cerita

Journal of College Student

September 18, 2014,0 Comments

Bismillah..
Sebelum postingan ini, ada 2 draft(s) yang masih tetap menjadi draft. Entah kapan mau dilanjut atau tidaknya saya sendiri nggak ngerti deh ya.
Been passing lots of things. Semenjak kuliah ini, belum ada hari libur. Iya, libur. Bukan itu juga sih masalah sebenarnya. Masalah sebenarnya ada di diri saya. I'm still act like a child. Which, it makes things unsettled. Banyak hal yang bisa dipelajari setelah hampir 3 minggu ini menjalani perkuliahan.

Pertama, kuliah belum seperti "kuliah". Hal ini karena ada beberapa dosen yang belum masuk kelas. Padahal ini sudah pertemuan kedua. Ada juga yang langsung memberikan tugas kelompok maupun individu secara "rombongan" dimana tiap mata kuliah itu kelompok nya berbeda pula. Padahal sejujurnya teman sekelas saya sendiri saja belum hafal. 75 mahasiswa dimana hanya 4 diantaranya yang berjenis kelamin lelaki. Semoga keempatnya tetap berada di jalannya :') 

Kedua, tugas dari senior. Ini biasa sih ya. Mungkin cuma saya saja yang terbawa suasana. Banyak yang mengeluhkan ini itu saya sebenarnya tidak ingin mengeluh juga. Bersyukur, bersyukur itu kuncinya. Bersyukur karena masih diberi kesempatan menuntut ilmu. Bersyukur karena masih bisa bersosialisasi. Hal-hal kecil apapun itu mulai sekarang, sepertinya saya perlu menghargai dan tidak menganggap remeh.

Apalagi ya? Sepertinya ini sudah agak melantur dari apa yang saya pikirkan. Oh, ya. Saya harus. Dan mau nggak mau menghilangkan kebiasaan saya berpikiran negatif. Saya adalah jenis orang yang mudah berpikiran negatif dan mengansumsikan sesuatu ke arah yang buruk. Nggak usah diberi contohnya lah ya, yang pasti karena kebiasaan saya ini saya kerap kali mendiamkan orang disekitar saya. Masih mending sih saya diamkan, banyak diantara mereka yang saya ketusin. Hahaha... bener-bener deh saya itu berusaha untuk dewasa dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu dengan sekuat tenaga. Dan saya akan terus berusaha sampai orang disekitar saya nyaman ketika berinteraksi dengan saya.

Oh, nggak lupa juga. Di perkuliahan ini sebagian besar mata kuliah berbasis biologi. Tahu sendiri kan betapa nggak bersahabatnya biologi dengan saya? Ketika saya berfikir "ah, saya kan nggak bisa ini. kenapa sih harus bertemu lagi? tau gini saya nggak pilih disini deh" saya langsung beristighfar. Astaghfirullahaladzim... Dan saya langsung mengingat kalau di fakultas saya ada juga anak dari jurusan IPS, ada anak SMK jurusan mesin, dan lain sebagainya. Masa iya saya yang mempunyai basic anak IPA justru mengeluh? What a shame!

Duh ini tuh malah curhat colongan deh ya hahaha nggak papa deh memang blog ini kan untuk tempat saya curhat. Saya nggak enak kalau curhat sama seseorang, kadang mikir kasihan dianya dengerin ocehan saya yang nggak ada penting-pentingnya ini.
Doakan saya aja deh semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dan apapun yang akan terjadi kedepannya, semoga saya selalu bersyukur, bersyukur, tersenyum, dan optimis.
See ya!

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)