#GuestPost

#GuestPost - Words in Frame: Lombok, Nusa Tenggara Barat #1

April 13, 2017,8 Comments


Guest Post kembali lagi! Kali ini kontributor (asyique kontributor)-nya adalah Vina. She's my Semarang friends. We used to attend same class. But now we parted away. She choose epidemiology for her minor while I'm focusing on nutritional. 

Vina ini jago desain banget hu ku iri! Trus dia punya cita-cita ke Turki sampe belajar bahasa Turki! Mari kita aminkan semoga tercapai ugha cita-citanya dan cita-citaku :')

Ga usah kebanyakan cingcong kali ya. Enjoy!



1st Day – March 9, 2017 | Semarang, Surabaya, Lombok

“I define who I am. I am the one who design my own life, make plans and the alternatives. I have the power to build my own future.”



Masih belum percaya. Siapa sangka, daftar list mimpi yang pernah aku tulis di tahun 2016, satu per-satu terwujud di tahun 2017. Januari 2017, bisa menjejakkan kaki di Surabaya, mimpi naik kereta api untuk pertama kali terwujud disini. Maret 2017, hanya selang dua bulan kemudian, mimpi naik pesawat untuk pertama kali menuju luar zona nyaman – luar pulau Jawa for the fisrt time too terlaksana juga.

Di bandara Ahmad Yani ketemu Bening dari Solo – she’s my soon tentmate for about 2 night 3 days in Lombok dan ketemu Ian dari Jogja. Dari Semarang berangkat, transit di Surabaya ketemu Erica dari Jember. 

Dulu cuma bisa lihat gambar bandara Praya di kalender rumah, sekarang aku punya foto aslinya. Allahu Akbar!

Sampai di Lombok sekitar pukul 14. 45 WITA. Dijemput tim panitia di depan bandara Praya. Setelah aku, Bening, Erica dan Ian, ternyata masih ada lainnya yang menyusul. Ada kak Jevlin dari Medan, Reza dari Palembang dan kak Ijong dari Makassar. Semua kumpul di depan Praya, sekitar pukul 15.00 WITA naik travel, lanjut ke Taman Sangkareang untuk jemput peserta asli Lombok. Ada Nadhira dan Lady.

And here we go, kami sampai di area camp tepat di bibir pantai Klui, Mataram, Lombok Barat. Regisrasi dan atur barang di tenda. Lanjut makan di pinggir pantai sambil liat sunset.



Setelah makan lalu bersih-bersih mandi di kamar mandi darurat –  for the first time. Siap-siap untuk opening ceremony.  Semua peserta diwajibkan pakai baju adat daerah masing-masing. Tapi nyatanya banyak yang cuma pakai batik – baju adat yang merakyat.

Diawali makan malam melingkar bersama, perkenalan panitia dan masing-masing peserta, pembagian kelompok dan yang terakhir saling tukar makanan khas yang tumpah ruah malam itu. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

2nd Day – March 10, 2017 | Banyumulek Village & Cemare Beach

“Dreams need plans, a lot of plans. If you really want to reach your dream, you need to design your own path. Your ways might be different from others, but still, your process will define who you are in the future.”



Halo, kami dari TAMBORA. Kelompok ke-4 di GFE 2017. Dari kiri: Kak Hasan (Pasuruan), Kak Ilham (Gresik), Kak Andre (Bandung) Kak Yessica (Jakarta), Novita (Lampung), Kak Anca (beloved LO), me, Kak Agi (Jakarta), Kak Elsa (Banjarmasin), Kak Lupi (Jogja).

Hari pertama, kami mengunjungi desa Banyumulek, desa sentra pembuat gerabah di Lombok Barat.
Disini kami belajar cara membuat gerabah. Dimulai dari pengambilan tanah liat di gunung, pasir pantai untuk dasaran dan air. 


Masing-masing bisa request mau buat apa dan bisa dibawa pulang – keadaan basah, soalnya kalau dibakar dulu sampai kering bisa seharian. Dan seharusnya kami buat sendiri. Tapi ibu yang mendampingi Tambora sungguh baik, semuanya dibuatkan, kami cuma bantu menghaluskan haha. Terimakasih ibuk.

Dari sentra gerabah, lanjut ke galeri. Disini gerabah yang sudah kering dan sudah dibakar mulai dihias. Ada yang pakai kain batik, cat, pelepah pisang dan kulit telur. Hampir semua bahan yang digunakan adalah bahan bekas. Kami praktek hias pakai kulit telur. Gampang, tapi tetep butuh ketelatenan dan jiwa seni. 


Dari Banyumulek, setelah yang laki-laki sholat Jumat dan dilanjut makan siang di tempat yang sama. Rombongan bertolak ke hutan mangrove di Lembar, Pantai Cemare, Lombok. Lembar tempatnya romantis, sepi-sepi menyegarkan. Selama disini kita bakal ketemu sama orang pacaran. Godaan iman untk para jomblo haha.

Tiap kelompok dibagi ke beberapa kapal untuk menuju spot penanaman mangrove GFE 2017. Menyusuri sungai hulu pantai Cemare sekitar 15 menit. Sampai di tempat penanaman mangrove satu orang menanam masing-masing satu atau dua pohon mangrove disini. Sejujurnya nanem mangrovenya bentar, foto-foto (pencitraan)nya yang lama haha. Bahkan ada kru kapal yang rela nyebur demi fotoin kelompok di atas kapal. Daebak. 

Tapi kelompok Tambora beda, kami tak setega itu. Kru kapal kami stay cool di atas kapal. Dan sebagai balasannya (mungkin) kelompok kami pulangnya pisah dari rombongan cuma buat cari spot foto bagus dengan background gunung Rinjani, katanya. Entah iya apa enggak, yang penting keliatan ada gunung aja di belakang haha.

Sebelum pulang ke camp, kami mampir ke toko oleh-oleh namanya SASAKU. Jujur tidak recommended banget dari segi harga yang sangat melambung tinggi. So, kalo kapan-kapan ada yang berkesempatan ke Lombok sangat tidak disarankan belanja disini huhu. See yaa.

***

Cuy itu bagus banget yha pemandangannya...ah <3 btw postingannya masih berlanjut. Stay tune yaa :D

You Might Also Like

8 comments:

  1. Pingin ke Lombok, tapi kagak ada duit :(

    ReplyDelete
  2. Seruuu bangeeet mbaak. .semogaa bermanfaaat ilmu dan pengalaman saat campnya 😊 lombok memang sangaat memesonaa mbaak dan pemandangannya cantik" 😊😁

    ReplyDelete
  3. Perjalanan yang asik, dan bikin pengen. Sudah lama aku ingin ke Lombok. Semoga disegerakan :)

    Itu duduk dibawah pohon kelapa pasti sejuk, terkena angin dan bisa sembari menikmati pemandangan ya, Mba.

    Oh ya, salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya robbal alamin, salam kenal :)

      Delete
  4. Salam kenal mbak Lulu :)

    Menarik sekali mengikuti cerita perjalannya. Lombok yang indah pantainya, masyarakatnya, budaya tradisionalnya, kain tenunnya ...
    masih jadi mimpiku, belum kesampaian ke Lombok.
    Bar nyampai tetangganya ... Bali ...hehehe

    Siiip .. grupnya akrab, bikin travelling makin menyenangkan.
    Terimakasih sharingnya mbak Lulu ... lanjut !

    ReplyDelete
  5. harus rajin-rajin nabung biar bisa kesampaian mai kelombok

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)