Untuk film sih aku jarang ambil yang "mikir" yah. Favoritku ya film animasi. Pernah aku tuliskan di postingan ini: Wreck it Ralph. Untuk tantangan dari Gandjel Rel ini aku ngga mau nuliskan lagi. Masa ngulang? Berasa remidi dong.
Ceritanya...
- Anak Mami (Mommy's Boy)
- Bintang-bintang (Stars)
- Jagoan (Hero) (duet dengan Rado)
- Kertarajasa (The Kertarajasa)
- Lihatlah Lebih Dekat (Look Closer)
- Menikmati Hari (Enjoying the Day)
- Persahabatan (Friendship)
- Lagu tema Petualangan Sherina (Sherina's Adventure Theme)
![]() |
| Foto milik Observatorium Bosscha |
Apa ya? Aku jarang nonton. Biasa nonton alasannya cuma 2: diajak atau aku tau aktor/cerita yang diangkat filmnya. Film terakhir yang kutonton Kim Ji Young: Born 1982. Hasil memaksa temen kaan karena ulasannya bagus.
Kenyataannya? Emang bagus. Cuma ga se-mengesankan itu sampai menimbulkan kesan mendalam dalam hati *TSAHHH. Bisa jadi tergantung tujuan nonton juga. Aku pilih nonton sebagai hiburan daripada mikir keras. Cukup korean drama saja yang membuatku berpikir.
Film kesukaanku justru model animasi gitu. Kayak Up, Coco, dan... Wreck it Ralph!
Yes, Wreck it Ralph akan kunobatkan menjadi film favorit. Tingkat favoritnya sampe tahu dan hafal OST-nya. Nonton diulang 2-4 kali lupa. Yang kusuka versi pertama tahun 2012 dibanding sekuelnya tahun 2018.
Ada yang nonton juga kah? Jadi film ini berlatar belakang tentang arcade game jadul. Aku nyebutnya dingdong. Gatau sama apa ngga. Yang muncul di Reply 1988 dimainkan Jung Bong itu loh. Nah macem itu. Buat maininnya perlu masukin koin.
Ralph merupakan karakter dari game "Fix it Felix". Dia digambarkan sebagai monster raksasa yang suka merusa. Lalu Felix-lah yang membereskannya. Sesuai dengan nama game: Fix It.
Nah ternyata di kehidupan nyata (diluar game) Ralph itu kesepian. Dia iri sama Felix yang punya banyak temen. Selalu dikasih selamat dan terima kasih karena udah membereskan kerusakan yang dibuat Ralph. Dia juga iri dengan medali emas yang dimiliki Felix.
Terdorong oleh rasa ingin memiliki, Ralph memutuskan menyeberang ke game lain. Cari-carilah dia game mana yang bisa kasih medali. Mulai dari tembak-tembakan sampai ke Sugar Rush. Sebuah game balapan mobil yang karakternya anak perempuan.
Di Sugar Rush dia ketemu Vanellope. Pembalap yang dijauhi dan terkesan dibuang karena pemrogramannya rusak. Jadi si Vanellope ini cacat karena ada glitch "drrt, drrt" nggak mulus. Bikin dia kalah kan. Nah pertemuan keduanya menumbuhkan bibit persahabatan. Mulanya dari Vanellope menjanjikan akan kasih medali kalo bisa juara. Vanellope ga butuh medalinya, dia hanya butuh pengakuan.
![]() |
| Vanellope and her car |
Cerita aslinya lebih kompleks, coba tonton aja sendiri. Seru!
Kenapa suka sama Wreck it Ralph?
1) Full color! Hehe. Ih ya seneng liat warna-warni. Terutama scene di Sugar Rush. Itu kan game balapan dengan mobil/kart-nya berbahan dessert. Kayak marshmallow, permen, dan hidangan manis lain. Memanjakan banget warna pastelnya.
2) Pesan moral: orang jahat sekalipun punya dorongan untuk berbuat baik. Kayak Ralph. Keliatannya peran jahat kan suka merusak. Tapi dia punya sisi kebaikan saat berinteraksi dengan Vanellope.
Dia menyeberang ke game lain (artinya melanggar aturan) karena dia pengen mewujudkan keinginannya. Punya medali. Sayang, orang di sekitar dia bilang nga boleh karena dia jahat. Akhirnya ya dia mau buktikan kalau orang jahat pun bisa kok dapet medali dan menghalalkan segala cara.
Labelling ini lho yang menurutku pribadi ya, membuat dia dicibir sekelilingnya. In real life dunia nyata nggak enak kan dikasih label tertentu yang melekat. Seakan cuma satu karakter/sifat itu aja yang dipunyai. Sementara manusia kan kompleks. You have to get to know someone until you can decide who they are.
3) Persahabatan imperfect antara Ralph dan Vanellope. Dua orang bertolak belakang yang akhirnya bisa bersahabat. Ternyata 1 orang pun cukup selama dia memahami diri kita dan bisa menerima apa adanya. Sweet, isn't it?
Lirik lagu dari OST yang aku sisipkan diatas pun bagus lho.
Switch on the sky and the stars glow for you
Go see the world 'cause it's all so brand new
Don't close your eyes 'cause your future's ready to shine
It's just a matter of time, before we learn how to fly
***
Panjang juga postingan film favorit ini. Hihi. Kalo kamu film favoritnya apa nih?
Mau pilih musik? Dengerinnya Wanna One doang. Pilihan saya jatuh ke film.....Korea. Haha. Yha, masih ada unsur-unsur Koreanya.
Selera film saya tuh cethek banget. Sekelas Frozen, Wreck it Ralph, The Lego Movie dan konco-konconya. Intinya yang animasi lah. Nggak sesuai umur? Sesuai kok kan masih dibawah 17 tahun. Belum punya KTP pun :P
Mau tau rekomendasi film Korea apa aja, dan alasannya kenapa? Yuuk lanjut baca.
![]() |
| asianwiki.com |
Hm bhaiqlah melihat antusiasme mereka saya terdorong untuk nonton. Ceritanya tentang apa sih?
God disini artinya bukan Tuhan ya. Lebih ke "dewa". Ya, film ini kental dengan unsur Buddha yang mempercayai adanya dewa. Ada seorang petugas pemadam kebakaran yang meninggal saat bertugas. Di TKP, dia (dalam keadaan arwah) ketemu dengan 3 dewa yang akan membawa dia ke akhirat. Perjalanan di akhirat ini yang jadi inti cerita.
Di dalam kepercayaan Buddha, ada 7 neraka pengadilan yang bakal dilewati. Jika arwah tersebut lolos ketujuhnya, dia dapat "hadiah" berupa reinkarnasi. 7 neraka itu ada neraka kemalasan, neraka kebohongan, neraka kekerasan, apalagi lupa deh. Di setiap neraka ini ada dewanya lagi. Mereka yang memutuskan apakah si arwah akan dihukum dulu atau boleh lanjut ke neraka berikutnya.
Yang namanya pengadilan, ada kasus dan ada bukti. Arwah yang diadili, diperlihatkan kelakuan dia waktu hidup itu kayak gimana. Apakah dosanya berat? Atau banyak amal kebaikan yang dia lakukan?
This is really interesting. I'm a Muslim. Wajib hukumnya untuk mempercayai hari Akhir. Seperti yang ada di rukun iman. Visualisasi dalam film ini sedikit menggambarkan hari Akhir itu kayak gimana. Of course nggak bisa dipertanggungjawabkan ya. Since they inspired by Buddhist. Tapi menurut saya nilai moralnya lebih ke "peringatan" untuk manusia.
"Ini lho, kalian tu dimonitor SETIAP SAAT."
"Mau sekecil apapun dosa itu, akan ada balasannya."
"Are you already prepared for your death?"
Lebih mencengangkan lagi, film berbalut hari Akhir kaya gini justru diproduksi di Korea. Yang notabene masyarakatnya kapitalis dan lebih menganggap uang sebagai Tuhan. Negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi. Confused, enough?
![]() |
| screenanarchy.com |
Mereka ni para 3 dewa ini nggak tau. Soalnya ingatan mereka waktu hidup dihapus semua. Untuk bisa nyambung ya harus nonton yang pertama dulu sih.
![]() |
| Megabox Plus M |
![]() |
| NGILER NGGAAAK? (koreajoongangdaily.joins.com) |
![]() |
| hancinema.net |
Si bapak yang jadi tersangka ini punya anak perempuan. Masih kecil. Yhaa SD gitu lah, seumuran mungkin sama anak kecil korbannya. Anaknya si bapak inilah yang berusaha membela, nyari tau bukti-bukti biar bisa membebaskan bapaknya. Sampe dia dewasa tetep mencoba mencari kebenaran.
Terharu banget sih akutuuu. Acting dari aktor yang memerankan bapak dengan keterbelakangan mental bagus bangeet! Dan bikin terenyuh. Meskipun si bapak kurang sehat, penonton bisa ngerasain seberapa sayang si bapak sama anaknya. Dan juga sebaliknya. Hiks.
Last! Bukan film sih tapi drama. Hehehe. Yang suka drama menguras air mata (LOL beneran tapiii) nonton ini deh. Feel-nya dapet banget nget nget. Saya nonton ulang 3 kali ada, kayaknya. Pertama streaming. Kedua nonton bareng temen. Ketiga minta ngopy temen karena pengen nonton lagi. Hahaha.
Udah pernah aku review juga komplit plit disini baca aja. Sekalian baca komennya deh. Pada niat banget nulisnya hahaha.
- Hamas sebagai pemeran Mas Gagah ini tidak melakukan skinship dengan pemeran lainnya. Memang benar karena bukan mahramnya, kan. Tapi nggak bisa disangkal ini menyebabkan beberapa adegan kerasa kurang dapet feel-nya. Terutama nih kan ada adegan di bandara dimana Gagah pergi dianter Mama dan Gita. Masa pergi gitu aja nggak cium tangan atau apa huhuhu awkward banget rasanya. Sarannya sih seenggaknya pake stunt-man misal tangannya Gagah aja yang diliatin atau dari belakang gitu biar gak keliatan mukanya pake orang lain. Biar nggak awkward gitu looh....
- Sorbannya Mathias Muchus yang jadi Ustad di kepalanya itu nggak banget :(( kenapa nggak cukup pakai peci aja daripada nggak jelas itu fungsinya untuk memperlihatkan apanya:(
- Akting Hamas menurut saya sudah cukup bagus sebagai pendatang baru. Tapi....ada tapinya lagi nih. Ekspresinya kurang mendalam, kayak kebanyakan sambil senyum gitu dialognya. Misal nih waktu Gagah bilang dia ketemu Kyai luar biasa di Ternate. Ekspresinya tuh kurang menunjukkan perasaannya dia waktu ketemu Kyai yang didefinisikan luar biasa itu.
- Akting Gita disini lebih dominan daripada Gagah. Memang di script seperti ini atau ketimpangan karena Aquino emang lebih "dapet" aktingnya daripada Hamas, saya kurang ngerti juga. Ehe.
- Line nya cukup menyentuh dan memotivasi terutama ketika Gagah bilang kalau belum bisa menerima kebaikan, setidaknya menghargai. Menurut saya ini line sederhana tapi memang dalam kenyataannya masih banyak yang orang menyeru kebaikan justru dihujat :")











