Dan Brown

Novel Review: Angels and Demons

July 26, 2016,0 Comments

Sumber: www.dailymail.co.uk
Deskripsi
Judul: Angels and Demons
Bahasa: Inggris
Penulis: Dan Brown
Tebal halaman: 619
Tahun terbit: 2000

Sinopsis
When a world renowned scientist is found brutally murdered, a Harvard professor, Robert Langdon, is summoned to indentify the mysterious symbol seared onto the dead man's chest. His conclusion: it is the work of the Illuminati, a secret brotherhood presumed extinct for nearly four hundred years - now rebown to continue their bitter vendetta against their sworn enemy, the Catholic church.

In Rome, the college of cardinals assembles to elect a new pope. Yet somewhere within the walls of the Vatican, an unstoppable bomb of terrifying power relentlessly counts down to oblivion. While the minutes tick away, Langdon join forces with Vittoria Vetra, a beautiful and mysterious Italian scientisct, to decipher the labyrinthine trail of ancient symbols that snakes across Rome to the long-forgotten Illuminati lair - a secret refuge wherein lies the only hope for the Vatican.

But, with each revelation comes another twist, another turn in the plot, which leaves Langon and Vetra reeling and at the mercy of seemingly invincible enemy. . .

Komentar
AKHIRNYA. FINALLY.
Selesai juga baca ini novel. Sempet mau berhenti aja di tengah jalan. Eh tapi habis itu mikir: kok sayang ya? Yaudah, dilanjut~ Wehe. Ini novel ketiga dari Dan Brown yang saya baca.



Di novel ketiga ini semakin ngerti ciri khas tulisannya Dan Brown. Ada kasus tertentu, kemudian si tokoh utama mencari solusi dan dalang dibalik kasus tersebut. Pelakunya juga ciri-cirinya: orang terdekat yang seringkali "kelihatan" baik. Nah, pelajaran hidupnya: belum tentu orang yang kelihatan baik itu emang aslinya bener-bener baik.

Berbeda dari dua novel sebelumnya yang sudah saya baca yang lebih cenderung ke teknologi, novel ini genrenya tetep thriller, ada sedikit teknologinya, kebanyakan tentang religi dan mitos. Ceritanya ada seorang profesor dari Harvard bernama Robert Langdon. Dia seorang ahli simbologi, sejarah kuno gitu. Suatu hari, dia ditelpon sama orang. Orang itu minta dia buat dateng secepatnya karena ada kasus pembunuhan. Awalnya Robert Langdon mikir lah ngapain juga dateng orang dia bukan polisi kan? Si penelepon ngirim faks. Isinya gambar mayatnya dimana di bagian dada mayat itu tercetak suatu lambang: ILLUMINATI. Langdon langsung tertarik. Kenapa? Karena illuminati berdasarkan apa yang udah dia baca, udah hilang sejak 400 tahun lalu.

Pada tahu illuminati? Atau pernah denger? Itu tuh suatu organisasi yang "katanya" menyembah setan. Satanic. Lambangnya segitiga sama mata satu kayak gini.


Saya sendiri dulu pernah denger dan baca. Jamannya Lady Gaga yang diberitain kalo di hotel minta buat disediain bath tub buat mandi darah. Trus ada akun kaskus gitu yang panjaaaang lebar banget jelasin bukti-bukti illuminati pada artis-artis Hollywood. Mulai dari Rihanna sampe Taylor Swift yang katanya kelihatan banget illuminatinya waktu ajang penganugerahan musik apa gitu, lupa.

Back to Langdon. Yang nelpon dia ini ternyata Direktur dari CERN, sebuah laboratorium riset rahasia yang bertempat di Swiss. Sesampainya disana, Langdon lihat sendiri mayatnya. Ngeri euy. Sampe matanya dicongkel satu. Buat apa? Buat masuk ke lab pribadinya terbunuh ini, namanya Leonardo Vetra. Labnya pake retina scan gitu. Agak ragu juga sih, emang masih bisa kebaca kalo cuma dari sebuah bola mata gitu discan? Hiii ngeri gak bisa bayangin T__T

Tokoh selanjutnya, Vittoria Vetra anak dari Leonardo Vetra. Nantinya dia sama Langdon yang jadi tokoh utama. Vittoria ngecek apakah ada yang dicuri dari lab ayahnya. Dan ternyata...ADA. Special research on top of that. Riset ini udah ada hasilnya berupa antimatter. Antimatter ini intinya sesuatu yang baru, yang membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Cuma, antimatter juga punya bahaya. Dia kalo mengalami pemecahan bakal menyebabkan ledakan lebih parah dari nuklir. Masalah muncul ketika: antimatter dalam jumlah banyak tersebut dicuri. DICURI. Padahal antimatter sebanyak itu bisa meluluhlantakkan satu kota.

Dari sini kemudian Vittoria dan Langdon terbang ke Vatikan karena antimatter itu ternyata ditemukan disitu. Hanya saja lokasinya di bagian mananya Vatikan, mereka berdua harus cari tahu. Nah maka dari itu Dan Brown menyertakan peta Vatikan dan Roma di awal novel ini. Harus paham banget letaknya St. Peter dkk kalo enggak, ya kayak saya. Mumet. Hehe. Sesampainya di Vatikan, masalahnya nggak cuma antimatter TAPI di Vatikan lagi ada conclave: ritual pemilihan Paus yang baru. Otomatis, ratusan kardinal dari seluruh dunia berkumpul disini. Dan, empat kardinal yang menjadi nominator kuat diculik buat dibunuh. Untuk nyari lokasi pembunuhannya, Langdon dan Vittoria pun berkelana.

Novel ini banyak bercerita tentang agama, tuhan, pertentangan antara ilmu pengetahuan dan tuhan, illuminati. Entah kenapa saya baca novel ini, it feels like illuminati thing that they talked about is REAL. Masih ada nggak sih illuminati sekarang? Hayolo. Hayolo. Two thumbs up buat risetnya Dan Brown tentang illuminati, sejarah gereja-gereja di Vatikan, artis senimannya kayak Bernini dan teman-temannya.

Secara keseluruhan, novel ini bakal bikin adrenalin naik turun. Bikin tercengang mikir hebatnya para anggota Illuminati ini. Ada satu quotes yang saya suka dari Angels and Demons. Sampe saya tulis di status facebook wehehe.
“Terrorism is not an expression of rage. Terrorism is a political weapon. Remove a government's facade of infallibility, and you remove it's people's faith.” ― Dan Brown, Angels & Demons
Saya merasa ini relevan banget dengan segala bentuk teror yang saat ini banyak terjadi. Hm :/ Cukup sekian deh review kali ini.
Selamat membaca!

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)