college

A Trip To: Wisata Apung Kampoeng Rawa Ambarawa Kabupaten Semarang

December 06, 2016,20 Comments

Nggak perlu nunggu liburan buat jalan-jalan. Apalagi ngetrip mini kayak gini. Kami melakukan trip ini pada hari kedua Ujian Akhir Semester. Hayoloo, kok bisa? Iya dong. Dari 6 mata kuliah di semester 5, hanya 2 yang ada UAS tertulis. 4 Sisanya telah kami jalani secara oral presentation. 

Niat awal kami bersebelas jalan-jalan sebelum pisah. Huhuhu yes we're going to be apart. Since we chose our own way. *tears* Peminatan, sis! Semester depan kami sudah masuk ke peminatan yang telah dipilih.

Back to topic.
Alasan kami memilih Ambarawa karena memang tujuannya biar semua bisa ikut. Nggak perlu nginep, murah, serta mudah dijangkau.

Sebelum jalan, doa keluar rumah dulu dong.
بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه
 
Dilanjutkan doa naik kendaraan.
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هذَاوَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَوَإِنَّا إِلى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ 



Aksesnya sendiri lumayan mudah dari Semarang. Jalan lurus aja terus nanti ada palang jalan belok kanan sekali doang. Lupa dimananya LOL. Pake navigasi aja ea biar gak nyasar. Waktu tempuh terhitung dari banyumanik kurang lebih 45 menit. Untuk informasi lainnya yang lebih lengkap bisa dicek di website http://www.kampoengrawa.com/ di situ udah lengkap saya lihat.

Tiket masuknya dikenakan hitungan kendaraan. Tiket yang kami bayarkan (sepeda motor) sebesar Rp 4.000. Tiket mobil Rp 10.000. Tiket rombongan (sepertinya bus) Rp 30.000

Sampai disana kami disuguhi pemandangan khas pedesaan. Sawah terhampar di kanan-kiri jalan. Lengkap dengan bebek-bebek yang riang gembira berkecipak di kawasan berairnya. 

Hal pertama yang kami lakukan tak lain dan tak bukan adalah...foto-foto. Huvd. Katanya emang tujuannya gitu kalo jalan-jalan sekarang.

***

Kampung rawa ini isinya wahana permainan. Yang saya tangkap permainannya ada becak air, mandi bola, becak darat (ini apa maksudnya???) yha kayak becak air beneran tapi di darat ngendarainnya nggak di air. 

Rasa-rasanya kurang afdhol ke kampung rawa tanpa naik perahu mengelilingi Rawa Pening. Tidak semua dari kami naik perahu, hanya 8. Harga persewaan perahu ini Rp 100.000 tiap perahu. Dan dapat diisi hingga 8 orang penumpang. Makanya kami ber-8. Hehe. Waktu yang diberikan selama 30 menit. Jangan khawatir masalah keamanan ya, tiap penumpang mendapatkan pelampung juga kok. Sudah termasuk dalam harga persewaan perahu tadi tidak perlu menambah uang.

Cuaca tidak bersahabat saat kami menaiki perahu. Awan gelap disertai gerimis mengiringi. Tak apalah, kami tetap ingin naik. Tentunya setelah bertanya kepada bapak operatornya aman atau tidak. Alhamdulillah aman. Anginnya cukup kencang tapi nggak sampai badai gitu lah.

Photo by Puput
Tanpa perlu mengantri kami pun menaiki kapal. Asyique lho berkunjung di musim belum liburan gini. Sepi. Berasa milik sendiri deh xixi.

Photo by Puput
Pemandangan di kanan-kiri perahu Masyaa Allah...Subhanallaaah. So beautiful. Pas udah naik di perahu kayak nggak ada ujungnya deh Rawa Pening. Di tengah jalan tiba-tiba si bapak operator memelankan mesinnya. Usut punya usut, beliau memutuskan untuk berteduh. Gerimis udah berganti jadi hujan. Demi keamanan, kami pun mendarat ke...rumah apung! Hehe.

Tak lupa membaca doa saat hujan turun.
اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Bener gak ya namanya rumah apung? Mungkin sejenis gubuk gitu ya kalo tempatnya persawahan. Bedanya ini letaknya di tengah keramba. Di rumah tersebut ada beberapa bapak-bapak yang ramah banget. Sambil menunggu hujan reda kami pun mengobrol ini-itu sama bapak-bapaknya.

"Ini (Rawa Pening) dalemnya berapa ya pak? Sampai 10 meter?"
"Ndak lah mbak paling 5 meter aja."
"Wah 5 meter yo dalem pak saya nggak bisa renang."
"Saya bertahun-tahun disini aja nggak bisa renang, mbak. Kecebur gapapa mbak, tenggelam jangan."

Agak lawak gitu ya bapaknya ku terharu :""). Kami juga diperlihatkan keramba yang ada di sisi kanan rumah.

"Itu ada ikannyaa satu."
"Udah bangkai kali ga gerak gitu."
"Oiyaa..yaa.."

Sayang banget yah nggak lihat ikan yang udah besar. Kan lumayan bisa dibawa pulang *nah lho. Cukup lama kami berteduh di rumah apung. Saat hujan reda, kami kembali naik ke perahu. Julbaaal! (Let's go!).

Total mungkin sekitar 1 jam kami mengapung di atas perahu + rumah apung. Lumayan bikin deg-degan. Sekembalinya dari Rawa Pening, kami memutuskan untuk sholat dan makan. Bukan makan ikan khas situ sih. Takut mahal. Maklum mahasiswa :>

+
Tiket masuknya murah
Pelayanan oke
Akses mudah
Bersih

-
Tempat wudhunya nggak dipisah dan tanpa sekat

Overall puas banget bisa short escape di saat UAS begini. Untuk tempat wudhu mungkin nanti bisa buat masukan biar dibedain cowok sama cewek plus ditambah sekat. Nah, kampung rawa ini paling cocok dikunjungi sama keluarga deh menurut saya. Ada yang udah pernah kesini? Atau tertarik untuk dolan kesini? :D

You Might Also Like

20 comments:

  1. Halo... 12 km lagi rumahku hihihi. Memang bagus banget pemandangannya ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah deket dong yah sama kampung rawa

      Delete
  2. enak banget ga pake antri, masih sepi dari pengunjung ya? eh lawakannya bapak ya bikin meringis, dalam ah itu 5 meter :')

    ReplyDelete
  3. wah.. ajari nulis blog dong mbak :')

    ReplyDelete
  4. Serunyaa main ke kampung rawaa mbaak. Banyak wahana sekaligus bisa menikmati pemandangan alam. Harganga juga terjangkau kantong mahasiswa 😁

    ReplyDelete
  5. ambarawa ini juga keren ya sejarah kotanya
    apalagi pas masa perjuangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampe ada tugu peringatannya gitu namanya palagan ambarawa..

      Delete
  6. Seru banget tripnya mbak. Di tangerang selatan juga ada wilayah yg namanya kampung rawa hehehhe

    ReplyDelete
  7. seru banget jalan-jalannya ya mbak, walaupun Cuma bersebelas. UAS-nya juga enak, Cuma dua mata kuliah. Jadi rindu momen jalan-jalan sama teman lagi.

    ReplyDelete
  8. aku udah pernah kesini mbak...lumayan pemandangannya.....masakannya enak ..suka lele gorengnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum pernah nyobain makanannya malah :(

      Delete
  9. Ane waktu itu keliling rawa peningnya via jembatan biru. Malah belum pernah main ke kampung rawa. Hehehe..
    salam kenal ya mbak.. mampir ke blogku juga :D

    ReplyDelete
  10. Yha ku ingin mencoba kecebur tapi tida tenggelam kayak saran bapake :'D

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)