Oke, balik ke topik. Toko buku. Sejauh ini aku belum banyak eksplor toko buku. Alasannya 1) Kebanyakan jual buku bertuliskan hangeul. Dah tau kan kendalanya dimana? Takut gak kebaca 2) Punya banyak TBR. LOL. Alhasil maksud kedatangan ke toko buku lebih ke menambah pengalaman visual dibanding berbelanja.
Di Korea, ada jaringan toko buku gede semacam Gramedia. Namanya Kyobo. Bisa ditemui di banyak cabang, ada online-nya juga. Kalau mau cari buku yang bisa dibilang lengkap dan terbaru stoknya, ya di Kyobo. Tapi kalau merasa "intimidated" dengan toko buku gede, toko buku independen bisa jadi alternatifnya.
Kyobo Gwanghwamun
Cabang Kyobo terbesar di Korea, dalam artian koleksi bukunya. Kalau secara ukuran luas bangunan dan gedung, masih lebih besar Kyobo cabang Gangnam.
Luasnya 9000 meter persegi. Punya 2.3 juta buku (OMG kebayang nggak sih seberapa banyak?). Banyak bagian yang bisa kita ulik. Buku anak-anak, best-seller, buku berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Ada kedai kopi.
Mereka tuh sangat memfasilitasi orang baca buku, nggak cuma beli buku. Disediakan area baca anak, area baca dewasa. Khusus yang dewasa ini selalu penuh dan suasananya nyaman dengan pencahayaan temaram serta balutan warna kayu yang menghadirkan kesan intimate dan hangat.
Oh ya, sebagai mahasiswa Yonsei dapat diskon 10% yang bisa dimanfaatkan. Lumayaannn...
Jam buka:
Setiap hari 09:30 – 22:00 KST
Akses:
Gwanghwamun Station (Line 5), Exits 4 atau 5 (langsung nyambung ke bangunannya!)
Itaewon Bookstore
Dari toko buku besar, lanjut ke toko buku kecil. Saking kecilnya kalau dua orang papasan di koridor mau nggak mau bersenggolan. Hehe. Kok kayak gang senggol jadinya?
Katanya toko buku ini tuh berdiri sejak 1973. Awalnya pemilik pertama hobi ngumpulin buku dan majalah dari base militer US. Iya, daerah Itaewon-Yongsan itu kan dulunya base militer US. Bahkan di Yongsan sampai sekarang masih ada bangunan khasnya dengan bata merah. Nah sekarang usaha ini dilanjutkan sama anak perempuannya. Pas liat beliau di meja kasir, penampilannya vintage gitu.
Disini angin surgawi buat yang nggak bisa bahasa Korea. Bukunya bahasa Inggris semua! Kebanyakan bekas, walau ada juga yang masih baru. Ada juga beberapa buku aku temukan berbahasa Jerman dan Prancis. Meski bekas, menurutku harganya bukan di range murah sih. Yaah pinter-pinter berburu aja :D
Jam buka:
Setiap hari 11:00 – 20:00
Akses:
Noksapyeong Station (Line 6), Exit 2
Chaekbognyang
Kalau yang ini definisi hidden gem se-hidden hiddennya. Letaknya bukan di pinggir jalan, melainkan perumahan. Bahkan dari depan nggak keliatan tanda toko bukunya. Kami harus cek reviewnya biar nggak salah ketuk. Untuk buka pintu diminta pelan-pelan karena....pemiliknya adalah kocheng! Haha, nggak deng. Lebih tepatnya ada kocheng yang dipelihara disitu.
Nama Chaekbognyang ini udah menjelaskan sebenarnya. Chaek (buku), Bo (studio), and Nyang (suara kucing dalam bahasa Korea. Mirip "meow" gitu deeh). Bagi penggemar kocheng bakal suka banget. Semua yang dijual serba kocheng. Koran, majalah, buku, kartu pos, pin, daan sebagainya.
Waktu kami kesini ada sepasang suami istri dan anak, si anaknya sibuk mengelus-elus kocheng kaya ngga mau pulang. LOL. Kochengnya emang lucu dan gemoy sih.
Jam buka:
Kamis-Minggu 13:00 – 19:00
Akses:
Subway Line 4 to Hansung University Station
Alladin Bookstore
Harga yang ditawarin juga beneran murah, ada setengah sampai sepertiga dari harga baru. Sampai saat ini ada 21 cabang di Seoul. Dan cabang Jongno yang pernah aku kunjungi ini adalah yang terbesar untuk koleksi berbahasa Inggrisnya. Cabang lain yaitu Sinchon terdekat dari kampusku, tempat dimana aku beli e-reader keduaku :))
Denger-denger sih di Alladin bisa terima buku bekas juga kalau kita mau jual. Kebenarannya entahlah, belum pernah coba sih..
Masih banyak toko buku atau kafe buku yang belum sempat kusambangi. Apakah list ini akan bertambah? Entahlah, lihat nanti :P
Ada yang pengen dikunjungi nggak nih dari list diatas?
















Post a Comment
Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!