Sunday, August 01, 2021

Nikmat Belajar

Baca buku - highlight - take notes - read aloud.
Ikut kelas - diskusi online - share insight di medsos.
Ikut bimtek - pretest - postest - baca ulang.



Aktivitas sebulan terakhir. Aku mulai menemukan nikmatnya belajar. Belum sampai di level Maudy Ayunda yang excited tiap ujian, sih. Melainkan timbulnya rasa rendah hati dan menyadari bahwa menuntut ilmu tuh ternyata nikmat ya.

Duduk di bangku pendidikan formal selama kurang lebih 16 tahun, baru kali ini aku merasakannya. Dulu-dulu kemana ya? Entahlah. Kenapa bisa begitu? 

1) Aku udah tahu dan paham esensi belajar
2) Bisa pilih topik sesuai keinginan tanpa terikat kurikulum maupun paksaan
3) Paham metode belajar paling cocok denganku
4) Mampu mengkondisikan suasana belajar menjadi nyaman

Pendidikan formal agak menakutkan buatku karena 1) ada rasa bersaing dengan orang lain 2) ujian dengan patokan angka sebagai parameter, tidak mengedepankan proses. Terkait poin nomor 1 ini, aku ingat perkataan Mbak Ama dari Hannah Indonesia. Bahwa sebagai manusia bersainglah dengan diri sendiri. Sedangkan dengan orang lain berusaha untuk bekerja sama.

Artinya apa? Ya yang harus kita lawan adalah diri sendiri. Kemalasan, rendah diri, overthinking, dan bermacam kebiasaan buruk lain yang berdampak pada penurunan produktivitas maupun peran di bumi ini.

Fixed Mindset vs Growth Mindset


Nah, aku juga baru menyadari bahwa selama ini terjebak di Fixed Mindset. Apa itu? Intinya aku merasa bahwa selamanya aku akan seperti ini maka aku tidak mau membuka diri kepada hal lain diluar sana. Aku merasa cukup dalam artian pengembangan diriku sampai disini aja. Merasa cukup itu perlu, tapi bukan dalam hal belajar.

Posisi sebagai pegawai negeri yang selalu dibayangkan akan dilakukan hingga akhir hayat aku sadari menjadi salah satu pemicunya. Zona nyaman banget nggak, sih? Hehe. Aku merasa hanya perlu fokus meningkatkan skill dan kemampuan di bidang ini. Which...wrong!

Fixed mindset inilah yang membuatku jalan ditempat. Berkutat pada 1 hal saja padahal diluar sana banyak hal lain yang belum dicoba. Untuk melawannya *halah* aku harus mulai memupuk kepercayaan. Bahwa skill apapun akan berguna. Pun kehidupanku juga nggak akan selamanya seperti ini.

Melihat Ibu DK Wardhani yang anaknya homeschooler. Praktisi eco living. Eh baru tau ternyata mantan PNS meski membutuhkan 2 tahun untuk di ACC resign-nya. Lalu ada juga Kak Ica *akrab* yang identik dengan working mom justru resign. Bukan, bukan resign-nya ya fokusnya. Poinnya adalah hidup itu dinamis. Everything is possible. We never know what the future hold. 

Tugas kitalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Agar ketika terjadi disrupsi (lagi dan lagi) kita bisa beradaptasi dengan mudah dan cepat. Ini menyangkut resilience juga. Aku sadar pandemi ini menguji seberapa resilience kah aku? Jawabannya: masih di skala rendah. Hahaha. Ya, aku pun masih belajar terus untuk menerima kenyataan dan moving forward despite challenging condition nowadays.

Jangan pernah bilang bahwa kondisiku ini lebih baik dari kondisimu. No. What you saw is NOT everything. And I believe everyone has their own battle. Membandingkannya bukanlah hal bijak.


Growth mindset bagiku dimulai dengan mempelajari hal baru dengan SERIUS. So, what I learn these days?

1. Ikut kelas Eco Family dari Family Hour

Yap, berbayar. Agar aku komitmen. Selaras dengan pendalaman visi hidup, terutama keluarga yang akan aku bangun nantinya (kalau Allah kasih kesempatan). Mempersiapkan dari sekarang selagi ada waktu. Tauhid - hidup berkelanjutan - belajar - membaca. Keempat pilar itu yang ingin aku tanamkan sebagai core value.

Thanks to quarter life crisis dan episode overthinking, aku bisa mengurainya dengan lebih baik sekarang.

2. Belajar agama

Another AHA moment. I learn not ritually but rather back to essence of Islam. Konsep Islam. Menemukan kembali Allah agar dekat dengan-Nya. Menggali apa peranku di dunia. Bagaimana cara hidup seorang Muslim sesuai tuntunan. I want to grow my fitrah. It also an effort to have peaceful mind, because only the remembrance of Allah, the heart will find peace.

Bersyukur aku diberikan jalan untuk belajar. Ya kemampuan, kesempatan, waktu. Semua itu kehendak Allah deh. Bisa juga tambahan doa ibuku sampai mau-maunya aku belajar. Dengan belajar, aku tahu 1) how to live 2) keep humility. Ya karena sadar dong pengetahuan manusia tuh nggak ada apa-apanya dibandingkan ilmu Allah. 

Bonus foto cenah terlalu cute akutu *HAHA*

I hope you also have growth mindset ya so that we can always learn - unlearn - repeat.

16 comments

  1. hmm..jangan2 aku juga terjebak di fixed mindset ya, sehingga selalu asyik dg zona nyamanku..hehe.. trmksh sdh berbagi tulisan ini ya..jadi mikir2 juga nih aku..haha..

    ReplyDelete
  2. Beberapa tahun lalu, aku lagi senang-senangnya belajar segala hal. Acak. Sampai di satu titik, aku mulai memilih-milih sih. Mulai harus berani berkata "menarik, tapi tak tertarik."

    Karena ada masa rasanya semua mua pengen dipelajari. Jadi sekarang bener-bener pilih yang bener-bener aku butuhkan. Ada sih beberapa materi yang pengen aku belajar di luar zona yang sekarang, tapi itu rencana jangka panjang. Pengen juga kembali belajar secara formal... alias ngampus lagi.. ntar kali ya kalau anak-anak udah gede :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga banyak yang ikutan mengamini :D bener banget mba ini harus selektif juga biar ilmunya berkah. Kan belajar butuh komitmen juga ya. Jangan sampe malah jadi beban :D

      Delete
  3. Aku juga waktu sekolah bahkan sampe kuliah belum menemukan asyiknya proses belajar. Bru di s2 deh ketika ketemu dengan dosen yg menginspirasi banget jd aku semangat utk belajar dna menikmati semua prosesnya. Alhamdhulilah selama di rumah ni coba baca2 buku yg belum tersentuh. Buku agam, parenting dan apa aja lah yg bisa bikin aku jd pribadi yg lebih baik

    ReplyDelete
  4. Kayaknya aku terjebak dalam fixed mindset nih, selalu merasa udah cukup buat "belajar". padahal fitrah manusia itu utk belajar sepanjang hayat. Ketampol banget deh aku, kamu inspiratif banget siih Luuu

    ReplyDelete
  5. Aku pengen belajar ini itu tapi masih mentok soal manajemen waktunya sai...maklum full working mom bareng 3 bocil itu sesuatu hehehe masih menunggu moment paling ikut bimtek dari kantor....

    ReplyDelete
  6. Thanks buat tulisannya ya Lu. Jadi melihat ke diri sendiri nih, kayaknya terjebak fix mindset nih. Sebenarnya masih banyak hal yang pengin dilakukan, belajar ini dan itu, tapi manajemen waktunya yg blm dapat atau mungkin akunya yg malas. Hingga sekarang masih berjibaku dengan urusan rumah tangga dan anak, it's not easy for me. Dan memang benar sih, musuh terbesar itu ya diri sendiri....

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah... Lulu.. Makasih banyak, ini jadi pengingat buatku yang lagi malas belajar. Aslinya pengen belajar macam-macam tapi kadang putus asa di tengah jalan :(

    ReplyDelete
  8. Makasih mbak sudah mengingatkan, kita memang harus punya growth mindset untuk terus berkembang dan bertahan dikemajuan zaman juga ga ngerepotin generasi dibawah kita

    ReplyDelete
  9. Hidup itu memang serangkaian proses belajar yang tak pernah berhenti Lu. Kita sebagai manusia tuh penuh kekurangan, terutama kurang ilmu. Makanya harus terus mencari kemanapun dan semampunya.

    Thanks loh udah mengingatkan untuk tidak mudah puas pada diri sendiri. Masih banyak yang kita tidak pahami. Makanya penting punya semangat belajar secara berkesinambungan.

    ReplyDelete
  10. Aku ngalami fixed mindset ini setelah kerja selama 15 tahun. Saat usiaku 36 tahun, hmmm... beruntung tersadar karena tempat kerja yang melenakan. Nggak ada tantangan kadang bikin lupa diri. Kemudian mulai belajar menulis untuk media, alhamdulilah setelah sekian tahun tercebur di dunia medsos dan blogging yang bisa menjadi ladang rejeki baru. Akhirnya resign setelah 26 kerja di tahun 2015 dan bahagia banget

    ReplyDelete
  11. Tiga baris pembuka tulisan, jaman now, semacam Do - Repeat - Do - Repeat, gitu ya ^^
    Alhamdulillahnya, ya jadi belajar terus. Jadi update skills terus. Jadi makin tahu, tapi ya jadi makin makin lagi harus banyak belajar.

    ReplyDelete
  12. wah keren belajar memang seru dan sepertinya aku juga terjebak dalam fixed mindset juga terlalu aktif di zona nyaman padahal ada banyak hal yang harus dicoba. Harus berusaha menghilangkan rasa takut dulu nih sepertinya. Thanks for Sharing

    ReplyDelete
  13. Hmmm..kalau aku sendiri, sekarang berada di fase memilih belajar yang sesuai dengan apa yang menjadi minat bakat ku sekaligus yang memperkaya ruhiyah mba..enggak lagi belajar semuanya..lanjutkan terus semangatnya mba.. 🤗😃

    ReplyDelete
  14. Wah sama mbak, aku juga pernah mengalami hal merasa jalan di tempat, untung aja keburu sadar hihi. Terus semangat ya mbak.

    ReplyDelete
  15. Aku lagi di fase kangen bangeet suasana belajar. Jadinya sekarang makin banyak kelas2 daring yg aku ikuti, tp juga yg sesuai kebutuhanku sih dan ada juga yg berbayar buat komitmen itu tadi. Semangat buat kita ya mbak :)

    ReplyDelete

Halo! Terimakasih sudah membaca. Setiap komentar masuk akan dimoderasi. Untuk komentar dengan anonim tidak akan saya balas, ya. Yuk biasakan menjadi diri sendiri di dunia maya!