Monday, December 23, 2019

A Trip To Banyuwangi: Menginap di Aston Banyuwangi dan Berkunjung ke MPP

Untuk akomodasi kami memilih Aston. Pertimbangannya deket dan strategis dari kota. Lalu nama Aston kan udah cukup tenar ya. Demi kenyamanan dan kepastian, Aston yang terpilih.


Bener aja dong. Dari luar sih ngga terlalu keliatan megah. Dalemnya? Lobinya bagus banget! Saya suka desainnya dengan atap tinggi ditambah jendela kaca tembus cahaya. Membuat kesan luas, terang, dan megah saat bersamaan.

Ada satu pelayanan prima yang saya dapet disini. Saat kami bilang “Terima kasih”, staf hotelnya menjawab, “Dengan senang hati” tuh kaaan. Menyenangkan memang. Disini kami bersih diri dan sarapan donggg tentunya.

Menu sarapannya cukup variatif. Enak pun. Pilihan buahnya sih kurang. Cuma disediakan dua. Maklum cuy, a self proclaimed fruit lover always have fruits for a meal. HEHE.

Kemudian, saya ngga tau ini kebijakan di Kabupaten Banyuwangi atau Aston aja. Hotel ini nggak menyediakan minuman kemasan dalam botol plastik. Sebagai gantinya, di setiap sudut lorong kamar disediakan dispenser. Nice try, Aston! Menurut saya malah enak. Lebih leluasa ngambil seberapa banyak minum. Mau panas/dingin bisa diatur juga.

Let’s go to our first destination: Mall Pelayanan Publik Banyuwangi!


Mall ini menempati gedung bekas shopping mall. Terletak di tengah kota. Deket dengan taman sritanjung. Ngga sempet ngulik lebih jauh but I think this is a strategic area. Pas di keramaian.

Pertama kali datang kami disambut oleh petugas yang membukakan pintu. “Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?”

Kami pun menyampaikan tujuan dan menjelaskan bahwa sudah bersurat di hari sebelumnya. Beneran satu hari sebelumnya karena……..lupa. Alhamdulillah kami diterima dengan tangan terbuka oleh Pak Fatah. Beliau menjadi Plt. Kepala Mall Pelayanan Publik. Kepala Mall yang sebelumnya dipromosikan menjadi camat.

Okay, kalian kepo nggak gengs tentang Mall Pelayanan Publik Banyuwangi? Plis bilang iya! Because I’ll start telling you a story ;)

MPP Banyuwangi diresmikan pada 2017 dan menjadi MPP pertama di Indonesia. Proyek ini merupakan proyek Roro Jonggrang. Sebab selain Banyuwangi, udah ada yang mau meresmikan juga. Karena bupatinya out of the box (sila cari nama beliau ya. Prestasinya banyak), saat MPP lain mau diresmikan hari Senin beliau curi start meresmikan hari Jumat. Naiseu job Pak Bupati!

Meskipun proyek Roro Jonggrang, pengelolaannya cukup baik. MPP berada dibawah pengelolaan DPM-PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) serta memiliki Kepala MPP sebagai penanggung jawab.

Ada instansi apa aja di MPP Banyuwangi? Here’s the photo.


Banyak, kan? IYA BANYAK BANGET. Dengan perizinan sebanyak itu, MPP Banyuwangi baru menggunakan lantai dasar aja. Sementara gedungnya terdiri dari 3 lantai. Waktu kami kesana, lantai atasnya sedang direnovasi. Kurang tau kapan selesainya. Quite risky sebenernya.

Yang mengesankan sih disini ada imigrasi juga untuk bikin paspor. Enak kan ngga perlu jauh-jauh ke Surabaya? Kata Pak Fatah (ini beliau juga ngutip kata bupati) ada 3 syarat agar Kota/Kabupaten itu maju. Yaitu keberadaan shopping mall, bandara, dan pelabuhan untuk docking kapal (?). Saat ini Banyuwangi udah punya bandara. Pelabuhan sedang dibangun di daerah Pantai Boom. Denger-denger sih biar yacht bisa bersandar juga. Lalu kapan aku bisa bersandar di bahumu? Sedangkan untuk shopping mall yang gede belom ada. Gede tuh ukurannya kayak Plaza Ambarrukmo Jogja. Itu khan maen gedenya :))

Warga yang dateng ngurus perizinan ke MPP Banyuwangi ngga perlu cemas bakal bingung. Ada petugas yang sigap dan ramah membantu. Nanya aja, pasti dijawab! Untuk wanita hamil dan lansia pun ada prioritasnya. Jempolan!


Kami juga sempat mencoba pelayanan cek kesehatan dari Dinkes Kabupaten Banyuwangi. Maunya sih tes kolesterol, sayang lagi habis. Akhirnya cuma tensi darah dan tes gula darah aja. Hasilnya untuk tensi darah saya Alhamdulillah normal. Gula darah aja yang rendah. I doubt its validity tho??? Kami mempertanyakan hasilnya karena kok rendah semua???

Yha namanya make strip test. Bukan cek lab. Buat gambaran aja lah ya *sikap. Kami mampir juga di stan milik Loka POM di Kabupaten Jember.


Let me promote them! Wkwk. Gaes, kalian para pelaku usaha makanan olahan, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik dan obat silakan ngurus ijinnya kesini! Ngga perlu ke Surabayaa. Manfaatkan pelayanannya. Petugasnya kemarin temen satu FKM. Se-peminatan malah. Alhamdulillah reunian dengan status kerja tuh kerasa senengnya ya :)

Baca: Bulan Ketiga dan Cerita dari Jakarta

Setelah puas dan cukup mendapatkan gambaran pengelolaan MPP kami cap cuss! Makan siang kitaa. Dimana? Nasi tempong Mbok Wah.


Ini rekomendasi bloger Banyuwangi eheyy makasih ya kakak-kakak! Tempatnya homey kayak beli makan prasmanan. Ngerti kan maksudnya??? Dan ya beneran rame. Saya males ngantri lol inilah pentingnya punya partner jalan yang baik. Saya cukup duduk manis jagain tempat duduk, dia yang pesen. Laf sekali bukan?

Sebelum dateng kesini saya was-was. Bisa makan ga ya? Soalnya diceritain nasi tempong tuh pedes pake banget. Haduh apa kabar dengan toleransi pedes saya yang rendah, ya??

Mari kita cari tau sego tempong itu apa. Jadi pemirsa, ini tuh kaya tempat makan nasi seperti biasanya. Ada nasi, lauk pauk mulai dari tahu, tempe, ayam, ikan, cumi, udang dll, dan sayuran rebus kayak pecel.

Bedanya apa? Ini nih. Maksudnya di tempong adalah dikasih sambel sak mbuaaajek (banyak banget!). Istilahnya di-tempong. Ngga pelit ngasihnya. Untuk 5 orang aja kami dikasih sepiring penuh sendiri. Kami memang minta dipisah sambelnya. Demi menghindari perut tidak nyaman lol.

Sambelnya ini bukan sambel full cabe yang pedes banget. Serius. Cenderung ke sambel bawang tomat gitu. Malahan buat saya rasa asem dari tomatnya itu lebih dominan dibanding pedas cabenya. Alhamdulillah saya bisa merasakan tanpa takut mules. EHEHE.

No comments:

Post a Comment

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi yah.

COPYRIGHT © 2019 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES