Friday, January 25, 2019

#IniSaatnya 2019 Kembangkan Usaha bersama Ralali.com

Semua berawal dari sini..

Di sebuah seminar kewirausahaan, ada kalimat yang membekas dan terus saya ingat. “Sembilan dari sepuluh pintu rezeki berasal dari perniagaan,” – sebut narasumber. Beliau seorang pengusaha yang mengawali usahanya sejak mahasiswa. Dari situ saya terpacu dan mulai mencoba peruntungan dengan melakukannya juga.

Perniagaan alias wirausaha nggak harus berupa barang. Penawaran berupa jasa bisa dilakukan. Melihat kondisi perkuliahan yang padat, saya sengaja mengambil ide yang sederhana. Yaitu usaha menawarkan jasa desain power point (PPT).


Hal ini karena banyaknya tugas dari dosen yang mewajibkan untuk presentasi di depan kelas. Baik itu secara kelompok maupun individu. Pengalaman saya, dalam satu kelompok selalu ada anggota yang malas. Lebih mementingkan diri sendiri dibanding kelompok. Apalagi mendesain PPT agar nggak terlihat membosankan. Diperlukan skill tersendiri. Ditambah jam terbang yang mumpuni. 

Jasa ini awalnya hanya saya tawarkan ke teman satu kampus. Setelah melihat peluang yang dihasilkan cukup besar, saya memutuskan untuk membawanya lebih serius. Membuka akun instagram agar jangkauan konsumennya lebih luas. Lagi pula usaha ini cukup mudah dijalankan. Nggak perlu bertatap muka dengan konsumen, hanya bermodalkan kuota internet dan tentunya kepercayaan satu sama lain. Pembayaran pun bisa dilakukan dengan transfer.

***

Meskipun terbilang kecil-kecilan, ternyata berwirausaha membuat saya ketagihan. Saya mulai memikirkan untuk melebarkan usaha. Seperti orang bijak bilang, “Jangan menyimpan telur di tempat yang sama.” Maknanya adalah ada baiknya mencoba usaha baru ketika usaha yang lama sudah stabil. Dengan begitu ada “pegangan” ketika suatu saat nanti – walaupun jangan sampai – usahanya nggak bertahan.

Karena di bidang jasa sudah saya geluti, saya melirik ke penawaran barang. Apa itu? Katering sehat! Ya, memanfaatkan ilmu yang didapat di kuliah juga. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Saya udah menuliskan ini dalam satu dari target selama hidup sejak tahun 2017. Tertulis jelas di planner ini. 

Nomor 3!
Nah, dalam perencanaan usaha katering sehat ini, ada beberapa hal yang akan saya lakukan.

PERTAMA, MEMPERSIAPKAN MODAL USAHA


Modal usaha yang dibutuhin apa aja, sih? Yang namanya usaha ngga bisa dipungkiri pasti membutuhkan modal. Modal pertama udah saya sebutkan tadi: kemampuan. Atau skill karena saya belajar banyak tentang gizi yang terkandung dalam makanan. Cocok dengan keinginan untuk membuka katering sehat. Selain itu, ada modal lainnya yang saya butuhkan:


1. Pemasok bahan makanan organik
Syarat menjadi katering kategori “sehat” sudah saya tentukan menggunakan bahan pangan organik. Artinya bila itu bahan segar berupa sayur, buah-buahan dalam penanamannya nggak pakai pupuk kimia ataupun pestisida.

Balik lagi ke konsep “sehat” disini mengurangi paparan yang bukan zat gizi bermanfaat bagi tubuh. Sebisa mungkin, apa yang dimakan ya itu yang akan memberikan efek positif bagi tubuh.

2. Peralatan memasak yang memadai
Bisa dimulai dari dapur rumah dulu sih sebenarnya. Nanti sedikit demi sedikit dilengkapi seiring berjalannya usaha.

3. Rekan bisnis yang terpercaya
Nah, ini juga penting. Untuk menjalankan bisnis ini saya memutuskan memiliki rekan bisnis. Dengan begitu ada “kepala” yang bisa diajak diskusi dan menentukan keputusan dengan rasional.

4. Pemasaran yang oke punya
Agar dikenal banyak orang, pemasaran perlu dilakukan. Gimana orang mau membeli produk saya kalau nggak kenal? Nggak kenal, maka nggak sayang. Hihi.

***

Karena ini usaha katering sehat, maka stok persediaan bahan menjadi hal yang utama dan penting. Kalo ngga pake yang sesuai standar apa bedanya dong, katering ini dengan katering lainnya? Biasanya pembelian bahan yang dibutuhkan dalam jumlah agak banyak atau grosir. Bahasa kerennya sih, kulakan.

Saya udah kepikiran untuk melakukan survei kecil-kecilan ke beberapa pemasok. Masih belum berjalan sih karena untuk menuju lokasi terbilang jauh dan aksesnya nggak gampang. Maklum, memasuki wilayah pegunungan. Medannya nggak bisa disamakan dengan jalanan kota yang mulus.

Tapi ternyataaa, di era digital ini saya ngga perlu repot-repot mendaki gunung lewati lembah. Kok bisa? Akhirnya saya menemukan marketplace yang khusus menyediakan barang dalam jumlah grosir.
 

Ralali.com namanya

Sering belanja online? Pasti! Siapa sih sekarang yang nggak terpikat dengan kemudahan belanja online? Kalo kulakan online? Sepertinya masih belum familiar ya.


Ralali.comhttp://www.ralali.com/ ini marketplace dengan konsep B2B (bussiness to bussiness). Maksudnya gini, Ralali.com memang dibuat untuk melakukan layanan jual beli demi memenuhi kebutuhan bisnis antara pemasuk dan pelaku bisnis. Umumnya untuk dijual lagi gitu. Nah maka dari itu barang yang dijual di Ralali.com pun dibanderol dengan harga grosir dan memiliki minimum pembelian.

Nggak perlu lah nanya lagi ke mimin olshop, “Min, kalo pembelian diatas 100 pcs dapet diskon kan?” Hihi. Karena harga yang diberikan ya udah harga grosir. Bukan harga jual pasaran dalam satuan (yang biasanya lebih tinggi).

Selain harga grosir, apalagi yang ditawarkan Ralali.com?



- Request for Quotation
Barang yang dibutuhkan nggak tersedia dia Ralali.com? Tenang. Jangan khawatir. Dengan fitur RFQ kita bisa mengajukan permintaan ke Ralali.com untuk menyediakan barang yang diperlukan. Kita hanya perlu menulis detail produk yang dibutuhkan, jumlah, dan kapan produk akan dibutuhkan. Gampang banget.

- Jasa pembayaran elektronik
Pilihan pembayarannya ada lewat transfer bank, virtual bank, dan juga OVO. Kita bisa pilih mana yang biasa dipake.

- Pendanaan bisnis dengan fitur kredit
Mau kulakan uangnya belum ada? Tenaang. Ralali.com juga menyediakan kredit alias cicilan. Bisa dilakukan dalam jangka waktu 3, 6, atau 12 bulan. Sesuaikan aja dengan kemampuan dompet. Tapi ingat ya, ini cicilan. Bukan hutang. Pastikan untuk bisa melunasinya tepat waktu :)

- Banyak promo juga!


Kamu bisa klik “see promo” yang terpampang di halaman depan Ralali.com SELALU ada promo secara berkala loh. Salah satunya nih berhubung sebentar lagi Tahun Baru Imlek, Ralali.com menyediakan promo Hoki 88 + Diskon 8%. Setiap promo ada rentang waktunya. Makanya lebih cepat lebih baik. Jangan ragu-ragu buat ambil promonya. Ntar kalo udah kelewatan, malah nyesal :P

KEDUA, MENENTUKAN METODE BISNIS 


Bisnis online vs konvensional, pilih mana? Online dong! Kenapa? Ada beberapa pertimbangan yang saya rasa menguntungkan. Pertama, saya bisa menekan modal karena ngga perlu sewa tempat. Untuk promosi cukup buat desain eye-catching dan sebar di dunia maya. Nggak perlu mencetak dan fotokopi brosurnya. Lebih hemat, kan?

Kedua, dengan duduk manis sambil dengerin musik, jangkauan pasar saya bisa meluas bahkan sampai ke pelosok. Tentu, selama ada akses internet. Pengiriman barang mengandalkan kurir. Pembayarannya? Makin gampang lagi. Cukup transfer dan kirim bukti transaksi aja.

Monitoring dan evaluasi pun lebih mudah dengan sistem online. Contohnya dari aspek promosi. Kalo kita sebar desain promosi di medsos, bisa kita liat engagement alias jangkauannya. Mulai dari capaian yang lihat berapa orang, likes yang diberikan. Kita bisa liat gimana tanggapan calon konsumen terhadap produk kita lewat kolom komentar. Bandingkan dengan sebar brosur, gimana caranya kita tau itu bakal dibaca? Jangan-jangan berakhir jadi bungkus gorengan?

Sebagai pemula di bisnis online, saya suka cari kutipan motivas dari para “sensei” pebisnis agar semakin bersemangat dalam menggeluti dunia ini. Salah satu kutipan yang paling saya suka berasal dari Bill Gates, “If your business is not on the internet, then your business will be out of business.” Jadi kalau kita menjalankan bisnis tanpa memanfaatkan kekuatan internet di era digital ini, kemungkinan besar kita akan kalah saing dengan pebisnis lainnya.

So, saya dengan mantap memutuskan untuk melebarkan sayap dengan melakukan bisnis secara online.

KETIGA, MEMILIH MEDIA PEMASARAN YANG AKAN DIGUNAKAN


Dari sekian banyak media sosial, menurut saya Instagram paling cocok untuk digunakan sebagai media pemasaran bisnis online ini. Kenapa? Karena, menurut hasil riset kecil-kecilan yang saya lakukan :

1. Jumlah pengguna Instagram banyak
Mengutip hasil survei dari WeAreSocial dan Hootsuite, Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah pengguna Instagram terbanyak didunia per-Januari 2018.

https://wearesocial.com
Lebih lanjut, Instagram merupakan kanal media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak ketujuh di dunia dan terbesar keempat di Indonesia.

https://wearesocial.com
Meskipun bukan yang tertinggi, tapi pertumbuhan jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active User / MAU) Instagram merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan Facebook, yaitu mencapai 5% dari kuartal ke kuartal (QoQ). Sedangkan pertumbuhan MAU Facebook tiap kuartal hanya 3,14%.

2. Adanya mode instagram khusus bisnis


Instagram menyediakan mode bisnis. Sehingga akan lebih memudahkan dalam memantau akun bisnis kita. Fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Beberapa diantaranya:

- Menyediakan fitur untuk menampilkan engagement tiap posting
- Dapat mencantumkan kontak lengkap (nomor handphone, email, serta alamat lengkap)
- Memiliki fitur untuk mengetahui harga produk hanya dengan sekali tap
- Menyediakan fitur promosi di bagian Instagram Story untuk membantu meluaskan jangkauan promosi

*** 

Untuk menjalankan bisnis, memang diperlukan langkah-langkah agar bisa berkembang. Ini rencana bisnisku, mana rencana bisnismu?

6 comments:

  1. Mbak lulu keren banget sih, sejak masih kuliah udah bisnis jasa desain PPT. Dan baru tahu juga kalau ada bisnis kayak gitu. Seru memang ya kalau punya ide bisnis yang oke dan lain daripada yang lain.

    ReplyDelete
  2. Rlali memang mudah dan gampang, emang rekomended banget

    ReplyDelete
  3. saya seneng banget denger ada orang ketagihan wirausaha. Yang begini bikin semangat untuk berwirausaha.

    ReplyDelete
  4. ralali.com sangat mendukung usaha dan bisnis ya

    ReplyDelete
  5. Waah keren, semoga terealisasi ya mbak buka usaha makanan organiknya. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. Wihhh semoga impian bisnisnya tercapai dan laris manis

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)

COPYRIGHT © 2019 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES