dunia udah maju banget. Kesan futuristik ditonjolkan disini. Handphone yang tembus pandang, telepon jadi VR berasa ngomong didepannya, komputer yang bisa dibawa kemana-mana cuma pake cube mini. Dan yang paling revolusioner adalah adanya "Smart City" dimana warganya semua diwajibkan memakai chip.

Chip ini ditanam di leher manusia. Fungsinya adalah mengendalikan emosi seseorang. Jadi saat orang itu udah mulai naik darah a.k.a emosi, baik itu marah maupun sedih, chip akan berwarna merah dan berusaha mengontrolnya. Dengan emotion-control ini semua orang nggak ada yang bersikap berlebihan. That's why Smart City called as zero criminal city.

Padahal di balik itu semua ada hal yang nggak diketahui warganya. Apa itu? Ternyata chip yang ditanam berfungsi pula sebagai pengendali ingatan. Jadi ingatan orang ada bentuknya dalam video. Operator yang disebut super-computer ini bisa memilih ingatan mana yang di blok biar nggak ada dalam benak manusia lagi. Dan mana yang dipertahankan.

Gosh, rasanya pengen ngereview bikin satu post sendiri masa. Hahaha! Drama ini bikin merinding sendiri dengan percobaan-percobaannya yang langsung menggunakan manusia sebagai objeknya. Trus bikin mikir kayaknya bisa aja suatu saat ini terjadi....atau malah udah dikembangin? Kan, kan, jadi berteori sendiri.

Selain itu saya juga sempet nangis nonton ini karena bromance si kembar yang kuat banget. Huhu. Siblings goal lah pokoknya. Yang belum nonton bisa banget ditonton. Dijamin seru dan nggak membosankan! Oh ya ada idol yang maen loh disini coba tebak siapa?

2| Voice 
Source: Soompi
Periode tayang: Januari - Maret
Jumlah episode: 16+2 Spesial
Stasiun TV: OCN
Genre: Thriller, Procedural

Drama ini didedikasikan untuk mereka yang seneng detektif-detektifan yah. Buat yang mencari jejak-jejak romance disini jangan harap. Nggak bakal ada. Darah berceceran dimana-mana, kesadisan pun, sampe rate viewers-nya dinaikin dari 15+ sampe 19+. Yang lumayan bikin seger mata ada Yesung Super Junior HAHA ku pun baru tau waktu udah nonton. Bagus aja aktingnya jadi orang kalem.

Nah ceritanya ada polwan yang punya kemampuan lebih. Dia bisa dengerin suara orang detail sampe pattern-nya. Pendengarannya diatas rata-rata lah ya. Nah tujuan perempuan bernama Kang Kwon Joo (Lee Ha Na) masuk kepolisian guna menyelidiki siapa pembunuh ayahnya. Unfortunately satu-satunya clue yang dia punya adalah rekaman suara pelaku. 

Source: Soompi
Di sisi lain detektif Moo Jin Hyuk (Jang Hyuk) kehilangan istrinya yang dibunuh secara sadis. Mukanya hancur sampai nggak berbentuk. Dilatarbelakangi sakit hatinya ini dia berusaha sekeras tenaga mencari pelakunya. Bersama dengan Kwon Joo mereka menginvestigasi kasus demi kasus lewat Golden Time Team.

Ada 8 kasus yang ditampilkan di drama ini. Nggak semuanya berhubungan, tapi ada juga yang ternyata masih ada kaitannya dengan pelaku pembunuhan baik ayah Kwon Joo maupun istrinya Jin Hyuk. Mereka juga didukung oleh tim yang terdiri dari Park Eun Soo (So Eun Soo) yang bertugas di 112 Report Center dan Oh Hyun Ho (Yesung) sebagai ahli IT.

Poin plus dari drama ini adalah kedetailan-nya dalam meruntutkan kasus demi kasus. Soundtrack-nya pun mendukung banget di tiap adegan kekerasannya. Kerasa horor dan misterius. Memacu adrenalin banget. Saking populernya di Korea sana, rencananya bakal ada Voice season 2 di pertengahan tahun 2018 nanti.

Saya termasuk yang nggak sabar buat nunggunya. Hehe.

3| Because It's My First Life
Source: Destri
Periode tayang: Oktober - November 2017
Jumlah episode: 16
Stasiun TV: TVN
Genre: Romantic Comedy

Satu-satunya genre romance yang saya rekomendasiin! Hehe. Awalnya tau dari temen saya. Dua orang semangat banget nyuruh nonton. Kan akhirnya saya tertarik.

Cerita tentang cowok kaku Nam Sae Hee (Lee Min Ki) menikah dengan Yoon Ji Ho (Jeong So Min). Alasan pernikahan mereka bukan karena cinta. Tapi karena Sae Hee butuh uang untuk bayar cicilan rumah. Ji Ho butuh kamar untuk berteduh. Akhirnya mereka menikah dengan kontrak 2 tahun dimana Ji Ho tetap membayar sewa ke Sae Hee tiap bulannya.

Source: Castko
It sounds crazy rite? But probably this actually happen somewhere out there. Mereka nggak mikirin bahwa pernikahan itu bukan cuma dua orang yang bersatu. Tapi juga dua keluarga. Disinilah serunya, penonton dibawa untuk "mikir" bahwa menikah itu nggak maen-maen loh. Menikah itu nggak semudah itu loh. Ini nih lika-liku menikah. Kayak gitu.

Ji Ho punya 2 sahabat kental. Woo So Ji (Esom) cewek kantoran yang nggak kepikiran buat nikah. Dan Yang Ho Rang (Kim Ga Eun) yang cita-cita hidupnya menikah karena pengen jadi ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anaknya kelak. 

Bumbu-bumbu percintaan mereka berdua juga menjadi poin penting di drama ini. Bagaimana So Ji yang kelihatannya paling sukses ternyata tersiksa. Keinginannya punya perusahaan sendiri belum terwujud, malah menjadi karyawan. Ditambah lagi pergaulan antar karyawan yang masih suka merendahkan posisi perempuan. It's so sad because it's so real. Perempuan di tempat kerja masih dipandang sebelah mata dan dijadikan objek permainan.

Ho Rang yang udah pacaran bertahun-tahun justru si pacar saat ditagih kapan mau nikah mengaku nggak siap. Ugh, siapa nih yang kayak gini? Hahaha. 

Drama ini juga ratingnya tinggi loh di Korea sana. Gegaranya isu yang diangkat beneran realistis dimana beneran terjadi di masyarakat. Walaupun genre romance tapi tetep ada value yang didapetin sih menurut saya. Nggak yang murni lovey dovey gitu kan so cringe yah.

***

Itu dia top 3 korean drama in 2017 versi saya. Baru sadar ih ternyata channel-nya tv kabel semua bukan tv public gitu hahaha. Btw, ada drama favorit kamu juga nggak disini? Atau malah ada rekomendasi lain? Boleh banget share disini! :)

Drama Korea adalah candu. Candu yang nggak tahu bagaimana bisa menghentikannya. Hahaha. Lebay. Nggak segitunya sih, tapi emang candu. Salah satu genre favorit saya adalah.. high school. Tentang anak sekolah dan segala keriweuh-annya. Apa ya? Berasa aja kayak OMG I can relate thatttt. Juga bikin ngerasa muda lagi. Eh saya masih muda deng.. *sigh*


Apa yang bakal kamu lakukan kalau kamu mendapatkan pesan dari masa lalu?


Berawal dari ketidaksengajaannya menemukan radio transmitter (HT), Park Hae Young mengalami hal-hal aneh. Park Hae Young adalah seorang profiler di kepolisian. Profiler itu orang yang menganalisis perilaku atau kemungkinan-kemungkinan bagaimana sosok pelaku, kemana dia bersembunyi, yang didapatkan dari petunjuk-petunjuk yang ada. 

Meskipun seorang polisi, Park Hae Young sebenarnya sangat membenci orang-orang kepolisian dan tidak mempercayainya. Namun hal itu berubah ketika dia bertemu Cha Soo Hyun. Park Hae Young yang melakukan pekerjaan nggak jelas dengan menjual informasi tentang selebriti ke wartawan infotainment, ditangkap oleh Cha Soo Hyun.

Setelah hanya diinterogasi, dia keluar dari kantor polisi. Ketika melewati sebuah truk, Hae Young mendengar sebuah suara yang memanggil namanya. Setelah beberapa saat mencari, dia menemukan HT di dalam truk. Tanpa berpikir panjang, HT itu diambil dan dia mendengarkan pesannya. Seseorang di ujung sana memberi tahu bahwa ia menemukan jenazah pria yang dicurigai menjadi tersangka penculikan anak fenomenal. Hae Young diberitahu bahwa ia harus ke sebuah rumah sakit mental yang sudah tutup. Antara percaya-tidak percaya, Hae Young memberanikan diri datang ke rumah sakit tersebut. 

Dan, boom! Ternyata benar, itu adalah tengkorak dari jasad tersangka penculikan. Namun begitu, ada yang aneh dengan jasadnya. Penyelidikan pun dilakukan.

Cha Soo Hyun yang mendengarnya heran, bagaimana Hae Young bisa tahu padahal polisi sudah mencari lama. Dari kasus ini yang sebenarnya sudah hampir habis masa berlakunya, gebrakan terjadi. Masa berlaku dihapuskan dari kasus-kasus tertentu. Cold cases team dibentuk khusus untuk menyelidiki kasus-kasus yang belum terselesaikan karena banyak faktor. Hae Young secara mengejutkan selalu berhasil menyelesaikan kasus-kasus bahkan yang rumit sekalipun. Mengapa bisa seperti ini? Karena HT itulah. Pengirim pesan adalah Lee Jae Han, seorang detektif yang dinyatakan hilang pada tahun 2000.

Ribet kah ceritanya? Agak ribet ya. Tapi kalo nonton ga serumit ini kok. Jadi genre drama ini mistery, police, fantasy. Fantasinya dari pesan yang dikirim dari masa lalu itu. Secara nggak langsung, Park Hae Young bisa "mengubah masa lalu" dari pesan yang dia sampaikan ke Lee Jae Han di masa lalu. Anehnya, di periode Park Hae Young tahun 2015, pesan dari HT datang selalu berurutan. Sedangkan di masa Lee Jae Han, pesan itu datangnya tidak terpaku waktu. Hanya pada tahun-tahun di mana ada kasus yang belum terselesaikan di masa Park Hae Young.

Drama ini seru karena kita disuguhkan cerita masa lalu dan masa kini yang saling berkaitan. Banyak kasus-kasus terbilang rumit yang membuat penontonnya ikut menganalisis. Apalagi dengan bantuan narasi dari Park Hae Young yang menjadi profiler. Meskipun aktor yang jadi Park Hae Young ini sempat dikritik sama cara bicaranya di episode awal tapi nggak mengurangi ke-keren-an drama ini untuk ditonton. Hehe. 

Buat yang bosen dengan drama lovey dovey with its perfection yang hampir nggak mungkin ada di dunia nyata, drama ini menyuguhkan cerita kriminal yang miris. Tentang seseorang yang berkuasa sampai-sampai polisi nggak berani "menyentuh"nya. Tentang seorang miskin, nggak berkuasa, nggak punya apa-apa dijadikan kambing hitam. Tentang seorang yang masih punya hati untuk berbagi perhatian dengan orang disekitarnya. Tentang kesetiaan 15 tahun menunggu orang yang nggak ada kabarnya.

Di ending cerita ini juga nggak mengecewakan. Intinya, kalo kamu mau melakukan sesuatu pasti bisa. Asalkan kamu tidak menyerah. Saya kasih drama ini rate 10/10! Da best drama so far in 2016! Hehe.

“As long as one doesn’t give up, there’s hope.” - Signal

NB: kalo mau lihat yang ganteng aja, gak usah nonton ini. Karena dikit munculnya.
NB lagi: sangat direkomendasikan untuk yang suka detektif-detektifan!
Woohoo! Hello! Lama tak jumpa, eh udah Maret aja. Seperti biasa, setiap kali saya selesai menonton drama, dan bila saya merasa cukup menarik untuk direview, saya sempatkan waktu untuk mereview


Nah, sebelumnya for your information Cheese in The Trap ini awalnya dari webtoon, seperti halnya Orange Marmalade. Di awal melihat poster drama ini, saya nggak terlalu tertarik. Entah kenapa mungkin karena efek emang suka nonton, jadi ya ditonton aja deh.

Hong Seol (Kim Go Eun) adalah mahasiswa manajemen bisnis di Yonyi University. Suatu saat, di waktu pesta penyambutan mahasiswa baru gitu, dia ketemu sama Yoo Jung (Park Hae Jin). Hong Soel ini orangnya pinter, tapi kurang mampu. Sedangkan Yoo Jung bisa dibilang perfect lah mulai dari otak encer, sampe kenyataan bahwa dia adalah anak dari CEO perusahaan ternama. 

Di pesta tersebut, Hong Seol nggak sengaja merhatiin Yoo Jung. Yoo Jung ini sedang di"tempel"in sama cewek gitu. Daaan...secara nggak sengaja si cewek ini numpahin minum ke Yoo Jung. Namun, Seol merasa itu adalah perbuatan Yoo Jung yang disengaja. Biar ceweknya pergi, nggak gangguin dia lagi. Disitulah secara nggak sengaja Seol menampakkan muka sinis kayak "sengaja banget sih lo". Sayangnya, Yoo Jung nangkep pandangan si Seol.

Kemudian mulai saat itulah berbagai kejadian nggak menyenangkan dialami Seol. Seol menduga ini semua karena Yoo Jung bales dendam. Kinda weird, right? Iya. Di awal cerita bakalan bingung maksudnya gimana. Tapi, kisah selanjutnya bagus. Tiba-tiba aja Yoo Jung menyatakan perasaan ke Seol. Seol yang pada dasarnya nggak enakan nerima-nerima aja. Kan bingung ya dia. 

Nah di sini mulai deh konfliknya. Yoo Jung itu kayak berkepribadian ganda. Kadang baik, kadang "ambekan". Ngeri deh pokoknya. Awalnya saya ngira Yoo Jung itu punya kelainan yang dia nggak sadar. Dan ternyata dugaan saya benar. Yoo Jung itu biasa buat "menahan" amarahnya. Jadi ketika dia marah, dia bakal diem. Diem nggak ngomong apa-apa. Di balik diemnya itu, dia bales dendam dengan cara yang bener-bener menyakiti hati orang lain.

Karena kelakuannya inilah, tercipta sosok Baek In Ho (Seo Kang Jun). Baek In Ho sendiri punya kembaran namanya Baek In Ha. Mereka ini orang terdekat Yoo Jung, di masa lalu. Cheese in The Trap selain memunculkan cinta segitiga Yoo Jung-Seol-Baek In Ho, juga misteri Yoo Jung itu seperti apa kepribadiannya dan masa lalunya. Ternyata masa lalunya cukup rumit. Dan cuma dengan Seol dia bisa mulai terbuka, menceritakan itu semua. 

Biar nggak spoiler, tonton aja deh. Saya sendiri selama nonton terkena second lead syndrome. Hihi. Baek In Ho super cute dipasangin sama Seol. Like relationship goal. Tapi sayangnya mereka nggak punya that kind of relationship :P 

Yang bikin saya suka itu, latar belakang ceritanya yang memang mahasiswa. Ada satu scene dimana Seol itu dapet tugas kelompok. Malangnya, di kelompok itu seakan-akan dia yang kerja sendiri. Well, emang kenyataannya gitu sih. Sudah jatuh tertimpa tangga, ketahuan sama dosennya. Padahal dosennya sudah mewanti-wanti sebelumnya kalo mereka mau kerja individual, jangan sampe kelihatan. Alhasil Seol got his first D ever! Dia protes. Seol menuntut kalo ini nggak fair, karena dia udah kerja keras.

Dosennya pun bilang kalo this project doesn't teach you about business management only but also the importance of working with other people. How you interract with other people. How you learn not to be an individualism. Ini benar-benar saya rasakan di bangku perkuliahan. This. Is. Based. On. Reality. :")

Ending dari cerita ini menurut saya cukup memuaskan. Is it cliffhanger? Terserah penonton mau menginterpretasikan seperti apa. Walaupun kalo di banyak artikel ditulisin kalo netizen, penonton, bahkan penulis webtoon aslinya pun kecewa sama endingnya, menurut saya cukup memuaskan. Untuk CITT saya beri 8/10. Nah, untuk yang belum nonton silahkan nonton. Tapi jangan lupa, nontonnya di weekend aja. Sayang waktunya, dibuang-buang. #Ahzek

Cukup sampai disini ya, dan ini terakhir quotes yang saya suka dari CITT

“Back then I didn’t know what it was to give up on a dream. What that meant… what it feels like when you think of a dream you’d forgotten” Baek In Ho - Cheese in The Trap
Annyeong!

This will be my first post in 2016, hehe. There is a secret behind this drama: I watched it during my final exams hahaha. You know I'm not that kind of diligent student who's studied all along. I studied during end year holiday and only re-read it when exams. So yeah.

I give this drama 11/10. Why? This is sooooooooooooooo good! Here's the main character. Don't be surprise. There's many characters that I included to "main" because this drama not focusing only one character. Buat line up character nya liat aja di wikipedia hahaha saya mah ga hafal siapa aja.

Jadi cerita ini tiap episode nya nyambung, tapi ada judulnya sendiri-sendiri. Sebelumnya saya udah pernah nonton Reply 1997 dan isinya banyak ngakak. Di episode ini juga banyak ngakak. Alkisah di suatu perkampungan ada 5 anak manusia yang bersahabat. Mereka ini Doek Soen, Choi Taek, Sunwoo, Jung Hwan, dan Dong Ryong. Mereka punya kelebihan sendiri-sendiri. Doek Soen yang bright personality pokoknya dia baik banget tapi ranking nya jeblok di sekolah, Sun Woo yang ketua OSIS, pinter, baik, kurang mampu lah kalo dibilang. Jung Hwan si rangking satu, Ice Prince, keluarganya dia kaya raya karena menang lotere gitu. Choi Taek ini nggak sekolah, kalem, pendiem, senyumnya bikin gak kuat. Choi Taek diperankan oleh Park Bo Gum yang saya udah pernah lihat di Tomorrow Cantabile dia wajahnya baby face haha. Choi Taek pemain baduk yang super jenius, jarang kalah tapi di sisi lain dia "idiot" when it comes to real life. Dia nggak bisa masak mi instan, gak bisa buka yoghurt, bahkan ketika beranjak dewasa dia beli mobil tapi ga bisa parkir hahaha lucu deh. Terakhir Dong Ryong, suka ngedance, gak suka belajar juga sama kayak Doek Soen jadi rangking mereka 11:12. Jarang pulang ke rumah, diam-diam kurang kasih sayang dari ibunya karena kerja melulu.

Kalo di Reply 1997 ceritanya gimana Yoon Jae bisa nikah sama Eun Ji apa enggak kan. Nah kalo di sini modelnya ada interview antara Doek Soen dan suaminya baru kayak ada flasback. Di sini yang jadi fokusnya: siapakah gerangan suami Doek Soen ini? Karena di flashbacknya diceritain kalo yang suka sama Doek Soen itu Jung Hwan dan Choi Taek. Kalo secara jeli, saya udah tau siapa hahaha. Karena yang pertama di interview itu suaminya Doek Soen ngerokok. Liat di 1988 nya siapa yang ngerokok deh :P trus bilangnya ini adalah famous person interview, lebih kelihatan lagi siapa yang dari awal emang famous.

Di drama ini pertemanan mereka kuat banget, bahkan di saat di antara mereka mulai muncul bibit-bibit cinta di persahabatan, mereka tetep bisa bertahan. I always wanted that kind of childhood friends, you know? Haha. Yang tau apapun satu sama laen, yang ngesupport dengan cara yang beda dari orang lain. Di keluarganya juga. Paling ngakak lucu itu ayahnya Jung Hwan yang suka ngasih joke-joke padahal istrinya (ibunya Jung Hwan) itu orangnya sensian. Sering banget ngelempar joke dan dibalesnya "kamu minta cerai?" hahaha but they really loved each other.

Banyak lah yang diceritain disini apalagi durasi per episode nya 1,5 jam dan di akhir-akhir durasinya nyaris 2 jam. Biar nggak bosen sih menurut saya nontonnya per hari 1 episode. Suka! Recommended buat yang cari drama com-rom, ringan, family, friendship, bikin ketawa, bikin terharu. Campur aduk. Dan pastinya nostalgia. Yeu walaupun jelas saya belum lahir di zaman itu. 1988 coy, orang tua saya aja belum ketemu hehe. 

Di korea nya juga ratingnya belasan padahal ini tayangnya di TVN yang notabene televisi kabel. Fyi aja biasanya tv kabel itu ratingnya nol koma sampe 1. Nah ini sampe belasan, jadi kebayang kan gimana meledaknya di korea sana? :)) Go watch it and have fun! :D

“Fate and timing don’t just happen out of coincidence. They are products of simple earnest choices that create miraculous moments. Being resolute, making decisions without hesitations, that’s what makes timing.” - Reply 1988
Yes you read it right. Drama berjudul Oh My Ghost(ess) ini menarik perhatian saya. 


Seperti biasa saya cerita dulu gimana bisa ngikutin drama ini. Dari judulnya! Iya saya suka dari judulnya. Dan emang jackpot sih menurut saya kalo judul drama bisa bikin penasaran orang yang baca. Jadi saya download deh itu drama tanpa tau siapa yang maen. 

Kemudian saya cari tau ternyata yang maen Park Bo Young, Jo Jong Suk, Kim Seul Gi, dan... Im Ji Hwan. Saya sebelumnya pernah nonton Park Bo Young di Hot Young Blood dia acting jadi gangster. Di drama ini dia jadi 2 kepribadian. Pemalu dan gak tau malu. Itu kata saya. 

Jo Jong Suk saya sukaaa banget liat dia waktu di The King 2 Hearts. Kalo Kim Seul Gi nonton di Flower Boy Next Door yang itu wajahnya bikin ngakak banget HAHAHA wajar sih emang dia gag-woman (komedian). Terakhir ada Im Ji Hwan saya nggak pernah nonton dia dimanapun sebelumnya kecuali variety show Running Man hehe.

Cerita berawal dari Park Bo Young sebagai Na Bong Sun. Bong Sun ini orangnya minderan, sering minta maaf walaupun dia nggak salah. Kelebihan dia yang sayangnya dia anggap kelemahan dan memalukan yaitu bisa liat hantu. Yup, hantu. Dia kerja di restoran dimana pemiliknya adalah Chef Kang Sun Woo alias Jo Jong Suk. 

Nah suatu hari Kim Seul Gi sebagai Shin Soo Ae yang udah jadi hantu ketemu sama Bong Sun. Dia langsung mengambil alih badannya Bong Sun. Soo Ae ini di ceritanya udah 3 tahun meninggal tapi nggak naek-naek. Naek-naek ke puncak gunung kalee...naek ke atas lah ya ke dunia akhirat gitu. Dia ngira kalo ini disebabkan karena dia virgin ghost. Untuk dia bisa naek, dia harus mendapatkan man of vitality wkwk demi apa ini bahasa subtitle inggris. Masih mending lah daripada dibahasakan kayaknya lebih gak enak lagi.

Si man of vitality-nya tidak lain dan tidak bukan adalah Chef. Langsung lah si hantu ini masuk ke tubuhnya Bong Sun. Gara-gara dia, Bong Sun yang pendiem jadi cerewet tingkat maksimal. Actingnya Park Bo Young disini bagus banget wkwk bikin ngakak sama kata-katanya yang terlalu frontal dan suaranya itu lho cempreng-cempreng imut. Ekspresi nya apalagi. Kecil-kecil cabe rawit kalo liat dia acting mah. Secara..badannya kan kecil mungil gitu.

Waktu Bong Sun tau kalo dia dirasuki sama hantu, dia takut. Dan kemudian ilang. Nggak mau lagi dirasuki. Kemudian dia berubah pikiran setelah berpikir kalo mungkin dengan cara ini dia bisa deket sama Chef. Akhirnya kerjasamalah mereka. Bong Sun minjemin badannya ke hantu biar si hantu release her grudge and goes to heaven dan si hantu ngerasukin Bong Sun biar bisa deket sama Chef.

Udah gitu aja? NO. 

Di perjalanan cerita, si hantu ini secara nggak sengaja nemuin kenapa kok dia bisa mati. Selama ini dia taunya kalo dia mati bunuh diri. Well, itu cukup mengherankan mengingat semasa hidupnya dia merasa bahagia dan banyak tertawa. Ternyata dia dibunuh! Dibunuh! Dan pembunuhnya adalah.....the calm Officer Choi. Di balik tampang malaikatnya ternyata Officer Choi udah bunuh banyak orang. Huft. Walaupun bukan sepenuhnya salah Officer Choi, karena didalam tubuhnya ada evil spirit. Jadi yang mengendalikan Officer Choi untuk melakukan hal-hal jahat tidak lain dan tidak bukan adalah si evil spirit itu. 

Apalagi ya? Hm..pemeran pendukung disini juga cocok banget gak kayak "ih ini apaan sih gak nyambung banget" atau "pemeran pendukungnya gak bisa nyatu dengan pemeran utama" gak. Pemeran pendukung disini ada para koki di dapurnya Chef. Mereka lucu-lucu banget, cowok tapi bawel. Berantemnya dan percakapannya juga ala cowok gitu. Trus ada Suhbingo ini dukun yang membantu Soon Ae buat cari tau penyebab kematiannya. Temen curhatnya Soon Ae. Karena dia satu-satunya yang bisa nge"lihat" Soon Ae selaen Bong Sun. Ada temennya Chef juga, PD Lee, Dan yang paling rusuh actingnya mamahnya Chef. Gak kuat sama cara ngomongnya diikuti ekspresi matanya. Itu ekspresif banget! :"D

Kayanya segitu aja deh ya. Kalo buat kasih rate hmmm 9.5/10. Oke deh yang belum nonton silahkan nonton, yang udah nonton boleh berpendapat tentang drama ini. Sekarang lagi nonton: Hidden Identity (ini udah tamat tapi belum sempet nonton), Yong Pal, dan Scholar Walks at Night. See ya!

“If only people knew when death was coming and could bid their farewells, how nice would that be? But all we can do is to live each day preciously.” - Oh My Ghost(ess)