cerita

Families

December 26, 2014,0 Comments

Menyempatkan waktu untuk sekedar menyapa blog, tanpa terasa tibalah di penghujung tahun..masehi. Hanya beberapa hari lagi memasuki tahun 2015. Apa saja yang didapat dari tahun 2014? Banyak. Banyak sekali. Pencapaian? Entahlah. Mungkin menjadi bagian dari Undip merupakan pencapaian terbesar saya tahun ini? Sekali lagi, entahlah.

Saya tidak akan bercerita apa yang telah saya lalui 1 tahun ke belakang. Cukuplah 3 bulan ke belakang. 1 September 2014 dimana resmi menjadi mahasiswa. Titel yang tidak semua orang bisa mencapainya. Tidak semua orang bisa untuk menggapainya. Dan saya bersyukur, benar. Fabiayyi aala i robbikuma tukadziban.. 

Saya bertemu dengan orang-orang baru. Lingkungan baru. Kehidupan baru. Benar saya tidak perlu jauh-jauh indekos dimana pun itu. Ya, saya tetap di rumah. Namun tentu saja banyak hal yang berbeda dibandingkan masa putih abu-abu. Di kelas B FKM UNDIP 2014 saya mengenal 73 orang lainya. 4 berlain jenis dengan saya sedangkan sisanya sama-sama perempuan. Not yet a lady..aih. Disini meskipun kebanyakan berasal dari pulau Jawa juga, tentu saja ada perbedaan-perbedaan dibanding orang Semarang asli. Logat bicara, cara berpikir, bertindak, banyak hal yang baru pertama kali saya jumpai.

Saya bersyukur, di kelas ini meskipun belum sepenuhnya nyaman tetapi setidaknya ada kehangatan. Ada penerimaan. Ada usaha untuk berbaur. 3 bulan memang terhitung singkat bila dibandingkan kuliah yang (insyaAllah) menghabiskan waktu 3,5 tahun. Tapi 3 bulan ini sungguh memberikan motivasi, pencerahan di usia 18 ini. Keluarga B ulala, keluarga pertama.

Selain dari kelas, bertemu juga dengan teman-teman Ibnu Sina. Kelompok prospek maba, singkatnya ospek yang sudah mau mempercayakan saya sebagai ketua. Untuk pertama kalinya berinteraksi dengan senior yang kemudian menjadi kakak pembimbing. Teman-teman yang tetap mendorong saya untuk menyelesaikan tugas kelompok yang bisa dibilang melelahkan. Sempat ada gesekan yang terjadi. Mungkin itu hal biasa. Tapi sekarang saya mulai merindukan mereka. Hanya dengan 1 bulan, kami menjadi dekat. Saling mengerti satu sama lain. Menyelesaikan apa yang menjadi target. Alhamdulillah.. mendapat keluarga kedua disini.

Proses magang. Untuk pertama kalinya melewati masa magang organisasi. Sempat bertanya apa maksud wawancara, tugas magang,,sempat berpikir mengapa dipersulit untuk bergabung. Dan kemudian mendapat jawaban sendiri seirng dengan proses yang dilalui. Bila nantinya dua organisasi ini menerima saya sebagai pengurus, maka bertambahlah keluarga saya. Amin ya Robbal Alamin..

Program desa mitra. Berjumpa dengan ibu muda meskipun baru kedua kalinya, menjadi keluarga selanjutnya. Hangatnya sambutan menghapus jarak usia. 
Terlalu banyak yang bisa diambil dari 3 bulan menjadi mahasiswa.

HAPPY. 
SAD. 
CRUMBLE DOWN. 
DISAPPOINT. 
TEARS. 
ANGER. 
MOTIVATED. 
LOVE.
CARE.

Bersyukur masih bisa merasakan semua itu, karena di masa depan insyaAllah..apa yang saya tanam bisa saya tuai.

"Proses itu kadang tak enak, namun setelah perbaikan, kita akan lebih bermanfaat. Maka lakukanlah semua karena Allah. Maka bersabarlah dengan kesabaran yang indah." - Felix Siauw

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)