Novel

Novel Review: The House of Smoke by Sam Christer

January 18, 2017,13 Comments

Novel Review: The House of Smoke by Sam Christer. - Assalamu'alaikum semuanyaaa. Sekarang saya punya jadwal nih. Tiap hari Rabu bakal mereview buku atau novel. Dan ini review pertama di tahun 2017. Baca selengkapnya ya!



Masa kecil Simeon Lynch

Simeon, seorang anak kecil yatim piatu yang nggak pernah tahu siapa orang tua kandungnya sebenarnya. Dia hanya tau bahwa dia diadopsi oleh Cyril Lynch dan istrinya, Philamena. Mereka hidup dengan berkecukupan. Kedua orang tua adopsi Simeon mempunyai sebuah toko roti yang lumayan maju. Namun semua itu nggak berlangsung lama. Cyril yang berusaha untuk membesarkan usahanya justru dililit hutang. Usahanya ambruk, Cyril yang tak kuat menahan beban hidupnya akhirnya meninggal. 

Tinggallah Simeon dan Philamena. Setelah tidak memiliki barang apapun mereka dibawa oleh petugas sosial ke panti asuhan. Simeon ditempatkan di panti asuhan, sedangkan Philamena di semacam panti sosial. Mereka pun terpisah.

Hidup di panti asuhan bukan hal yang membahagiakan bagi Simeon. Dia terus-terusan terkena bully dari anak-anak seumurannya. Ditambah pula kabar yang tiba-tiba diterima olehnya: Philamena meninggal. Yang tersisa hanya sepotong foto usang Philamena yang kini dimiliki oleh Simeon.

Perjalanan hidup Simeon

Simeon memutuskan meninggalkan panti asuhan dan mulai menjadi pengelana a.k.a wanderer. Ketika ia sedang melepas lelah di pinggir sungai, ia dihadang oleh sekelompok geng yang diketuai oleh Sebastian. Singkat kata, karena Simeon nggak punya pilihan, dia pun ikut bergabung menjadi geng kriminal ini.

Menjadi bagian dari Moriarty

Simeon mengira hidupnya akan dihabiskan menjadi pencuri - bagian dari kelompok Sebastian - selamanya. But what happened? On a fine day he was called. Oleh seseorang yang terlihat berwibawa, kejam namun tidak pernah berurusan dengan kekesaran. He was Brogan Moriarty. Hanya dengan sepatah kata, Moriarty membawa Simeon ke kediamannya.

Apa yang terjadi sebenarnya? Simeon pun juga nggak punya clue sama sekali di awal. Dia hanya di berikan pendidikan oleh seorang bernama Elizabeth, dilatih secara fisik oleh Brannigan. Dan akhirnya dia pun tahu: dia sedang dilatih menjadi seorang pembunuh profesional. Pembunuh yang bisa melumpuhkan target hanya dengan sekejap mata.

"Kill and kill again. Kill until you stop feeling. - hal. 335"

Di kediaman Moriarty pula Simeon mulai mendapatkan banyak hal baru. Jatuh cinta pada seseorang, mendapatkan mentor sekaligus guru kehidupan.


"Behind every hardened young man lies a childhood without a great deal of love and feminime affection. - hal. 124

Kehidupan di penjara

Petualangan Simeon menjadi pembunuh harus terhenti ketika dia tertangkap. Dia pun divonis hukuman mati oleh hakim. Di dalam sel, dia menerima tawaran untuk melepaskan diri yang diberikan oleh Sherlock Holmes.

Apa tawaran yang diberikan Holmes? Bagaimana akhir dari perjalanan hidup Simeon?

***

This is my very fist reading such a genre and novel. Genre Thriller dengan latar belakang tahun 1800-1900 an. Bertempat di Great Britain, Aah, suka deh sama latarnya. I can imagine London, Derbyshire, Manchester, even Thames River at that time. 

Berhubung latarnya tahun segituan ya di Great Britain masih mengalami yang namanya revolusi industri. Belum banyak kendaraan bermotor. Bahasa inggris yang digunakan so...classic? Bukan bahasa yang digunakan di novel Dan Brown yang sebelumnya pernah saya baca. Ataupun John Green yang menggunakan bahasa populer.

Baca juga: 

Ceritanya bagus, banget. Meskipun thriller ada sentuhan romance-nya. Ada pelajaran hidup *ea* yang diselipin di percakapan tokohnya.

Dan terpenting adalah plot twist-nya. Beneran nggak bakal nyangka kalo endingnya bakal nggak terduga. Diluar prediksi banget. 

Alur novelnya nggak seperti yang saya tuliskan di resensi-nya yah. Jadi alurnya ada 2. Maju dan mundur. Alur maju dialami ketika Simeon menceritakan kehidupannya di tahun 1800-an. Mulai dari kehilangan orang tua sampai di Moriarty.

Alur yang kedua di tahun 1900-an ketika menghitung hari-hari menjelang eksekusi. Eh alur maju juga ya berarti? Hehe. Tapi seringnya di bagian ini Simeon juga flashback alias kilas balik ke masa-masa sebelum dipenjara jadi yah, campuran.

Seru juga ternyata baca novel dengan gaya classic. Dan seperti biasa ada kutipan-kutipan novel yang menjadi favorit saya.




Happy reading!

You Might Also Like

13 comments:

  1. Aduh huhu kangen banget baca buku begini, makasih review nya yaaaa, kayaknya aku suka nih, suami ku pun <3

    ReplyDelete
  2. Tawaran serlock Holmesnya asesuatu Mbak. Pingin baca buku ini, sedikit misteri dan bikin penasaran

    ReplyDelete
  3. Bahasa Inggris ya, duhhh lama kalo aku. Yang terjemahan udah ada belum sih, mupeng karena suka ama novel thriller, hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waa belum tau kalo itu coba dicek di toko buku terdekat hihi

      Delete
  4. Akusuka novel genre kyk gini mbk, coba nanti cari ah di tokbuk TFS :D

    ReplyDelete
  5. dari covernya aku pikir sherlock holmes lho lu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa org juga berkomentar demikian..hehe

      Delete
  6. Aduduu...hebat euy baca novel yang tebalnya 450an halaman. Pengen banget bunda mencandu lagi pada buku bacaan, tapi biasalah kalo ada cucu sering terganggu #alasan, hehe...harus nenemin dia main, paling gak dia main ada bunda keliatan di situ. Harus dipaksa ternyata membaca itu, harus meluangkan waktu, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memaang harus meluangkan..hehe. Lagi liburan jg sih ini jadi ada waktu banyak buat baca ^^

      Delete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)