cerita

사랑해요 엄마! 사랑해요 아ㅂㅂㅏ!

August 22, 2013,0 Comments

Selamat malam. Malam yang damai, syahdu.. Hanya bertemankan laptop tersayang ditemani musik berupa bunyi detak dari jam dinding yang menempel. Hari ini saya dapat pencerahan (lagi). Alhamdulillah setelah memutuskan untuk berubah, saya benar-benar merubah. Mungkin perubahan itu tidak kasat mata. Apalagi dari pandangan orang lain. Mungkin yang tahu hanya saya, dan tentunya Allah sebagai sang Maha Tahu.

Ceritanya, sore ini ada seorang teman ummi dateng kerumah. Niatnya nemuin ummi karena memang biasanya begitu. Ternyata beliau menawarkan barang dagangan. Ya begitulah.. Ummi sedang sibuk kan tuh makanya saya yang ke depan. Tanya ada apa? Jual apa?
Dan beliau menjawab jual yah semacam handmade gitu lah. Ada case henpon (iya, henpon kok bukan handphone :p), bantal boneka, dsb. Ummi pun milih bantal boneka.

Udah gitu aja?
Bukan. Bukan itu intinya. Ada cerita tersendiri dibalik semuanya. Fyi aja teman ummi itu teman "lama" yang suka "datang" ke ummi cuma kalo lagi butuh. Kalo beliau lagi butuh..............uang :') Saya tau bener lah ya itu. Tapi saya nggak akan menceritakan lebih banyak tentang beliau.
Gara-gara beliau saya jadi curhat-curhat ala ibu dan anak gitu deh sama ummi x))
Kalian tau kan ya kalau saya itu bisa dibilang anak rumahan. Saya jarang banget ikut anak-anak kelas main. Nggak cuma anak kelas, anak angkatan SMP, SD, TK (yang terakhir boong bingit). Sampai ada temen yang bilang sesuatu yang membuat saya sakit hati (halah). Enggak deng, nggak sakit hati tapi cuma ya lumayan menusuk...hehe.

Kata dia saya itu apa sih nggak pernah mau diajak main. Betul, sampai temen sekelas punya acara main juga saya nggak dikasih tau lagi. Huft huft huft galau? Sedih? Kalau itu saya yang dulu saya bakal menyalahkan orang tua saya. Atas ketatnya pengawasan sampai merasa terkekang. Beruntungnya saya, saya sekarang sudah mulai mengerti. Saya tidak mencoba membantah. Mempertanyakan kenapa saya diperlakukan seperti ini?

Sore ini saya semakin terharu atas segala yang orang tua saya lakukan. Ummi bilang kalau ummi sama abi bener-bener takut akan apa yang terjadi sama saya. Karena saya perempuan. Ummi dan abi mengkhawatirkan saya. Dengan cara mereka sendiri. Serius saya seketika itu merasa hangat. Dan air mata saya ingin menetes. Tapi saya tahan...

Saya semakin sadar, benar kalau sebetulnya segala sesuatu yang orang tua lakukan semua itu demi anak mereka. Demi kebahagian mereka. Masa depan mereka. Pengorbanan mereka tidaklah terasa ketika melihat anaknya bahagia dengan apa yang telah mereka berikan. Dan mereka tidak pernah menuntut hal apapun. Orang tua hanya ingin ketika saatnya nanti, sang anak selalu ingat dan menyayangi mereka tanpa ada paksaan.

 Melalui tulisan ini, saya ingin berterima kasih kepada Allah yang telah mengirimkan sepasang malaikat untuk melindungi saya. Terimakasih ummi dan abi, semoga kelak saya bisa membalas apa yang telah ummi dan abi korbankan untuk saya. Love, your daughter<3 i="">
eclair5882

You Might Also Like

0 comment(s):

Hai! Terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar dengan bahasa yang santun ya :)