Dan Brown

Novel Review: Deception Point

June 20, 2016,0 Comments

Sumber: www.socialbookshelves.com
Deskripsi
Judul: Deception Point
Genre: Techo-Thriller
Bahasa: Inggris
Penulis: Dan Brown
Tebal halaman: 585
Tahun terbit: 2002

Sinopsis
When a new NASA satellite spots evidence of an astonishingly rare object buried deep in the Arctic ice, the floundering space agency proclaims a much-needed victory...a victory that has profound implications for U.S. space policy and the impending presidential election. With the Oval Office in the balance, the President dispatches White House Intelligence analyst Rachel Sexton to the Milne Ice Shelf to verify the authenticity of the find. Accompanied by a team of experts, including the charismatic academic Michael Tolland, Rachel uncovers the unthinkable: evidence of scientific trickery -- a bold deception that threatens to plunge the world into controversy.

But before Rachel can contact the President, she and Michael are attacked by a deadly team of assassins controlled by a mysterious power broker who will stop at nothing to hide the truth. Fleeing for their lives in an environment as desolate as it is lethal, their only hope for survival is to find out who is behind this masterful ploy. The truth, they will learn, is the most shocking deception of all.

Rate
4.6/5

Komentar
Setelah menghabiskan hampir 2 minggu untuk Ujian Akhir Semester (UAS), akhirnya memanjakan diri dengan kembali membaca novel. Kali ini, novel yang saya baca berjudul Deception Point karya Dan Brown. Dan Brown juga merupakan penulis dari novel laris The Da Vinci Code. Malah, The Da Vinci Code ini sudah difilmkan juga.

Di awal kisah, cerita dibagi menjadi tiga segmen yang berbeda. Pertama berfokus pada Rachel Sexton, seorang agen NRO (semacam agen intel gitu di Amerika). Kedua fokus pada Senator Sexton. Dia adalah ayah dari Rachel Sexton sekaligus "musuh" dari Presiden AS karena ambisinya untuk maju menjadi presiden AS berikutnya. Fokus ketiga pada kegiatan Delta-Force semacam operasi rahasia yang dimiliki oleh AS. Hingga akhirnya akan terhubung benang merah diantara tiga segmen ini.

Cerita ini bersetting di Washington DC, Atlantika dan sekitaran Amerika Serikat. Berawal dari Rachel Sexton yang saat itu sedang sarapan bersama ayahyna, pager nya berbunyi berkali-kali menunjukkan bahwa Direktur NRO menghubunginya terus-menerus. Sesampainya disana, ia dikagetkan oleh perintah bahwa Presiden AS ingin menemuinya. Rachel pun merasa bingung, kenapa? Ketika ia bertanya ke Direktur nya, ternyata sang Direktur pun sama-sama nggak tahu. Heran, akhirnya dia tetep ikut si penjemput yang udah menunggu. Jangan mengira kalau menjemput menggunakan mobil ya, tapi menggunakan jet mewah. Yang dia nggak tahu, jet ini nggak membawa dia ke White House, kediaman sang Presiden. Rachel dibawa ke Atlantik untuk suatu misi rahasia. Disini lah petualangan Rachel dimulai. 

Novel ini tergolong science-fiction menurut pendapat saya. Banyak terminologi tentang teknologi terutama yang berkaitan dengan NASA. Selain itu juga beberapa istilah latin berbau biologi yang agak susah untuk diingat namanya :)) Nggak cuma tentang teknologi, cerita ini juga diramu dengan bumbu politik. Gimana kotornya politik, gimana suatu isu itu bisa aja dipelintir jadi isu politik, semuanya ada disini. Plot twist nya amat sangat tak terduga memasuki bab-bab akhir menjelang ending.

Saya menghabiskan waktu kurang lebih 4 hari untuk membaca novel berbahasa Inggris ini. It's worth it banget lah. Ceritanya bikin nagih, deg-degan, nggak sabar buat ngelanjutin ke halaman berikutnya. Tertarik buat baca ceritanya? Silahkan dicari di toko buku terdekat ya, kalo masih ada. Hehehe. Karena di buku ini tertulis terbitan tahun 2002 x)) 

Happy reading!

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)