cerita

Ujian (inter)-Nasional

April 20, 2014,0 Comments

Selamat malam.
Seminggu yang lalu, tepat pada jam yang sama, saya merasakan ketegangan yang luar biasa. Kenapa? Karena hari Senin berikutnya, 14 April 2014 adalah jadwal Ujian Nasional bagi murid SMA dimana saya merupakan salah satunya.
Saya pribadi sudah mengalami Ujian Nasional 3 kali. Terhitung dari SD, tahun 2008 untuk pertama kali Ujian Nasional bagi SD diadakan. Sebelumnya, tingkat SD hanya diadakan Ujian Sekolah. 3 tahun kemudian, saya melewati Ujian Nasional tingkat SMP. Dan tahun ini, (insya Allah) Ujian Nasional terakhir saya. Amin ya robbal alamin...
Banyak yang bisa diceritakan pada Ujian Nasional kali ini. Sedari awal kelas 12, guru-guru sudah mengingkatkan kalau persiapan Ujian Nasional harus disiapkan dengan matang. Mendekati hari H Ujian Nasional, guru-guru semakin gencar mengingatkan. Khususnya tentang bocoran soal (atau kunci jawaban?). sudah jadi hal yang biasa kalau setiap Ujian Nasional, pasti ada kasus bocoran kunci jawaban.
 Semua guru saya mewanti-wanti untuk tidak membeli kunci jawaban. Saya pribadi pun tidak tertarik. Salah satu guru yang bisa dibilang favorit bahkan sampai berujar “Ujian Nasional itu sudah sangat biasa. Lebih sulit ujian melewati jembatan Shirath daripada Ujian Nasional”. Walaupun begitu, tetap saja ada teman saya yang membelinya.
Ketika hari H Ujian Nasional, saya merasakan ketegangan tingkat tinggi. Jam pertama bahasa indonesia, kepala saya sudah pusing tanda nervous dan mata saya berkunang-kunang. Sedih rasanya? Iya. Tapi saya tetap berusaha sekuat tenaga untuk tenang agar saya bisa mengerjakan dengan baik. Selanjutnya, biologi. Dalam sejarah try out saya, saya tidak pernah mendapatkan nilai biologi lebih dari 5. Dan pada hari itu saya menghadapi kenyataan kalau soal biologi................lebih sulit daripada try out sebelumnya :’)
Kemudian hari selanjutnya matematika saya setidaknya bisa mengerjakan sesuai target. Pada saat jam kimia..mulailah penderitaan batin yang benar-benar......ARGH. Dari 3 kali try out, soal ini benar-benar beda. Kalau kata bapak Menteri Pendidikan Indonesia di akun twitternya, seperti ini:



Memang sih, guru fisika sekolah saya sudah memberi info kalau ada soal yang berstandar internasional. Tapi, lihatlah dari soal-soal prediksi di website, di detik-detik (buku kumpulan prediksi paling populer se-Indonesia. Menurut saya sih, hehe..) amat sangat berbeda jauh. Saya hanya berharap saya bisa mendapatkan nilai yang lumayan, setidaknya tidak hanya lulus tapi juga ada kebanggaan tersendiri.
Berbicara tentang jalannya Ujian Nasional kali ini, saya dengan mata kepala sendiri melihat teman-teman saya membawa handphone kedalam kelas. Ketika ujian berlangsung mereka menggunakannya. Lalu ada juga yang membawa selembar kertas berisi kunci jawaban kemudian kertas tersebut dioper ke teman lainnya. Mungkin ada pertanyaan kenapa saya tidak melakukan pengaduan? Alasan saya adalah:
1. Saya tidak mempunyai bukti yang kuat. Masa iya saya harus meminta kertas kunci jawaban tersebut?
2. Kalau saya melakukan pengaduan, nama sekolah saya tercemar.
3. Apakah siswa yang saya adukan, bila terbukti melakukan kecurangan akan langsung dicoret tidak lulus? Tidak.
4. Apakah sistem pendidikan Indonesia bisa lebih baik? Tidak.
Kemudian setelah selesai Ujian Nasional, gelombang protes terjadi di banyak akun sosial media. Beruntung, saya tidak termasuk salah satunya. Hahaha. Lagipula, saya percaya ada berkah dibalik kejujuran. Benar?
Terakhir, efek positif dari Ujian Nasional adalah saya dan teman-teman saya merasa semakin dekat kepada Allah SWT. Semoga saja setelah Ujian Nasional ini kami tetap mendekatkan diri kepada Allah.
Akhir kata, saya berdoa untuk 2 hal. Lulus: lulus Ujian Nasional dengan nilai yang memuaskan. Lolos: lolos ke perguruan tinggi negeri yang telah dipilih ketika SNMPTN. Bismillah, semoga dikabulkan. Amin ya robbal alamin..
Sampai jumpa!

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)