cerita

Rapat Kerja Organisasi Mahasiswa, Ngapain Aja?

February 14, 2017,2 Comments


Memasuki tahun ketiga berkuliah saya masih aktif berorganisasi. Yah, alhamdulillah masih dipercaya buat megang amanh. Sebagaimana umumnya sebuah organisasi, sebelum menjalankan kepengurusan pasti diawali dengan rapat kerja. Rapat kerja ini berisi rencana program kerja dan target capaian yang diinginkan selama satu kali periode kepengurusan. Rapat kerja ini penting banget lho karena dengan begitu kita nggak asal-asalan menjalankan organisasi. Ada tolok ukur tertentu dalam setiap prosesnya.


Rapat kerja organisasi sendiri memakan waktu hampir setengah hari. Tergantung seberapa banyak program kerja yang dibeberkan dan detailnya seperti apa. Lumayan menguras waktu, tenaga, banget.

Hasil dari rapat kerja organisasi kemudian dibawa lagi ke rapat kerja tingkat fakultas. Di fakultas saya sih ada yang namanya GAMA (Keluarga Mahasiswa). Alhasil disebutnya Rapat GAMA. This is my first time joining such a meeting. Kesannya? Capek banget gewla menguras tenaga dan kesabaran. 

Bedanya di rapat kerja GAMA ini, lebih kompleks pembahasannya. Pertama, yang dibahas perihal program kerja organisasi. Tiap organisasi beragam jumlah program kerjanya nggak ada patokan. Contohnya BEM ada 170 program kerja lol banyak banget masyaAllah luar biasa. Program kerja organisasi saya sendiri sekitar 120-an. Lumayan lah ya. 

Setelah pemaparan program kerja, lanjut ke budgeting. Yang dilakukan disini pembagian dana kepada masing-masing organisasi. Dana ini berasal dari fakultas, besarannya tiap tahun nggak menentu. Tapi dana ini harus dibagi secara adil untuk organisasi. Ingat, adil bukan berarti sama. Adil itu menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Nah.

Bagian ini berat banget kaya nggak selesai-selesai. Ada beberapa puluh juta yang dibagi untuk belasan organisasi yang berjalan. Ini udah berkurang jauh banget dari dana yang diajukan dengan total ratusan juta. Saya baru tau banget kalo selama ini....perputaran uang di kegiatan mahasiswa itu banyak banget yha T___T bisa buat beli rumah T__T 

Rasanya tuh kayak ikutan lelang di bagian ini. Misal ada organisasi yang nggak bisa banget budget-nya dikurangin. Ditawarin tuh organisasi mana yang mau dengan ikhlas menyumbangkan beberapa keping rupiah ke organisasi tersebut? 

Saya baru tau banget sistemnya kayak gini (oke ini banyak baru taunya yha). Ngga papa lah daripada nggak tau sama sekali. Organisasi saya sendiri termasuknya yang paling banyak mendapatkan kucuran dana. But, wait. Ini udah adil banget lho.

Banyak organisasi yang mengajukan dana untuk kegiatan yang impact-nya itu "cuma" sekedar buat anggotanya aja. Sedangkan organisasi saya yang lembaga pers, jatuhnya banyak di percetakan produk. Sebut saja buletin, majalah, lembar insidental. Yang menikmati produk siapa? Apa anak pers? Enggak. 

Tapi yaaa...mau gimana kan namanya dibagi-bagi. Mungkin bisa ditalangi dengan memaksimalkan usaha yang ada. Dan, masukin iklan. Teman-teman ada yang berminat masukin iklan ke produk majalah/buletin/website dengan harga terjangkau dan sasaran luas? Kontak saya ya! *serius*

Terakhir pembahasan timeline kegiatan. Saya nggak ikut. Lah udah lewat jam malem sih ya gimana... 

Pembahasan timeline ini mungkin agak alot juga yah kayak bahas budgeting. Soalnya kalo ada kegiatan dengan tanggal yang sama, siapa coba yang mau menjamin keberadaan peserta? Belum lagi misal kegiatan itu diwajibkan bagi pengurus. Dan ada pengurus yang mengikuti 2 organisasi yang mengadakan kegiatan pada tanggal yang sama. Pusyiing.

***

Intinya di rapat kerja ini bener-bener mengasah skill kita buat merayu lobbying sambil berlatih untuk tetap berpikiran jernih dan rasional di tengah suasana yang "panas". 

Bersyukur deh sempet ngikutin rapat kerja macam ini di kampus untuk terakhir kalinya (semoga). Jadi bikin melek mata kayak gambaran rapat kerja yang lainnya.

Terus saya kepikiran gitu, pemerintah kalo bahas keuangan yang miliaran bahkan triliunan itu kayak gimana ya alotnya? 

You Might Also Like

2 comments:

  1. aheum headernya baruuu ya luuu

    ReplyDelete
  2. duh bikin nostalgia jaman2 jadul hahahha
    tapi ternyata rapat ginian ini terhitung fun lho
    realita rapat yang sebenarnya lebih ngeri

    ReplyDelete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)