AKB

Ingat Kehamilan, Ingat SMSBunda

August 20, 2016,5 Comments

Sumber: www.smsbunda.or.id
Ngomongin tentang kesehatan yuk. Tahu nggak sih, di jagat kesehatan masyarakat ada dua istilah yang sering sekali disebut. Dua istilah ini AKI dan AKB. AKI bukan panggilan buat paman ala orang Betawi loh, ya. AKB juga nggak perlu ditambahi 48 dibelakangnya. Nanti malah jadi idol group dari Jepang sana, hihi.

Angka Kematian Bayi adalah angka kematian bayi yang usianya di bawah 1 tahun per 1000 kelahiran hidup di wilayah tertentu pada tahun tertentu.

Angka Kematian Ibu adalah angka kematian yang dihitung dengan menggunakan perhitungan jumlah kematian ibu di suatu wilayah karena kelainan kehamilan per 100.000 kelahiran hidup yang ada. Angka ini penting karena menunjukkan derajat kesehatan di suatu masyarakat. Semakin kecil AKI dan AKB, maka refleksi derajat kesehatan masyarakat semakin tinggi. Saking pentingnya kedua perhitungan ini, setiap tahun seluruh kota di Indonesia memasang target penurunan. 

Berdasarkan data yang diterbitkan Departemen Kesehatan, AKI di Indonesia menyentuh angka 359 per 100.000 kelahiran. Angka ini merupakan yang tertinggi diantara negara-negara wilayah Asia Tenggara. Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan getol melakukan upaya guna menekan AKI . Berbagai program melalui berbagai aspek pun dicanangkan. Salah satunya melalui pendidikan.



Tahun 2014 pertama kali menginjakkan kaki setelah resmi menjadi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat di suatu PTN, kami satu angkatan diwajibkan mengikuti program Desa Mitra Kampus. Di dalam program ini kami diwajibkan untuk mendampingi satu ibu hamil. Menurut dosen pembimbing yang saya lupa namanya, hal ini dilakukan untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI).

Sayangnya, menurut saya pribadi program ini belum membuahkan hasil yang diinginkan. Penyebabnya diantaranya:

1. Program dilakukan ketika kami masih menjadi mahasiswa baru yang belum memiliki keilmuan mumpuni.
2. Kurangnya pengetahuan yang diberikan oleh dosen pembimbing maupun kakak pembimbing. Bahkan, ketika dahulu saya menanyakan hal yang tidak mengerti pada kakak pembimbing, saya justru diminta mencari sendiri. Setelah itu tidak ada diskusi lebih lanjut.
3. Rendahnya kemauan mahasiswa untuk mencari tahu.
4. Rendahnya kesadaran mahasiswa untuk melakukan dengan maksimal. Kebanyakan dari kami hanya berpikir untuk mendapatkan nilai.
5. Tidak ada follow up lebih lanjut setelah laporan diberikan kepada pihak kampus.

Dari kelima hal diatas, program Desa Mitra Kampus bisa dikatakan kurang sukses. AKI di wilayah Tembalang dan sekitarnya pun masih tinggi. 

Tentang SMSBunda


Di aspek teknologi, muncul sebuah terobosan. Terobosan itu bernama SMSBunda. SMSBunda adalah program kerjasama Kementrian Kesehatan RI dengan Jphiego dan GE Foundation. Fokus program ini tidak hanya untuk menurunkan AKI namun juga AKB (Angka Kematian Bayi).

Sesuai dengan namanya, program ini menggunakan fasilitas Short Message Service (SMS). Para ibu hamil yang ingin mengikutinya dapat melakukan mekanisme pendaftaran mengetikkan REG <spasi> perkiraan tanggal lahir (hh/bb/tt) <spasi> Kota/Kabupaten ke nomor 08118469468. Selanjutnya bila telah terdaftar, Ibu hamil akan mendapatkan pesan rutin secara gratis.

Keuntungan bagi ibu hamil, akan mendapatkan informasi lengkap seputar kehamilan. Informasi ini meliputi cara merawat kehamilan, pascakehamilan, merawat anak, dan info-info berkaitan dengan perkembangan anak kepada ibu hamil dan yang telah melahirkan. Seperti ini nih nantinya.
Sumber: http://smsbunda.or.id/

Mengapa memilih SMSBunda?

Proses pendaftaran yang mudah. Cukup dengan SMS saja. Nggak perlu formulir pendaftaran yang kompleks.

Murah. Yang namanya ibu-ibu, pasti suka irit kan? Hihihi. Nah, SMSBunda bisa digunakan di berbagai jenis handphone. Tidak masalah bila tidak memiliki smartphone. Layanan SMS juga sudah menjadi fitur utama handphone disamping layanan suara. Selain itu, pulsa yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 200 untuk biaya pendaftaran.

Bisa diakses dimana saja. Berbeda dengan aplikasi smartphone yang membutuhkan jaringan sinyal data sekelas 3G maupun 4G, layanan SMS bisa didapat cukup pada jangkauan sinyal seluler.

Informasi yang diberikan terjamin kebenarannya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Kemenkes bekerja sama dengan JPhiego. JPhiego adalah organisasi non profit beraffiliasi dengan Johns Hopkins University. Tahu kan yah pasti Johns Hopkins University? Itu tuh universitas di Amerika yang udah terjamin kualitasnya. Jadi informasi yang didapat bukan abal-abal macam jarkoman dari WA #eh. Penting banget nih bunda! Nggak mau kan sampe dapet informasi salah yang justru membahayakan kehamilan?

Untuk para bunda, yuk segera daftar SMSBunda. Selain untuk diri sendiri, kita bisa berpartisipasi dalam menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Bersama SMSBunda wujudkan Indonesia Rendah AKI dan AKB!

Sumber:
http://smsbunda.or.id/
http://metrosemarang.com/sms-bunda-layanan-informasi-gratis-para-ibu-hamil
http://ccphi.org/
Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012

You Might Also Like

5 comments:

  1. tekhnologi sekarang yang makin okee saja bikin ini jadi mungkin ya luluk
    solutif menurutku

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo dibandingin metode di kampusku sih emg lebih solutif jd bumilnya nggak cuma nungguin didatengin mahasiswa buat diberikan informasi yah mba

      Delete
  2. Sms bunda sangat membantu ibu hamil dalam pendampingan, jaman sekarang fasilitas serba menyenangkan dan memudahkan

    ReplyDelete
  3. kalau cuma sms ajah, Insya Allah semua bunda bisa ikutan yaa Mba
    kan masih ada tuh bund2 yang hp-nya cuma buat sms-an ajah

    gampang banget dan bunda2 bisa dapat informasi
    cuma kalau di kampung, masih banyak bund2 yg enggak tahu smsbunda, aku ajah tahunya blm lama loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama nih aku jg baru tahu, kalo tahu dari dulu mungkin bumil yg aku dampingin aku kasih rekomen ini deh

      Delete

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)