Almira Bastari
Selain pembicaraan tentang menikah dan anak, kepemilikan rumah menjadi topik yang sering dibicarakan di umur pertengahan 20. Awalnya aku nggak terlalu menyadari hal ini. Bahkan ketiganya pun belum ada didalam kehidupanku :P tapi hidup ditengah masyarakat medioker ya tentulah ikut nyerempet bahasan ini.
Ternyata aku nggak sendirian. Pembicaraan rumah sampai dituliskan Ratu Cungpret dalam novel terbarunya: Home Sweet Loan. Nggak berhenti sampai situ dong. Komikus Bintang Emon pun membuat konten yang secara blak-blakan mengutarakan kegundahannya tentang harga rumah yang selangit.
Oke, kali ini bakal bahas lebih jauh tentang novel Home Sweet Loan. Novel yang aku dapetin dari mbak S. Thank you mbak S!
Blurb:
Empat orang yang berteman sejak SMA bekerja di perusahaan yang sama meski beda nasib. Di usia 31 tahun, mereka berburu rumah idaman yang minimal...nyerempet Jakarta.
Kaluna, pegawai Bagian Umum, yang gajinya tak pernah menyentuh dua digit. Gadis ini kerja sampingan sebagai model bibir, bermimpi membeli rumah demi keluar dari situasi tiga kepala keluarga yang bertumpuk di bawah satu atap. Di tengah perjuangannya menabung, Kaluna dirongrong oleh kekasihnya untuk pesta pernikahan mewah.
Tanisha, ibu satu anak yang menjalani "long distance marriage," mencari rumah murah dekat MRT yang juga bisa menampung mertuanya.
Kamamiya, yang berambisi menjadi selebgram, mencari apartemen cantik untuk diunggah ke media sosial demi memenuhi gengsinya agar bisa menikah dengan pria kaya.
Danan, anak tunggal tanpa beban yang akhirnya berpikir untuk berhenti hura-hura, dan membeli aset agar bisa pensiun dengan tenang.
Apakah keempat sahabat ini berhasil menemukan rumah yang mampu mereka cicil? Dan apakah Kaluna bisa membentuk keluarga yang ia impikan?
***
Aku kasih buku ini rating 5/5 saking relate-nya. Ya, perasaan "SUMPAHHHH BENER BANGETTTT" ini nggak lain karena aku tinggal di wilayah Jabodetabek. Area padat penduduk dimana commuting antar kota dianggap wajar. Perjalanan 1 jam ke tempat kerja? Sangat wajar. Hal yang nggak pernah aku rasakan ketika tinggal di Jawa Tengah.
Disini aku beberin alasanku kasih bintang 5 ke novel ini.
1. Setting-nya kekinian. Dalam artian masa pandemi ini terasa. Sehingga pembaca bisa lebih menghayati ketika membacanya. Nggak berasa "udah lewat masanya". Ada obrolan tentang isolasi mandiri, masker, sampai kebutuhan kamar mandi terpisah dirumah.
2. Penyebutan daerah yang sering disasar untuk beli rumah...bagi yang belum mampu beli di Jakarta :') beberapa kali menemukan konten yang isinya membandingkan rumah di Jakarta tuh ampun-ampunan mahalnya. Maka mau nggak mau pilihan bagi yang kerja di Jakarta adalah mencari rumah di daerah sekitarnya.
Ada Citayam di Depok.
Bojonggede di Bogor.
Tangsel.
Parung pun ikut kesebut.
Jabodetabek-centris banget ya? EMANG. Aku sadar banget sih bisa aja bagi yang nggak pernah tinggal disini nggak familiar dengan daerahnya. Bagiku ini seringgg banget kesebut hahaha. Risetnya Almira Bastari bagus deh apakah mungkin kita se-circle? *HALAH.
3. Rumah, beragam makna dan tujuan kepemilikan. Tepat seperti empat sahabat diatas. Pencarian rumah ada beragam sebabnya. Aku paling klik dengan Kaluna. Muak dengan rumah berisi anggota keluarga yang nggak bisa diajak kerja sama untuk menjaga kenyamanan. Muak nggak merasakan "nyaman"-nya rumah untuk ditinggali. Kebutuhan akan ruang pribadi. Yaampuuun...ini sih.
Di satu sisi aku suka ngekos karena punya ruang pribadi sendiri. Tapi juga kangen suasana rumah. Yang nggak rumah banget itu :" memang yah definisi rumah itu balik lagi ke masing-masing.
4. Manusia dan privilejnya. Ada orang yang nggak menganggap punya rumah itu hal besar. Ada yang mati-matian nabung. Manusia dengan privilej bisa pilih rumah dimana aja kan uangnya nggak berseri. Hahaha. Sementara manusia pas-pasan harus kompromi ini itu demi mencapai budget yang disanggupi.
5. Istilah dan tips dalam mencari rumah. Tanya pengembang secara detail. Sertifikat? Ada istilah girik (aku baru pertama denger dan thanks to novel ini ketika ngobrol dengan temen udah tau artinya). Jangan langsung tergiur harga murah (atau dibawah pasaran). Cari tau dulu penyebabnya apa.
Mau jual rumah? Perhatikan juga dokumennya. Sigh. I used to hate this administration things. Cuma ya gimana dong kayaknya disetiap fase hidup ada aja kebutuhan dokumen. Jadi warga negara aja kudu punya KTP kan itu udah contoh dokumen! Banyaakkk banget yang perlu disiapkan untuk menjalani kehidupan orang "dewasa".
Biar tambah realistis, ada bumbu-bumbu pencarian jodoh dan rumitnya kehidupan pernikahan. Ada disinggung peran orang tua sebagai fund-raiser disaat sandwich generation marak bergaung. Yah, kadang aku pun berharap orang tua bisa biayain ini itu jadi uang gaji utuh buat kesenangan HAHAHA pemikiran macam apa ini :"))
Gitu deh. Plis baca biar kamu bisa ikut komentarin novel ini :P
Hola. Ini adalah sebuah ((segmen)) terbaru di blog lulukhodijah.com. Lah udah berasa youtuber aja ya. Isi postingan ini adalah ulasan singkat buku yang saya baca selama sebulan. Mumpung di awal tahun nih, harus memulai hal baik khaaan.
Baca: 2018 Year in Review + 2019 Plans
Di tahun ini saya menargetkan membaca buku sebanyak 50 judul. Banyak? Hmm relatif. Tahun sebelumnya pernah menargetkan 100. Apa yang terjadi? Nggak konsen bacanya. Tahun ini fokusnya ke mendapatkan ((hikmah)) dari buku yang dibaca.
Oh ya, saya tipe yang baca beberapa buku sekaligus. Bosen? Ganti buku. Bosen? Ganti. Gitu terus sampe rak currently reading di Goodreads menumpuk. Saya juga nggak segan buat nyetop di tengah jalan saat ngga bisa lagi menikmati bukunya. Kenapa harus memaksakan diri yha kan.
Baca: 5 Langkah Mudah agar Gemar Membaca
Untuk bulan Januari, ada 5 buku yang berhasil saya selesaikan. 4 diantaranya novel dan 1 sisanya buku motivasi. Apa sajakah itu?
Penggemar novel romantis sepertinya nggak asing dengan nama Agnes Jessica. Saya baca bukunya dari jaman SMP. Novel ini pun udah lama. Hanya dicetak ulang dengan sampul baru. Ceritanya tentang seorang gadis bernama Kiara. Dia yang udah punya kekasih tiba-tiba diminta orang tuanya untuk menikah dengan orang lain. Alasannya? Balas budi. Sebagai anak satu-satunya dia ngga bisa menolak.
Akhirnya menikahlah dia dengan Cadenza. Tapi Cadenza justru bersikap dingin dari awal pernikahan. Nah novel ini menceritakan gimana Kiara menjalani pernikahannya. Dan pertemuannya dengan Charles - kakak Cadenza - mengubah tujuan pernikahannya.
Hmm, ini ceritanya agak membosankan. Interaksi antara Kiara - Cadenza justru minim. Padahal tokoh utamanya kedua orang ini. Endingnya pun nggak menjawab pada akhirnya bagaimana perasaan mereka berdua sebagai orang yang menikah karena dijodohkan?
Rating: 3/5
Apakah kamu ngikutin serial fantasi dari Tere Liye ini? Dimulai dari Bumi, Bulan, Bintang, Matahari, Komet. Loh, Ceros dan Batozarnya masuk mana? Nah. Novel ini merupakan spin-off. Kayak selingan tapi tuh mempengaruhi jalan cerita. Makanya buku ini bukan buku ke-5, buku ke 4,5. Serius. Tulisan di bukunya kaya gitu.
Baca: Review Bumi dan Review Bulan
Ceritanya bukan petualangan Raib, Seli, dan Ali di klan lain. Justru di bumi dan menyingkap ada rahasia apa. Ceros dan Batozar adalah tokoh diluar tokoh utama yang biasa muncul. Sepertinya peran keduanya ada di Komet Minor (buku lanjutan setelah Komet).
Inti ceritanya bagus. Masih tentang persahabatan. Sedangkan dari Batozar didapatkan pelajaran tentang keluarga. Hiks. Terharu bacanya, tauuu...
Rating: 5/5
Kesalahan saya adalah baca Komet dulu sebelum Ceros dan Batozar. Bikin agak nggak nyambung. But it's okay. Masih bisa diikuti. Setelah Raib, Seli dan Ali berhasil mencegah keruntuhan klan, masalah lain timbul. Siapa lagi kalau bukan si Tanpa Mahkota.
Kali ini petunjuk pencarian Komet masih abu-abu. Apakah Komet ini sebuah klan sebagaimana bumi, bulan, matahari, bintang? Atau justru "komet" yang dikenal di bumi?
Katanya dengan menemukan komet bisa mengabulkan permintaan apa aja. Dan pengejaran si Tanpa Mahkota oleh ketiga sahabat ini membawa mereka untuk mencari Komet. Pola ceritanya mirip banget dengan seri sebelumnya (Matahari dulu atau Bintang sih lupa. LOL).
Mereka harus menyusuri 7 pulau. Barulah di pulau terakhir menemukan clue baru. Iya, clue. Ngga langsung jawaban. Ending dari novel ini masih menggantung. Lanjutannya bisa dibaca di Komet Minor. Udah tersedia versi daring di Google Playbook.
Buat saya ini jalan cerita dan plot twist-nya ketebak. Serius, coba deh baca dan hubungkan satu sama lain. Langsung ketemu jawabannya tentang pencarian si Tanpa Mahkota ini. Atau karena saya kebanyakan baca novel, ya? Hahaha
Rating: 5/5
Cerita ini mengangkat topik tentang cungpret. Apaan tuh, cungpret? Kacung kampret slash budak korporat slash pegawai. Sesuai judulnya, sekumpulan pegawai di kantor konsultan membuat taruhan. Siapa yang terakhir resign harus mentraktir makan di restoran super mewah.
Demi menghindarinya, Alranita, Calro, Karenina dan Andre berlomba untuk menjadi yang pertama resign. Mereka diam-diam rajin mengirim CV ke perusahaan lain. Ternyata, Tigran si bos tau polah anak buahnya.
Dimarahi? Enggak. Dipanggil ke ruangan? Enggak. Disindir habis-habisan? YA. Hahaha. Tigran ini tipe bos ganteng ganteng galak dan sengak.
Lucu deh baca buku ini. Buat yang berprofesi sebagai pegawai pasti bisa relate. Mau resign kok belum dapet kerja yang baru? Mau resign tapi kok begitu ngelihat bonus gede yang keluar bikin hepi? Emang dasar cungpret ada aja tingkahnya.
Rating: 5/5
Buku terakhir ini bukan novel. Melainkan sebuah buku motivasi karya mbak Dewi N Aisyah ((akrab)). Dia adalah mahasiswi lulusan Epidemiologi FKM UI yang melanjutkan studi S2 di London. S3-nya dimana lupa. London tjuy idaman sayaah! :')
Baca: 10 Akun Instagram yang Sering Dikepoin
Awe Inspiring Me maknanya menjadi seorang muslimah yang ketika dipandang orang lain menimbulkan kesan "Awe" alias "WAAAWW". Bukan sekadar kecantikannya secara fisik, melainkan kecerdasannya.
Fokus buku ini lebih ke bagaimana mengoptimalkan masa muda. Cocok dibaca mahasiswa baru. Karena mbak Dewi membeberkan bagaimana caranya aktif di 13 organisasi. Jangan menganga gitu, kata mbak Dewi bisa aja kok dilakukan.
Baca: Plus Minus Jadi Aktivis Kampus
Mbak Dewi nggak mewajibkan pembacanya mengikuti jejak dia. Cuma ya memotivasi ini loh muslimah itu harus produktif. Masa muda itu jangan disia-siakan. Buatlah planning sejelas mungkin. Jangan putus asa. Karena Allah akan selalu menjawab doa yang dipanjatkan.
Is it a good book? I can say yes. But...it's a little bit boring. Terutama buat yang udah sering baca buku sejenis ataupun ikut training motivasi. Mirip-mirip seperti itu lah. Value yang diberikan ke pembacanya yang bisa bikin saya bilang buku ini bagus.
Rating: 4/5
Dari kelima buku diatas, ada yang mau dibuatkan postingan sendiri untuk ulasan lengkap? Bisa banget colek saya :P btw kalo kepo juga buku apa aja yang saya baca cek di akun Goodreads ya. Happy reading, peeps!
Baca: 2018 Year in Review + 2019 Plans
Di tahun ini saya menargetkan membaca buku sebanyak 50 judul. Banyak? Hmm relatif. Tahun sebelumnya pernah menargetkan 100. Apa yang terjadi? Nggak konsen bacanya. Tahun ini fokusnya ke mendapatkan ((hikmah)) dari buku yang dibaca.
Oh ya, saya tipe yang baca beberapa buku sekaligus. Bosen? Ganti buku. Bosen? Ganti. Gitu terus sampe rak currently reading di Goodreads menumpuk. Saya juga nggak segan buat nyetop di tengah jalan saat ngga bisa lagi menikmati bukunya. Kenapa harus memaksakan diri yha kan.
Baca: 5 Langkah Mudah agar Gemar Membaca
Untuk bulan Januari, ada 5 buku yang berhasil saya selesaikan. 4 diantaranya novel dan 1 sisanya buku motivasi. Apa sajakah itu?
1| Agnes Jessica - Dongeng Sebelum Tidur (iPusnas)
Penggemar novel romantis sepertinya nggak asing dengan nama Agnes Jessica. Saya baca bukunya dari jaman SMP. Novel ini pun udah lama. Hanya dicetak ulang dengan sampul baru. Ceritanya tentang seorang gadis bernama Kiara. Dia yang udah punya kekasih tiba-tiba diminta orang tuanya untuk menikah dengan orang lain. Alasannya? Balas budi. Sebagai anak satu-satunya dia ngga bisa menolak.
Akhirnya menikahlah dia dengan Cadenza. Tapi Cadenza justru bersikap dingin dari awal pernikahan. Nah novel ini menceritakan gimana Kiara menjalani pernikahannya. Dan pertemuannya dengan Charles - kakak Cadenza - mengubah tujuan pernikahannya.
Hmm, ini ceritanya agak membosankan. Interaksi antara Kiara - Cadenza justru minim. Padahal tokoh utamanya kedua orang ini. Endingnya pun nggak menjawab pada akhirnya bagaimana perasaan mereka berdua sebagai orang yang menikah karena dijodohkan?
Rating: 3/5
2| Tere Liye - Ceros dan Batozar (iPusnas)
Apakah kamu ngikutin serial fantasi dari Tere Liye ini? Dimulai dari Bumi, Bulan, Bintang, Matahari, Komet. Loh, Ceros dan Batozarnya masuk mana? Nah. Novel ini merupakan spin-off. Kayak selingan tapi tuh mempengaruhi jalan cerita. Makanya buku ini bukan buku ke-5, buku ke 4,5. Serius. Tulisan di bukunya kaya gitu.
Baca: Review Bumi dan Review Bulan
Ceritanya bukan petualangan Raib, Seli, dan Ali di klan lain. Justru di bumi dan menyingkap ada rahasia apa. Ceros dan Batozar adalah tokoh diluar tokoh utama yang biasa muncul. Sepertinya peran keduanya ada di Komet Minor (buku lanjutan setelah Komet).
Inti ceritanya bagus. Masih tentang persahabatan. Sedangkan dari Batozar didapatkan pelajaran tentang keluarga. Hiks. Terharu bacanya, tauuu...
Rating: 5/5
3| Tere Liye - Komet (iPusnas)
Kesalahan saya adalah baca Komet dulu sebelum Ceros dan Batozar. Bikin agak nggak nyambung. But it's okay. Masih bisa diikuti. Setelah Raib, Seli dan Ali berhasil mencegah keruntuhan klan, masalah lain timbul. Siapa lagi kalau bukan si Tanpa Mahkota.
Kali ini petunjuk pencarian Komet masih abu-abu. Apakah Komet ini sebuah klan sebagaimana bumi, bulan, matahari, bintang? Atau justru "komet" yang dikenal di bumi?
Katanya dengan menemukan komet bisa mengabulkan permintaan apa aja. Dan pengejaran si Tanpa Mahkota oleh ketiga sahabat ini membawa mereka untuk mencari Komet. Pola ceritanya mirip banget dengan seri sebelumnya (Matahari dulu atau Bintang sih lupa. LOL).
Mereka harus menyusuri 7 pulau. Barulah di pulau terakhir menemukan clue baru. Iya, clue. Ngga langsung jawaban. Ending dari novel ini masih menggantung. Lanjutannya bisa dibaca di Komet Minor. Udah tersedia versi daring di Google Playbook.
Buat saya ini jalan cerita dan plot twist-nya ketebak. Serius, coba deh baca dan hubungkan satu sama lain. Langsung ketemu jawabannya tentang pencarian si Tanpa Mahkota ini. Atau karena saya kebanyakan baca novel, ya? Hahaha
Rating: 5/5
4| Almira Bastari - Resign! (iPusnas)
Cerita ini mengangkat topik tentang cungpret. Apaan tuh, cungpret? Kacung kampret slash budak korporat slash pegawai. Sesuai judulnya, sekumpulan pegawai di kantor konsultan membuat taruhan. Siapa yang terakhir resign harus mentraktir makan di restoran super mewah.
Demi menghindarinya, Alranita, Calro, Karenina dan Andre berlomba untuk menjadi yang pertama resign. Mereka diam-diam rajin mengirim CV ke perusahaan lain. Ternyata, Tigran si bos tau polah anak buahnya.
Dimarahi? Enggak. Dipanggil ke ruangan? Enggak. Disindir habis-habisan? YA. Hahaha. Tigran ini tipe bos ganteng ganteng galak dan sengak.
Lucu deh baca buku ini. Buat yang berprofesi sebagai pegawai pasti bisa relate. Mau resign kok belum dapet kerja yang baru? Mau resign tapi kok begitu ngelihat bonus gede yang keluar bikin hepi? Emang dasar cungpret ada aja tingkahnya.
Rating: 5/5
5| Dewi N Aisyah - Awe Inpiring Me (beli cetak)
Buku terakhir ini bukan novel. Melainkan sebuah buku motivasi karya mbak Dewi N Aisyah ((akrab)). Dia adalah mahasiswi lulusan Epidemiologi FKM UI yang melanjutkan studi S2 di London. S3-nya dimana lupa. London tjuy idaman sayaah! :')
Baca: 10 Akun Instagram yang Sering Dikepoin
Awe Inspiring Me maknanya menjadi seorang muslimah yang ketika dipandang orang lain menimbulkan kesan "Awe" alias "WAAAWW". Bukan sekadar kecantikannya secara fisik, melainkan kecerdasannya.
Fokus buku ini lebih ke bagaimana mengoptimalkan masa muda. Cocok dibaca mahasiswa baru. Karena mbak Dewi membeberkan bagaimana caranya aktif di 13 organisasi. Jangan menganga gitu, kata mbak Dewi bisa aja kok dilakukan.
Baca: Plus Minus Jadi Aktivis Kampus
Mbak Dewi nggak mewajibkan pembacanya mengikuti jejak dia. Cuma ya memotivasi ini loh muslimah itu harus produktif. Masa muda itu jangan disia-siakan. Buatlah planning sejelas mungkin. Jangan putus asa. Karena Allah akan selalu menjawab doa yang dipanjatkan.
Is it a good book? I can say yes. But...it's a little bit boring. Terutama buat yang udah sering baca buku sejenis ataupun ikut training motivasi. Mirip-mirip seperti itu lah. Value yang diberikan ke pembacanya yang bisa bikin saya bilang buku ini bagus.
Rating: 4/5
***
Subscribe to:
Posts (Atom)









