Saturday, April 03, 2021

Review Ayesha at Last - Uzma Jalaluddin

Review Ayesha at Last - Uzma Jalaluddin


Judul: Ayesha at Last
Penulis: Uzma Jalaluddin
Terbitan: Juni 2019
Penerbit: Penguin Random House (Baca di Google Playbook)
Jumlah Halaman: 368

Sinopsis


A modern-day Muslim Pride and Prejudice for a new generation of love.

Ayesha Shamsi has a lot going on. Her dreams of being a poet have been set aside for a teaching job so she can pay off her debts to her wealthy uncle. She lives with her boisterous Muslim family and is always being reminded that her flighty younger cousin, Hafsa, is close to rejecting her one hundredth marriage proposal. Though Ayesha is lonely, she doesn't want an arranged marriage. Then she meets Khalid, who is just as smart and handsome as he is conservative and judgmental. She is irritatingly attracted to someone who looks down on her choices and who dresses like he belongs in the seventh century.

When a surprise engagement is announced between Khalid and Hafsa, Ayesha is torn between how she feels about the straightforward Khalid and the unsettling new gossip she hears about his family. Looking into the rumors, she finds she has to deal with not only what she discovers about Khalid, but also the truth she realizes about herself.

Review


Akhirnya baca juga! Seliweran di Goodreads. Masukin list want to read. Eh kesampean ada deals di Google Playbook. Di sinopsisnya disebutin Muslim version of Pride and Prejudice. Aku belum baca karya tersebut jadi nggak bisa mengiyakan/menolak.

Tokoh utamanya ada dua, yaitu Ayesha dan Khalid. Cerita diawali dengan Ayesha yang akhirnya mendapat pekerjaan sebagai guru pengganti. Tapi dia merasa nggak cocok. Jiwanya lebih ke penyair (dan mendeklamasikan). Usai jam kerja dia dan temannya (Clara) menuju ke Bella's. Lounge dimana dia sering mendeklamasikan puisi.

Disaat yang sama adalah Khalid. Seorang muslim konservatif. Bekerja di perusahaan IT. Yang paling menonjol dari dia cara berpakaiannya. Dianggap "Arab" banget dengan gamis dan kopiahnya. Kolega sekantornya, Clara ngajak dia nongkrong di Bella's. Tujuan Clara ngajak Khalid biar dia kenal Muslim lain yang lebih fleksibel. Nggak sekaku Khalid. Clara juga ada misi untuk menjodohkan mereka berdua. Itulah pertama kalinya Khalid dan Ayesha ketemu.

Khalid ini orangnya judgemental. Dia menganggap Ayesha bukan Muslim yang sebenarnya. Karena dia nongkrong di Bella's. Khalid menganggap Bella's itu bar. Dimana ada alkohol berseliweran. Sedangkan dia nggak minum. Ayesha merasa tersinggung. Dibalaslah dengan beberapa bait puisi.

What do you see when you think of me,
A figure cloaked in mystery
With eyes downcast and hair covered
An oppressed woman yet to be discovered?

Do you see backward nations and swirling sand,
Humpbacked camels and the domineering man?
Whirling veils and terrorists
Or maybe fanatic fundamentalists?
Do you see scorn and hatred locked
Within my eyes and soul,
Or perhaps a profound ignorance of all the world as a whole?

Yet...
You fail to see
The dignified persona
Of a woman wrapped in maturity
The scarf on my head
Does not cover my brain.
I think, I speak, but still you refrain
From accepting my ideals, my type of dress,
You refuse to believe

That I am not oppressed.
So the question remains.
What do I see when I think of you?
I see another human being
Who doesn't have a clue.

Bait terakhir puisi ini ditujukan kepada Khalid. Selayaknya novel romantis, yang terjadi kemudian adalah kejadian dimana mereka berdua menghabiskan waktu hingga akhirnya jatuh cinta. Pada novel ini, menjadi panitia konferensi Muslim-lah "jalan" itu.

Namun nggak mulus begitu aja dong. Tentu ada konfliknya. Konflik disini cukup rumit. Mulai dari Khalid yang nggak tahu nama asli Ayesha. Khalid yang ada masalah keluarga di masa lalu. Disisi lain Ayesha nggak langsung menerima kenyataan bahwa dia suka sama Khalid.

***

Salah satu sisi tradisi yang menonjol di novel ini yaitu rishta. Semacam taaruf yang merupakan budaya India. Jadi keluarga pria mencari keluarga wanita mana nih yang sesuai kriteria. Bisa dilihat dari silsilah keluarga, kecantikan, kekayaan, dan kecakapannya dalam memasak. Lalu saling mengirim proposal. Apabila ada yang tertarik, perwakilan keluarga pria akan mengunjungi keluarga wanita.

Di pertemuan itu terjadilah proses saling mengenal. Ya menanyakan apa aja yang sekiranya dibutuhkan untuk bisa menemukan kecocokan. Kalau cocok berlanjut lamaran. Membawa hadiah macam seserahan gitu kali ya. Akhirnya menikah deh.

Ayesha dalam novel ini nggak terlalu menyetujui rishta. Karena dia menganggap kok mirip ke "shopping" alias pilih-pilih wanitanya tuh kayak belanja? Dan kebanyakan rishta malah mementingkan status, kedudukan, kekayaan keluarga dibanding kecocokan maupun cinta.

Berikutnya, novel ini dilengkapi beberapa puisi klasik. Sebut aja Shakespeare. Maklum ya kan ceritanya disini Ayesha memang penyair.

Ada satu hal yang agak kurang masuk ke flow ceritanya itu kejadian pada Hafsa. Sepupu Ayesha. Malah lebih mirip thriller tapi kok nanggung, agak maksa gitu. Hehe.

Overall sih enjoyable ya. Buktinya aku bisa baca sampe kelar :P sepertinya faktor pertama kali baca novel yang ditulis penulis Muslim diluar negeri sih. Jadi penasaran dan pengen ngulik novel dengan penulis luar negeri juga. Selama ini kan baca novel ngga spesifik ke nuansa Islami. Yah buat nambah pandangan seperti apa sih berislam diluar Indonesia yang mayoritas ini :)

2 comments

  1. Terima kasih ulasannya, Kak Lulu.

    Bisa jadi pilihan bacaan di bulan Ramadan ya buku ini. Aku mendadak stop baca Ayesha at Last beberapa bulan lalu karena gaya penulisan yang kurang cocok sepertinya. Setelah baca ulasan ini, sejujurnya masih ragu ingin lanjut baca atau tidak...

    Penulis muslim favoritku sejauh ini dari luar negeri S.K. Ali sih. Novel Love from A to Z karya beliau wholesome banget halal romance-nya. Jarang juga menemukan buku romance kontemporer dalam bahasa Inggris seperti ini. Kalau Kak Lulu sedang mood untuk baca romance yang tidak menye-menye, buku ini bisa menjadi pilihan bacaan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I see! Aku udah sering banget nih denger S.K. Ali. Belum kesampean baca bukunya. Ngincer di BBW kok ya cepet banget habisnya. Ah, semoga segera deh. Banyak yang merekomendasikan nih.

      Delete

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!

Instagram