film
To be honest, I'm not really a movie goers. Kalaupun nonton harus pake alasan kuat. LOL. Biasanya film korea karena aktornya. Atau film Indonesia yang hits dan lebih ke pake alasan: aku mendukung perfilman Indonesia. Jiakhhh, si paling nasionalis.

Untuk film sih aku jarang ambil yang "mikir" yah. Favoritku ya film animasi. Pernah aku tuliskan di postingan ini: Wreck it Ralph. Untuk tantangan dari Gandjel Rel ini aku ngga mau nuliskan lagi. Masa ngulang? Berasa remidi dong.

Poster Petualangan Sherina

Setelah dipikir-pikir, oh ya ada kok film Indonesia favorit. Filmnya udah rilis cukup lama. Tahun 2000an dan aku rasa mayoritas orang Indonesia tau deh *sotoy :P. Sesuai judul postingan ini: Petualangan Sherina! Pada saat tahun rilisnya aku masih berusia 4 tahun. Jadi nggak terlalu inget sama ceritanya. Yang lebih diinget justru lagu-lagunya. Yep, ini kan film musikal. 

Terakhir aku nonton masih tahun ini. Bulan September. Waktu short escape ke Bandung. Di hotel saking gabutnya justru nonton Petualangan Sherina. Disitu dibikin jatuh cinta lagi sama Derby Romero :') bagus banget ceritanya tuh.

Ceritanya...
Keluarga Sherina harus pindah ke Bandung dari Jakarta karena ayahnya pindah kerja ke perkebunan Adiwilaga. Otomatis Sherina pindah sekolah juga. Disini ada anak (sok) jagoan yang emang hobi ngeledek. Apalagi Sherina anak baru yah jadilah sasaran empuk untuk diledek. 

Keseruan filmnya berasa ketika Sherina liburan ke perkebunan Adiwilaga. Bukannya menikmati, justru ditantang buat ke Bosscha dengan jalan kaki sama Sadam. Daan ada penculik yang tau rencana ini. Udah merencakan menculik Sadam untuk mengintimidasi Adiwilaga agar menjual perkebunannya. Buat apa? Buat mal.

Baru ngeuh loh ternyata film Petualangan Sherina ini ada kritik sosial yang diselipkan. Baru paham pas umur segini. Yaiya mana ngerti anak 4 tahun isu pengalihan lahan produktif jadi mal?

Selain ceritanya yang seru, ada beberapa alasan lain kenapa Petualangan Sherina jadi favorit.

1. Lagu-lagunya bagus

Yaiyaaa namanya film musikal. Menurut wikipedia, ada 8 lagu di film ini. Diantaranya:
  • Anak Mami (Mommy's Boy) 
  • Bintang-bintang (Stars) 
  • Jagoan (Hero) (duet dengan Rado) 
  • Kertarajasa (The Kertarajasa) 
  • Lihatlah Lebih Dekat (Look Closer) 
  • Menikmati Hari (Enjoying the Day) 
  • Persahabatan (Friendship) 
  • Lagu tema Petualangan Sherina (Sherina's Adventure Theme)
Lagu favorit? Bintang-bintang buat ngelamun waktu liat langit malam hari. Lihatlah lebih dekat waktu mempertanyakan keputusan-keputusan hidup *waw berat yha*. 


Semua lagunya punya lirik dengan arti mendalam :')

2. Dimanjakan dengan pemandangan alam Bandung

Bandung tahun 2000 hijau banget ya! Yah sekarang masih hijau sih didaerah Lembang dan Rancaupas :P bagian jualan sayuran pagi-pagi tuh waw suka banget sih pemandangan alam + interaksi warga "desa" yang akrab dan hangat. Favorit country girl.

3. Mendorong bercita-cita: berkunjung ke Bosscha

Apapun yang nggak ada di Semarang tuh memang menarik. LOL. Termasuk Observatorium Bosscha. One of oldest building in Indonesia I think? Dengan bentuknya yang khas dan peruntukannya di bidang science tentuuu memantik rasa penasaranku. 

Observatorium Bosscha
Foto milik Observatorium Bosscha

Udah pernah sih kesini, sayang pas tutup. Waktu itu ga tau harus reservasi dulu. Huhu. Lupa lagi naruh fotonya dimana :)) yaudahlah. Semoga ada kesempatan buat masuk kedalamnya juga. Seems fun!

***

Duh, jadi pengen nonton filmnya lagi. Oh ya denger-denger bakal ada Petualangan Sherina 2. Pemainnya masih Sherina dan Derby Romero. Dijadwalkan tayang 2023. Must watch film sih. Mari kita lihat apakah sebagus versi bocilnya :P

Apa ya? Aku jarang nonton. Biasa nonton alasannya cuma 2: diajak atau aku tau aktor/cerita yang diangkat filmnya. Film terakhir yang kutonton Kim Ji Young: Born 1982. Hasil memaksa temen kaan karena ulasannya bagus. 



Kenyataannya? Emang bagus. Cuma ga se-mengesankan itu sampai menimbulkan kesan mendalam dalam hati *TSAHHH. Bisa jadi tergantung tujuan nonton juga. Aku pilih nonton sebagai hiburan daripada mikir keras. Cukup korean drama saja yang membuatku berpikir.

Film kesukaanku justru model animasi gitu. Kayak Up, Coco, dan... Wreck it Ralph! 

Source: Wikipedia

Yes, Wreck it Ralph akan kunobatkan menjadi film favorit. Tingkat favoritnya sampe tahu dan hafal OST-nya. Nonton diulang 2-4 kali lupa. Yang kusuka versi pertama tahun 2012 dibanding sekuelnya tahun 2018.

Ada yang nonton juga kah? Jadi film ini berlatar belakang tentang arcade game jadul. Aku nyebutnya dingdong. Gatau sama apa ngga. Yang muncul di Reply 1988 dimainkan Jung Bong itu loh. Nah macem itu. Buat maininnya perlu masukin koin.

Ralph merupakan karakter dari game "Fix it Felix". Dia digambarkan sebagai monster raksasa yang suka merusa. Lalu Felix-lah yang membereskannya. Sesuai dengan nama game: Fix It.

Nah ternyata di kehidupan nyata (diluar game) Ralph itu kesepian. Dia iri sama Felix yang punya banyak temen. Selalu dikasih selamat dan terima kasih karena udah membereskan kerusakan yang dibuat Ralph. Dia juga iri dengan medali emas yang dimiliki Felix. 

Terdorong oleh rasa ingin memiliki, Ralph memutuskan menyeberang ke game lain. Cari-carilah dia game mana yang bisa kasih medali. Mulai dari tembak-tembakan sampai ke Sugar Rush. Sebuah game balapan mobil yang karakternya anak perempuan.

Di Sugar Rush dia ketemu Vanellope. Pembalap yang dijauhi dan terkesan dibuang karena pemrogramannya rusak. Jadi si Vanellope ini cacat karena ada glitch "drrt, drrt" nggak mulus. Bikin dia kalah kan. Nah pertemuan keduanya menumbuhkan bibit persahabatan. Mulanya dari Vanellope menjanjikan akan kasih medali kalo bisa juara. Vanellope ga butuh medalinya, dia hanya butuh pengakuan. 

Vanellope and her car


Cerita aslinya lebih kompleks, coba tonton aja sendiri. Seru!

Kenapa suka sama Wreck it Ralph?

1) Full color! Hehe. Ih ya seneng liat warna-warni. Terutama scene di Sugar Rush. Itu kan game balapan dengan mobil/kart-nya berbahan dessert. Kayak marshmallow, permen, dan hidangan manis lain. Memanjakan banget warna pastelnya.

2) Pesan moral: orang jahat sekalipun punya dorongan untuk berbuat baik. Kayak Ralph. Keliatannya peran jahat kan suka merusak. Tapi dia punya sisi kebaikan saat berinteraksi dengan Vanellope. 

Dia menyeberang ke game lain (artinya melanggar aturan) karena dia pengen mewujudkan keinginannya. Punya medali. Sayang, orang di sekitar dia bilang nga boleh karena dia jahat. Akhirnya ya dia mau buktikan kalau orang jahat pun bisa kok dapet medali dan menghalalkan segala cara.

Labelling ini lho yang menurutku pribadi ya, membuat dia dicibir sekelilingnya. In real life dunia nyata nggak enak kan dikasih label tertentu yang melekat. Seakan cuma satu karakter/sifat itu aja yang dipunyai. Sementara manusia kan kompleks. You have to get to know someone until you can decide who they are.

3) Persahabatan imperfect antara Ralph dan Vanellope. Dua orang bertolak belakang yang akhirnya bisa bersahabat. Ternyata 1 orang pun cukup selama dia memahami diri kita dan bisa menerima apa adanya. Sweet, isn't it?

Lirik lagu dari OST yang aku sisipkan diatas pun bagus lho.

Switch on the sky and the stars glow for you 

Go see the world 'cause it's all so brand new 

Don't close your eyes 'cause your future's ready to shine 

It's just a matter of time, before we learn how to fly

***

Panjang juga postingan film favorit ini. Hihi. Kalo kamu film favoritnya apa nih?

Haee gaes. Masih kembali lagi di BPN 30 Day Blog Challenge. Tema hari ke 10 adalah rekomendasi buku/film/musik. Mau pilih buku, kok ya udah lama nggak baca buku baru. Bacaan saya dari taun kapan belum dihabisin. Jadi skip.


Mau pilih musik? Dengerinnya Wanna One doang. Pilihan saya jatuh ke film.....Korea. Haha. Yha, masih ada unsur-unsur Koreanya.

Selera film saya tuh cethek banget. Sekelas Frozen, Wreck it Ralph, The Lego Movie dan konco-konconya. Intinya yang animasi lah. Nggak sesuai umur? Sesuai kok kan masih dibawah 17 tahun. Belum punya KTP pun :P

Mau tau rekomendasi film Korea apa aja, dan alasannya kenapa? Yuuk lanjut baca.

Along with God 1

asianwiki.com
Film Korea ter-hype tahun lalu. Di variety show banyak yang ngomongin. Running Man juga adaptasi game dari film ini. Orang sekeliling saya (yang juga pecinta Koreyaa) pada ngerekomendasiin. Reaksi mereka waktu tau belum nonton, "APA, KAMU BELUM NONTON?". Reaksi lainnya, "MAU AKU DOWNLOAD-IN?"

Hm bhaiqlah melihat antusiasme mereka saya terdorong untuk nonton. Ceritanya tentang apa sih?

God disini artinya bukan Tuhan ya. Lebih ke "dewa". Ya, film ini kental dengan unsur Buddha yang mempercayai adanya dewa. Ada seorang petugas pemadam kebakaran yang meninggal saat bertugas. Di TKP, dia (dalam keadaan arwah) ketemu dengan 3 dewa yang akan membawa dia ke akhirat. Perjalanan di akhirat ini yang jadi inti cerita.

Di dalam kepercayaan Buddha, ada 7 neraka pengadilan yang bakal dilewati. Jika arwah tersebut lolos ketujuhnya, dia dapat "hadiah" berupa reinkarnasi. 7 neraka itu ada neraka kemalasan, neraka kebohongan, neraka kekerasan, apalagi lupa deh. Di setiap neraka ini ada dewanya lagi. Mereka yang memutuskan apakah si arwah akan dihukum dulu atau boleh lanjut ke neraka berikutnya.

Yang namanya pengadilan, ada kasus dan ada bukti. Arwah yang diadili, diperlihatkan kelakuan dia waktu hidup itu kayak gimana. Apakah dosanya berat? Atau banyak amal kebaikan yang dia lakukan?

This is really interesting. I'm a Muslim. Wajib hukumnya untuk mempercayai hari Akhir. Seperti yang ada di rukun iman. Visualisasi dalam film ini sedikit menggambarkan hari Akhir itu kayak gimana. Of course nggak bisa dipertanggungjawabkan ya. Since they inspired by Buddhist. Tapi menurut saya nilai moralnya lebih ke "peringatan" untuk manusia.

"Ini lho, kalian tu dimonitor SETIAP SAAT."
"Mau sekecil apapun dosa itu, akan ada balasannya."
"Are you already prepared for your death?"

Lebih mencengangkan lagi, film berbalut hari Akhir kaya gini justru diproduksi di Korea. Yang notabene masyarakatnya kapitalis dan lebih menganggap uang sebagai Tuhan. Negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi. Confused, enough?

Along with God 2

screenanarchy.com
Yang ini lanjutannya. Adek dari petugas pemadam kebakaran. Sama-sama tentang perjalanan arwah, tapi lebih ngeri. Karena dia matinya dibunuh. Trus ceritanya lebih banyak ke flashback sih gimana 3 dewa yang nganterin dia ke pengadilan di neraka itu, ingat? Gimana dulu waktu mereka hidup ternyata their path crossed. Apa ya padanannya? Pokoknya ternyata mereka punya hubungan gitu, waktu hidup.

Mereka ni para 3 dewa ini nggak tau. Soalnya ingatan mereka waktu hidup dihapus semua. Untuk bisa nyambung ya harus nonton yang pertama dulu sih.

Little Forest

Megabox Plus M
Setelah nonton yang agak berat, nonton ini deh. Saya tau ini dari instagram story kak Atit (nanti di postingan terpisah saya jelasin ya siapa doi). Film ini tuh yaAllah menggambarkan heaven in earth banget. Hidup yang peaceful di desa.

NGILER NGGAAAK? (koreajoongangdaily.joins.com)
Ceritanya ada perempuan yang bosen hidup di Seoul (kota). Akhirnya dia balik ke desa kelahirannya. Disana ngapain? Bebikinan makanan, bercocok tanam, gitu terus repeat. Hahaha. Nggak ada konfliknya sama sekali. Penonton disuguhi pemandangan desa di Korea dari musim dingin ampe balik ke musim dingin lagi. Gimana pengolahan makanannya. Cantik banget dan bikin ngiler. Sampe bunga aja dimakan, gaes saking alaminya disana.

Miracle in Cell No. 7

hancinema.net
Siapin tisu banyak-banyak nonton ini. Film ini juga salah satu yang nge-hype di Korea. Udah lama banget sih. Ceritanya ada seorang bapak didakwa memperkosa anak-anak. Si bapak ini punya keterbelakangan mental. Sedangkan anak yang jadi korban adalah anak orang kaya. Orang tua dari si anak orkay ini menuntut bapak itu dihukum seberat mungkin. Tanpa mau investigasi mendalam siapa pelaku sebenarnya.

Si bapak yang jadi tersangka ini punya anak perempuan. Masih kecil. Yhaa SD gitu lah, seumuran mungkin sama anak kecil korbannya. Anaknya si bapak inilah yang berusaha membela, nyari tau bukti-bukti biar bisa membebaskan bapaknya. Sampe dia dewasa tetep mencoba mencari kebenaran.

Terharu banget sih akutuuu. Acting dari aktor yang memerankan bapak dengan keterbelakangan mental bagus bangeet! Dan bikin terenyuh. Meskipun si bapak kurang sehat, penonton bisa ngerasain seberapa sayang si bapak sama anaknya. Dan juga sebaliknya. Hiks.

Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo


Last! Bukan film sih tapi drama. Hehehe. Yang suka drama menguras air mata (LOL beneran tapiii) nonton ini deh. Feel-nya dapet banget nget nget. Saya nonton ulang 3 kali ada, kayaknya. Pertama streaming. Kedua nonton bareng temen. Ketiga minta ngopy temen karena pengen nonton lagi. Hahaha.

Udah pernah aku review juga komplit plit disini baca aja. Sekalian baca komennya deh. Pada niat banget nulisnya hahaha.

***

Diantara kelima itu, udah pernah nonton yang mana nih?

#BPN30DAYCHALLENGE2018
DAY 1 / DAY 2 / DAY 3 / DAY 4 / DAY 5 / DAY 6 / DAY 7 / DAY 8 / DAY 9
Berawal dari kekepoan di instagram dimana akun yang saya ikuti banyak yang mempromosikan Ketika Mas Gagah Pergi, ditambah sedang liburan semester dan alhamdulillahnya ada rezeki untuk nonton, ya sudah saya memutuskan nonton film ini. Berdua. Dengan sahabat saya dari TK. Sebelumnya, Gamais FKM Undip sudah pernah mengundang Hamas Syahid yang menjadi pemeran Mas Gagah di sini. Dan ibundanya promosi begitu menggebu-gebu kalau film ini bakal berbeda dari film lainnya dengan lengkapnya genre yang ada. Saya belum membaca novelnya, jadi ini review murni dari hasil menonton film.

Kisah diawali dari Gagah dan adiknya, Gita. Mereka saudara yang kompak, akur, pokoknya adem ayem lah jauh dari kata ribut. Gagah dan Gita bisa dibilang anak gaul yang suka nongki-nongki canci. Lalu, suatu saat Gagah berpamitan pergi ke Ternate. Di sana dia bertemu dengan Kyai Ghufron. Sekembalinya Gagah dari Ternate inilah yang memulai konflik film KMGP. Gagah jadi "berubah". Punya jenggot, lebih "alim", selera lagunya berpindah menjadi nasyid, sering menasihati adiknya, bahkan panggilan untuk adiknya pun mendadak berubah menjadi "dik manis". Gita jengah. Dia tidak menyukai perubahan kakaknya yang dianggap kolot. Di sisi lain, Gagah tidak kenal lelah untuk mengajak Gita untuk menjadi lebih baik.

Lalu ada sosok Yudi yang rutin berceramah dari bus ke bus. Gita yang sudah bosan diceramahi menjadi bertambah muak ketika bertemu Yudi. Namun, pada satu titik, Yudi menyelamatkannya dari insiden pencopetan. Mulai saat itu Gita menjadi penasaran dengan sosok Yudi. Gita tidak tahu siapa Yudi sebenarnya. Bahkan dia salah menyebut nama Yudi menjadi "Mas Fisabilillah" (di bagian ini memang ngakak :"D). 

Lalu Gagah juga bersama preman pensiun (entah ya, ini mungkin sengaja karena sedang booming preman pensiun atau gimana. Pemerannya pun preman pensiun dari RCTI itu._.) mendirikan Rumah Cinta yang bertujuan untuk tempat mengaji anak-anak pinggiran laut. 

Saya cuma nangkep segini aja sih. Kenapa? KARENA TERNYATA ADA KETIKA MAS GAGAH PERGI THE MOVIE PART 2. Oke saat nonton saya memang mulai merasa ganjil, kok ini cuma berasa "kulit"nya aja sih? :"") Adegan di Ternate nya kok cuma cuplikan aja? Masa jauh-jauh ke Ternate cuma ditayangkan beberapa menit yang itu pun nggak krusial? Ya itu tadi jawabannya. Kaget juga sih waktu tau ada part 2 nya dan sejujurnya agak sedikit jengkel HAHAHA. Kalo ditanya recommended atau enggak, sejujurnya saya nggak tau. Serius. Karena ceritanya tuh di part 1 ini masih kayak pembuka banget. Kemungkinan di part 2 bakal lebih dapet isinya. Ya itu mungkin emang strategi pemasaran atau gimana nggak tau HEHEHE saya rasa kalo nonton part 2 nya tanpa nonton part 1 nya jadi kurang ngerti jalan ceritanya. Kecuali.......buat kalian yang udah baca novelnya.

Beberapa catatan saya pribadi dari film ini (ini benar-benar pribadi menurut saya, ya) diantaranya:

  1. Hamas sebagai pemeran Mas Gagah ini tidak melakukan skinship dengan pemeran lainnya. Memang benar karena bukan mahramnya, kan. Tapi nggak bisa disangkal ini menyebabkan beberapa adegan kerasa kurang dapet feel-nya. Terutama nih kan ada adegan di bandara dimana Gagah pergi dianter Mama dan Gita. Masa pergi gitu aja nggak cium tangan atau apa huhuhu awkward banget rasanya. Sarannya sih seenggaknya pake stunt-man misal tangannya Gagah aja yang diliatin atau dari belakang gitu biar gak keliatan mukanya pake orang lain. Biar nggak awkward gitu looh....
  2. Sorbannya Mathias Muchus yang jadi Ustad di kepalanya itu nggak banget :(( kenapa nggak cukup pakai peci aja daripada nggak jelas itu fungsinya untuk memperlihatkan apanya:(
  3. Akting Hamas menurut saya sudah cukup bagus sebagai pendatang baru. Tapi....ada tapinya lagi nih. Ekspresinya kurang mendalam, kayak kebanyakan sambil senyum gitu dialognya. Misal nih waktu Gagah bilang dia ketemu Kyai luar biasa di Ternate. Ekspresinya tuh kurang menunjukkan perasaannya dia waktu ketemu Kyai yang didefinisikan luar biasa itu. 
  4. Akting Gita disini lebih dominan daripada Gagah. Memang di script seperti ini atau ketimpangan karena Aquino emang lebih "dapet" aktingnya daripada Hamas, saya kurang ngerti juga. Ehe. 
  5. Line nya cukup menyentuh dan memotivasi terutama ketika Gagah bilang kalau belum bisa menerima kebaikan, setidaknya menghargai. Menurut saya ini line sederhana tapi memang dalam kenyataannya masih banyak yang orang menyeru kebaikan justru dihujat :")

Apakah saya bakal nonton part 2 nya? Insya Allah kalau ada rezeki umur dan uang sih, mau. Kenapa? Sudah pasti karena saya PENASARANNNNNN apa yang terjadi dengan Gagah di Ternate sana dan gimana inti dari ceritanya. Dan semoga saja Hamas lebih berekspresi dari KMGP part 1 ini. Hihihihi. Yups sekian review KMGP ini. Review ini murni dari catatan-catatan saya setelah nonton KMGP tanpa ada campur tangan pihak lain. Hahaha. Sampai jumpa postingan selanjutnya!