cerita

Bukan Baper Biasa

October 05, 2015,0 Comments

Assalamu'alaikum.
Edisi curhat tengah malem.
Baper.
Baper.
Baper.
Apa sih baper itu? Baper adalah akronim dari bawa perasaan. Lah emang manusia kan punya perasaan, ya jelas dibawa lah. Jadi kalo berdasarkan kitab gaul (iya, nama websitenya kitab gaul) definisi dari baper:
"Bawa Perasaan adalah semacam perasaan yang datang tidak disengaja dan bila dilanjutkan bisa menimbulkan komplikasi berkelanjutan."

Yak mari kita kupas tuntas baper ini dari sudut pandang saya. Ingat, dari sudut pandang saya. So there will be no right or wrong, it's just my opinion. Baper mulai terkenal sejak kuliah ini. Awalnya nggak ngerti apa sih baper. Tapi saya nggak nanya apa itu baper. Yes, I'm typical orang yang cari tau dulu baru nanya so that others won't be disturbed. Ngerti lah akhirnya bawa perasaan. Maksudnya apa? Saya pun memperhatikan kapan orang-orang menggunakan kosa kata ini.

Menurut saya, yang terjadi di kehidupan nih. Orang dibilang baper ketika:

1.Nggak bisa diajak bercanda
Saya termasuk orang yang pernah (atau mungkin sering) dikatain baper. Pernah suatu kali ada teman yang membercandai saya, dan itu pada saat yang serius. Kemudian saya pasang wajah jutek. Jutek lah coba bayangin ketika ada hal urgent dan temen kamu dengan santainya merespons dengan bercandaan. Is it polite enough? Bukannya bercanda itu nggak boleh. Tapi semua hal itu ada batasnya. Dan, lihat kondisi lah bagaimana keadaannya

2. Sensitif 
Nih kejadian lagi sama saya. Alkisah ((alkisah)) ah ya gitu lah kalo diceritain berasa buka aib kali. Intinya gampang nggak enakan alias sensitif juga rentan dibilang baper.

Apalagi ya?
Ah, akhir-akhir ini saya sering "ngomel" di grup. Yha karena saya selalu ingin orang itu setidaknya merespon apa yang saya katakan. Apa daya kenyataannya sering berkata lain. Dari situ, saya berusaha untuk tidak peduli. But what can I do? Saya bukan aktor yang baik. Ketika saya peduli dengan sesuatu, ya saya tidak bisa untuk tidak memperhatikan dan ribut mengurus ini itu. Pun ketika saya tidak peduli dengan sesuatu, mau berpura-pura peduli itu menjadi berat. That's just who am I. 

Apa tujuan tulisan ini dibuat? Curhat aja sih. Lah. Karena saya tau ketika saya curhat macem ini ke orang pun..nanti saya dibilang baper. Hahaha. Ih, ketawanya gak ikhlas. Intinya sih, saya bingung sama orang yang susah diajak kerjasama..atau mungkin saya yang nggak bisa berbaur untuk kerjasama ya? 
Apa saya terlalu egois?
Apa saya terlalu keras kepala?
Dan, kembali lagi. Apa saya terlalu baper?
Ah, memang ketika berhubungan dengan manusia, yang sering terjadi hanya kecewa. Dan kecewa hanya muncul bila berharap. So, kesimpulannya when you interact with human eak human don't expect too much. Cause that too much can hurt you so much. Ini quotes tumblr banget. Yaudalah gitu aja, anggap saja ini angin lalu. :">

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)