"Kamu pasti pilih Yonsei karena pengen nonton Akaraka ya?"
Pertanyaan tersebut muncul dari kakakku sesama penggemar Kpop. Kujawab, yaa emang? :)) walau pada saat itu belum tau gimana cara dapet tiketnya.
Apa sih Akaraka?
Akaraka adalah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Yonsei University. Biasanya diadakan di bulan Mei, dimana kampus ini merayakan ulang tahunnya. Selain Yonsei, mayoritas universitas di Korea juga punya festival masing-masing.
Di Indonesia semacam pensi kali ya. Dan biasanya diadakan di musim semi (spring) atau awal musim panas (summer), dimana suhu udara dan cuaca terbilang nyaman.
Setauku Akaraka ini ada pembagiannya. Pertama khusus mahasiswa undergraduate atau S1. Kedua diperuntukkan graduate student, alumni dan keluarganya. Tahun ini Akaraka untuk kami graduate student dilaksanakan pada 17 Mei 2026.
Gimana cara mendapatkan tiket Akaraka?
For your information, Akaraka ini strictly untuk keluarga besar Yonsei aja. Artinya, ga dibuka untuk publik. Untuk universitas lain kebijakannya bisa berbeda. Cara taunya dia beneran bagian dari Yonsei gimana?
Nah, beli tiketnya ini tuh online lewat https://www.yonseinmall.com. Kami harus buat akun, upload dokumen berupa profil student di Yonsei portal, student ID, dan beberapa dokumen lain yang menunjukkan keabsahan status kami. Selang beberapa hari, akun akan diverifikasi sehingga eligible untuk ikutan "war" tiket Akaraka.
Seingatku ada 3 sesi penjualan tiket. Aku dapatnya di sesi kedua. Harga tiket 39000 KRW. Kurang tau sih perbandingan dengan festival kampus lain gimana. Yang aku tau, untuk festival umum (non kampus) yang pernah kubeli hampir 100000 KRW.
Apa aja persiapan Akaraka?
Outfit! Penting banget ini. Yonsei punya Co-op Store dimana mereka menyediakan merchandise serba Yonsei. Ada atasan kayak kaos, jaket, sampai perintilan macam bando dan slayer. Seru banget pilah pilihnya saking banyaknya pilihan, LOL.
Pilihanku jatuh ke atasan tanpa lengan bertuliskan Yonsei 1885 dan slayer. Kenapa aku pilih dua itu? Karena mempertimbangkan kenyamanan. Dan harga :)) kayaknya sih bakalan beli merchandise lain untuk keeping memories.
Untuk tiket dikirim lewat kakao talk berupa QR. Di hari H, kami harus menuju ticket booth untuk menukar menjadi wristband.
Finally, Akaraka!
Pengumuman yang bilang mulai jam 2.30 pm itu, dari jam 10 udah pada ngantri untuk ngetag tempat. Jadi, alurnya tuh kami harus menukar menjadi wristband dulu di ticket booth dekat patung Elang-nya Yonsei.
Tiket terbagi menjadi 2, seating alias duduk di tangga amphitheater. Satunya standing deket dengan stage/panggung. Kami pilih seating karena yaa nggak ambis amat. Setelahnya menuju amphiteater. Disini dilakukan pengecekan wristband dan isi tas.
Selayaknya konser, kamera profesional dilarang digunakan. Begitu memasuki amphitheater....masyaAllah tabarakallah ya bund panasnya bukan maen. Udah mirip sama panas Semarang yang mataharinya ada 5 pas diatas ubun-ubun itu. Meski terlihat kosong akan manusia, penuh dengan barang untuk ngetag tempat. Kami termasuk kategori terlambat, alhasil dapat lumayan jauh dari stage. Yaudah gapapa, ga sampe sejuta ini.
Acara betulannya mulai mendekati jam 4 sore. Sungguh itu udah kebakar pake banget. Lemah lesu lunglai kenapa ga mulai-mulai. Sama kayak di Indonesia, banyak iklan dan sambutan dari petinggi. LOL. Kami tinggal dulu deh cari minum dan jajanan.
Boleh keluar? Boleh banget Alhamdulillah! Dengan catatan tangan kami dapet stempel khusus sebagai penanda.
Ada kejadian lucu pas ngantri beli air. Awalnya aku tuh berniat ke toilet aja. Cuma bawa handphone dong. Trus ngerasa ah udah keluar, sekalian aja deh. Biasanya minimarket sini tuh bisa bayar pakai kakaopay. Semacam gopay gitulah. Ga perlu kartu. Pas udah di meja self-pay itu....jreng! Nggak ada pilihannya dong. Dengan muka tembok minta pembeli dibelakang bayarin dulu~ pakai bahasa Inggris yang dia ngga paham~ sungguhlah ada aja kisah hidup ini.
Di festival dimana performernya banyak ini, aku udah sedikit paham kalau urutannya tuh berdasarkan senioritas. Artist atau grup yang baru debut umumnya ditaruh diawal. Semakin senior semakin akhir waktu performancenya. Sama kayak BTOB di Gangnam Festival tahun kemarin.
Gimana kelanjutan cerita performernya? Lanjut ke postingan berikutnya ya biar ga kepanjangan~









Rejekinya Mbak Lulu nih, nggak dibolehin nonton pensi di Indonesia tapi dibolehinnya langsung di Korea Selatan. Seru banget ih lihat pensi di Yonsei yang serba biru itu. Terus update story di IG juga ya, Mbak. Biar aku tahu gimana keseruan pensi di Yonsei. Sehat selalu, Mbak Lulu.
ReplyDelete