Sunday, March 21, 2021

Kebiasaan Baru di Tahun 2021

Update kehidupan setelah kepindahan: berusaha menjadi lebih baik. Hiyaaak. Dengan cara apa? Ada beberapa kebiasaan baru yang aku lakukan.

Kebiasaan Baru di Tahun 2021

1) Memilah sampah


Setahun belakangan aku cukup sering membaca dan mengedukasi diri tentang hidup minim sampah. Aku memang tertarik karena melihat cukup banyak musibah yang disebabkan oleh perilaku manusia. Misalnya banjir. Hampir setiap banjir ada sampah yang terbawa. Jijik nggak? Banget.

Jalan kaki menuju kantor aja sampah berserakan dimana-mana. Paling jijik sampah masker huhuhu. Itukan masuk kedalam limbah berbahaya, ya. Tapi sampahnya kok mudah aja ditemukan. Kepala ini pusing, rasanya. Berdasarkan Kementerian LHK, memang selama pandemi ini terjadi kenaikan sampah limbah medis 30% hingga 50%.

Daripada aku kesel sendiri lebih baik melakukan sesuatu. Untuk saat ini aku baru bisa melakukannya dengan cara memilah sampah. Kepindahaanku ke Bogor memiliki dampak positif, yaitu dekat dengan tempat pengolah sampah. Aku tau ini dari instagram. Namanya @armadakemasan, berlokasi di Depok. Ada banyak jenis sampah yang mereka terima. Jika kamu tertarik coba cek aja instagramnya.

Mereka punya pilihan untuk penjemputan sampah atau kirim. Karena sampahku dibanding orang yang berumah tangga nggak seberapa, aku memutuskan untuk kirim aja. 2 minggu disini aku baru kirim 1x. Sampah yang udah kupilah ini ada plastik kemasan jajanan, kertas, kardus, sedotan plastik. Wadah pengirimannya pun dari kardus bekas aku belanja online.

Memilah sampah

Kenapa sih sampah dipilah?

Ada beberapa alasannya. Aku ambil dari Zero Waste Indonesia yah. 
1. Agar sampah kering dan sampah basah tidak tercampur. Saat tercampur, tahu sendiri kan akibatnya? Salah satu yang paling terasa: bau nggak sedap!
2. Menghindari material-material berbahaya yang tercampur (seperti sampah elektronik, zat kimia, dan material berbahaya lainnya). 
3. Mempermudah dalam pengolahan dan daur ulang sampah. 
4. Meminimalisir sampah-sampah yang akan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Karenaa banyak loh berita bahwa TPA udah penuh. Sampah yang di TPA itu nggak diolah kembali.

Apa nggak berat mengeluarkan uang untuk kirim sampah?

Aku pribadi merasa enggak. Ini sampahku, ini tanggung jawabku. Kalau aku merasa berat untuk mengirimnya, harusnya aku berusaha untuk mengurangi sampah. Mengutip dari postingan Zero Waste Indonesia, peneliti dari Universitas Georgia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik peringkat dua di dunia. Tentu ini bukan prestasi yang bisa dibanggakan :(

2) Memasak


Saat pilih kos, tempatku nggak menyediakan kulkas. Lalu aku sampaikan ke ibu kosnya kalau aku butuh. "Saya suka ngemil buah bu. Makanya biar fresh enakan ditaruh kulkas" - Alhamdulillah setelah ngomong gitu kok di hari pertama saya ngekos udah terpasang itu kulkas. Lumayan banget. Bisa nyetok bahan makanan.

Pas banget aku udah lama tau tentang Sayurbox. Alhasil aku pesan bahan makanan dari situ. Enak dan simpel banget. Pilihan bahan makanannya banyak. Cemilan sehat pun tersedia. Bisa pilih waktu pengirimannya pula huhu luv sekali kan.

Sejauh ini puas aja sih pesan di Sayurbox. Justru akunya yang malah bingung mau masak apa. Hahaha. Amatir banget yak. Kerasa banget lah bedanya orang yang sering masak dan enggak. Liat bahan langsung ngerti mau masak apa. Sedangkan aku liat bahan banyak malah semakin bingung mau masak apa.

Kebiasaanku pesan antar makanan di Gofood/Grab udah lumayan berkurang. Padahal sebelumnya di Solo hampir setiap hari, lho. Hahaha. 

Memasak Sederhana


Sekarang aku lebih sering nonton video/variety show bertema masak memasak. Siapa tau terinspirasi, kan. Karena belajar memasak ini aku paham: cara masakku masih berantakan. Cucian yang dihasilkan bertumpuk. LOL. Gapapa deh, coba bersabar. Emang lebih gampangan beli makan. Tapi melihat kondisi disini banyak penjual makanan ngga bermasker, aku ga tega sama badanku sendiri huhuhu.

Badan udah dikasih Allah, selayaknya dijaga dengan baik kan. Selain itu balik lagi ke belajar hidup minim sampah. Saat memasak, sampah organik dominan dibanding anorganik. Beda dengan pesen antar makanan, sampah yang dihasilkan berlapis. Kemasan primer pembungkus makanan (biasanya sterofoam), lalu plastik pengemas sekunder. Lagi-lagi plastik, ya. 

Sedangkan untuk belanja bahan aku bisa bawa kantong belanja sendiri. Atau di Sayurbox ada pilihan tanpa plastik. Gantinya dikemas dalam kertas. Nah sampahnya bisa aku kirim deh ke armada kemasan.

***

Dua kebiasaan diatas membuatku ingin pukpuk diri sendiri sambil bilang: good job, Lulu. Hahaha. I know I'm making progress and that's make me alive.

8 comments

  1. wah iya..aku juga mau nyari pengelola sampah semacam armada kemasam begini dekat rumahku. tetkma kasih inspirasinya, Lu..

    ReplyDelete
  2. Alhamdulilah, karena sudah lama berjejaring dg bank sampah, di rumah masih komit memilah plastik.
    Plus membiasakan anak-anak berbelanja pakai kantong kain/tote bag.

    Belum ideal, tapi dimulai perlahan dulu.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah nambah dewasa anak wedok hahhaa. Aku pepaya doyan kalau pisang enggak doyan. Sehat dan bahagia sellau di sana ya Lu.

    ReplyDelete
  4. Good job, Lulu. Emang ya, kalau tiap orang bisa bertanggung jawab pada sampahnya seperti dirimu, aku yakin banget bakalan cepat menurun deh kuantitas sampah harian yang dihasilkan.

    ReplyDelete
  5. Wah keren nih kebiasaan go food berkurang karena lebih rajin masak.. Salut sama Lulu, sekarang mudah tinggal lihat resep di internet ya terus praktek..

    ReplyDelete
  6. Aku udah pilah sampah tapi belum 100 persen, misal kayak sampah kertas bisa dikumpulkan untuk dikasih ke penjual. Sampah plastik dikumpulkan juga untuk dijual oleh RT. Sayangnya sekarang berhenti. Sampah sayuran aku jadikan kompos.

    Lulu keren masih muda udah punya kesadaran untuk memilah sampah

    ReplyDelete
  7. Memilah sampah...aku juga lg berusaha nih mbak,smoga di Smg ssgera ada program pilah sampah spt di Jkt jd sampah yg bs didaur ulang bs lgsg dilakukan tanpa hrs orek orek sampah jd bkin kotor.

    ReplyDelete
  8. Aku juga mau bilang "good job, Lulu". Bikin perubahan pada diri sendiri tuh ga mudah ya, Lu. Perlu komitmen dan konsistensi diri. Aku juga mau bikin perubahan, sekecil apapun itu, yang penting ke arah yang lebih baik. Thanks sdh menginspirasi ya, Lulu

    ReplyDelete

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!

Instagram