Sesuatu yang baru bagi kami. Selama ini hanya tau Senin umumnya toko tutup. Ah, ya sudahlah. Demi mengganjal perut kami putuskan mampir ke minimarket 24 jam. Membeli ubi untuk dihangatkan, pisang, serta kimbap. Memang liburan tidak seindah feed instagram yagesya :P
Hari ketiga ini kami banyak didalam ruangan. Iyalah, siapa juga yang mau berbasah-basah ria? (walau akhirnya tetep dapet airnya). Lumayan jauh dari penginapan kami meskipun sama di area Seogwipo, tempat ini merupakan salah satu tujuan utama turis di Jeju. Apa itu? Osulloc Tea Museum dan Innisfree Jeju House. Keduanya bersebelahan.
Jalan menuju tempat estetik ini jauh dari mulus. Kami kedinginan didalam bus. Turun disambut dengan kabut tebal sampai jarak pandang super tipis. Berasa masuk ke dunia lain :))
Osulloc Tea Museum
Terbagi menjadi 3 area. Galeri pameran, tea house kafe, dan kebun teh hijau. Area yang kami eksplor yaitu bagian kebun teh. Bisa dibilang seperti kebun teh pada umumnya. Tapi kata yang lain, tinggi pohonnya lebih rendah dibanding kebun teh di Indonesia.
Kami mengantri foto, ambil video, dengan ditemani tetesan air hujan. Ya udahlah nggak papa, kepalang main jauh. Biar keliatan realita bahwa liburan nggak melulu estetik. Lol.
Berhubung kami lapar, lanjut masuk kedalam tea house kafe. Disambut dengan welcome drink berupa berbagai teh produksi Osulloc yang bisa langsung diteguk. Sebagai manusia peminum air putih, jujur buatku sih nothing special. Aku yakin opini berbeda akan dirasakan bagi penggemar teh.
Harapan untuk makan siang disini pupus, karena menu "berat"-nya seadanya. Yang kami pesan adalah minuman dan camilan khas Osulloc. Atas rekomendasi gemini, kami pesan Green Tea Ofredo, Hallabong Sunrise, Jeju Green Tea & Milk Soft-Serve Ice Cream Cup, Jeju Hallabong Green Tea Ice Cream Dessert, Green Tea Layered Cake / Cheesecake Slices dan Green Tea Roll Cake.
Dari segi harga ini tergolong biasa aja untuk tempat wisata. Masih di range normal jika dirupiahkan ada dibawah Rp100.000. Minuman yang kucoba Hallabong Sunrise ini rasanya lumayan enak. Apa ya, kayak paduannya pas. Nggak ada satu rasa yang mendominasi. Jeruknya beneran karena aku masih ngerasain paitnya hidup mungkin dari biji atau kulitnya??? Adapun cheesecakenya surprisingly bagian keju bukan yang ngeju banget sampe bikin enek. Lol, review macam apa ini.
Lalu kami lanjut belanja. Berhubung Osulloc ini di Seoul ada, kami pilih produk yang bertuliskan Jeju Only alias cuma dijual di Jeju. Lainnya mah...bisa dibeli dengan mudah. Kebetulan pas ada juga matcha kollab dengan Le Sserafim. Auto beli buat kakak akuuh.
Dari belanjaan yang seabrek itu paling aku suka Chocolate Green Tea-nya. Sampai nitip beli lagi ke temen yang main di Jeju.
Karena keterbatasan waktu kami nggak main ke Museumnya. Agak syedih~ yaudah gapapa deh.
Innisfree Jeju House
Pasti udah nggak asing sama brand Innisfree. Meski sekarang kayaknya agak menurun pamornya, kalah dibanding brand brand baru. Disini skincare yang dijual fokus pada bahan-bahan khas Jeju seperti volcanic ash, bunga camellia, jeruk hallabong, dan green tea alias teh hijau.
Desain dalamnya hampir full dengan warna kayu, maklum mengusung konsep eco-friendly.
Selain belanja, mereka menyediakan berbagai aktivitas. Salah satunya DIY bikin sabun batang. Cobain enggak? Tentu tidak~ hahah. Kami cukup liat para bocil beranjak remaja yang asyik berkreasi. Sisanya? Yaa belanja~
Mungkin kalau cuaca cerah pengalaman eksplornya akan lebih baik. Disini rasanya rungsing dengan dingin dan basah LOL.
Kami sempat mengisi perut di restoran yang sepertinya cukup terkenal di kawasan ini. Kami pesan menu ikan dan yang datang ikan ditambah kimchi super banyak!
Keliatannya 1 bonggol sawi sendiri untuk disajikan. Rasanya cocok untuk lidah Indonesia kami + menghangatkan badan ditengah badai~
Destinasi terakhir? Another indoor attraction.
Museum Teddy Bear
Sesuai namanya, museum bertemakan Teddy Bear. Disclaimer dulu disini aku agak bosan karena hmm apa ya kurang tertarik aja. Lagipula nggak punya kenangan akan teddy bear pula. Hehe.
Jadi awal mula adanya teddy bear itu saat pemerintahan presiden US Theodore "Teddy" Roosevelt ketika berburu beruang. Sampai waktunya habis dia nggak dapet hewan buruan satupun. Salah satu pengawalnya berinisiatif untuk menangkap dan memberikannya ke sang presiden agar bisa ditembak. Tapi beliau menolak. Menurutnya kurang etis untuk menembak beruang yang udah tertangkap.
Dari cerita itu muncul imej baik dari sang presiden. Lalu tercetuslah boneka teddy bear ini. Nah, di museum ini isinya lebih dari 3000 koleksi teddy bear berbagai versi. Iya, banyak banget teddy bear dari yang beneran terlihat beruang sampai lebih mirip winnie the pooh (edisi kolaborasi).
Apakah semuanya original? Katanya sih enggak ya. Klaimnya high-value, authentic diorama. Entah apa maksudnya. Bagusnya sih semua koleksi ini ada penjelasan dibaliknya. Beberapa koleksi yang outstanding:
1. Louis Vuitton Bear: kolaborasi mahal dengan brand premium
2. 125-Carat Gem Bear: koleksi yang dihias dengan emas berlian
3. Full House Teddy Bear: diambil dari karakter drama korea Full House
4. World's Smallest Bear: teddy bear paling kecil yang pernah dibuat
Tersedia pula toko dimana bisa custom teddy bear yang kita mau. Harganya lumayan sih dikantongku, makanya aku ga beli apa-apa. LOL. Udah menguras kocek di Osulloc.
Saat teman yang lain masih keliling dan aku merasa cukup lelah, aku menunggu di ruangan art yang tersedia sambil mewarnai. Yaa hitung-hitung mengasah kreatifitas yang nggak seberapa ini. LOL.
Setelahnya? Pulang. Makan. Tidur~
Ada sedikit drama buat makan. Jadi gabungan antara hari libur + kemaleman + hujan membuat kami kewalahan mencari makan malam. Nemu satu alamat, eh tutup. Lihat resto yang masih buka, pas masuk kata sajangnimnya udah gak nerima pelanggan. Ujungnya? Pesen makan di coupang eats. Eh, lupa nggak minta alat makan.
Tanya pihak hotel, adanya sendok es krim. Minta ganti, dikasih sendok teh. Yaudahlah kami terima daripada nggak makan dan malah sakit??? :))))
Ada aja memang lika liku liburan kali ini. Alhamdulillah nggak ada masalah berarti. Cuma...tinggal 1 hari lagi waktu kami! Tidaaak~
Destinasi manakah yang menjadi penutup perjalanan? Lanjuut di hari keempat a.k.a terakhir ya!






















Post a Comment
Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!