| Pic by SBP |
Coba aku list beberapa tulisan bertema bookish yang udah tayang:
6. Booktalk Natasha Rizky
BANYAAK JUGA YAA. Padahal ya sebenarnya masih lebih banyak lagi tempat yang belum di-eksplor. Contohnya: Starfield Library Suwon :))
BANYAAK JUGA YAA. Padahal ya sebenarnya masih lebih banyak lagi tempat yang belum di-eksplor. Contohnya: Starfield Library Suwon :))
Soo...di postingan ini aku bakalan share beberapa aktivitas (bukan tempat) dimana aku terkoneksi dengan para bookish.
Baru berjalan sekitar 3 bulanan, didirikan oleh Yoshima (akrab disapa Ochii) pekerja kantoran di Seoul. Seoul Book Party (SBP) merupakan bagian dari Indo Book Party. Komunitas buku yang rasanya cukup besar di Indonesia *berdasarkan pantauan followers instagram :P Dari Indo Book Party (IBP) muncullah berbagai cabang alias chapter di berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Cukup sukses di dalam negeri, IBP melebarkan sayap ke luar negeri.
Nah, Seoul Book Party ini menjadi cabang luar negeri setelah Istanbul, Tunisia, dan Islamabad. Konsepnya berkumpul untuk membaca buku, kemudian mendiskusikannya. Secara umum rundown dari pertemuan ini: opening singkat, reading time, discussion time, fun time, closing. Fun time ini bermacam ragamnya. Di 17 Agustus lalu diisi dengan kuis seputar perbukuan.
![]() |
| Betapa seriusnya kami. LOL (pic by SBP) |
Bonus hadiah berbau bookish pula. Hehe senang~
Di Indonesia aku pernah 2x menyelenggarakan perkumpulan sejenis, tepatnya di Bogor. Sayang nggak konsisten. Lalu mati suri. Memang perlu energi lebih dan komitmen kuat untuk membangun komunitas.
Personally, aku memilih silent reading yang lebih cocok untuk jiwa introvert ini. Tapii...kapan lagi kan bisa baca buku di fasilitas publik bersama pembaca lain? Jadilah mode introvert dikurangi setiap ikut pertemuannya.
Lagi pula, rasanya menyenangkan dan fulfilling ketika bisa terkoneksi dengan manusia yang memiliki minat serta frekuensi setara. Bonusnya pun aku bisa nonton BIFF bersama mereka~ luv banget <3
Highly recommended jika kamu butuh temen diskusi buku. Untuk sistem ikutan kegiatannya, SBP akan mengumumkan detail di instagram beserta form pendaftaran. Peminat bisa mengisi data diri yang dibutuhkan untuk kemudian masuk ke grup Whatsapp. Setelahnya baru deh akan diberikan detail acara hari H. Menurut Ochii, di awal pertemuan target peserta 15. Mungkin setelahnya bakal naik naik dan bertambah banyak ya Ochi? :P
| SBP September (pic by SBP) |
![]() |
| SBP July (pic by SBP) |
Seoul Silent Book Club
| Pic by Seoul Silent Book Club |
Bagi yang maunya dateng-duduk-pulang tanpa perlu ngobrol atau berkenalan bisa banget ikutan Silent Book Club. Pertama kali denger konsep ini dari kak Hestia - mantan Duta Baca Jakarta. Di Indonesia malah aku belum pernah ikutan.
Dari hasil googling, foundernya ini duo warga Amerika: Emily dan Natalie. Yang sampe sekarang aku pun gatau mereka yang mana saking minim interaksi.
Setiap bulannya ada meet up yang bisa diliat jadwal di instagram. Untuk ikutan perlu enggaknya daftar tergantung dengan lokasi. Biasanya yang perlu daftar itu jika berbayar (pesan minum atau makan) dan di kafe. Selama ini aku pernah ikut di Seoul Art Check Bogo tepat dibawah Gocheok Sky Dome.
| Pic by Seoul Silent Book Club |
| Pic by Seoul Silent Book Club |
Kemudian di Nodeul Island. Keduanya tanpa daftar, tinggal datang, cari tempat duduk. Kelar. Walau begituuu, tetep aja sih ada yang menyapa sekadar menanyakan buku apa yang dibaca. Nggak ada kewajiban aja untuk diskusi di grup.
Poin plusnya lainnya menambah relasi dari manca negara. Bahkan aku bisa kenalan sama Korean muslimah dari kegiatan ini. Tjakeep?
Seoul Outdoor Library Tour
Next kegiatan yang diselenggarakan pemerintah Seoul spesial untuk foreigner. Cara daftarnya cukup cek di instagram, registrasi di formulir yang tersedia, pilih jadwal. GRATISSS tanpa ada pungutan sama sekali. Malahan dikasih freebies bejibun.
Rangkaian kegiatannya terdiri dari:
1) Cobain bookbinding ala buku Korea. Cara tradisional yang bisa dilihat tuh di buku drama sageuk. Setiap grup diberi 1 pemandu lokal yang bisa berbahasa Inggris. Another networking!
2) Walking tour. Setelahnya kami memulai perjalanan dari Seoul Outdoor Library cabang Gwanghwamun, lewat stasiun menuju Cheonggyecheon Stream. Dari sini aku baru tau loh display buku cabang Gwanghwamun tuh adalah huruf Hangeul. Saat melewati patung King Sejong kami dijelaskan betapa berharganya aksara Hangeul ini. Tau kan kalau King Sejong penemunya?
3) Berakhir dengan sesi membaca mandiri menggunakan fasilitas headphone dan mp3 gratis yang tersedia. Bahkan kursi untuk kami di reserve spesial loh. Berasa tamu penting gitu? LOL.
***
Seru kan? Selain 3 diatas jangan lupa ada Seoul Outdoor Library rutin setiap Jumat-Minggu. Buka setiap musim semi dan gugur (spring dan fall).
| Pic by Seoul Outdoor Library |
Sebagai pembaca buku aku merasa mendapat tempat disini. Membaca bukan lagi menjadi hal eksklusif untuk golongan tertentu atau dikaitkan dengan kegiatan elitis. Membaca terutama buku sudah selayaknya kebutuhan manusia untuk makan dan minum. Jika perut saja nggak pernah lupa diisi, masa otak manusia dilupakan?
Satu hal lagi yang aku notis, kegiatan bebukuan alias bookish ini lebih banyak diikuti perempuan ya. Apakah ada penelitiannya kenapa begitu? Perlu cek penelitiannya dulu. Well, adakah yang kamu tertarik untuk ikutan?












Post a Comment
Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!