Saturday, October 20, 2018

Jadi Pahlawan Nggak Harus Bisa Terbang!

Katanya, ilmu yang berkah itu tandanya dia akan dipraktekkan oleh penuntut ilmu. Dan selama ini Alhamdulillah aku selalu berusaha mempraktekkannya. Termasuk ketika orang di sekelilingku terheran-heran.


Gimana maksudnya?

Jadi begini... Waktu aku tinggal di Brebes ada cerita harus membuang sampah. Rencananya sampah yang udah diwadah plastik ini akan dibuang sambil keluar rumah untuk cari makan. Artinya sampah itu aku bawa dulu sampai aku menemukan tempat sampah. Singkat cerita, aku nggak juga menemukan tempat sampah. Salah satu temenku yang juga bawa sampah kayaknya udah bosen megangin. Terjadilah adegan ini,

"Swiiing" *bunyi plastik isi sampah diayun*
"Plung" *masuk ke dalam sungai (saat itu air sedang surut)*
"Lulu, buang aja disitu! Kamu liat sendiri kan itu banyak tumpukan sampahnya. Udah biasa disitu," kata temenku.
"Nggak ah, nanti aja sampe ketemu tempat sampah," jawabku.
"Walah, anak FKM banget sih kamu. Padahal kamu peminatan gizi kan. Aku yang anak Kesling (Kesehatan Lingkungan) aja nggak segitunya," sahut temenku lagi.
*aku hanya bisa nyengir setengah nggak ikhlas*


Di statement itu temenku menekankan bahwa dia anak Kesling. Yang mana mempelajari limbah, sampah, dan kroco-kroconya lebih detail dibanding aku yang peminatan gizi. Tapi nyatanya ya, itu. Ilmunya cuma berhenti di teori aja. Padahal sederhana ya, "cuma" buang sampah pada tempatnya :')

Kepedulianku dengan sampah mungkin masih terbilang cetek alias dangkal daripada orang diluar sana. Baru sebatas nggak membuang sampah sembarangan. Tapi tahukah kaliah? Dampak dari buang sampah sembarangan itu amat sangat buruk, if I can say.

Ambillah contoh temenku yang buang sampah di sungai. Saat air kembali terisi di musim hujan, sampah-sampah itu memenuhi sungai yang harusnya berisi air. Akibatnya dia menghalangi sungai menerima air, dan berujung pada banjir.

Padahal kalo aja temenku itu mau buang sampah pada tempatnya. Air sungai bisa mengalir dengan lancar. Ikan yang habitatnya disitu berkembang biak dengan baik. Petani yang membutuhkan air mendapatkan jumlah yang cukup. Siklus kehidupan di bumi berjalan sebagai mana mestinya. 

Kenapa kita, manusia, mengabaikan hal sepele yang berdampak besar?

***

Kondisi bumi saat ini emang dipenuhi oleh sampah. Menurut data waste4change, penduduk Jakarta SAJA menghasilkan 7.100 ton sampah setiap harinya. Iya, kalian nggak salah baca. Baru sehari aja. Hanya dalam 2 hari, jumlah sampahnya setara dengan luas dan tinggi Candi Borobudur. Dan, sebagian besar sampah-sampah tersebut menumpuk di TPA Bantar Gebang (jadi keinget Jati Wesi deh...).


Kalo kalian mengaku peduli sama keadaan bumi, 1 langkah tadi bisa membantu. You know, untuk jadi pahlawan nggak harus bisa terbang kayak Superman. Atau punya kekuatan super kayak Do Min Jun. 


Selain itu, ada beberapa cara yang biasa aku lakuin juga. Dan ini beneran loh gaes super gampil. Kalian semua bisa langsung mempraktekkannya.

1| Bawa tumblr kemana-mana. Selain meminimalisir sampah botol air kemasan, kalian juga bisa hemat uang. Mending dialihkan ke skincare iya kan. 


2| Matikan lampu, listrik dan keran air jika nggak dibutuhkan. Aku paling KZL sama yang make keran air sampe tumpah-tumpah. Nyalain laptop ditinggal tidur. Nge-charge handphone semalaman. Duh! Bukan masalah kamu yang bayar rekeningnya. Energi untuk buat listriknya itu, lho. Bisa dialihkan ke hal lainnya.

3| Hemat menggunakan kapas, kertas dan tisu. As we know ketiga benda tersebut dibuat dari bahan yang asalnya pohon. Semakin banyak kita menggunakannya, semakin banyak pepohonan yang digunakan. Sedih! Bisa jadi sih perusahaan yang bertanggung jawab punya lahan sendiri. Tapi gimana dengan yang nggak bertanggung jawab? Kita udah sering denger berita hutan Indonesia semakin menipis luasnya.

684.000 hektar hilang setiap tahunnya. Sedangkan hutan adalah sumber kehidupan. Selain itu berperan juga untuk menjaga "kesehatan" bumi.

***

Mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, kita biasakan kebiasaan kecil untuk menjaga bumi kita tercinta. Apa yang udah kamu lakukan untuk jadi "pahlawan"?

Kalo ini kata temen-temen blogger yang lain:
2| Bimo

5 comments:

  1. "Walah, anak FKM banget sih kamu. Padahal kamu peminatan gizi kan. Aku yang anak Kesling (Kesehatan Lingkungan) aja nggak segitunya," sahut temenku lagi. <<----ih siapa temennya kaka itu :( aku ga terima banget! Trus gimana mengedukasi masyarakat kalau aparat kesling nya aja begitu.

    Bukan masalah kamu yang bayar rekeningnya <- ini yang sering bikin orang jadi ga ada rasa peduli. Merasa uang-uangnya dia, dia yang kerja keras dapet duit untuk bayar. Tapi toh kalau ada pemadaman kan bergilir. Padahal sama-sama bayar. Trus kenapa dipadamkan? Ya karena meskipun sama-sama bayar, energinya itu bagi-bagi.

    ReplyDelete
  2. point hemat tisu dan kapas, serasa tertohok, aku belum menerapkan yg ini, hiks.. seperti pengakuan dosa jadinya T_____T
    kok kezel juga nih sama temenmu, buang sampah ditempatnya kan hal yang lumrah, bukan sesuatu yg wow banget sampe harus terheran-heran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah, kalo mau bisa juga diganti pake handuk microfiber gitu. Yaa asal rajin cucinya aja sih :D

      Delete
  3. Naahh.... Ak tuh msh susah hemat air

    ReplyDelete
  4. Poin ini: "Matikan lampu, listrik dan keran air jika nggak dibutuhkan. " masih susah untuk dipraktekkan di kehidupan sehari-hari saya,

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)

COPYRIGHT © 2018 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES