Sunday, May 31, 2026

Ngobrolin Perpustakaan di Seoul

Salah satu tujuan tinggal di luar negeri yaitu mempelajari tata kelola negara yang mempengaruhi hajat hidup warganya. Apalagi jika kesempatan itu datang di negara maju. Sebagai warga negara berkembang tentu pertanyaan yang muncul di benak, "Apa sih yang membuat negara ini dikategorikan maju?" - selain dari sisi ekonomi. 


Sebagai manusia yang hobinya membaca, keberadaan perpustakaan dan habit membaca menarik untuk ditelisik. Sebelumnya aku udah pernah menuliskan bagaimana serunya Seoul Outdoor Library. 


Di postingan kali ini akan lebih spesifik bicara bagaimana sistem perpustakaan di Korea, khususnya di Seoul tempatku tinggal saat ini.

Struktur Administratif


Mirip dengan di Indonesia, perpustakaan disini berjenjang. Mulai tingkat nasional, provinsi (disebut dengan -do. Contoh: Gyeonggi-do), kota (disebut dengan -si. Contoh: Paju-si. Untuk Seoul karena metropolitan namanya menjadi Seoul Teukbyol-si). 


Dibawahnya masih ada lagi tingkat distrik disebut - gu. Contoh: Gangnam-gu, Seodamun-gu. Menariknya, di tingkat distrik ini pun terdiri dari beberapa perpustakaan kecil. Contohnya Gangdong Library ini.


Keberadaan perpustakaan benar-benar dekat dan nggak asing dengan masyarakat. Jangan heran ditengah kawasan pemukiman atau apartemen, akan ada 1 perpustakaan. Se-banyak dan se-aksesibel itu!

Meski ibaratnya ini perpus ((kecamatan)), nggak main-main lho fasilitasnya. Ada aktivitas rutin baik untuk anak, dewasa maupun lansia. Tersedia book sterilizer, bisa pinjam tab bahkan laptop ditempat. 


Paling gong sih buka sampai malam dan weekend :)) gak ada tuh drama cuma bisa ke perpustakaan di hari dan jam kerja aja. No no.

Malahan kebanyakan perpustakaan tutup di Senin. Kenapa hayo? Karena libur pegawainya di Senin. Ini peraturan cukup umum sih di Korea, beberapa kafe dan restoran menerapkan hal ini. Alasannya karena di weekend udah cukup melayani, jadi Senin-nya digunakan untuk "napas" dan berbenah.

Infrastruktur Cerdas dan Canggih


Selain di bangunan perpustakaannya, sarana pendukung lainnya nggak kalah banyak. Familiar dengan rak baca di KRL? Nah di Seoul udah next level. Tersedia rak canggih dimana warga bisa meminjam ataupun mengembalikan buku. Meski belum semua, di beberapa stasiun subway sudah ada. Di perpustakaan kampus sih udah ada juga ya. Kalau belum kebayang, yang aku tau tuh di Indonesia ada di Perpusnas dan Perpustakaan Jakarta (TIM). 


Sejujurnya aku belum pernah coba fasilitas pinjam meminjam buku baik di perpustakaan maupun bentuk mobile-nya. Kenapa? 


Karena mayoritas koleksi disini ber-aksara hangeul. Menangis dengan sertifikat TOPIK seadanya ini. LOL. Selain itu karena aku udah nyaman dengan Libby sih, bisa dibilang akses buku berbahasa Inggrisku sangat mudah~ Alhamdulillah~


Ngomongin tentang Libby, ya betul. Kartu perpustakaan di Korea juga tersedia di Libby! 


Baru tahu setelah hampir setahun tinggal disini :)) hanya sajaa...daftarnya perlu menggunakan ARC alias kartu identifikasi resmi sini. Harus memasukkan id number (mirip NIK) yang terkoneksi ke nomor telepon. Lumayan lah, disini koleksinya ada berbagai macam bahasa. Lebih ramah foreigner.


Bukan Sekadar Tempat Baca


Kalian termasuk bagian dari manusia yang kzl nggak ketika ada orang dateng ke perpustakaan buat foto-foto aja? Buatku, enggak. Dengan mereka hadir ke perpustakaan aja setidaknya menumbuhkan rasa penasaran akan literasi.

Seoul menurutku sangat paham akan hal tersebut. Terbukti dengan adanya perpustakan tematik. Dimana desainnya biasa kita sebut dengan Instagram-able. Aku yakin pasti nama Starfield Library nggak asing di telinga warga. Ya, salah satu tujuan wajib juga yang sering masuk ke daftar itinerary tour and travel.


Selain itu ada juga Songpa Book Museum dengan sejarahnya tentang buku. Jeongdok Library dengan cherry blossom-nya. Cheongun Literary Library dengan hanok-nya. Apapun dilakukan demi menarik pengunjung ke perpustakaan! Bravo~

No Register Register Club


Iya, untuk duduk dan baca buku disini nggak perlu daftar! Kecuali yang pernah kucoba di National Library of Korea dimana harus bikin kartu tamu dulu. Sisanya beneran nyelonong masuk aja ga masalah. Ga harus nitip tas. Isi buku tamu. Nunjukin KTP. Sangat mudah bagi kaum malu-malu kucing dan males nanya macam aku :))

***

Apalagi ya? Nanti deh kalau inget ditambahin. Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga nulis tentang fasilitas publik disini. Postingan selanjutnya bakalan kasih detail perpustakaan mana aja yang udah aku cobain! Ada yang penasaran? *plis jawab ada~

Post a Comment

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!