Fantasy

Novel Review: Bulan

August 08, 2016,0 Comments


Deskripsi
Judul: Bulan
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penulis: Tere Liye
Genre: Fantasi
Tebal halaman: 400 halaman
Tahun terbit: Maret 2015


Sinopsis
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.

Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.

Review
Seperti biasa sebelum ngereview bakal nyeritain behind the scene-nya. Hahaha. Jadi setelah ngantri beberapa lama di iJakarta akhirnya saya bisa juga baca novel ini. Dalam waktu sehari, apa kurang ya? Kemaren kalo nggak salah ya minjemnya lalu saya bela-belain baca sampe lewat tengah malem tadi. 


Novel ini merupakan sekuel dari novel Bumi. Masih bersama Raib, Ali, dan juga Seli. Meskipun berjudul bulan, nyatanya setting tempat novel ini bukan di Klan Bulan lagi. Namun, di Klan Matahari. Cerita yang menggantung akan kelanjutan tiga serangkai ini ketika bertempur di Klan Bulan berlanjut disini. Di awal cerita tiga serangkai ini dikisahkan sudah kembali dengan selamat sentosa ke Bumi. Tidak dijelaskan secara rinci dan mendetail tentang bagaimana mereka bisa kembali.


Meskipun sudah kembali ke Bumi, nyatanya masih banyak pertanyaan yang mengganjal. Miss Selena a.k.a Miss Keriting pun lama tidak menampakkan dirinya. Enam bulan kemudian, barulah Miss Selena muncul. Kali ini Miss Selena mengajak mereka bertiga - yang sedang libur semester - bertualang di Klan Matahari, tanah leluhur Seli. Berbeda dengan kisah sebelumnya, disini mereka sudah meminta ijin untuk "berlibur" kepada orangtuanya, sehingga tidak ada yang dicemaskan.

Untuk memasuki Klan Matahari, Raib menggunakan buku PR Matematikanya a.k.a Buku Kehidupan. Karena Raib seorang Putri di Klan Bulan, dia bisa meminta bukunya untuk mengantar kemana saja. Raib, Seli, Ali, Miss Selena, Av, Ily (Anak dari Ilo) pergi ke Klan Matahari. Tujuan mereka adalah untuk berdiplomasi agar Klan Matahari tidak terhasut oleh Tamus.

Sesampainya disana, rupanya kehadiran mereka bertepatan dengan Festival Bunga Matahari. Festival Bunga Matahari ini adalah kompetisi mencari bunga matahari yang pertama mekar setiap tahunnya. Nggak disangka-sangka, Ketua Konsil Klan Matahari meminta Seli, Ali, Raib dan Ily untuk ikut kompetisinya. Daan....mereka terpaksa ikut karena ini satu-satunya yang dapat mereka lakukan untuk memudahkan diplomasi nantinya.

Mulailah petualangan mereka mencari bunga matahari yang pertama mekar. Waktu yang disediakan hanya sembilan hari. Selama sembilan hari ini pula mereka berempat melalui petualangan yang menyenangkan! You'll meet lots of imaginary animals. Hahaha. Ngebayanginnya seru banget tau gak. Mulai dari harimau salju yang warnanya putih, pasti unyu gitu ya :3. Ada monster gurita, lebah yang seukuran kepalan tangan, paling parah: Tikus. Segede sapi! Ewhhhh! Wkwk.

Nggak sabaran baca novel ini petualangan mereka asyik banget. Lagi-lagi dengan segala keunikan teknologinya yang mengesankan. Teknologi di Klan Matahari lebih canggih dari Klan Bulan. Untuk transportasi mereka menggunakan kapsul terbang yang bentuknya kayak nampan. Trus di ruangan ada banyak pintu bisa diatas, bawah, kanan, kiri yang nembusnya selalu mengejutkan. Misalnya nih ada pintu dibawah, belum tentu nembusnya tangga turun, Malahan bisa jadi nembusnya jadi bagian kanan ruangan! Seru banget x))

Tere Liye juga melengkapi novel ini dengan peta sederhana yang lebih gampang daripada petanya Dan Brown di Angels and Demons. Wkwk.

(Baca Novel Review: Angels and Demons)

Di setiap titik yang mereka lewati, bakalan banyak ujian kehidupan. Weh berat ya hahaha. Eh beneran lho ujian kehidupan. Disini ketulusan, kesetiaan, keikhlasan, pengambilan keputusan bener-bener penting. Raib yang jadi kaptennya beberapa kali berdebat dengan Ily yang notabene udah ahli masalah survive di tempat-tempat tak terduga.

Dunia ini dipenuhi banyak sekali hal menakjubkan. Satu-dua kita bisa menyngkap penjelasan, lebih banyak lagi yang tidak. Besok lusa mungkin kamu akan menyingkap beberapa hal yang tidak kuketahui. (hal.146-147)

Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali: cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika. (hal. 209)

Tidak ada yang mengalahkan ketulusan berbuat baik. Pertolongan akan selalu datang. (hal. 251) 

Nah, di setiap titik ini bakal dikasih petunjuk kemana mereka harus pergi. Kuncinya: mendengarkan alam. Daaan lagi-lagi cara berpikir Ali yang digambarkan Tere Liye benar-benar mempesona saya. He's real genius! Waktu saya baca ini benar-benar merasakan feel nya. Dapet banget gimana mereka harus survive di hutan, waktu Ali dan Seli berdebat nggak penting, lucu!

Yang saya tetep bingung: di sinopsisnya tentang Seli. Tapi sudut pandangnya tetep sama kayak Bumi, sudut pandang Raib. Trus judulnya Bulan tapi settingnya di Klan Matahari. Ohya pas sampe 2 atau 3 episode terakhir jangan langsung klik ya karena bakal ada twist! Hahaha. A story without twist is not interesting, right? :P

Overall, novel ini saya bisa kasih rating deh. 5/5 muahaha. Buat dikasih ke buku bacaan anak-anak juga dijamin aman. Nggak ada kata umpatan, kurang pantas, ataupun romance remaja. It's all about life. Pelajaran hidup untuk menjadi manusia yang bermanfat. #Ahzek.

Sekuel ketiga udah terbit ya. Judulnya Matahari. Cuma saya belum baca. Mungkin ada yang mau beliin? Gak bakal nolak kok ngehe.

Selamat membaca!

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)