Inti dari cerita ini yaitu kisah raja Danjong yang diasingkan, lalu dipertemukan dengan kepala desa setempat untuk menjaganya. Dari yang sebelumnya raja Danjong hanya mau menyendiri, sampai bisa akrab bahkan memberikan permohonan khusus ke kepala desa di akhir hayatnya. Endingnya sedih banget jujurrr aku nontonnya nangis waktu di bioskop.
Akting Park Ji Hoon dan Yoo Hae Jin bagus, klop banget! Nggak kaleng-kaleng sih Ji Hoon jebolan child actor dan Yoo Hae Jin udah termasuk aktor senior.
***
Alhamdulillah setengah tahun setelah filmnya rilis aku bisa berkunjung ke lokasi syutingnya yaitu di kota Yeongwol, provinsi Gangwon. Bersama plus planner, perjalanan dengan bus menempuh waktu 2 - 2,5 jam. Opsi transportasi lain tersedia bisa naik KTX atau ITX dari stasiun Cheongnyangni ke Yeongwol. Pilihan lainnya naik bus dari Dong Seoul Bus Terminal ke Yeongwol Intercity Bus Terminal.
Sebelum booming karena filmnya, rata-rata pengunjung Yeongwol masyarakat paruh baya atau siswa-siwi study tour. Setelahnya? Banyak anak muda dan gen Z (termasuk aku :P) yang tertarik untuk berkunjung ke Yeongwol.
Sebelum napak tilas, kami mampir dulu ke pasar. Namanya 영월서부시장 (Yeongwol Seobu Market atau Achim Market) untuk makan siang.
Produk khasnya ada crepes gurih isi sayur, guksu (mie) dan tteok. Entah kenapa kami nggak tertarik :> pengennya nasi. Alhasil yang kami beli sop kepala sapi. Agak hambar untuk lidah Indonesia, baiknya diracik lagi dengan tambahan bumbu.
Perut terisi, kami menuju destinasi napak tilas pertama bernama Cheongnyeongpo. Ini tuh semacam kelokan sungai bernama Sungai Namhan. Sekelilingnya terdapat tebing curam di satu sisi, sedangkan sisi lainnya perairan dalam.
Untuk menuju kesana bisa naik ferry selama kurang lebih 5 menit. Bahasa jawanya cuma saknyuk-an saking sebentarnya. Harga tiket terbilang murah, sebesar 3000 KRW udah PP. Situs ini isinya beberapa rumah zaman Joseon yang berfungsi sebagai tempat pengasingan raja Danjong.
Sumber: chosun.com
![]() |
| Sumber: chosun.com |
Air sungainya nggak dalem. Di filmnya, saat raja Danjong menyeberang, rakitnya nyangkut. Jadi dia ditarik dari arah berlawanan gitu kan. Nah di pengayuhnya yaitu warden alias penjaganya yang diperankan Yoo Hae Jin maksain. Bukan sampai selamat ke tujuan, malah rakitnya terbalik atau kebelah gitu bikin sang raja jatuh ke sungai :/
Bangunan yang ada disini (sebutannya Eoso (어소)) udah rekonstruksi dari tahun 2000. Nggak sembarangan ya. Pemerintah Yeongwol merekonstruksi seakurat mungkin berdasarkan Seungjeongwon Ilgi (Diaries of the Royal Secretariat). Memastikan kalau ukuran (layout), interiornya beneran sesuai sebagaimana adanya pada abad ke-15.
![]() |
| Ini rumah utamanya |
![]() |
| Rumah asisten |
![]() |
| Bagian dalam rumah utama |
![]() |
| Sumber: koreatimes.co.kr |
Di site ini ada 2 bangunan yaitu rumah utama tempat raja dan rumah asistennya yang diperankan oleh Jeon Mi Do.
Tepat didepan rumah utama ada Danmyo Yuji Stele Pavilion (단묘유지비각 / 端廟遺址碑閣).
Didalam bangunan merah ini ada monumen batu, keliatan kan ya? Namanya Prasasti Danmyo Jaebonbu-si Yuji (단묘재본부시유지비).
"Danmyo" (端廟) adalah gelar yang digunakan untuk menyebut Raja Danjong pada saat itu. Prasasti di bagian depan bertuliskan 端廟在本府時遺址 (Danmyo Jaebonbu-si Yuji), yang berarti "Tempat tinggal Raja Danjong ketika berada di wilayah ini."
Latar belakang dari monumen ini, karena banjir besar sempat melanda wilayahnya, site ini tuh sempet hanyut. Sehingga nggak ada penanda atau informasi kalau ini tuh tempat penting. Kemudian tahun 1763 Raja Yeongjo memerintahkan pendirian monumen ini. Tujuannya agar masyarakat selalu ingat akan sejarah.
Nah saat rekonstruksi tahun 2000 pemerintah modern menjadikan monumen ini sebagai patokan lokasi Eoso.
Selain itu masih ada peninggalan aslinya yaitu:
Gwaneumsong Pine Tree atau pohon pinus di sekeliling bangunan. Diperkirakan berusia 600 tahun. Artinya mereka menjadi saksi bisu terjadinya peristiwa bersejarah disini. Lalu Geumpyobi Headstone dan Manghyangtap. Susunan batu yang katanya untuk berdoa itu looh. Disusun sendiri oleh raja Danjong.
Selama disini nggak kerasa hal aneh-aneh sih. Apa mungkin karena rame ya? Tumplek blek warlok maupun turis mancanegara. Ditambah lagi ada penjelasan dari tour guide lokal (sayangnya berbahasa Korea).
Di masa sekarang pun masih kebayang rasanya diasingkan disini. Literally isinya ya rumah 2 bangunan, pagar, dan pepohonan. Yang kedengeran suara 매미 alias tonggeret khas musim panas.
Berdasarkan filmnya, jenazah Raja Danjong setelah dieksekusi dilempar ke sungai. Nggak ada yang boleh untuk mengubur dengan baik. Sang king warden alias penjaga bernama Eom Heung Do diam-diam mengambil dan mengubur di makam keluarganya.
Situs lokasi kuburan ini sekarang dinamakan Jangneung alias Royal Tomb King Danjong. Udah masuk kedalam UNESCO World Heritage Site. Aku pribadi nggak mencapai kuburannya, karena nggak kuat cuy panas banget nget. Udah pusing menyengat ke ubun-ubun.
Sebagai gantinya aku eksplor bangunan sekitar Royal Tomb. Diantaranya:
1. Danjong History Museum (단종역사관)
Isi dalamnya berupa artefak sejarah, catatan kerajaan, lukisan, dan diorama seputar Raja Danjong dan para loyalisnya. Termasuk king warden Eum Heong Do. Aku cuma sebentar disini karena....minim penjelasan berbahasa Inggris T_T
2. Jaesil / Ritual House (재실)
Di sebelah museum ada Jaesil. Ini adalah tempat petugas ritual kumpul untuk menyiapkan makanan, minuman, dan wadah untuk upacara penghormatan leluhur. Tau kan ya kalau di Korea ada budaya ziarah kubur. Bangunan ini juga difungsikan untuk tempat tinggal ((PNS)) dan pengawal bagian pengurus serta penjaga makam.
3. Commemorative Pavilion of Bak Chung-won (박충원 낙촌비각)
Sebetulnya kedatangan kami untuk meramaikan Yeongwol Donggang Festival. Awalnya di poster ada info rafting. Eh ternyata harus bayar lagi. Dimana posisinya akhir bulan, bokek. Ya sudahlah menikmati aliran sungai sepanjang jembatan Donggang aja. Jauh-jauh ke Korea ujungnya keceh di sungai :))
Alhamdulillah bersyukur bisa menjelajah kota baru lagi selama di Korea. Kalau kamu udah nonton The King's Warden, masukin Yeongwol di itinerary napak tilasnya ya!
























Post a Comment
Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!