book

Catatan Akhir Kuliah 2.0: Kegalauan yang Dialami oleh Fresh Graduate

Catatan Akhir Kuliah 2.0: Kegalauan yang Dialami oleh Fresh Graduate - Assalamu'alaikum semuanyaaa. Alhamdulillah kali ini bisa kembali mereview buku. Buku berjudul Catatan Akhir Kuliah 2.0 ini ditulis oleh Sam @maulanasam. Seorang apa ya? Penulis? Haha. Baru pertama dengar namanya. Buku ini ada edisi pertamana berjudul Catatan Akhir Kuliah. Hanya saja saya baru berkesempatan untuk membaca yang volume 2. Jangan khawatir, meskipun belum membaca yang pertama masih bisa kok untuk mengikuti bukunya. 


Mau kemana setelah kuliah?


https://rugsestudentblog.files.wordpress.com/2012/12/grad-student.png?w=614
Manusia memang aneh ya. Saat SMP, ingin segera SMA. Saat SMA, ingin segera kuliah. Saat kuliah, ingin segera kerja. Why don't we live the moment? Agar sukses saat kuliah, lebih baik memilih jurusan mulai dari SMA. Misal saat SMA memilih jurusan IPA. Kenapa? Apakah memang ingin berkuliah di jurusan Teknik, MIPA, dan sejenisnya? Jangan masuk IPA hanya karena teman atau dengan alasan: biar pilihan jurusannya nanti banyak.

Masa kuliah bisa dibilang berat dan banyak tantangan. Tugas ini itu. Bimbingan ini itu. Dan sudah lumrah banyak mahasiswa yang saat mengerjakan skripsi ingin cepat-cepat untuk wisuda. Pertanyaannya: apakah para mahasiswa ini sudah punya tujuan akan kemana setelah kuliah? 

"Sarjana yang baik bukanlah sarjana yang lulus dengan nilai terbaik atau lulus lebih cepat; sarjana yang baik adalah mereka yang nggak bingung ketika ditanya, “Setelah lulus, mau ngapain?”

Kalau sekiranya belum bisa menjawab pertanyaan diatas, ada baiknya dipikirkan dan direncanakan matang-matang.

Baca: Things I Want to Achieve in 2017

Bekerja/melanjutkan S2?


http://creacoo.com/wp-content/uploads/2016/07/work-and-study-abroad.jpg
Sam menceritakan dia memiliki sahabat yang jenius bernama Tika. Namanya aja jenius, Sam berpikir pasti Tika sudah tahu mau ngapain setelah kuliah. Apalagi Tika lulus dengan predikat cumlaude. Mirisnya, Tika justru masih nggak ngerti setelah lulus ngapain. Akhirnya si Tika ini lanjut ke S2.

Beberapa orang melanjutkan S2 memang berniat untuk memperdalam ilmunya, Beberapa lainnya "hanya" untuk melarikan diri agar tidak dicap pengangguran.

Tika mengambil S2 TANPA beasiswa. Dengan predikat cumlaude yang dia miliki padahal mendapat beasiswa bisa dibilang mudah. Tapi apa yang dikatakan? Orang tuanya masih mampu membiayai. Di tulisan ini Sam "menyentil" mereka-mereka yang mengambil beasiswa ketika sesungguhnya orang itu mampu.

Bukan hal yang salah juga sih, tapi perlu dipertimbangkan juga. Pernah ada tulisan viral di salah satu media sosial loh tentang beasiswa ini. Ada beberapa mahasiswa yang apply beasiswa trus uang beasiswanya buat beli gadget, belanja ini itu, tambahan buat hangout. Agak gimana gitu ya :/

Menjadi pegawai atau berwirausaha?


http://i.imgur.com/njc6Sks.jpg
Pekerjaan yang paling banyak dan mudah adalah: PNS dan Bankir. Bener nggak sih? Hahaha saya sendiri belum tau ya. Tapi menurut penulis yang berkuliah di pertanian, teman-temannya banyak yang bekerja menjadi bankir. Doi menyindir gimana pertanian Indonesia mau maju kalo sarjana pertaniannya menjadi bankir? Hehe.

Si Sam ini tetep kukuh nggak mau buat jadi PNS atau Bankir. Tapiii ya itu. Pandangan masyarakat sekarang orang sukses = orang bekerja. Mereka yang berwirausaha sering dipandang sebelah mata. Dibilang kelamaan lah suksesnya (sukses menurut mereka = kaya raya), banyak kendala. Ini, itu.

Sam juga menceritakan bagaimana dia sempat bekerja di salah satu perusahaan, sampai berwirausaha. 

IQ memang nggak akan benar-benar dipakai di dunia kerja, kecuali untuk beberapa keperluan saja. Yang lebih menentukan kesuksesan seseorang adalah EQ; emotional control, leadership, communication skill, imagination, sel-motivated skill, influencing people, dan kemampuan lainnya.

Saat berwirausaha pun nggak terlepas dari jatuh bangun.

Beralih dari seorang salaryman ke self-employed, atau bahkan ke business owner memang seperti move on dari mantan ke seseorang yang baru. Kita ingin kehidupan yang lebih baik di masa depan, tapi masih berharap dengan masa lalu.

Ridho orangtua adalah segalanya


www.parentsplacewi.org
Perjalanan buat jadi pengusaha juga nggak gampang. Ada orangtua yang menolak terang-terangan, maunya anaknya jadi pegawai. Sam juga mengalami hal itu. 

Perbedaan pendapat itu memang nggak enak, dan makin nggak enak kalau berbeda pendapat sama orangtua sendiri. Pendidikan formal orangtua memang nggak setinggi pendidikan formal yang udah gue capai, mungkin karena faktor itulah kami punya persepsi berbeda tentang “pekerjaan ideal”.


Bahkan katanya dia sampe kabur dari rumah! Waah ekstrim ya. Hehe. Tapi pada akhirnya Sam sadar juga sih.

Gue memahami, menuntut itu cara mereka menyayangi buah hatinya agar jadi anak yang selalu berkembang dan membanggakan. Apabila mereka terlihat kecewa, sebenarnya mereka hanya khawatir. Itulah arti sayang: marah itu khawatir, lelah itu ikhlas, senyum itu bangga, dan doa itu cinta.


Dan, kata Sam juga.

Jika hidupmu lancar, bisa jadi itu karena doa orang tua, dan bila hidupmu hancur, bisa jadi itu karena murka mereka. 

***

Overall, saya suka sama isi dari buku ini. Cocoknya sih dibaca saat masih berstatus mahasiswa. Atau malah lebih bagus lagi saat masih SMA. Biar remaja masa kini sadar dunia setelah kuliah itu bukan main-main lagi. 

Setuju juga sama pernyataan dia mengenai orang tua. Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi ini.

"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua".

Alhamdulillahnya, saya udah nulis rencana-rencana kedepannya sih. Tinggal mencari cara aja bagaimana supaya rencana itu terealisasi. 

Adakah para mahasiswa macem saya yang berminat membaca? Atau yang udah bekerja boleh juga menceritakan masa-masa fresh graduate-nya kayak gimana? :D

You Might Also Like

2 comments:

  1. Dari semua hal, ridho ortu memang segala2na Mbak Lulu. Aku sepakat dengan itu

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)