Review Novel: KALA; Kita adalah Sepasang Luka yang Saling Melupa - A Lifelong Journey by Lulu Khodijah

Wednesday, May 09, 2018

Review Novel: KALA; Kita adalah Sepasang Luka yang Saling Melupa

Hai gaess. Balik lagi ke review novel. Yang ngikutin instagram saya pasti tau bener ya ini novelnya siapa. 


Detail:
Judul: Kala; Kita adalah sepasang luka yang saling melupa
Penulis: Hujanmimpi, Eleftheriawords
Terbitan: Mei 2017
Penerbit: Gradien Mediatama
Jumlah halaman: 348

Sinopsis:
Jika perubahan adalah satu-satunya yang pasti, maka ketidakpastian akan dimiliki oleh waktu. Karena pada detak ke sekian, aku mendapati diriku jatuh cinta pada seseorang yang tidak ingin secara egois aku miliki. Lalu kita, diselundupkan dalam kala, sebagai pengantar pesan utusan semesta.

***

Di halaman awal sebagai pembuka isi hati masing-masing tokoh disuarakan. Bagian ini menjadi prolog. Bentuknya kayak tulisan di tumblr. Nah yang unik, pembaca justru merasakan menjadi tokoh ini, karena kata-kata yang ditorekan merefleksikan diri sendiri. Jujur baru diawal udah kerasa gaya bahasa yang berat. Pilihan diksi "penyair" banget. Tapi meskipun begitu enak buat dinikmati. Juara banget. Salah satu yang saya suka kalimat ini,

"Tuhan mengizinkan kita berdoa dengan cara kita, tetapi seringkali kita tidak menerima jawaban Tuhan dengan cara-Nya."

Tokoh pertama lelaki bernama Saka. Seorang fotografer, freelancer graphic designer bertempat tinggal di Bandung. Dia menjadi tulang punggung keluarga untuk ibu dan adik-adiknya. Mengikuti komunitas fotografi.

Tokoh kedua perempuan bernama Lara. Bekerja di keredaksian dan suka menulis di situs microblogging. Ditambah lagi dia mengikuti komunitas menulis. Bertempat tinggal di Jakarta.

Suatu ketika, komunitas menulis memutuskan untuk bekerja sama dengan komunitas fotografi. Kerja sama ini dengan mengadakan pameran. Pameran ini nggak biasa. Komunitas fotografi mengirimkan gambar yang dibidik oleh lensa kamera masing-masing. Kemudian komunitas menulis memilih 2 foto bagi setiap anggotanya, untuk diberikan narasi.

Anggota komunitas penulis nggak tau siapa yang mengambil gambarnya. Mereka memilih gambar mana yang memang ingin diinterpretasikan melalui tulisan. Dan, tertebak ya 2 gambar yang dipilih Lara adalah gambar milik Saka.


Pameran ini diadakan di salah satu coffee shop di Bandung selama enam hari. Secara impulsif, Lara memutuskan untuk mengikutinya hingga selesai. Disana lah dia bertemu dengan Saka.

Dari perjumpaan pertama keduanya sudah saling suka. Tapi nggak ada yang berani untuk mengutarakan. Barulah di hari terakhir pameran mereka memutuskan untuk berpacaran. Setelah Saka berhasil meyakinkan bahwa jarak bukanlah masalah bagi mereka berdua.

Bulan demi bulan berlalu. Seperti biasa dalam hubungan ada pasang surut yang terjadi. Permasalahan mulai timbul saat Lara merasa Saka terlalu santai. Saka yang seorang freelancer, suka dengan tiba-tiba memutuskan bepergian ketika dihimpit deadline, dan berbagai ketidakteraturan lainnya. Sementara Lara adalah orang yang sangat teratur, semua sesuai dengan jadwal.

Lara menuntut Saka untuk mengikuti ritmenya, menjadi teratur. Sedangkan Saka nggak mau. Dia sudah menyukai hidupnya saat ini. 


Nah konflik udah sedemikian memuncak, apa yang akhirnya terjadi pada hubungan Saka dan Lara? Silahkan dibaca bukunya :P

***

Membaca novel ini perasaan saya seperti terkuras habis. Karena pembaca dituntut untuk melihat perspektif pemikiran Saka ditambah tumpahan perasaan Lara. Butuh waktu cukup lama bagi saya membaca novel ini. 2 minggu. Padahal umumnya saya hanya butuh waktu 3 - 5 hari membaca novel. Bahkan sehari pun nggak masalah. Semua ini demi bisa menikmati kata demi kata yang disuguhkan oleh kedua penulis ini.

Buku Kala merupakan buku pertama dari 2 judul lainnya. Setelah Kala, ada Amorfati dan Egosentris. Ketiganya harus dibaca secara berurutan karena berkisah tentang Saka dan Lara.

Do I recommend this book? Yes. Kalau kamu tipe pembaca yang bisa menikmati diksi ala tumblr. Yang mendayu-dayu dan mengobrak abrik perasaan (halah). If you don't like that kind of style mungkin buku ini justru membosankan. 

Gimana, tertarik untuk membaca?

7 comments:

  1. Berat ga sih mba bukunya. Dah lama ga baca novel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berat tapi tidak seberat beban hidupku mbak..
      Haha

      Delete
  2. Tokohnya menarik tuh untuk para blogger. Jadi kayak kisah nyata gitu. Penasaran jadi pengen baca. Nice sharing mbak Lulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa relate gitu yaa sama kehidupan nyata

      Delete
  3. Jadi pengen baca buku kala ini deh

    ReplyDelete
  4. Diksi ala tumblr tuh yg seperti apa ya?
    Penasaran sama kisah Saka dan Lara nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggg yang mendayu-dayu itu tuh penuh dengan perasaan nulisnya

      Delete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)