After Graduation Story: Study, Again? - A Lifelong Journey by Lulu Khodijah

Tuesday, September 04, 2018

After Graduation Story: Study, Again?

Kuliah 4 tahun akan berakhir dengan 1 hal: wisuda. Well, aku belum mengakhirinya sih. Karena emang belum wisuda.


Kabar baiknya adalah aku udah masuk slot wisuda periode Oktober ini. Alhamdulillah, hal yang paling aku takutin saat kuliah ya kelulusan ini. Sebab kedua kakakku belum bisa menyelesaikan 4 tahun. Berkat doa dan usaha Alhamdulillah aku bisa menuntaskan 4 tahun. Lebih tepatnya 3 tahun 10 bulan. Lumayan deh hehe.


Setelah kuliah mau ngapain? Gosh this is one tricky question. Kalo yang nanya itu nggak deket sama kita, aku menganggapnya basa basi aja. Beda kalo yang menanyakan kakak/orang tua yang notabene nya keluarga. It means they want an honest and sincere answer. Apakah kamu udah ada rencana mau ngapain, Lulu? I actually have. But it was I am not so confident to reveal it. Let me work it out a little bit, please!

Menurutku pribadi sih ya banyak pilihan setelah kuliah mau apa. Disini aku akan mengerucutkan ke 3 besar jawabannya. Mungkin tebakan kalian juga ada diantara 3 ini? Pertama: lanjut kuliah. Kedua: berkarier (alias kerja). Dan yang terakhir adalah menikah.


Ketiga topik ini membuat tanganku gatal untuk menulis. Hahaha. I know I haven't doing any of that. Kecuali kerja freelance (yang kebanyakan orang pun memandang sebelah mata jenis pekerjaan satu ini). But hey topik ini menarik karena aku pun sedang ada di posisi ini. Anggep aja ini sedikit insight dari orang yang suka mikir. Alias overthinker.

Di postingan ini aku akan membahas satu topik dulu ya. Jadi insyaAllah ada 2 postingan berikutnya menyusul.

Now let's talk about: kuliah lagi. Artinya belajar lagi. Ada berapa banyak orang yang mau untuk memeras otaknya (lagi)? Aku ngelihat aja dari lingkungan sekitarku (bukan data valid ya LOL) dan bisa menyimpulkan angkanya nggak terlalu banyak.

Alasan untuk mereka yang melanjutkan:
1) Nggak tau habis kuliah mau ngapain (it's truuu coba deh baca buku Catatan Akhir Kuliah).
2) ‎Mumpung masih fresh ilmunya jadi belum banyak ilang. Ngikutin kuliah pun lebih "gampang"

Alasan untuk mereka yang pilih tidak (atau belum mau) kuliah lagi:
NGGAK TAHAN CUY 4 TAHUN BELAJAR DI KAMPUS DAN NGERJAIN SKRIPSI TRUS HARUS DITAMBAH. BELUM LAGI MIKIRIN TESISNYA. Ya, seberat itu. Apalagi bagi orang yang kuliah jenjang sarjananya salah jurusan.


For me, keduanya nggak ada yang salah dan benar. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. I highly recommend you to continue study if:

1) Kamu ingin menjadi pakar di bidang itu

Artinya adalah kamu memang udah klik dengan jurusan kuliah yang pernah dijalani di waktu sarjana. Seperti kata Eyang Habibie, kalau kamu ingin menjadi ahli dalam sesuatu ya kamu harus benar-benar menjalaninya dengan serius. Lanjutkan apa yang udah kamu kerjakan sampai di titik tertinggi pencapaian yang bisa dijangkau. Untuk bisa enjoy ngejalanin lagi ya syaratnya kamu memang merasa bidang ini udah passion kamu. You know what you do. 

2) Finansial memungkinkan

Nggak bisa dipungkiri ya untuk melanjutkan pendidikan butuh biaya. Sekedar tau aja aku pernah nanya dengan mahasiswa S2 FKM Undip. Kepo kan ya, berapa sih UKT (Uang Kuliah Tunggal) jenjang magister? Jawabannya adalah Rp 10.000.000 alias 10 jeti. Jika dikalikan dengan 4 semester jadi 40 jeti. Mayan kan itungannya buat ukuran orang Indonesia. Malahan lebih besar dari UKT S1 aku per 8 semester yang ngga nyampe 30 juta. 

Kan ada beasiswa? 
Yeah true. But again, buat daftar beasiswa butuh kan menyiapkan berkas, dokumen ini itu. Butuh apalagi? Biaya. Nah. You can consider this. 

3) ‎Orang tua mendukung

Berkali-kali ya aku mengingatkan ridha Allah itu letaknya di ridha orang tua. Bisa jadi ada orang tua yang mau anaknya nikah dulu sebelum S2. Takut susah jodoh(?) dan alasan lainnya. 

Alhamdulillah kalau punya orang tua yang mendukung untuk selalu mengutamakan pendidikan. Biasanya kan ya orang tua itu ada kebanggaan tersendiri kalau anaknya punya pendidikan lebih tinggi dari mereka. Ngga jauh jauh lah, orangtuaku aja pasti bilang gini, "Abi kan sarjana. Minimal banget kamu lulus sarjana. Lebih bagus lagi lulus S2." Nggak bisa disalahkan juga omongan kaya gitu. 

***

Then, what about me? 

Talking about myself, aku ngga tau berapa kali orang tua (lebih tepatnya Abi) nyuruh buat lanjut S2. Malah dari tahun kedua atau ketiga kuliah udah disuruh cari beasiswa. 

Apakah aku mencarinya? IYAAA. Tapi cari yang di luar negeri. Hehehe. Kenapa? Gengsi? Hmmm, sepertinya itu adalah aku yang dulu. Gengsinya gede gitu ya kalo kuliah di luar negeri. Lama kelamaan aku sadar banget pemikiran kayak gitu salah. 

Aku mau ngelanjutin keluar karena aku ngerasa banget jauh dari rumah bisa membuat aku dewasa. I solve my own problem, dealing with other people from different culture, trying to tolerate each other. Lebih di sisi dimana aku bisa mengembangkan diriku lebih jauh. 

Saran Abi untuk kuliah di Undip (lagi) aku tolak mentah-mentah. Think about this, how can you grow up in the same environment you lived for twenty years? I don't see a way. Aku khawatir akan menjadi katak dalam tempurung. Padahal banyak hal diluar sana yang belum aku eksplor. Keingintahuanku ini harus dipenuhi. I want to be rich. In terms of knowledge, experience, and least but not least, in money. All those three can help me to be better, I think. 

Dan perempuan siapapun kamu jangan takut berpendidikan tinggi akan membuat sulit jodoh. Jodoh itu udah diatur sejak ruh kita dihembuskan ke jasad. Tertulis jelas di Lauhul Mahfudz. Nggak ada alasan untuk khawatir. 

Jadilah perempuan yang berpendidikan, mau dimanampun tempat kamu nanti.

Jika berkarier, maka kamu bisa jadi wanita dengan karier cemerlang. 

Jika menjadi ibu rumah tangga, kamu bisa mendidikan putra putrimu dengan bekal ilmu yang kamu miliki. 

Jika pun berbisnis, kamu selalu tau dimana peluang yang ada. 

So the bottom line is, if you want to continue studying then go ahead. There's a lot of opportunities out there. Yakin bahwa ilmu ngga ada yang sia sia :) 

17 comments:

  1. Kuliah memang gak murah, aku pun dulu kuliah farmasi plus apoteker kurang lebih 80 juta udah dengan koa biaya makan skripsi bayar semester dan praktikum, tapi Alhamdulillah ketika kerja dari 2007 sampai 2018 ini sudah balik modal lah walau kerjaannya ginta ganti sebanyak 7x heuheu..

    ReplyDelete
  2. Jadi...mau nerusin kuliah di mana, Lulu? *kepo.. hihi.. Di manapun.. semoga sukses ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih dalam tahap pencarian mba hebe amin yaAllah

      Delete
  3. Dl aq lulus 4taun lebih. Haha lama di skripsinya 1taun sendiri. Kl skrg sekolah lg mau. Tp ga S2. Pengen sekolah animator wae

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekolah buat nambah skill ya mba bukan gelarnya 😁

      Delete
  4. smoga tercapai apa yang diinginkan ya mbak lulu...selamat udah mau wisuda.

    ReplyDelete
  5. Aku ambil S2 Profesi waktu udah punya anak...dan itu beraat sodara2...between thesis dan keluarga dan kerjaan pula. Aku sih rekomen klo memang didukung ortu untuk sekolah lagi dan ada biaya Just do it. Semangat Lulu

    ReplyDelete
  6. Ayo Luluu kuliah lagiii semoga dimudahkan yaaa..aamiin..aku masih menyimpan asa pengen kuliah lagi hihi

    ReplyDelete
  7. apa pun pilihanmu, moga sukses selalu ya say :)

    ReplyDelete
  8. ayo neng kuliah lagi. aku dulu jeda setahun aja pengen merasakan kerja abis itu balik lagi kuliah. semoga dilancarkan ya apapun keputusanmu nanti

    ReplyDelete
  9. Semoga dimudahkan ya Mba Luluk, aku masih mandek di skripsi ulala harus bayar 5 jeti aja aku sebel. Hahaha ditlp melulu sama dosenku suruh berangkat. Males

    ReplyDelete
  10. Semoga keterima kuliah di kampus impian di LN ����

    Barakallah ya Lulu atas wisudanya. Semoga ilmunya berkah manfaat

    ReplyDelete
  11. Semoga bisa lanjut kuliah lagi ya mbak. Ku do'akan yang terbaik untukmu mbak LuLu.

    ReplyDelete
  12. Lanjutkan pendidikan setinggi tingginya..karena pndidikan adalah modal utama membuat bangsa kita berkembang dan maju

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)