Sunday, December 22, 2019

A Trip To Banyuwangi: Solo - Banyuwangi PP Pake Kereta

Another travel story here! Random sekali memang isi blog ini. Ngga sesuai dengan saran para suhu yang lebih baik menulis sesuai niche. Yak niche saya adalah perjalanan hidup. Jadi…begitu.


Beberapa waktu lalu saya dengar kabar bahwa Kota Surakarta (lebih dikenal dengan Solo) akan mendirikan Mall Pelayanan Publik. Sebuah tempat dimana instansi pemda maupun vertikal memberikan pelayanannya. Sungguh berita yang menggembirakan. Karena seringkali pelaku usaha datang mengurus izin edar, tapi….belum punya izin usaha. Sedangkan pertanyaan mengenai gimana ngurus usaha endebreinya banyak dilontarkan.

Kalo sekedar langkahnya bisa saja saya jelaskan. Cuma untuk detailnya tentu yang paling tau instansi terkait. Jadi dengan adanya Mall Pelayanan Publik ini membuat kehidupan perizinan lebih mudah. Baik dari sisi pelaku usaha maupun pelayan publik seperti saya.

Ngga cuma pelaku usaha sih. Masyarakat yang mau ngurus akta kelahiran, surat nikah, dan banyaaak perizinan lainnya dimudahkan. Karena bisa didapatkan hanya di satu tempat aja. Praktis. Hemat waktu dan biaya: pasti.

Instansi kami pengen dong digandeng pemkot untuk bergabung. Oleh karena itu di akhir tahun ini diagendakan untuk mengadakan studi tiru. Kemana? Banyuwangi! Yep, Banyuwangi punya Mall Pelayanan Publik pertama di Indonesia. Lebih penting lagi: disana udah ada Loka POM di Kabupaten Jember yang ikut gabung. Yang bikin excited-nya: saya belum pernah ke Banyuwangi. Hehe.

Sempat harap-harap cemas sih bakal kebagian slot atau ngga. Kan, terbatas. Lagi pula ini perjalanan dinas. Ya jelaslah kami harus secermat dan efisien mungkin. Alhamdulillah saya diputuskan untuk ikut serta. Apakah ini berkah dari koper biru yang baru saya beli? *akan diceritakan di postingan lain lol*

Dari Solo menuju Banyuwangi bisa melalui 2 jalur. Melalui udara dan darat. Lewat udara ada pesawat ke Banyuwangi. Iya, Banyuwangi punya bandara! Sayangnya nggak ada penerbangan langsung dari Solo. Semua harus transit di Jakarta. Sigh. Lagian harganya lumayan juga sih. Akhirnya pesawat pun dicoret dari alternatif.

Baca: #JadiBisa Merasakan Terbang Pertama Kali

Transportasi umum yang ada tinggal kereta api. Kalian harus tau gaes berapa lama waktu tempuhnya. 12 jam alias setengah hari! Untuk pulang-pergi, perjalanannya sendiri udah kehitung 24 jam. Mari kita bayangkan bersama duduk (dan tidur) di dalam kereta selama 12 jam.

Untuk mengakomodir kami para jompo ini, belinya kereta eksekutif. Oh iya, kami berlima. Perempuan semua. Begitulah hidup saya. Kuliah mayoritas perempuan, kerja pun masih.

Persiapan Perjalanan ke Banyuwangi


Pencarian tiket kami berujung pada KA WIJAYA KUSUMA. Kereta ini menyediakan rute Cilacap (Jawa Tengah) - Ketapang (Jawa Timur) PP. Pemesanan kereta sekarang gampang banget ya. Bisa melalui KAI Access atau Online Travel Agent (OTA) macem Traveloka/Pegipegi.

Kelebihannya lewat KAI Access yaitu ngga kena biaya pemesanan. Harga yang dibayarkan adalah harga tiket murni. Tanpa ditambah apapun. Inget, kalo udah check out cuma dikasih waktu sejam aja buat bayar. Di KAI Access juga bisa pilih tempat duduk kok. Jangan khawatir, KA Eksekutif bakal selalu searah dengan kedatangan. Ngga akan melawan arah. Anti dizzy dizzy club! *iya aku baru tau gaes aku anak KA ekonomi thx*

Banyuwangi punya 2 stasiun (CMIIW). Stasiun utamanya adalah Ketapang. Yang lebih kecil adalah Banyuwangi Kota (Karangasem). Kami memilih turun di stasiun Banyuwangi Kota. Karena lebih deket dengan pusat kota. Solo sendiri ada 3 stasiun. Solo Balapan, Solo Purwosari, dan Solo Jebres. Setau saya yang ada kereta eksekutif cuma di Solo Balapan. Jadi rute yang kami ambil dari Solo Balapan ke Banyuwangi Kota.

Sebelum berangkat kami membuat itinerary mau kemana aja. Biar maksimal dan ngga kebingungan di Banyuwangi nantinya.

Rencana kami selain MPP Banyuwangi adalah: Taman Nasional Baluran, Taman Gandrung Terakota, terakhir Air Terjun Jagir. Sempat mau memasukkan Pantai Boom, Alas Purwo, dan Bangsring, tapi ternyata ngga kesampean. Yaudah, toh kami tim santuy. Bisa ya jalan, ngga bisa ya skip aja. Se-simpel itu. Selama di Banyuwangi kami sewa mobil sehari. Emang ngga ada ojek online? Ada. Cuma kami pake saat perjalanan stasiun ke hotel. Dan hotel ke MPP.

And let’s begin the journey!


Kereta kami dijadwalkan pukul 19.40. Ini pengalaman pertama naik kereta eksekutif gaes. Sekaligus perjalanan terpanjang yang saya tempuh. Apakah keretanya tepat waktu? Iya banget! Pukul 19.30 kereta datang. 19.40 udah jalan. Yuhuuu, I’m so ready.


Hestek #NoMakeUp #NoFilter #IWokeUpLikeThis LOL
Kereta eksekutif itu bangkunya 2-2 ya gaes. Fasilitas lainnya apa? Ada selimut (cuma dikasih waktu malem aja), bantal, kursi bisa diatur kemiringannya, sandaran kaki, meja untuk makan yang bisa dilipat, 2 stop kontak dan tempat meletakkan minum. Ngga ada tempat ((nyangklong)) sampah kaya di kereta ekonomi.

Lalu, kota apa aja yang dilewati sepanjang perjalanan? BANYAK! LITERALLY. Kok tau? Ya karena hampir di setiap stasiun ada pemberitahuannya. Alasan ini pula yang membuat saya ngga bisa tidur *sad*

Berhubung saya anak pantura ya jadi beneran baru tau kalo…Solo tuh sedekat itu sama Jawa Timur. Huft.

Rutenya kayak gini: Solo - Sragen - Ngawi - Madiun - Nganjuk - Jombang - Mojokerto - Surabaya. Di Surabaya Gubeng, tepat pukul 00.00 terjadi hal yang mengagetkan.

“Bapak Ibu mohon maaf berdiri dulu. Ini kursinya dibalik ya biar nggak pusing. Karena kita berganti arah” - suara petugas KAI. What? What? Bayangin aja deh jam segitu lagi berusaha tidur, ada pengumuman. Dan diikuti bunyi “kriieeet gubrak gubrak” segerbong. Berasa digerebek, kata saya :))

Ingin menangis rasanya, udahlah tidur susah eh pas mulai merem kebangun lagi :’) bhaiq. Ternyata kami cukup lama berhenti di Surabaya Gubeng. Ada sekitar 30 menit. Kursi yang sebelumnya banyak kosong mulai terisi di Gubeng.

Kereta pun kembali melaju dengan rute: Surabaya Gubeng - Sidoarjo - Pasuruan - Probolinggo - Lumajang - Jember - Banyuwangi. Kami ketemu matahari mulai dari Jember. Alhamdulillah yah setelah diluar gelap ga keliatan apa-apa. Kalo kamu hafal peta, you will know that…kami melewati Jawa Timur dari ujung ke ujung :))

Satu stasiun lagi yaitu Ketapang. Nyebrang laut udah sampe Bali. SUNGGUH KU MERASA AMAZING! Maklum ya jaman SMA dulu ngga ikut study tour ke Bali. Thanks to my strict father aku merasa kampungan ((emang anak kampung sih)).

Hal yang nggak saya duga adalah: stasiun Banyuwangi Kota itu kecil. Perbandingannya nih Solo Balapan ada 6 jalur (kalo ga salah ye…). Di Banyuwangi Kota hanya ada 2. meskipun kecil, stasiunnya bersih!

Kacamata club
Apakah di stasiun Banyuwangi Kota bisa pesen ojek online? Bisa gaes! Kami kemaren pake Grab. Driver-nya cerita ojol masuk stasiun baru-baru ini. Sebelumnya konsumen harus jalan sampe tugu Hanoman. Jaraknya berapa? Kurleb 1 KM!

Alhamdulillah wa Syukurillah. Ngga kebayang dong harus jalan kaki segitu jauhnya sambil menggeret koper. Setelah bertemu dengan Grab pesenan kami, meluncurlah ke hotel!

No comments:

Post a comment

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!

COPYRIGHT © 2020 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES