Saturday, September 12, 2020

Day 2: Things That Makes You Happy #30DaysWritingChallenge

Things that makes you happy. Pertama, harus tau perbedaan bahagia dan senang. Bahagia lebih bertahan lama. Sedangkan senang bersifat sesaat alias temporary.


Ada masa dimana kupikir punya gadget terbaru, laptop bagus, ini itu bikin happy. Yes, I bought lotsss of stuff setelah dapat gaji pertama. Perihal gadget memang butuh sih. Yang lama udah rusak dan kurang layak dipake kerja. Then pandemic hits. Mulai deh beli barang lagi buat isi kamar kosan. Iya waktu dateng happy. Kelamaan biasa aja. Cuma beberapa yang aku beneran suka karena udah ngincar sejak lama.

Baca: #StayAtHome During Covid-19 Pandemic

Nah, that’s the point. Seringkali kita sebagai manusia mengasosiasikan materi sebagai takaran kebahagiaan. At some point memang benar adanya. Apalagi ketika kita memulai dari bawah. Yang dulunya punya tas cuma 1 doang sampe dijahit lalu sekarang bisa beli beberapa tas untuk kesempatan berbeda. 

Semakin kesini ada kesadaran baru yang tumbuh. Ternyata what truly makes me happy is a good relationship. The time I spent with my loved ones.


Ketika aku tahu punya teman yang selalu ada untuk mendengarkan. Ketika aku punya keluarga yang siap mendukung pilihanku. Ketika ada teman kerja yang peduli nggak cuma kerjaanku tapi juga kesulitanku. Ketika ada orang yang memberikan sedikit waktunya untuk kamu. Ketika ada orang yang diam-diam memperhatikanmu. 

It made me happy. The feeling of being loved, treated properly as human being. Memanusiakan dan dimanusiakan.

Baca: Karena Bahagia Itu Sederhana

Meskipun aku seorang introvert, aku tetap merasa bahagia berkomunikasi dengan orang.

Seperti yang terjadi sebulan lalu. Tahu ya di masa pandemi seperti ini banyak hal dialihkan ke online. Termasuk permintaan menjadi narasumber. Disitu pertama kalinya aku berbicara di depan laptop. Tanpa melihat dan berinteraksi audiens. Hari berikutnya aku diminta berbagi tentang mengelola website oleh adik tingkat.

I know I’m tired physically. Bahkan itu sharing-nya di waktu malam. Hujan pula :)) but after that I feel so content. Mentally I'm happy. Ada bagian didalam hati yang puas. Bahagia. Bangga. Ternyata aku dibutuhkan. Ternyata aku masih bisa berbagi dengan ilmu yang aku miliki. I gained some energy by sharing sharing what I have.

***

Lalu apakah aku berhenti membeli barang? Oh ya tentu sajaa tidak. Hahaha. Bedanya adalah sekarang lebih mindful (berkesadaran) dalam membeli sesuatu. Apakah akan membawa kebahagiaan? Atau hanya kesenangan saja? Bisa dimanfaatkan dalam waktu berapa lama? Here’s some (material) things that’d make me happy.

1) Makan enak

Jujyuuur nggak nyangka aku bilang kayak gini. Hahaha. Dulu aku mikirnya bisa makan kenyang tuh udah Alhamdulillah. Ternyata makan enak juga bikin senang. Mood membaik. Contoh: makan seafood huhu I love seafood. Makan buah sayur yang matang sempurna. Beli es dawet telasih Pasar Gede hahaha aseli itu enak banget kenapa yhaa???

2) Selesai baca buku yang bagus

Perasaan yang nggak bisa digantikaan! Buku bagus nggak harus ber-rating tinggi. Buku bagus adalah buku yang kamu selesaikan. Dan ketika itu selesai, menyisakan ruang untuk berpikir. Atau berefleksi. Atau sekadar merasa tidak sendiri. Wow senang sekali kalau dapet buku kayak gitu. Memang buku tuh best friend banget deh!

Baca: Book is My Family Treasure

3) Jalan pagi sambil dengerin podcast

New habits in pandemic. Aselik ini juga bikin hepi. Entah kenapa aku baru menemukannya. Coba deh, setelah sholat subuh keluar keliling komplek. Sambil dengerin podcast (aku biasanya ceramah biar masuk ilmunya kan masing kosong hahaha). melihat kehidupan. Manusia yang berikhtiar cari rezeki. Sampai ngelihat dengan mata kepala sendiri betapa indahnya matahari terbit. Feel blessed!


I'm glad I can still counting what actually makes me happy. Semoga kedepannya tetap diberikan rasa bahagia. And can create my own happiness even at the hard time :)

What makes you happy?

1 comment:

  1. Hal-hal sederhana memang bisa bikin kita bahagia ya, Mbak. Aku pun bahagia kalau makan enak dan kenyang. Bahagia juga kalau udah selesai baca buku yang aku suka. Tapi aku belum pernah jalan pagi sambil dengerin podcast.

    ReplyDelete

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!

COPYRIGHT © 2020 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES