Wednesday, January 14, 2026

Busan is Good: 3D2N Trip! Day 3 - End

Hari terakhir di Busan, apa agendanya? Jalan dan makan. Emang dah kerjaannya itu doang, maklum namanya trip tanpa persiapan. Hanya ada 2 destinasi ((untuk diwujudkan)).

Gamchoen Culture Village



Sebuah pedesaan? Perkampungan? Dimana isinya rumah bercat warna warni. Mural. Dan banyak toko suvenir khas daerah. Setauku dia ini tenar karena ada mural BTS. Tau kan fans BTS sebesar apa?

Untuk kesini lumayan effort sejujurnya. Bus yang kami tumpangi tipe village bus. Ukurannya tuh kecil. Jumlah tempat duduknya lebih sedikit. Imbasnya apa? Cepet banget penuhnya karena kapasitas kecil. Alhasil kalau kelewat yhaa mau ga mau nunggu berikutnya. Mana intervalnya cukup lama lagi. Di naver map ga ada ETA kecuali stand by. Sungguh tidak bisa diprediksi.

Sesampainya disini, yang pertama kali kupikirkan adalah....ini mah kampung pelangi :)) liat aja deh. Semirip itu kan sama kampung pelangi Semarang?



Saranku sih kalau kesini mending pake guide. Tanpanya, asli bingung banget ini mah mau ngapain....berhubung aku bukan tipe yang kudu cobain kafe viral. Atau belanja banyak yah. Ini tuh literally perkampungan yang ditinggali warga. Ada kafe dan toko suvenir.

Kami mampir di toko suvenir semacam batik. Harganya lumayan berat yah shay dikantong. Seukuran syal itu mulai dari 70.000 won. Hampir sejutak! 



Tempat ini cocoknya untuk yang niat foto ootd atau udah ngincer spot tertentu.

Disini ada satu momen nggak terlupakan. Dan langka banget. Baru pertama kali ngalamin ini. Jadi ada solo traveler perempuan, kami tawarin fotoin. Pas aku liat gantungannya...jreng! Haetnyangi-nya Seo Eunkwang. Oh my god. Oh my god.


Aku yang biasanya pendiam ini langsung ngoceh, "I have the same doll!". Lalu kami ngobrol. Mbaknya ini dari New Zealand. Habis nonton konser Eunkwang di Busan. OH MY GOOODDD. Dan setelahnya bakal nyamperin Lee Changsub di Daegu. OH MY GOODDD.

Baca juga: Konser Seo Eunkwang

Se-happy ituu ketemu manusia dengan kesukaan yang sama. Meski kami nggak tukeran medsos apapun. It was a wonderful encounter :')) terharu. 

Bosen jalan dan ambil foto, lanjut ke destinasi terakhir.

BIFF Street


Aku tuh nggak ada riset sama sekali dengan trip ini. Cuma ngikuut aja sama itinerary yang udah dibuatin. I can say, I'm anti ribet traveler. Ketika udah ada yang ngelead, akan kuikuti tanpa banyak protes. Yang aku tau cuma kepanjangannya: Busan International Film Festival.

Loh tapi kan gak lagi ada festival filmnya? Trus ngapain dong? Akhirnya terjawab. Ini tuh semacam gang yang didedikasikan untuk memasang hal-hal seputar film. Kayak di Hollywood itu yang ada nama superstar di lantai(?) jalanan. 


Kanan kiri seperti biasa pertokoan. Daaan...kuliner! Yap. Bisa dibayangkan suasananya mirip Myeongdong atau Hongdae di malam Jumat. Streetfood bertebaran tinggal pilih. Kami pilih makan hotteok. 

Hotteok murah yang kubeli di Sinchon itu rasanya biasa aja. Kayak bakpia pathuk beda di isi. Yang ini luarnya garing kres kayak gorengan, isiannya bisa pilih madu dan kacang-kacangan. Paling enak? Yang kacang! Sampe beli dua kali dong :)) antriannya juga panjaaang. Hamdalah penjualnya satset. Nggak perlu nunggu lama meski famous.

***

Berhubung tiket kami sore, 2 jam sebelumnya kami memutuskan udah harus sampai di stasiun. Perkara makan siang? Nyobain food court.


Masih heran loh, kok bisa ya regulasi disini tuh ngatur makanan yang dijual harganya nggak tinggi? Ya harga umum pasaran aja. Beda sama di stasiun atau tempat wisata di Indonesia. Apa-apa dinaikkan dengan embel-embel: kan tempat wisata. Sigh.

Apa menu yang sekiranya "aman"? Balik lagi ke...seafood :)) dahlah halo kolesterol ini sepulang dari Busan. Tapi gapapa. Kapan lagi kan makan seafood ditempat aslinya. Perkara lain kita pikirkan belakangan aja.

Jadi, berapa budget ke Busan?
Aku coba itung ya. Ini diluar tiket pesawat Indonesia-Korea.

Tiket ITX Seoul-Busan
Tiket KTX Busan-Seoul
Total 102.400
Airbnb 60.653
Top up T-money 25.000
Jajan (makan dan suvenir) 115.312
Total pengeluaran 303.365 won. Konversi ke rupiah sekitar Rp 3.600.000.
Mahal atau murah balik lagi ke kepercayaan masing-masing yah. 

Buatku ini masuk akal aja. Kami udah berusaha press di tiket dan airbnb. Makan sempet masak. Nggak jajan banyak suvenir pun. Nggak nyobain capsule train. Ah, sempet pakai taksi juga. 

Tips liburan ke Busan (or maybe traveling in general):
1. Tentukan "genre"-nya mau apa. Wisata kuliner? Cari spot estetik? Atau cari aktivitas?
2. Kalau udah, tentukan lokasinya. Jangan lupa sekalian mapping rute agar bisa efisien waktu. Tanpa habis banyak dijalan.
3. Untuk destinasi yang perlu beli tiket, pastikan apakah bisa beli ditempat? Ada kemungkinan untuk habis? Bisa beli online jauh-jauh hari? Apakah harus diaktivasi/redeem beberapa hari sebelum digunakan?
Aku sempat baca untuk Blueline Busan itu harus aktivasi beberapa hari sebelum kedatangan.
4. Tempat sholat dan makan dimana? Kami (sebenernya aku ngga pas sholat sih...) sholat di tempat yang sekiranya agak sepi dan nggak buat lalu lalang orang.
5. Kemungkinan bakal makan seafood. Apakah ada alergi tertentu?
6. Cek suhu dan kemungkinan cuaca. Bawa baju yang sesuai. Jangan sampai liburan malah sakit!
7. Secara umum, Busan masih foreigner-friendly. Tapi nggak ada salahnya siap aplikasi papago untuk membantu terjemah.

***

Anyway, sebagai manusia yang tidak ambis destinasi sih aku merasa puas. No complain whatsover setelah liburan :)) meski kalau dibanding konten IG traveling ini nggak bisa dibilang seru sih. LOL. Well, yang penting diri sendiri menikmati. Nggak perlu dibandingkan lah ya.

Next: Jeju, I'm coming!

Post a Comment

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!