Culinary

Novel Review: Déessert

August 18, 2016,0 Comments

Pic: www.goodreads.com
Deskripsi
Judul: Déessert
Bahasa: Indonesia
Penulis: Elsa Puspita
Genre:Romance, Culinary
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal halaman: 318
Tahun terbit: 2016


Sinopsis
Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Tapi, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Dengan sosok yang jauh berbeda dari masa lalu. Lebih tampan, lebih berkharisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati?

Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu, sebagai chef pastry. Namun, semuanya jadi tidak mudah. Di tengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.

Suasana makin diperparah dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin di antara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum sepenuhnya selesai.

Review
Don't judge a book by it's cover. Mainstream banget kan itu quotes. Dan yang saya lakukan waktu baca buku ini: I judge this book by its title. Soalnya setahu saya kata dalam bahasa Inggris yang berarti hidangan penutup ini cuma pake huruf "e" satu aja. Kirain typo gitu kan, pas lihat di covernya eh ternyata enggak. Berarti bener penulisnya nggak typo. 

Cerita dibagi menjadi 3 time seqeunce pake tahun. Fase pertama di tahun 2004. Ceritanya ada 2 cewek bersahabat bernama Naya dan Lulu. Kedua orang ini ibaratnya kalo di SMA the it girl. Mereka cantik, juga populer. Biasanya cewek populer sukanya sama cowok populer juga kan, macem anak basket. Kalo Naya ini enggak. Dia suka sama Dewa, adik dari Lulu. Padahal si Dewa ini amat sangat jauh dari kata populer. He's a nerd. Dia ketua Klub Baca, banyak orang yang males ngomong sama dia gegara dianya juga irit ngomong. Badannya tinggi, kerempeng, kacamatanya juga mencerminkan how nerd he is. Namanya juga cinta, Naya dengan berani nembak Dewa. And he said yes. So they in a relationship.

Kemudian fase kedua di tahun 2014. Ini di novelnya penulisnya typo. Saya tau dari komennya sih. Soalnya juga ngga masuk akal. Tulisannya 2004 tapi Naya ceritanya udah kerja. Kan nggak masuk akal orang di awal diceritain dia adalah anak SMA. Naya versi dewasa udah kerja di sebuah stasiun TV sebagai presenter kuliner. Tetapi, dia memutuskan untuk resign karena rating acaranya jelek. Dari Jakarta, balik lah dia ke Palembang. Sedangkan Dewa udah menjadi pastry chef profesional di Australia. Entah kebetulan atau gimana, saat Naya memutuskan pulang Dewa juga memutuskan untuk pulang.

Seperti yang seharusnya dilakukan orang patah hati, satu-satunya jalan untuk sembuh adalah move on. Itu yang sedang dia coba lakukan. Menyusun lagi kehidupan dari awal memang terdengar sedikit menakutkan. Setidaknya, berada di sana dan kembali ke tengah keluarga setelah semua keruwetan yang dilihatnya di Jakarta akan lebih menenangkan, daripada dia tetap berada sendirian di sini dan tidak melakukan apa-apa. - Naya ketika kembali ke Palembang.

So, here they met. Palembang. Hubungan LDR mereka dulu nggak bisa dibilang baik. Putus engga, masih pacaran juga engga. Kayak ngegantung. But Naya doesn't like the fact kalo dia digantung. Jadi dia memutuskan untuk menjalin cinta dengan cowok lain. Naya mengira kalo Dewa udah benar-benar memutuskan hubungan mereka sejak Dewa jarang lagi berkomunikasi dengannya. Meskipun begitu sebenarnya Naya masih menyimpan rasa untuk Dewa. Naya menjalin cinta hanya untuk pelarian. Sering banget dia keinget Dewa.

This is not the ending. Because, we always have an empty place to tell our endless story. 
D. Kalimat khas imajinasi remaja yang sedang mabuk cinta, selalu menganggap pacaran berarti bisa bersama selamanya. Mereka tidak sadar, semua kisah memiliki akhir, termasuk kisah mereka. Tidak pedyli sebanyak apa pun ruang kosong yang disisakan.

Lalu, apa yang terjadi ketika mereka bertemu? Balikan? Bubar jalan? Find out more on this novel. One plus point for this novel is of course its story about culinary. Bikin ngiler bacanya hahaha. Karena emang ini series #YummyLit, bakal banyak nama makanan yang disebut. Mulai dari makanan berat kayak shrimp apa gitu tak tau lah LOL sampe makanan manis as dessert seperti lolipop, cotton candy. Meskipun begitu namanya juga novel romance, tetap ada konflik percintannya. Yang ga suka terlalu drama, disini juga ngga terlalu drama. Malah realistis banget LOL. Maklum sih namanya juga novel young adult bukan teen fiction. Novel ini juga bakal menceritakan latar belakang judulnya yang nggak lazim seperti udah saya sebut tadi: Déessert

Pesan dari novel ini: hargailah setiap pria yang bekerja sesuai passionnya. Yup, secara Dewa kerja sebagai chef. Sekarang gak terlalu gimana sih ya emang udah banyak banget juga chef cowok. Jadi hargailah setiap pekerjaan pria walaupun itu bukan pekerjaan yang mainstream buat kaum mereka. Selama mereka mengerjakannya dengan passion, bukan masalah besar. 

Here we goes the quotes
Nikahi perempuan yang menurut kamu pantas buat kamu sayangi, lindungi, dan hormati, seumur hidup kamu. Nikahi dia karena kamu mau, bukan karena harus.

Sejak kapan logika dan hati berjalan dalam satu garis lurus? Mungkin nanti, saat kiamat datang.

Selamat membaca!

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)