Saturday, December 08, 2018

Budayakan Keamanan Berkendara di Kampung Safety KBA Pandean Lamper Semarang

Pernah nggak, merasa gregetan saat di jalan raya? Gara-garanya melihat pengendara sepeda motor nggak pake helm. Baik itu pengemudi maupun penumpangnya. Saya sering banget ngelihat hal itu. Apalagi di wilayah kampus. Haduh, nggak terhitung deh berapa yang mengabaikan helm saat naik motor. Terutama penumpang ojek online. Entah kenapa, jarang sekali yang pake helm. Padahal setau saya helm udah disediakan sama abangnya.

Sampai saat ini tindakan yang bisa saya lakukan masih sebatas mengingatkan ke anggota keluarga saja. Seperti adik, kakak, dan orang tua tentang pentingnya keamanan dalam berkendara.

Ternyata kekhawatiran seperti ini nggak cuma saya aja yang mengalami. Bapak Ketua RW 10 Kelurahan Pandean Lamper, Lukman Muhajir termasuk didalamnya. Sebagai ketua RW, beliau nggak bisa diem aja dong melihat warganya mengabaikan keamanan berlalu lintas. Karena kurangnya penerapan keamanan dalam berkendara, kecelakaan nggak bisa dihindarkan. Akhirnya, beliau pun mencetuskan adanya kampung safety.

Wah, apa tuh kampung safety?


kompas.com
Kampung safety merupakan 1 dari 77 Kampung Berseri Astra (KBA) di Indonesia. KBA adalah bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dari Astra Indonesia. Ada empat pilar untuk konsep pengembangannya, yaitu pilar kesehatan, pilar pendidikan, pilar lingkungan, serta pilar kewirausahaan. Diharapkan melalui KBA ini dapat menciptakan kampung yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Kampung safety yang terletak di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Semarang ini dimulai sejak tahun 2010. Kemudian pada tahun 2015 kampung ini diberikan pendanaan oleh PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation hingga akhirnya menjadi nama “Kampung Safety Honda” (KSH).

Kampung gagasan Pak Lukman ini ditujukan untuk menggalakkan keselamatan berkendara motor terutama di wilayah kerja RW 10. Kemudian melihat keberhasilannya, program ini pun naik level menjadi skala Kelurahan.

Apa aja isi dari kampung ini?
  • Pendirian rambu lalu lintas 
instagram.com/hondajateng

Di setiap sudut jalan diberikan rambu pengingat, seperti:
- “Kendaraaan dalam kondisi prima itu penting”
- “Hati-hati banyak anak-anak”
- “Kecepatan maksimal di kampung 20 km/jam”
- “Batas minimal umur berkendara motor 17 tahun”
- “Motor dikendarai maksimal 2 orang”

Dan masih banyak lagi lainnya. dengan adanya rambu ini, warga akan merasa diingatkan setiap harinya. Nggak ada lagi tuh alasan lupa atau nggak tau.
  • Pendirian posko safety riding
Di dalam posko ini akan ada petugas yang mengawasi pengguna sepeda motor lho. Nantinya kalau ada warga kampung yang mengabaikan keamanan saat menggunakan motor, bakal dapet sanksi.

“Awalnya kami tegur untuk peringatan pertama, kedua, kalau masih saja mbandel nanti akan diberikan catatan khusus apabila mau ngurus surat ke kelurahan, “ ungkap Lurah Pandean Lamper, Sri Indriyati
  • Pendirian fasilitas simulasi ujian SIM C
Dengan adanya simulasi ini, warga Panden Lamper yang ingin membuat SIM C bisa memanfaatkannya. Sebelum tes, bisa belajar dulu disini. Ada pengalaman gitu gaes ngga kaget saat ujian SIM. Seru, ya!
  • Pendirian taman lalu lintas bagi Taman Kanak-Kanak (TK)
Tribunnews.com
Paling penting pendidikan berlalu lintas harus dibiasakan sejak usia dini. Sehingga udah terpatri dari awal bahwa setiap orang wajib mengutamakan keamanan saat berkendara. Ingat kan pepatah yang bunyinya, “Bisa karena biasa, biasa karena dibiasakan?”

Maka dari usia TK anak-anak udah dikenalkan berbagai rambu lalu lintas dan maknanya.

Semoga dengan adanya Kampung Safety ini bisa membantu warga Semarang membiasakan keamanan dalam berkendara. Nah, jangan lupa buat ingetin orang terdekat juga untuk selalu mengutaman keselamatan. OK?

Sumber:
http://otomotif.solopos.com/read/20180717/483/928249/inilah-kampung-safety-riding-di-semarang
https://otomotif.kompas.com/read/2015/01/26/090000515/Kampung.Safety.Riding.Pertama.Ada.di.Semarang
https://www.astra.co.id/Media-Room/Press-Release/Festival-Kampung-Berseri-Astra-Semarang-Ajak-Masyarakat-Aman-Berlalu-Lintas

9 comments:

  1. Keren ya kampungnya, jadi makin sadar berkendara, sayang banget liat anak di bawah umur dah bawa kendaraan dan ugal-ugalan :(

    ReplyDelete
  2. Selain Kampung Safety, di Semarang ada KBA apalagi ya yg dibina oleh Astra...

    ReplyDelete
  3. Keren deh, safety riding memang harus digalakkan mengingat sering lihat anak-anak berkendara bebas dijalanan..tanpa helm pula :(

    ReplyDelete
  4. Aku jd kesentil, tadi pagi aq dr bangetayu ke pecinan PP gk pake helm bukanya gak mau make, tp lupaaa. Efek tidur 2jam doang semalem.

    ReplyDelete
  5. Kampung nya keren ya, warga bersrbe patuh karena kesadaran, bukan karena takut pada polisi

    ReplyDelete
  6. wah, bagus banget ini programnya, keren kereeennn
    kecil2 sudah diajarkan sadar berkendara

    ReplyDelete
  7. wah bener nih, perusahaan2 gede macam astra memang seharusnya menerapkan program CSR utk tanggung jawab ke masyarakat. menarik ini tema dan cara yang diambil mbak...

    ReplyDelete
  8. Bagus deh kalo programnya masih jalan di sini. Karena penting bgt kan

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)

COPYRIGHT © 2018 · A LIFELONG JOURNEY BY LULUKHODIJAH | THEME BY RUMAH ES