college

Media Sosial Masa Kini

June 01, 2017,6 Comments

https://www.instagram.com/aelke/
Di suatu wawancara (yang saya baca di Line Today! Iyah Line Today yang ituuu...), Raisa ditanya tentang tantangan apa yang paling sulit di bulan Ramadhan? Tau gak jawabannya apa? Gak minum padahal latihan nyanyi terus? No. Jawabannya simpel banget loh: bersosial media. Aduhai. Kata dia, mendingan waktu bulan Ramadhan kurang-kurangin bersosmed.


Yup. Saya setuju sama pernyataanya pelantun Serba Salah ini. Sosial media sekarang tuh benar-benar di luar kontrol. Banyak orang yang merasa diatas angin ketika berada di dunia maya. Mengetikkan komentar sembarangan which means nggak difilter sama sekali.

Contoh pertama nih. Udah tau kan, Demian yang ilusionis itu ikutan audisi America's Got Talent? Saya nggak sengaja nemu di Youtube. Menurut saya, keren! Terlihat dari ekspresinya Simon yang bengong. Ini Simon loh, yang jarang memuji. Yang suka sadis mengkritik orang. Dan tahu apa yang ditulis beberapa netizen di kolom komentar? Waduh, kayaknya mencelanya lebih banyak daripada mengapresiasi. Apresiasi ya, bukan memuji. Karena pujian hanya milik Allah semata.

Contoh lainnya. Baru-baru ini terjadi di media Line. Ya, line emang sekarang sedang digandrungi banget buat nulis status panjang layaknya tumblr. Udahlah mau tau apa yang ter-gress di dunia maya? Lihat aja di Line.

Nah di Line ini hawanya panas banget tentang kampus saya. Sepele sebenarnya. Masalah angkatan semester tua yang udah masuk semester 9 dilema apakah harus bayar UKT? Padahal kuliah "cuma" skripsian aja. Nggak masuk kelas sama sekali.


Kemudian, boom! Ada akun namanya Pesan Bocah Undip memposting celaan. Ngakunya sih mahasiswa semester 4 entahlah bukan saya karena saya semester 6 *iyain aja*. Si mahasiswa semester 4 ini mencela mahasiswa semester 9 dikatain jangan bego-bego amat lah, jangan ngemis lah.

Otomatis tercipta "perang" di dunia per-line-an. Panasnya? Yah sedikit banyak merepet ke jaman pilkada DKI.

I was like, Oh My God seriously kenapa sih orang suka banget "berperang" di dunia maya? Udah hilangkah etika kita ketika bersosialisasi di dunia maya? Ingat, dunia maya itu juga bergaul dengan orang banyak. Lebih banyak impact-nya malah daripada di dunia nyata. Sekali kita ngeposting sesuatu, bakal terpatri selamanya. Sekalipun postingannya udah dihapus.

Yang jadi masalah netizen Indonesia (ngga tau netizen luar negeri gimana) itu menurut saya: mudah mencela dan gampang tersulut.

Balik lagi ke kasus mahasiswa semester 4 dan semester 9. Kenapa sih, si smt 4 itu ngirim pesan kayak gitu? Padahal bisa loh dibuat lebih positif dengan memberikan pesan yang menyemangati kakak smt 9. Ya gak? Kemudian, si admin-nya PBU. Motivasinya apa nggak memfilter pesan kayak gitu? Apa malah sengaja biar rame dan banyak yang nge-add terus followers-nya nambah jadi bisa banyak yang paid promote? *nyinyir* *sungkem sama admin*.


Dan, buat mahasiswa semester 9. Yah mungkin emang nyakitin sih yang dibilang si semester 4 ini. But, jangan mudah tersulut. You're senior, bruh. You should show how a senior act. Seharusnya tunjukkan dengan lebih berpengalamannya kalian makan asam garam di bangku kuliah, kalian tahu cara mengendalikan diri. Cara menanggapi hal kayak gini. Bukan malah saling membalas sindiran yang justru bikin "perpecahan".

***

What I want to say is, come on. Bijaklah menggunakan media sosial. Jangan mau diperbudak media sosial dengan menebar kebencian. Kuncinya gampang kok. 

Tahan. Hold on. Tahan dulu ketika dapat info, postingan, atau apapun yang berpotensi untuk viral. Tahan untuk berkomentar yang pedas Tahan untuk ikut campur sesuatu yang kita nggak tahu detailnya. 
"Ah aku kan komentar karena pengen mengkritik dia biar bisa lebih baik."
No. Bukan kritik namanya jika dilakukan di depan umum. Itu udah masuk ke menjatuhkan. Coba bayangkan kamu presentasi di depan kelas, ada temen-temen dan dosen. Dikritik habis-habisan. Meskipun menggunakan bahasa yang lebih santun, tetep kan ada rasa mangkel? Sekarang bayangin kritik itu dibaca ratusan, ribuan, puluhan ribu orang. Gimana rasanya? Sakitnya tuh disini~


Mulai sekarang set-lah pikiran kita: postingan ini kalau dipublish bakal berdampak baik atau buruk ya? Kalo nggak ada kebaikannya sama sekali, ngapain di posting? Mendingan posting nasihat yang adem. Share link berita masa kini yang mengedukasi. Ingat, 3E + 1N. Empowerement, Enlightment, Education, and Nationalism.


Apalagi ini bulan Ramadhan gengs banyak-banyakan zikir, belum tentu kaan ketemu Ramadhan di tahun berikutnya :') Yukkk gengss jadi pengguna media sosial yang cerdas!

https://www.instagram.com/aelke/

You Might Also Like

6 comments:

  1. Walah2 line juga rame toh. Soale line ku sunyi senyap meski temenku di line yo banyakan anak remaja malah (pembaca komik mak irits)

    ReplyDelete
  2. Media sosial aku belum semuanya coba.. maklum aku orang pinggiran ... hahaha

    ReplyDelete
  3. Ih serem ya Mba, zaman jarimu harimaumu sekarang mah swmoga kita bisa memanfaatkan sosmed dengan bijak dan mwnguntungkan

    ReplyDelete
  4. Wahh aku baru tahu kalo line bisa buat tempat curhat.. Aku malah dipakai buat tempat jualan :)

    ReplyDelete
  5. memang benar juga.. lebih baik diam, bila tak ada perlunya bicara.. begitu juga dengan osmed, cukup kita gunakan sewajarnya saja..

    ReplyDelete
  6. hai salam kenal ya dr sesama mahasiswa. :)) Line ku malah sepi, soalnya jarang dibuka hehe. Setuju, lebih baik diam deh dr pda ngomong gk perlu

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)