Tuesday, April 21, 2026

Cuma Ada di Korea: DMZ Tour!

Aku ingat betul ada kolega kantor hampir setiap tahun ke Korea. Salah satu tur yang direkomendasikan yaitu DMZ. Alias merasakan aura militer perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.


Begitu dapat beasiswa, Alhamdulillah disediakan tur ke DMZ meskipun masih agak lama. Rezeki nggak kemana, ada yang nawarin DMZ tur gratis. Ya maulah??? :)) terima kasih kak Yasmin atas ajakannya. Meskipun justru dirimu nggak bisa ikut.

Ceritanya kenapa bisa gratis, karena ada rombongan turis dari Bangladesh mau ke DMZ. Persyaratannya adalah minimal 30 orang. Nah untuk menggenapinya, kami pun diminta ikut. 

Demilitarized Zone (DMZ) Tour merupakan tur milik Korea Selatan yang bertempat di perbatasan negara. Secara teknis, kedua negara ini masih dalam keadaan perang. Karena akhir dari Perang Korea bukanlah kesepakatan damai. Melainkan hanya gencatan senjata.

Makanya di Korsel semua laki-laki dewasa diwajibkan mengabdi ke negara melalui jalur militer. Familiar lah ya bagi para Kpopers yang tersedu ketika ditinggal idolnya. Waktunya antara 1-2 tahun. Nggak ada tawar menawar bagi siapapun, yang mangkir akan dibawa ke jalur hukum.

Highlight dari tur ini adalah lorong atau tunnel yang ditemukan oleh Korsel. Tunnelnya dibangun Korut dengan tujuan menyerang Korsel. Oh ya semua ini pernyataan versi point of view-nya Korsel. 

Sejauh ini ada empat tunnel yang ditemukan.
Tunnel 3 di Paju.
Tunnel 2 di Cheorwon.
Tunnel 4 di Yanggu.
Tunnel 1 di Yeoncheon.

Tunnel 3 yang di Paju inilah tujuan utama kami. Tunnel ini paling populer di kalangan turis. Jaraknya hanya 50an kilometer dari Seoul. Perjalanan kami memakan waktu 1 jam aja. Tur setengah hari udah cukup dan nggak begitu melelahkan.

Tapii..sebelum mencapai Tunnel ini, kami diajakin dulu ke Imjingak Park. 


Disini ada memorial, jembatan "Bridge of Freedom" dan lokomotif yang katanya berasal dari masa perang dulu. Ada pula cable car kalau waktunya cukup untuk eksplor. 




Nah khasnya tur Korsel tuh entah kenapa kultur ppalli ppalli juga terasa disini. Beberapa kali ikutan baik itu tur group, road trip, conference, semua harus cefaaat! Agak jetlag dengan santuy-nya di Indonesia. Hahaha.

Selain bacain cerita sejarahnya, disini ada toko kecil menjual pernak pernik Korea Utara. Sayangnya ga boleh difoto bagian dalam. Kami tertarik dengan uang Korut yang dijual. Agak mahal sih sebenernya tapi yaudahlah kenang-kenangan. Kami bertanya-tanya darimana mereka bisa mendapatkan barang-barang ini?


Oh ya, di Imjingak ada stasiun kereta. Kayaknya sih bisa yaa kesini tanpa tur (area ini belum masuk DMZ).

Lanjut, ke tunnelnya!

Ssst, disini masuk dan keluar harus dicek identitasnya. Bisa dengan paspor atau ID korea (kalau sudah punya). Tentaranya masuk ke bus untuk mengecek satu-persatu.

Oke, tentang Tunnel 3. Ditemukan di tahun 1978 berdasarkan informasi dari pembelot Korut. Total panjang yang bisa dikunjungi 350 meter. Turis bisa disini sesuai waktu reservasi. 



Menurutku tempat ini bagus banget sarana prasarana untuk turisnya. Kami ga boleh bawa apapun termasuk handphone, jadi disediakan loker. Kemudian helm safety. 

Aku ngga tau di Indonesia ada lorong sekecil ini atau enggak. Kalau dibandingkan dengan gua Jepang di Bukittinggi, ini tuh kecil banget. Cuma bisa 2 orang papasan. Atapnya rendah, karena tinggi orang pada masa itu sekitar 150-160 cm. Pengap. Lembap. Berair. Ih pokoknya mah kalo ga suka ketidaknyamanan gausah dicoba.

Waktu turunnya sih oke nggak terlalu berat. Nah ketika balik ini udah berasa mendaki. Kami bertiga terengah-engah, istirahat beberapa saat sebelum balik lagi ke pintu masuk. Bagi yang fobia gelap dan ruangan sempit nggak rekomen deh. Se-pengap itu~ bahkan tur guidenya bilang kalau ga kuat ga usah dilanjut. Kalian ga dapet hadiah kok pas berhasil sampai :)) LOL. Di ujung tunnel cuma ada pintu dan CCTV yang memperlihatkan bagian luar. 

Terakhir, Dora Observatory. Bangunan yang menyediakan binokular untuk melihat area Korut. Lagi-lagi nggak boleh ambil gambar yah :)) kalau penasaran bisa cek di instagram banyak yang melanggar aturan. Cuma aku ga berani sih....


Apa yang terlihat dari binokular? Paling keliatan bendera Korut. Ada cerita lucu mengenai ini. Jadi di perbatasan tuh ada bendera dari dua negara. Mereka ga mau tiangnya lebih rendah dari yang lain. Jadilah pas Korsel bangun, Korut bangun lebih tinggi. Korsel meninggikan, Korut ga mau kalah. Sampai akhirnya Korsel "mengalah" biar Korut tiangnya yang lebih tinggi ajalah. Kayak, childish thing??? :))

Kalau beruntung dan cuaca cerah, katanya bisa keliatan aktivitas warga Korut. Sayangnya pas kami kesini polusinya tebel banget. Ya sudahlah gapapa pengalaman~

Fun-fact lain tentang Korut (versi Korsel tentunya):
  • Ada 3 negara yang dibenci Korut: Korsel, Jepang dan Amerika
  • Wajib militer bagi laki-laki dewasa selama 10 tahun
  • Warga Korut dilarang memakai blue jeans, karena itu dianggap simbol Amerika
  • Dilarang ada warga yang punya nama dan tanggal lahir sama seperti pemimpinnya (Kim family)
  • Listrik hanya terpusat di Pyongyang, ibu kota Korut
  • Jika ada kesempatan berkunjung kesana dan ambil foto patung pemimpinnya, ga boleh kepotong
Mana yang mau dipercaya? Entahlah~

Setauku saat ini udah banyak konten warga Korut yang berhasil melarikan diri dan mengganti identitasnya. Bisa dicek di Youtube atau baca bukunya, salah satunya In Order to Live ditulis oleh Yeonmi Park. 

***

Well, apakah layak dicoba? Kataku sih iya. Bisa sih coba dari Korut, cuma visa kesana terbatas banget. Bolehlah kalau emang se-kepo itu dengan Korut. Gimana, tertarik ikutan turnya?

Post a Comment

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!